Menikah Dengan Abang Ipar

Menikah Dengan Abang Ipar
Diminta Berpisah


__ADS_3

Dimas masih di rumah orang tuanya, ia hanya ingin memberitahukan secara resmi kalau ia  sudah menikah dengan Alisa, walau ia tahu sebenarnya kalau  orang tuanya tidak akan merestui hubungan mereka. Tetapi setidaknya ia memberitahukannya.


Kini ia dibuat memilih wanita yang melahirkannya ke dunia ini atau wanita yang paling ia cintai.


"Pilih Alisa atau Bunda?"


Saat Bu Yani meminta memilih, Dimas enggan melakukannya, baginya kedua wanita itu sama penting dalam hidupnya.


‘Aku tahu Bunda hanya  marah, jika bisa berjalan bersama kenapa harus memilih?’ Dimas membatin.


“Lalu … jika kamu sudah menikah, mana istrimu , kenapa kamu datang sendiri” Tanya Pak Sutomo.


“Tadinya aku ingi-”


“Tidak perlu datang tidak perlu bawa,” potong Bu Yani marah.


Dimas terdiam, ia tidak ingin marah ataupun menyahut ucapan sang bunda,  sebenarnya ia sudah mempersiapkan hati untuk keadaan seperti ini, karena ia sadar pernikahannya dengan Alisa akan mendapat  penolakan dari keluarga mereka.


“Bun … dengar dulu Dimas menjelaskan”


“Apa yang akan di jelaskan, dia sudah menikahi  bekas istri orang lain yang suaminya baru sebulan meninggal, apa kata orang nanti Yah. Lebih baik di tidak usah membawa wanita itu ke rumah ini, bikin malu keluarga”


Dimas sudah kehabisan kata- kata untuk menjelaskan pada orang tuanya, ia juga tidak ingin bundanya menghina dan menjelek-jelekkan Alisa.


Melihat ibundanya terus marah, Dimas berdiri, ia meraih topinya yang ia letakkan di atas meja.


“Baiklah Bun, Yah.  Dimas pulang dulu”


“Baiklah.” Ayahnya mengangguk, seperti biasa ayahnya tidak banyak bicara


Setelah mengucapkan salam,  ia meninggalkan rumah orang tuanya, seperti dugaannya, keluarganya tidak menerima Alisa sebagai menantu terutama ibunya.


Setelah malam tiba, bagaimanapun Dimas menyembunyikan perasaannya, Alisa tahu kalau ada sesuatu yang menganggu pikiran Dimas, setelah selesai makan Alisa mengajak bicara.


“Bagaimana pertemuanmu dengan bunda?”


“Tidak begitu baik”


“Aku sudah menduga hal itu Mas”


“Jangan khawatir nanti juga bunda akan baik lagi”


“Baiklah, aku akan menunggu hari baik itu,” ujar Alisa, ia  merasa tidak enak.


              *


Beberapa minggu berlalu hubungan Alisa dan Dimas masih seperti biasa, masih terlihat kaku, Alisa justru semakin berubah, ia lebih banyak diam wajahnya  terlihat banyak beban,  melihat hal itu Dimas mencoba bertanya apa yang terjadi.


Ternyata satu minggu yang lalu sepupu Dimas jadi pasien Alisa di rumah sakit,  ia akan melahirkan di hari yang sudah ditentukan , setelah tiba waktu kontrol terakhir tiba-tia  ia memutuskan  tidak memakai jasa Alisa sebagai bidannya.


“Maaf Mbak, ibu saya tidak mengizinkannya,” ujar wanita itu merasa tidak enak sama Alisa.

__ADS_1


“Baiklah tidak  apa-apa, semoga lancar kelahirannya ya,” ucap Alisa.


Sejak hari itu, Alisa sudah lebih banyak diam di rumah.


“Apa ada masalah di kerjaan?”


“Ya, di rumah sakit lagi banyak pekerjaan,” ucap Alisa ia menutupi semua yang terjadi.


“Kalau kamu merasa  capek, istirahat saja”


“Masa cutiku sudah selesai Mas, waktunya untuk kerja keras lagi,” ujar Alisa, ia ke kamar mandi dan berganti pakaian.


Dimas masih bisa menerima sikap Alisa ia menunggu wanita cantik itu sampai benar-benar siap menerimanya sebagi suami.


Tetapi hari itu, saat Dimas tugas di luar kota Bu Yani datang ke rumah mereka, saat keluarga suaminya datang bertamu Alisa sangat kaget sekaligus merasa bersalah, tetapi Alisa bukan wanita penakut,  walau  hatinya takut bertemu dengan Bu Yani , ia tidak menunjukkan ketakutannya.


