Menikah Dengan Abang Ipar

Menikah Dengan Abang Ipar
1


__ADS_3

Jika seseorang sudah memiliki kekayaan dan kekuasan akan  mudah baginya untuk melakukan banyak hal, termasuk membalas orang yang pernah menghinanya di masa lalu.


Itulah yang akan di lakukan Stanley, ia akan pulang ke kampungnya di mana ia kehilangan sosok ibu yang ia cintai karena ulah seorang lelaki yang  berpengaruh di kampungnya.


Sebelum ia pulang, ia menelepon seseorang yang ia panggil dengan sebutan guru.


“Guru, saya akan pulang ke kampung saya untuk membereskan satu masalah kecil, selepas itu saya akan megerjakan hal yang kita rencanakan dulu.”


“Baik, pulang dan kembalilah lagi setelah pikiran kamu sudah tenang dan fokuskan apa yang jadi tujuanmu,” ucap lelaki yang ia panggil guru.


“Baik Guru,” ujar Stan, ia melihat kertas bertuliskan angka  tersebut. Setelah ia di penjara selam alima tahun ia belum bisa mencari tahu kode tersebut. Ia  tertunda mencari keberadaan sang kakak karena ulah Jhony yang jebaknya masuk penjara.


Setelah izin, Stan pulang ke kampung halamanya, sebelum tiba ia sudag mengirim pesan pada Dorroty [aku pulang pergilah dari sana]


Lelaki bapak satu anak itu menghela napas panjang, lalu membereskan barang-barang miliknya dan meninggalkan rumah sederhana yang mereka tempati  beberapa tahun terahir ini.


“Bapak, kita akan pindah kemana?” tanya anak lelaki berkulit gelap khas anak timur.


“Kita akan pindah ke kota dekat dengan tante Dita dan tante Luna, apa kamu mau?”


“Hore! Tentus saja aku mau Bapak, itu kesukaanku,” seru anak lelaki ber usia empat tahun itu.


Dorroty membantu istri yang sedang mengandung itu masuk ke dalam mobil bak, barang mereka semua sudah di susun ke sana dan tidak akan kmbali ke kampung itu, Dorroty menatap sekeliling kampungnya sebelum ia meninggalkan desa.


“Apa kita tidak akan kembali lagi?” tanya wanita yang duduk di sampingnya.


“Tidak, Mari kita pergi,” ucapnya tegas, lalu menginjak pedal gas dan meninggalkan desa kehalirannya tersebut.


**


Besaok harinya,  sebuah mobil mewah jenis Range Rover Sport berwarna hitam berhenti di rumah seorang pria.


“Salam, apa ada orang?”


“Salam, anda siapa?” tanya wanita sembari menggendong seorang anak usia dua tahun dan seorang anak perempuan umur empat tahun.


“Saya Jake, apa ada Sagun?”


“Ada dia sedang main biliar.”

__ADS_1


“Akan aku aku panggilkan,” ujar anak perempuan  berkuncir kuda itu sembari berlari kearah rumah sebelah.


“Bapak ada tamu  mencari bapak,” teriaknya , suara cempreng khas anak kecil terdengar jelas di teliga Stan, karna jaraknya dekat.


“Baiklah.” Sugun datang, ia melepaskan pakaianya dan diletakkan di pundaknya memperlihatkan kulitnya yang gosong diterpa panas matahari, tato ditubuhnya seolah-olah mengatakan indentitas dirinya.


“Oh … mobil, mewah siapa gerangan,” gumamnya bersemangat, ia berpikir kalau ia akan dapat job besar lagi.


“Saya datang.”lelaki itu duduk di atas dipan yang terbuat dari bambu itu.


“Halo Sangun!”


“Siapa?” tanya lelaki itu menatap dengan penasaran, wajahnya  bersemangat  berpikir ia akan mendapat cuan.


“Saya Asta Stanley, mendengar nama itu seketika wajahnya berubah, ia menatap wajah Stan yang sudah berubah seratus delapan puluh derajat, rambut panjang sebahu dan  brewok panjang menutupi wajahnya tampan, tetapi tidak lantas mengurangi pesona ketampanannya, justri ua terlihat lebih berkelas dan macho.


“A-a-apa yang ingin kamu inginkan,” ucap Sangun ketakutan.


“Oh, ternyata kamu sudah menikah dan sudah punya seorang anak sementar lagi dia akan jadi anak gadis, dia cantik,’ ucap Stan melihat anak perempuan berambut kucir dua itu dengan tatapan berminat.


