
Tidak mudah memaafkan orang yang menyakiti kita, apa lagi menyakiti orang yang kita sayangi, tetapi Alisa harus mengelus dadanya dan menyampingkan kemarahannya pada wanita yang hampir mencelakai anak -anaknya.
Ia rela menemui Dinar ke penjara, untuk meminta alamat rumah mantan atasan Farel, karena ia tidak punya orang lain yang bisa di minta tolong, ia tidak tega melihat Farel mendapat kekerasan lagi di dalam penjara, ia tidak ingin suaminya mati sia-sia di penjara.
Ia tahu kasus Farel
“Sampai kapanpun, aku tidak akan memaafkan mu, Alisa, aku memberikan ini demi adikku Farel,” ujar Dinar, menatap tajam kearah Alisa.
‘Harusnya aku yang mengatakan itu, mbak … karena kamu yang salah, tapi ya sudahlah, aku tidak ingin berdebat’ Alisa membatin, ia meminta izin sama petugas untuk mencatat alamat rumah yang di sebutkan kakak iparnya.
“Kamu pasti senang, aku di penjara kan?”
“Mba, nanti aku akan mengunjungimu lagi kalau ada waktu,” ujar Alisa, ia menghiraukan semua ocehan kakak iparnya.
“Kamu mengacuhkan ku, sombong sekali kamu … aku pasti akan membalas mu nanti, kalau aku sudah keluar dari sini,” ujar Dinar arah-marah.
“Aku berharap Farel, bisa bebas agar bisa membantu Mbak untuk mendapat keringanan”
“Hai, wanita munafik!” Dinar teriak keras.
“Aku pikir penjara akan membuat mbak berubah, ternyata ku salah, kmu tetap sama saja,” ujar Alisa.
“Memangnya harus berubah? Untuk apa?”
“Mbak, jaga kesehatan, aku pamit pulang, kasihan ibu menunggu sendiri di ruang tunggu, assalamualaikum,” ucap Alisa, ia tidak menyahut, ia bahkan marah-marah.
*
Stelah pulang dari kantor polisi, ia meminta supir mengantar ibu mertuanya pulang dan ia melanjutkan, perjalanan ke rumah pensiunan polisi tersebut, setelah naik Taxi tiba di sebuah perumahan di Bogor, perjalanan yanng jauh ia lakoni demi memberi Farel keadilan.
Ia kahirnya tiba di rumah yang dimaksud Farel, setelah bertanya kalau orang yang ia cari adalah pemiliki rumah, ia menekan bel.
“Assalamualaikum,” panggil Alisa sembari menekan Bel.
“Walaikusa … lam,” jawabnya terkejut.
Memanggil beberapa kali, akhirnya seorang pria yang ia hindari seumur hidupnya .
“Alisa …?”
“A-a Mas Dimas?” Alisa tidak kalah terkejut, ia meremas kepalan tangannya menahan rasa gugup.
“Siapa Uda, seorang gadis muda ikut keluar dari dalam rumah”
“Halo cari siapa?”
“Maaf Teh, apa benar ini rumah Pak Brata?”
“Ya, benar, mbak siapa?”
__ADS_1
“Kalau di izinkan, boleh saya bertemu beliau?” Tanya Alisa dengan sopan.
Dimas masih diam, antara terkejut dan rasa senang bercampur jadi satu.
Padahal, ia sudah susah payah melupakan wanita pujaan hati yang meninggalkannya dan menikah dengan kakak iparnya, tetapi takdir seolah mempermainkan mereka berdua, ia dan Alisa sama-sama menjauh demi menjaga perasaan masing-masing , tetapi kali ini mereka dipertemukan kembali.
“Boleh, silahkan masuk”
“Bun …! panggilkan ayah ada tamu teriak wanita muda itu dari bawah.
Alisa merasa di bagian belahan dunia lain, karena ia merasa tubuhnya berkeringat karena gugup dan suasananya terasa sangat panas.
Mereka duduk di teras, Dimas juga duduk di depannya, ia tahu kalau Alisa sangat gugup terlihat dari caranya memijit jempol tangan.
“Ada apa Alisa?”
Alisa menunduk, ia tidak tahu kalau ada pertanyaan tambahan dari lelaki yang ia hindari selama ini, ia hanya menyimpan pertanyaan dari Pak Brata lelaki yang akan ia temui.