“Aku bicara langsung  pada intinya, saya tidak suka kamu menikah lagi dengan Dimas, harusnya kamu melepaskannya  Alisa,” ujar Bu  Yani.


Alisa hanya diam, ia sangat menghormati keluarga Dimas dari dulu, mereka keluarga yang baik.


“Kenapa, tidak menjawab Alisa, dulu, kamu yang meninggalkannya, kini, saat Dimas ingin tunangan kamu datang lagi padanya, bukankah itu  sikap egois?”


“Maafkan  saya Bu, kalau saya telah menyakiti ibu, jika kalian ingin saya meninggalkan Dimas aku akan melakukannya,” ujar Alisa.


Bunda Dimas langsung terdiam, tadinya mereka pikir Alisa memohon jangan memisahkan mereka, tetapi nyatanya … Ia bersedia meninggalkan Dimas kalau itu kemauan orang tuanya.


“Lalu kenapa kamu menikah dengannya, kalau kamu mudah bercerai lalu kenapa kamu mau menikah?”


Bu Yani langsung tidak bisa  ngomong lagi, padahal niatnya datang ke rumah itu ingin  meluapkan kemarahan yang di tahan selama ini, tetapi melihat sikap Alisa yang berubah, wanita paru baya itu jadi diam, mereka pamit pulang setelah meminta Alisa meninggalkan Dimas.


“Apa Bunda benar ingin melakukannya?” Tanya Farida menatap sang ibunda.


“Biarkan saja,” pungkasnya meninggalkan rumah Alisa.


Ibu dan anak itu pulang ke rumah mereka, bahkan suaminya tidak tahu kalau Bu Yani melabrak Alisa, wanita yang sudah resmi menjadi menantu mereka itu .


Bu Yani bahkan  mengingatkan Farida agar tidak memberitahukan  pada suaminya, kalau mereka ke rumah Alisa.


“Bunda  dari mana saja sih, ditelepon kok gak aktif.” Sutomo  menatap kedua wanita tersebut.


“Oh, ponsel bunda  mati Yah,habis baterai nya ,” ujarnya cari alasan, padahal ia sengaja mematikannya.


“Ya sudah ayo”


“Ah … mau kemana?”


“Ah Bunda bagaimana sih, kan, kita mau ke undangan anak teman ayah”


“Astaga! Yah, bunda lupa, tunggu sebentar aku mandi dulu”


“Ah … kelamaan  Bun, gak enak kalau kita ke siangan, sudah begitu sudah cantik, sudah begitu saja, lagian Bunda dari mana sih?”

__ADS_1


“Biasa lagi melabrak Alisa,” timpal Farida keceplosan.


“APA?” Lelaki bertubuh tinggi itu menatap istrinya dengan tajam.


“Ya Bunda hanya mengingatkan saja”


“Bun, kenapa cari masalah! Bagaimana kalau Dimas pulang dan dia tahu kalau Bunda melakukan itu”


“Gak tau Bunda, aku yakin kalau uda pulang akan ada badai besar”


“Memangnya Bunda bilang apa?” Lelaki itu menatap putri bungsunya dengan wajah serius.


“Bunda suruh berpisah”


“Astagfirullah. Bun … apa yang kamu lakukan? Ah, ayah jadi malas pergi ke undangan kalau begini masalahnya. Sutomo masuk lagi ke dalam rumah , niat ingin ke undangan jadi gagal karena ulah istrinya.


“Bunda sebenarnya  hanya ingin memarahinya”


“Bun, semua wanita kalau diposisi Alisa akan marah kalau Bunda berkata seperti itu,” ujar Farida, tiba-tiba ia jadi membela wanita tersebut, padahal sebelumnya Farida sempat marah sama Alisa karena meninggalkan Dimas


“Bun … Dimas akan marah besar kalau dia pulang dan mendengar kamu meminta istrinya  bercerai,” ujar Pak Sutomo dengan suara lemah.


Apa yang terjadi, kalau Dimas tahu kalau ibunda nya meminta wanita yang dicintai meninggalkannya?


Bersambung ….


KAKAK  JANGAN LUPA KASIH KOMENTAR DAN PENDAPAT KALIAN DI SETIAP BAB DAN JANGAN LUPA JUGA.


Bantu share ya Kakak.


Fb Pribadi: Betaria sona Nainggolan


FB Menulis; Nata


Ig. Sonat.ha


LIKE,  VOTE DAN KASIH  HADIAH


Baca juga  karyaku yang lain


-Aresya(TERBARU)


-The Cured King(TERBARU)


-Cinta untuk Sang Pelakor (Tamat)


-Menikah dengan Brondong (Tamat)


-Menjadi tawanan bos  Mafia (ongoing)


Bintang kecil untuk Faila (tamat)

__ADS_1


__ADS_2