“Jangan melihatnya seperti itu,” ucap Sangun ia menarik tangan  anak dan istrinya lalu membawa ke kamar, “apapun yang terjadi jangan keluar dari kamar tetaplah di sini.” Ia mengunci kamar.


“Apa yang kamu inginkan?” tanya lelaki itu, mengajak Stan masuk ke dapur


“Kamu masih bertanya apa yang aku inginkan.” Stan mengarahkan pistol ke kepala Sangun, lalu  ia menyalahkn kompor, menangap satu tanga Sangun membakar tangan itu ke tunggu api.


“AAA!” teriak Sangun.


“Berteriaklah, aku ingin melihat putri kecilmu melihat semua ini,” ucap Stan, lelaki yang kesakitan itu hanya bisa mengigit kain  dari samping kompor agar suara teriakkannya tidak terdengar putrinya.


“Tolong lepaskan ku, aku mhon,” mohon lelaki itu, Stan masih memegang tanganny diatas tunggu kompor, tangan yang mana kamu jadikan melecehkan adik perempuanku, Karena ulahu sampai saat ini ia tidak pernah mau  keluar dan dia ketakutan sama lelaki. Bajingan kamu,” ucap Stan menekan tangan itu  kedalam api lagi, ia merintih kesakitan , ‘ pistol ini memakai peredam suara aku ledakkan juga kepalamu tidak akan ada yang dengar, kamu lihat kedua orang di luar sana, mereka suka anak kecil dan mereka juga suka bercinta dengan wanita yang hamil.”Sangun langsung ketakutan.


“Maafkan aku … jangan sakiti anak dan istriku, Pak Bonu  yang memintaku membakar rumahmu dan Shopia yang membayarku melakukan itu pada adikmu.”


“Kenapa?” tany Stan dengan suara bergetar.


“Katanya adikmu selalu  mengalahkannya, selalu dapat juara satu di sekolahnya.”


‘Wanita murahan itu akan mendapat ganjarannya  nanti’ ucap stan dalam hati.

__ADS_1


“Kamu pilih sendiri, aku yang akan meledakkan kepalamu atau kamu melakukannya sendiri,” ucap Stan.


Lelaki itu sersujud di kaki Stan, tetapi sebelah tangannta meraih parang besar di bawah meja,  beruntung Stna punya insting ia menendang parang besar dari tangan Sangun, lalu  marah mengarahkan  monong pistol ke pangkal kaki Sangun.


Dor!


Dor!


Dua tembakan mendarat di kaki dan tangan lelaki yang merusak  mental adik peremuannya. “itu tidak akan membuatmu mati, tapi kamu tidak akan  bisa menggunakannya lagi, kamua kan hidup jadi pria yang tidak berguna, itu kibatnya telah menganggu adikku, katakan pada kedua rekanku aku akan datang memberi mereka pelajaran” ucap Stan, meninggalkan pria itu meraungraung kesakitan.


Lalu ia  menuju rumah  Barkas.


“Salam Pak Barkas.” Lelaki bertubuh gemuk itu menatap Stan.


“Salam, anda siapa?”


“Oh wajah tua  itu tidak mengingatku lagi rupanya.”


“jangan main-main Bung, saya tidak mengingat anda,” ucapnya masih sombong dan angkuh menganggap semua orang dibawah kendalinya.


“Saya Asta Stanly Paman, apa  kenapa kamu begitu cepat melupakanku.”


“Apa yang kamu inginkan?” tanya lelaki itu ketakutan


“Putrimu sangat cantik.”


“Apa? Apa yang kamu lakukan padanya, jangan pernah menyakiti putriku.”


“Tidak, aku tidak menyakitinya pak tua, aku mengajaknya bersenang-senang, apa kamu mau melihat putri cantikmu dia sudah artis terkenal di ibu kota.” Stan memperlihatkan vidio panasnya di tonton pria itu. Seketika wajah lelaki itu pucat dan ia memegang jantungnya.


“Apa yang kamu inginkan dari Shopia?” tanya Barkas dengan dada naik turun,


“Dia mengajakku tidur bersamanya, aku sudah menolaknya tapi dia memaksa … aku tidak menyukainya aku punya wanita  yang aku suka, tapi kalau tubuhnya aku suka,” mendengar putrinya jadi mainan hati orang tua mana yang tak sakit, tetapisemua itu ulah lelaki tua  tersebut.


Setiap perbuatan jahata akan ada balasannya cepat atau lambat.


Apakah Stanley akan meleyapkan  Barkas, lelaki jahat yang sudah menghancurkan keluargnya?


Bersambung,

__ADS_1


__ADS_2