Menikah Dengan Abang Ipar

Menikah Dengan Abang Ipar
Pertemuan Dengan Farel


__ADS_3

Pertemuan Farel dan Brata.


Setelah beberapa bulan, setelah kejadian besar itu, setelah kabar kalau Farel  sudah meninggal, instansi yang menyebut diri mereka sebagai pelayan masyarakat itu, walau kadang malah kebalikannya, terkadang dikalangan masyarakat polisi bukan pelayan rakyat, nyatanya banyak masyarakat yang justru takut sama mereka, karena banyak kasus pemalakan dan pungutan liar.


Setelah kejadian yang menggemparkan itu, di kantor tempat Farel dulu bekerja, sudah bersih-bersih, oknum oknum yang terlibat dalam kejahatan itu sudah di masukkan ke penjara, dan  sebagian di mutasi, ada juga yang turun jabatan, karena kejadian besar itu kantor kepolisian masih jadi sorotan masyarakat, karena seorang polisi diperlakukan dengan semena-mena oleh rekan-rekannya sesama polisi dan atasannya.


Para wartawan masih banyak yang wara-wiri di sekitar kantor, menulis berbagai judul berita, yang terkadang belum tentu ada nara sumbernya, hal itu juga kadang masyarakat semakin bingung dengan banyak berita hoax yang beredar.


Rencana besar Farel bisa berjalan baik, rupanya, di belakang mereka ada campur tangan seorang kepala polis , ia teman Pak Brata, mantan atasan Farel.


Pak Seno dan Brata yang merencanakan semua sandiwara tersebut, mereka sadar ada banyak orang besar yang terlibat dalam kasus Farel, dan susah untuk menyeret mereka dari lubang tikus.


Jadi untuk membawa mereka keluar dari sarang persembunyian, mereka harus di siram dengan banjir  besar.


Rencana mereka berhasil, tetapi semua itu tidak akan berhasil kalau Pak Seno tidak mendukung, Pak Barata tahu lelaki  itu salah satu polisi yang jujur dan yang terbaik di kepolisian, karena itulah ia menemuinya  dan meminta bantuan padanya  untuk menangkap para penjahat tersebut.


“Bagaimana, apa semua aman Pak Brata?” tanya Seno saat ia menemui Pak Brata di salah satu cafe di Bogor.


“Aman pak, dia sudah saya minta menghilang untuk sementara waktu”


“Begini Pak … saya ingin Farel Wibowo tetap bertugas sebagai polisi, negara ini membutuhkan orang-orang pintar dan jujur seperti dia,”ucap Seno.


“Tapi pak, dalam catatan  profesinya dia sudah meninggal”


“Tenang Pak, saya bisa urus semuanya, yang kita butuhkan dia ganti wajah dan ganti identitas diri, mungkin kariernya akan dimulai dari bawah, tetapi aku yakin dengan kepintaran dan keberanian Pak Farel kariernya bisa naik pangkat dengan cepat,” pungkasnya lagi.


“Aku juga berpikir seperti itu pak, berpikir dari awal kalau dia tetap bekerja sebagai polisi, tetapi semua keinginanku aku pendam karena tidak banyak yang di lakukan seorang pensiunan seperti saya ini”


“Tenang Pak di divisi Pak Farel  semua sudah saya ganti jadi orang -orang baru , setelah dia ganti wajah tidak akan ada yang curiga, orang -orang pintar harus tetap di pertahankan”


“Bagaimana kalau kita menemuinya di Singapura, dua minggu yang kemarin, aku menghubunginya aku menyarankannya untuk operasi wajah di Korea Selatan, karena di sana tempat yang bagus”


“Baik, akan saya atur waktu ke sana”


Farel beruntung karena beberapa polisi  mendukungnya, rencana saat itu makanya bisa berhasil dan memanipulasi kematiannya, kini divisi tempat Farel bertugas sudah  di isi orang-orang baru.


Seno berencana akan membawa Farel kembali  bekerja  di kepolisian, mungkin akan sulit karena mereka akan membuat data-data baru untuk Farel lagi. Tetapi setelah lelaki yang baru naik jabatan itu memeriksa catatan kerja Farel dan pencapaiannya selama ini, ia berpikir untuk mempekerjakannya lagi.

