Menikah Dengan Abang Ipar

Menikah Dengan Abang Ipar
Kabar Bahagia


__ADS_3

Dimas menepati janjinya pada Farel, kalau ia akan jadi ayah yang baik untuk ke dua anak kembar, dua minggu setelah mereka menikah Dimas meminta Alisa untuk menjemput Akmal dan Aminah dari kampung, dari rumah orang tua Alisa.


 Dimas berubah menjadi suami yang baik dan pengertian untuk Alisa, bukan hanya suami Alisa yang berubah, bahkan kedua orang tuanya juga berubah drastis, setelah Alisa resmi  jadi menantu mereka.


Sebelum menikah, hubungan Alisa dan bunda Dimas tidak baik, setelah mereka menikah ternyata Bu Yani sangat perhatian.


“Bunda masak rendang banyak amat buat siapa?” tanya Farida pagi itu.


“Bunda mau antar ke rumah udamu”


“Perasaan minggu kemarin bunda sudah antar ke sana kue bawang beberapa toples, masa antar lagi,” ujar Farida protes, ia merasa cemburu karena sekarang perhatian sang bunda sudah sama kakak iparnya tersebut.


“Aih, kamu kan tahu sendiri Dimas sama Alisa sama-sama sibuk kerja, mereka pada tidak sempat masak di rumah”


“Bun, di rumah ada pembantu yang masak”


“Jangan marah masakan bunda lebih enak dan sehat,” ujar Bu Yani, ia tidak menghiraukan wajah anak perempuannya yang cemberut.


“Aku sudah menduga ini dari awal, kalau bunda akan lebih sayang pada Alisa dari pada anak sendiri,” rutuknya  jengkel, ia meninggalkan ibunya di dapur.


Farida sudah hampir mau dua tahun  setelah menikah, namun belum mendapat momongan,  maka itu ia terkadang merasa sepi,  kalau pulang dari pekerjaannya, rumah orang tuanya terasa kosong karena tidak ada suara anak.


Sebulan setelah menikah , tidak perlu menunggu lama Alisa langsung hamil, setelah Alisa melakukan pemeriksaan dan positif hamil, saat Dimas pulang ia memberitahukannya.


“Mas, kamu maunya aku cepat hamil atau nunggu nanti?” tanya Alisa.


“Mau di kasih sekarang, syukur Alhamdullilah, kalau di suruh  menunggu ya kudu sabar,” ujar Dimas.


“Aku hamil Mas”


“HAA? Kamu serius?”


“Ya ini” Alisa menyodorkan alat tes kehamilan ke tangan Dimas


“Alhamdulillah!” Wajah lelaki itu langsung sumringah.


“Bagaimana?”


“Bagaimana apanya … aku bahagia sayang, aku sangat senang, bunda sama ayah pasti akan bahagia mendengarnya”


“Tapi Mas, tidak usah dulu kasih tahu Bunda ya”


“Loh … kenapa?” Wajah Dimas bingung mendengar permintaan Alisa.


“Aku kasihan sama Farida,” ujar Alisa.


“Tapi,  mau samai kapan sayang, nanti juga perut kamu akan besar”


“Ya, nanti saja, kalau perutku sudah besar”


Dimas sangat bahagia saat mendengar Alisa hamil, ia  ke kamar si kembar.

__ADS_1


“Hei, kalian berdua akan punya adik loh, ibu hamil,” ujar Dimas pamer sama  kedua anak menggemaskan itu.


“Ih … selamat Bu, kita akan ada anggota baru lagi,” ujar Desi.


“Jangan bilangin Bunda dulu ya, nanti saja,  biar kejutan,” ujar Alisa.


“Baik Bu”


Sejak Alisa hamil, Dimas lebih perhatian ia tidak memperbolehkan Alisa menggendong Baby Akmal  baik Amina. Dimas juga menelepon Farel.


“Halo Pak Farel, bagaimana kabar Bapak?”


“Sehat,apa ada kabar baik, suara terdengar berbeda kali ini”


“Kabar baik selalu ada Pak Farel, Akmal sudah bisa memanggil Ibu dan si cantik Amina pagi ini panggil’ Yah, Yah’ samaku saat ingin  berangkat kerja. Tapi Bagaimana  operasi Pak Farel, apa berjalan lancar?”


“Tidak begitu baik Pak Dimas, ada masalah di jantungku sebelah kiri, bulan depan operasi kedua”


“Kenapa Pak Farel, tidak pernah bilang kalau bapak itu sakit”


“Aku tidak ingin dikasihani Pak Dimas, tadinya aku juga tidak ingin memberitahukan Pak Brata dan Seno, mereka tahu sendiri saat aku pingsan,” ujar Farel.


