
“Baiklah, sekarang katakan kira-kira kejutan apa yang ingin kamu katakan padaku, apa kamu mau mengumumkan kalau si kembar anak orang ini?
Oh aku bisa tebak, kamu mau bilang kalau kamu akan menikah dengannya karena dia ayah anak-anak, kamu mau mengikuti jejak kakakmu, iya, kan?”
“Baiklah Mas, aku ingin ungkapan satu kebenaran untuk Mas dan juga untuk Ibu.
Mbak Ratna tidak pernah selingkuh.”
“Lalu?” tanya Farel dengan wajah memburu.
“Kedua anak kembar itu anakmu Mas.”
“Bohong, kebohongan apa yang ingin katakan padaku!” teriak Farel, ibunya ikut marah.
“Dia melakukan proses bayi tabung,” ujar dokter yang datang bersama Faisal.
“Bohong, kalian semua bohong!” teriak Farel dengan kemarahan, ia berdiri mengusir semua dokter yang ada di rumah.
“Apa kamu ingat saat aku meminta kamu memasukkan cairan milikmu setiap pagi dan menyimpan dalam botol?”
“Iya aku ingat, kamu bilang itu untuk memeriksa kesehatan bagian inti saya.”
“Iya itu benar, tetapi Ratna meminta cairan yang masih sehat untuk disuntik ke rahimnya.”
“Iya saya sendiri yang melakukannya, sekali dua kali masih tetap gagal, hingga suatu hari kami melakukan satu program yang ketat untuknya, dia harus istirahat total di tempat tidur.”
“Saya membawanya ke klik milik saya selama satu minggu lebih, dia benar-benar punya tekat kuat untuk menjalani program bayi tabung dan ia meminta sepasang bayi kembar bayi perempuan dan lelaki,” ujar seorang dokter perempuan.
Mereka bertiga lah yang merawat Ratna selama melakukan program kehamilan.
“Jadi uang yang jumlah yang besar, yang ditarik dari bank yang permasalahan ibu dan kakakmu saat itu sebenarnya untuk biaya program bayi yang di jalani, dan orang tua Alisa mengetahuinya.
Ratna meminta kita merahasiakannya dari kamu, dia ingin menceritakannya sendiri padamu.
__ADS_1
Tetapi sebelum dia menjelaskan semuanya kamu dan keluargamu sudah menuduh selingkuh denganku.”
“Bohong, itu bohong,” ujar Farel seperti orang gila.
“Alasan dia menemui ku diam-diam untuk pemeriksaan kehamilannya, rahimnya sangat lemah, itu yang membuatnya sering menginap di rumah sakit selama berminggu-minggu, dia berjuang sendirian demi anak yang ia kandung,” ujar Faisal menahan air mata.
“Jadi ibu ...! anak yang kamu benci itu adalah cucumu sendiri, dan anak yang di banting Mbak Dinar ke lantai itu adalah keponakan kandungnya.
Aku sudah bilang pada kalian, aku akan membuktikan kalau mbak Ratna bukan wanita yang hina seperti yang kalian tuduhkan, dia wanita baik yang mencintai suaminya dengan tulus.
Aku berharap dengan mengungkapkan kebenaran Mbakku istirahat dengan damai.”
“Kamu pasti bohong Alisa , kamu hanya ingin membuat kami menderita, kamu hanya ingin balas dendam,” teriak Ibu Farel tidak percaya.
“Kenapa kamu baru mengatakan sekarang, Kenapa?”
“Aku juga baru mengetahuinya Bu, saat Mas Farel meninggalkanku di pinggir jalan malam itu, Mas Faisal mambawa aku ke rumahnya, dan dari sana aku mencuri data dari computer Mas Faisal, aku mungkin akan meminta maaf untuk hal itu, karena aku membuka computer milik orang lain tanpa Izin.”
“Kalian semua bekerja sama membohongi,” ujar Farel tetapi wajahnya, mulai terlihat pucat.
Saat kehamilannya berusia enam bulan, saat itu aku dipindahkan tugaskan ke Australia, dan aku juga baru tahu ia meninggal saat aku kembali ke Indonesia.
Aku ke kuburannya, makanya aku dan Alisa bertemu,” ujar Faisal.
“Kamu berbohong padaku, aku melihat pergi berdua ke hotel, jangan berbohong padaku” Farel marah.