__ADS_1


                    *


Beberapa hari kemudian setelah mereka janjian ke dua polisi itu terbang ke Singapura, Farel tinggal di salah satu apartemen milik kakak Farel, Dinar, ia tinggal di sana selama  untuk menenangkan diri dan pikiran.


Setelah mereka berdua tiba di apartemen , Farel menyambut mereka berdua.


“Bagaimana keadaan pak Farel?”


“Terimakasih pak Seno berkat bantuan bapak saya bisa lolos sampai ke sini,” ujar Farel.


“Oh, saya dengan dari dr. Brayen dalam rencana  hari itu katanya kamu terluka,  bukannya saya sudah memberikan kamu rompi anti peluru elastis?”


“Sudah Pak, saat itu Faisal memang menembak tepat di perut dan pundak, tadinya kami memprediksi dia akan menembak di sana agar lebih menyakinkan  dan berdarah, tetapi peluru yang digunakan itu peluru yang sudah dimodif”


“Lalu bagaimana dengan darah kamu yang ada di sel?”


“Saya memang sengaja melukai tangan saya agar mengeluarkan darah”


“Hari itu kenapa tidak menggunakan darah  yang sudah di sediakan Reimon?” Tanya Brata ia juga sebenarnya karena dari hasil pemeriksaan darah dalam sel itu benar-benar milik Farel.


“Aku tahu Faisal seorang dokter dan  dia orang yang pintar, saya pikir kalau menggunakan darah palsu takut ketahuan, jadi saya melukai telapak tanganku dengan pisau kecil yang sudah aku persiapkan sebelumnya”


“Semua itu  tidak akan berhasil kalau Pak Seno membantu semuanya, mulai dari team dokter dan polisi yang berjaga semua bapak melakukannya, akhirnya semuanya berhasil,” balas Farel.


Setelah mengobrol panjang lebar,  Seno menyampaikan keinginannya  meminta Farel bekerja kembali sebagai polisi.


“MaaF Pak saya tidak ingin jadi polisi lagi , saya ingin memulai bisnis,” ujar Farel, niatnya ia ingin meneruskan bisnis kuliner milik Dinar kakaknya dan  menjalankan toko pakaian milik almarhum Ratna.


“Kita dan masyarakat masih membutuhkan orang-orang  pintar dan berani seperti kamu, kamu bisa kembali pada istrimu yang cantik itu,” ujar Seno.


Farel terdiam, ia tidak ingin menambah luka di hati Alisa, jika ia kembali hidup, karena ia sudah menikahkan wanita cantik itu dengan mantan kekasihnya.


“Itu tidak mungkin Pak, dia sudah menikah”


“Dia sudah menikah dengan Dimas, tentara yang ikut membantu kita saat itu,” ujar Brata.


“Oh, kamu yang memintanya?”

__ADS_1


“Ya, saya tidak menjelaskan secara rinci Pak, tetapi saya ingin dia bahagia,” ujar Farel.


“Baiklah, kami tidak membahas itu lagi, semua itu berat untukmu dan kamu kehilangan istrimu karena rencana ini.” Seno menatap Farel.


“Ya, terkadang untuk  mendapatkan hasil yang maksimal dan hal yang besar, kita  juga harus mengorbankan hal yang besar juga,” ucap Farel.


Ya, kamu benar, Dibutuhkan sebuah pengorbanan yang besar, untuk hasil yang besar


Bersambung ….


KAKAK  JANGAN LUPA KASIH KOMENTAR DAN PENDAPAT KALIAN DI SETIAP BAB DAN JANGAN LUPA JUGA.


Bantu share ya Kakak.


Fb Pribadi: Betaria sona Nainggolan


FB Menulis; Nata


Ig. Sonat.ha


LIKE,  VOTE DAN KASIH  HADIAH


Baca juga  karyaku yang lain


-Indentitas Tersembunyi Sang Menantu( BARU)


-Aresya


-Manusia Titisan Dewa


-Menikah Karena  Wasiat( Cat story)


-Pariban jadi Rokkap


-Cinta untuk Sang Pelakor (Tamat)


-Menikah dengan Brondong (Tamat)

__ADS_1


-Menjadi tawanan bos  Mafia (Tama)


__ADS_2