
Alisa memilih pilihan yang sulit atas tekanan keluarg Dimas, dengan berat hati menandatangani surat cerai, karena bantuan pengacara Farel, hak asuh jatuh ke tangan Alisa.
Team kuasa Farel dan Alisa dapat membantah tudingan keluarga Dimas, kedua pengasuha anak-anak mereka ikut memberi kesaksian, kalau Dimas dan Alisa selama menikah tidak pernah bertengkar.
“Bun … Dimas masih belum sadarkan diri, bagaimana mungkin Bunda mau memisahkan kami, ini melanggar hukum, kalau ingin bercerai itu harus kesepakatan kedua pihak, harus ada tanda tangan Dimas dan di sini”
“Tak usah mengajari kami Alisa, kami sudah membicarakan ini dengan pengacaraku, ini demi keselamatan anakku, kamu menyerah saja
“Mba, hukum di negara kita ini masih bisa dibeli, jadi tidak usah heran … semuanya bisa terjadi mba,” ujar Risky.
“Kamu benar … aku baru ingat, pamannya Dimas seorang hakim, aku tidak yakin akan menang”
Farel tidak membiarkan keluarga Dimas memisahkan Haikal dari ibunya, ia meminta pengacaranya membantu keluarga Alisa, Farel dan pengacaranya mengmpulkan semua bukti, untuk membantahkan tuduhan Bu Yani.
Ia mengikuti saran dari orang yang meneror keluarganya, memfitnah Alisa berselingkuh bahkan menuduhnya membayar orang untuk mencelekai Dimas, semua mereka lakukan berharap hak asuh haikal jatuh ke tangan mereka, tetapi semua itu tidak dibiarkan Farel.
“Bukankah Nak Diego, teman Dimas kenapa malah membantu kami?” tanya ayah Alisa.
‘Aku membantu mertuaku Yah’ jawab Farel dalam hati.
“Dimas juga pasti tidak ingin anaknya dipisahkan dari ibunya Pak,” jawab Farel.
“Aku tidak tau nasip apa yang dialami putriku Pak Diego dia dan kakaknya wanita yang baik-baik, anak-anak yang soleha, tapi nasip mereka sangat malang,” ujar ayah Alisa ia curhat pada Farel.
‘Aku tahu Yah, kedua anak perempuanmu anak-anak yang bai’ Farel membatin.
“Pasti ada hikmah di balik setiap masalah Pak dan kita juga rahasia Sang Pencipta untuk hidup kita”
“Kamu benar Nak ,” ujar lelaki tua itu mengusap buliran air di sudut matanya.
Ayah Alisa selalu terlihat kuat dan tegar selama ini, ia jarang menunjukkan kesedihannya di depan anak-anak, tetapi kali ini, sisi kelamahan itu ia perlihatkan pada Farel, menantu yang menyamar jadi Diego.
‘Sabar Yah, semua akan baik-baik saja’ ucap Farel dalam hati.
Hari itu akhirnya tiba saat Dimas masih berjuang hidup di ranjang rumah sakit, orang tuanya berjuang memisahkannya dari anak dan istrinya, setelah beberapa kali sidang, di persidangan kali ini, pengacara Farel memenangkan hak asuh Haikal.
__ADS_1
‘
“Kuatkan hatimu Alisa, bukan kamu yang menginginkan perpisahan, tapi keluarga Dimas yang memaksa bahkan mengancammu,” ujar Farel.
“Ya Nak , kita sudah berjuang mendapatkan hak asuh anakmu dan kita sudah mendapatkannya,” ujar Ibu Alisa.
“Bagaimana kalau Dimas sadar Bu?”
“Itu bagus, dia akan tau apa yang ibuny lakukan padamu”
Di sisi lain Bu Yani menangis histeris karena gagal mendapatkan hak asuh Haikal. Mereka semua tidak menduga akan mendapat serangan di saat sidang terahir, Farel sengaja memang diam selama beberapa kali sidang , saat menjelang keputusan sidang ia baru melawan, bahkan mengancam akan menuntut balik keluarga Dimas, karena menuduh Alisa merencanakan pembunuhan pada suami dan memfitnah berselingkuh. Di pukul di babak terahir pengacara keluarga Dimas tidak bisa berbuat apa-apa. Justru mereka membeberkan bukti kalau Bu Yani menemui orang yang mencelakai anaknya.