“Saat kami ke hotel ingin menemui dokter senior yang saat yang baru datang dari Jepang, kami ingin konsultasi tentang kegagalan program yang kami lakukan, ternyata saat itu kamu berbohong pada kami, kamu mengkonsumsi minuman keras dan obat penahan rasa sakit yang mempengaruhi cairan yang kamu tampung tidak sehat.
lalu Ratna meminta kamu membuang minuman itu, tetapi kamu memukul wajahnya, bukankah begitu?”
Mulut Farel ternganga , apa yang dikatakan Faisal semuanya masuk akal , ia mengingat semuanya.
“Apa yang sebenarnya yang terjadi?” tanya Farel, akhirnya ia menyerah dengan tuduhannya.
__ADS_1
“Kami akan menunjukkan kebenarannya, kami akan katakan kalau Ibu Ratna mengandung anak bapak, benih bapak sendiri, benih yang bapak berikan untuk kami cek setiap seminggu tiga kali,” ujar dokter perempuan itu menatap serius ke wajah Farel.
“Dia tidak pernah selingkuh denganku, memang dulu kami punya hubungan saat kami masih kuliah, tetapi kami sudah putus baik-baik, saat itu dan aku belajar di luar negeri, Ia sangat mencintai kamu, ia melarang kami menceritakan pada siapapun, ia ingin yang mengungkapnya pada kamu,” ujar Faisal.
“Ini, aku Perlihatkan dia sendiri yang menjelaskan padamu,” ujar Alisa memutar vidio yang di rekam Ratna.
Dalam vidio itu, ia menjelaskan semua kemana ia pergi dan bagaimana ia menjalani hari-harinya saat ia istirahat di rumah sakit sendirian .
“Maaf iya mas, saat itu aku selalu memintamu menampung. Percayalah, isi dalam botol kecil ini, calon anak-anak kita, ini akan disuntik ke rahimku, dengan cara ini kita akan mendapatkan anak yang sudah lama kita nanti-nantikan.
Maaf iya, aku tidak memberitahukan mu, soalnya, kalau aku menyinggung tentang anak atau program anak Mas pasti marah, maka itu aku merahasiakannya, nanti aku akan dengan jelaskan pada Mas kalau mereka sudah lahir,” ucap Ratna dalam vidio rekaman yang ia tinggalkan.
“Aku tahu, kecelakaan itu banyak mengubah kehidupan kita, Mas bisanya hanya marah-marah , maka itu, aku melakukan program kehamilan sendiri di bantu dua dokter tampan ini dan satu dokter cantik,” ujar Ratna dalam rekaman itu.
Ratna benar-benar menjelaskan semuanya padanya, wanita itu seakan-akan sudah tahu kalau ia akan meninggal . Karena itu, ia merekam semua apa yang di lakukan selama menjalani program kehamilan.
“Ibu, pernah menginginkan cucu laki-laki, aku berharap dengan program kehamilan yanga ku jalani, Ibu merasa senang karena mendapat bayi laki-laki dan perempuan.
Aku tidak sabar lagi ingin melihat bayi kembar ku, yang lelaki pasti tampan seperti Mas dan cewek mirip aku, iya kan,” ucap Ratna mengusap perutnya.
Farel dan ibunya menangis menyesali semua yang ia perbuat pada almarhum istrinya, dan menyesal telah menolak si kembar.
Mereka mendapat hukuman terserat dalam hidup mereka, hukum penyesalan, menyesali perlakuan jahat pada orang yang sudah meninggal.
Kalau berbuat jahat pada orang masih hidup, masih bisa saling memaafkan. Tetapi mereka berdua melakukannya pada orang sudah meninggal.
Alisa dan ketiga dokter dan Rio adik Rara meninggalkan Farel dan ibunya menangis dan meraung-raung seperti orang gila malam itu, saat melihat vidio rekaman Ratna.
Bukan hanya mereka yang menangis Alisa dan adiknya juga ikut menangis, melihat vidio rekaman sang kakak, membuat rasa rindu mereka serasa terobati
‘Tenanglah di alammu Mbak, aku janji aku akan menjaga si kembar’ ucap Alisa mengusap butiran air matanya yang tidak bisa berhenti menangis saat melihat vidio sang kakak.
Bersambung...
__ADS_1
Bantu like dan komen ya kakak