“Mas … tolong jangan bertanya apa-apa dulu padaku saat ini karena ku belum mempersiapkan jawabannya, aku hanya ingin menemui Pak Brata lalu aku akan pulang”
“Baiklah kalau kamu tidak mau, aku masuk dulu”
Dimas meninggalkannya sendirian di teras, tidak lama kemudian datang seorang pria paru baya, walau ia sudah berumur tetapi badannya masih tegap.
“Maaf dengan siapa?” Lelaki itu menyodorkan tangannya.
“Alisa siapa?” Kedua alis pria itu saling menyatu, menandakan kalau ia tidak mengenal dirinya.
“Saya istri Farel Wibowo, mantan anak buah bapak saat menjabat sebagai polisi”
“Farel …? Farel siapa, Oh Farel adiknya Dinar?”
‘Alhamdulilah akhirnya ingat’
“Ya Pak”
“Oh … ada apa?”
Alisa menceritakan semua yang dialami Farel di penjara.
“Dia bilang bapak harapannya satu-satunya Pak”
“Tapi apa yang bisa dilakukan seorang mantan polisi seperti saya,” ucapnya lemas.
Kariernya juga sempat dapat masalah di kepolisian karena ia mencoba membongkar kejahatan di divisinya, tetapi berakhir di mutasi ke daerah.
“Setidaknya lakukan sesuatu Pak, Farel memberikan ini sama Bapak, benda inilah yang mereka incar, makanya memenjarakannya di sana, mereka tidak ingin ada yang mengungkapkan semua kejahatan itu”
Lelaki itu meminta istrinya mengambil laptop dan menonton video yang di berikan Farel dan di sana ia melihat , sebuah kejahatan sama seperti yang dulu ia bongkar.
__ADS_1
‘Apa ini … kenapa di saat aku ingin mengubur semua rasa sakit itu dan melupakan masa lalu, sekarang datang lagi’ Lelaki paruh baya itu terdiam.
“Apa yang bisa saya lakukan, dulu juga aku sudah mencobanya tetapi gagal”
“Lakukan kekuatan media Pak, ungkap semua kejahatan mereka, biarkan masyarakat yang mencari tahu , hingga akhirnya mereka muncul ke permukaan”
Tetapi pembicaraan mereka di dengar Dimas, ia terdiam, ada bagian hatinya yang ingin lelaki yang berebut Alisa darinya di penjara, tetapi melihat wajah Alisa yang memohon Pak Brata untuk menolong suaminya , ia marasa kasihan.
‘Apa tidak ingin melihatmu seperti ini Sa, apa yang bisa aku lakukan? Tapi walau aku menawarkan bantuan aku yakin kamu tidak akan mau menerimanya’ Dimas membatin , ia menguping pembicaraan Alisa dan Pak Brata.
Setelah selesai mengobrol dengan Pak Brata dan lelaki itu, mencoba membantu, walau tidak terlalu percaya tetapi setidaknya ada setitik harapan.
Alisa pamit pulang. “Tetapi kendaraan ke Jakarta jam segini sudah susah, bagaimana kalau saya minta orang untuk mengantar bu Alisa”
“TIdak usah Pak, saya jalan ke depan saja”
Saat keluar dari perumahan tersebut, Dimas datang.
“Alisa ayo aku antar”
“TIdak usah Mas, tidak perlu nanti di lihat orang”
“Ini sudah sore, jalanan dari sini sepi, tidak ada kendaraan umum”
“Nanti, aku akan memesannya lewat online
Tetapi, Dimas turun dari mobil dan menyeret tangan Alisa membawanya ke dalam mobil, sebenarnya hatinya sangat gembira karena ada Dimas yang mengantarnya , tetapi ia tidak ingin kesalahpahaman terjadi itu alasan ia menolak.
Bersambung
KAKAK JANGAN LUPA KASIH KOMENTAR DAN PENDAPAT KALIAN DI SETIAP BAB DAN JANGAN LUPA JUGA
LIKE, VOTE DAN KASIH HADIAH
Terimakasih untuk tips ya
Baca juga karyaku yang lain
-Aresya(TERBARU)
-The Cured King(TERBARU)
-Cinta untuk Sang Pelakor (Tamat)
-Menikah dengan Brondong (Tamat)
-Menjadi tawanan bos Mafia (on going)
Bintang kecil untuk Faila (tamat)
__ADS_1