“Loh … jadi yang ingin membunuh anaknya ibunya donk bukan istrinya,” bisik-bisik dalam ruang sidang.
“Mampus kamu, ini namanya senjata makan Tuan, jangan mau menjolimi orang miskin, karena Allah punya cara sendiri untuk membalas,” ujar Juminten geram.
“Kenapa jadi begini Yah, kapan Bunda menemui mereka, lalu siapa mereka?” Tanya Farida.
“Bundamu menghancurkan semunya, ini akibatnya kalau merasa hebat,” ujar ayah Dimas marah.
Tangis Alisa pecah, saat Farel membersihkan dirinya dari tuduhan dan fitna, sementara orang tua Farel terpojok karena lebih percaya pada penjahat dari pada menantu mereka sendiri.
“Ya, Allah apa yang sudah kami lakukan,” ujar ayah Dimas menundukkan kepala.
“Aku sudah bilang padamu Sa, aku akan selalu menjagamu,” ujar Farel, ia tidak ikut ke persidangan, tetapi ia memantau dari ruangannya, ia meminta anak buahnya menjaga dan merekam semuanya
Farel mengirim pesan pada pengacaranya.
[Lakukan seperti yang kita rencanakan]
[Apa pak Diego ,yakin?] tanya sang pengacara.
[Ya, yakin, mereka akan tahu seperti apa keluarga Alisa]
[Baik Pak]
__ADS_1
Pengacara Alisa menghadirkan komnas perempuan, karena dalam kasus ini, keluarga Dimas bersikap semena-mena pada Alisa, menceraikan dari suami terpaksa secara paksa, lalu menuduh Alisa merencanakan pembunuhan. Saat di tuntun balik, mereka semua terdiam.
“Yang Mulia, klien saya merasa di jolimi, oleh sebab itu, ia meminta keluarga mantan suaminya tidak mengijinkannya untuk menjenguk dan melihat Haikal,” ucar pencara kemudian.
Niat hati ingin merebut, sekarang malah di tuntut tidak boleh menjenguk cucu mereka, itu namanya kesialan tingkat dewa.
“Keberatan yang Mulia, anak itu adala cucu mereka, bagaimana mungkin memisahkan dari keluarganya”
“Intruksi Yang Mulia!”
“Ya, silahkan”
“Tuduhan yang mereka lakukan pada Klien kami, lebih tidak manusiawi, menyebabkan klien kami keluar dari pekerjaannya karena finah dan tuduhan yang mereka lakukan, bahkan klien kami sempat mengalami depresi”
Adanya bukti komplit dan dibawanya komnas perempuan dan komnas anak, Alisa akhirnya memenangkan persidangan, mereka bahkan menuntut keluarga mantan suaminya tersebut minta maaf.
Nama baik Alisa akhirnya dibersihkan dari segala fitnah dan tuntutan.
“Lebih baik kamu pisah dari suami yang punya ibu mertua jahat seperti dia,” ujar Juminten menguatkan hati Alisa.
“Ya Bu”
“Sa, bercerai dan berpisah lagi, bukan keinginanmu, mereka yang memaksamu, bahkan memfitnahmu dengan kejam … jangan patah hati, banyak kok yang kawin cerai di dunia ini, mungkin Allah menitipkan jodoh yang terbaik untukkmu. Lihat kelakuan sombong keluarga Dimas, dulu, mereka tidak seperti itu, mereka tidak pantas untukmu”
“Ya Bu, terimakasih sudah ada mendampingi Alisa,” ujar Alisa memeluk ibunda tercinta.
“Ya, sayang, Ibu dan ayah, Risky akan selalu bersamamu jangan pernah takut,” ujar Ibu Alisa.
Alisa tegar dan kuat menghadapi masalah yang menimpah hidupnya , ia kuat saat keluarga mendukung Alisa.
‘Mas Dimas … aku berharap kamu sembuh, bukan mauku meninggalkanmu, keluargamu yang memaksaku meninggalkanmu, maaf jika aku banyak salah. Selamat tinggal’ ucap Alisa melepaskan cincin pernikahan dari jemarinya.
Wanita cantik itu kini resmi menjanda, tetapi, kali ini ia sudah tegar, karena hak asuh anak jatuh padanya, berkat Farel namanya sudah bersih.
Apakah Dimas akan pulih? Ikuti terus ceritanya hanya di sini.
__ADS_1
Bersambung