Farel sudah melakukan operasi wajah dan mengganti indentitas baru,  berkat  bantuan Seno dan mantan atasannya, Farel juga sudah  bertugas kembali sebagai polisi, tetapi ada masalah di balik itu semua, ternyata selama ini Farel sakit di bagian jantung, namun, ia tidak pernah memberitahukannya sama siapa, dulu ia hanya cerita sama Alisa kalau  jantungnya ada masalah.


“Aku berharap Pak Farel cepat pulih”


“Terimakasih, aku juga berharap Pak Dimas sehat agar bisa menjaga si kembar”


“Bukan hanya si kembar … akan kedatangan tamu baru lagi”


“Ya Pak”


“Wah  Selamat,  kamu topcer juga,” ujar Farel, mereka berdua sama-sama tertawa. Persahabatan keduanya terjalin sangat baik dan saling mendukung satu sama lain.


                                 *


Lim bulan Kemudian.


“Bunda sama ayah   menginap di sini saja, kalau Farida shift malam,” ujar Dimas.


“ Gak, kamu tahu sendiri ayahmu tidak akan bisa tidur kalau lain rumah,” ujar Bu Yani, ia mengendong baby Amina, bukan hanya Dimas yang sayang sama si kembar, semua orang  sayang,  baik kedua orang tua Dimas.


“Akmal saja yang ayah bawa ke rumah, biar rumah kami  tidak sepi lagi,” ujar ayah Dimas.


“Ya Ni … bunda kabar baik, dari kalian,” ujar Bu Yani melirik Alisa.


“Tenang Bun, beberapa bulan lagi, bunda akan gendong cucu”


Bu Yani dan suaminya sama-sama terdiam, mata mereka berdua menatap Dimas dengan penasaran.


“A-apa maksudmu kalau menantu sudah-”

__ADS_1


“Ya Yah, Alisa sudah hamil”


“Alhamdulillah,” ucap kedua  orang tua Dimas bersamaan.


Orang tua Dimas, sangat gembira saat tahu Alisa sudah hamil, mereka pulang ke rumah dan membicarakan tentang rencana -rencana untuk cucu mereka.


“Yah, nanti Bunda ingin cucu kita, tinggal di rumah ini, biarkan  mereka bekerja”


“Ya Bun, ayah  juga setuju”


Tetapi Farida terlihat sedih saat mendengar Alisa sudah hamil.


‘Ya Allah aku kapan? Aku yang duluan menikah dari abangku, tetapi mengapa mereka yang dapat duluan’ ucap Farida dalam hati.


Sebenarnya wanita yang berprofesi sebagai bidan itu kasihan, karena ibu mertuanya selalu  bertanya kapan ia memberi mereka cucu, bahkan ibu mertuanya beberapa kali mengajaknya ke paranormal, tetapi Farida menolak dengan halus.


Namun,  kali ini ia merasa semakin merasa sedih saat kedua orang tuanya hanya membahas tentang kehamilan Alisa , tanpa memikirkan bagaimana perasaanya.


“Ida, jangan sedih, ayah tahu kamu pasti merasa sedih”


“Ya, kalian berdua hanya  memikirkan dan membicarakan Alisa setiap hari, kepalaku pusing mendengarnya aku akan ikut Bang Ilman,” ujar Farida.


Ia masuk ke kamarnya, lalu ia menelepon suaminya ia menangis curhat, melihat Farida yang merasa cemburu, kedua orang itu tidak mau membahas tentang Alisa  kalau Farida ada.


Bersambung


KAKAK  BAIK ….  JANGAN LUPA KASIH lLIKE , VOTE DAN KOMENTAR DI SETIAP BABNYA YA, KASIH HADIAH JUGA , AGAR AUTHORNYA  SEMANGAT UP TIAP HARI.


Bantu share ya Kakak.


Fb Pribadi: Betaria sona Nainggolan


FB Menulis; Nata


Ig. Sonat.ha


LIKE,  VOTE DAN KASIH  HADIAH


Baca juga  karyaku yang lain


-Indentitas Tersembunyi Sang Menantu( BARU)


-Aresya


-Manusia Titisan Dewa


-Menikah Karena  Wasiat( Cat story)


-Pariban jadi Rokkap


-Cinta untuk Sang Pelakor (Tamat)

__ADS_1


-Menikah dengan Brondong (Tamat)


-Menjadi tawanan bos  Mafia (Tamat)


__ADS_2