
Farel membawa keluarganya keluar dari kampung, setelah mengurus cuti menikah ia membawa Alisa ke apartemennya yang di Singapura.
Alisa begitu sangat cangung padanya, bahkan menatap wajah Farel ia tidak berani, wanita cantik itu merasa kehilangan harga diri, ia berpikir kalau ia wanita tukang kawin, karena sudah tiga kali menikah.
“Apa yang kamu pikirkan ?” tanya Farel saat Alisa duduk di balkon apartemen.
“Tidak ada Pak.”
“Bisahkah kamu jangan memanggilku dengan sebutan bapak seperti itu. Kamu memperlakukan suamimu seperti orang asing,” ujar Farel dengan suara datar.
“Maaf berikan aku waktu.”
“Baiklah … begini saja, mari kita duduk mengobrol santai.”
“Apa Bapak eh … maksudku Apa Mas ingin kopi?” tanya Alisa gugup.
Melihat sikap canggung Alisa ingin rasanya ia melepaskan topengnya dan ingin memeluk Alisa.
“Tidak nanti saja, baru juga makan,” ujar Farel.
“Anak-anak kemana?”
“Aku meminta anak buahku membawa mereka jalan-jalan sampai puas, agar aku dan kamu punya waktu berduaan,” ujar Farel.
“Kan … ibu sudah meminta mereka agar tinggal tapi kamu menolak.”
Saat Alisa berdiri di sisi pembatas balkon tiba-tiba Farel memeluk dari belakang.
“Aku merindukanmu Sa,” ujar Farel dengan suara bergetar, tiba-tiba Alisa terdiam, suara itu seperti suara Farel dan bau harum dari tubuhnya itu milik Farel.
“Itu tidak mungkin Ya Allah, jernihkan pikiranku jangan biarkan otakku terjebak dalam dosa selingkuh,” gumam Alisa.
“Ada apa?”
“Maafkan Aku Pak, berikan aku waktu … aku akan menunaikan tugasku sebagai istri jika aku sudah siap. Aku akan melayanimu nanti di ranjang.”
“Aku tahu … tapi kenapa tidak sekarang saja,” goda Farel, ia masih memeluk tubuh istrinya dari belakang.
“Ini masih siang,” jawab Alisa dengan gugup, ia tidak ingin merusak pernikahan ketiganya dan ia tidak mau mengecewakan kedua orang tuanya, ia sudah memutuskan apapun yang diminta sang suami nantinya akan ia turuti.
“Tapi aku maunya sekarang,” ucap Farel lagi. Alisa diam, hatinya menolak tapi otaknya berpikir tidak ingin mengecewakan sang suami.
“Baiklah kalau kamu menginginkan sekarang,” balas Alisa,
Farel membalikkan tubuh Alisa ia memegang dagu sang istri lalu mendaratkan satu ciuman yang hot, saat Farel membuka mata ternyata Alisa meneteskan air mata, mungkin ia memaksakan diri. Farel tidak tega melihat Alisa menangis karena ia mengerjainya Farel melepaskan dagu Alisa lalu duduk di sisi ranjang, sementara Alisa masih mematung di balkon.
“Kenapa berdiri di sana? Apa kamu ingin kita melakukan di balkon?” tanya Farel, Alisa menggeleng lalu ia mengunci pintu dan duduk di sisi ranjang.
“Alisa apa kamu mencintaiku?” tanya Farel lagi.
“Maafkan saya.”
“Artinya …? Tidak?” Farel menatap wajah cantik Alisa.
“Aku tidak ingin membohongi Bapak, Aku belum ada perasaan pada bapak … tapi aku akan berusaha jadi istri penurut dan melayani suami dengan baik,” ujar Alisa dengan jujur.
__ADS_1
Itulah yang paling disukai Farel dari Alisa, ia tidak pernah munafik dan tidak mau bersikap berpura-pura,
“Apa Aku bisa bertanya?”
“Ya, tanyakan saja Pak,” ujar Alisa lagi.
“Dari mereka berdua siapa yang paling kamu cintai?”
Pertanyaan tersebut tidak bisa dijawab Alisa ia merasa sangat terluka mendengar pertanyaan itu.
“Harusnya kamu tidak bertanya hal itu karena itu masa laluku Pak, aku marasa sedih karena pertanyaan Bapak,” ujar Alisa.
“Tidak aku hanya ingin memastikan. Bagaimana kalau Farel datang ke sini?”
“Berhenti membawa-bawa dia,” ujar Alisa dengan tangisan.
“Apa kamu lebih mencintainya?”
“Ya, aku lebih mencintai … apa kamu puas!” Alisa ingin berdiri, Farel menarik tangannya lagi Alisa duduk di pangkuan Farel.
“Jangan menangis sayang … aku juga mencintaimu.” Alisa kembali terdiam, ia turun dari pangkuan Farel lalu menatap wajah sang suami dengan dalam, kata-kata Farel persis seperti saat di pemjara.
“Kenapa kalian berdua memiliki suara yang mirip bahkan kebiasan kalian sama, bukan hanya itu kamu juga tahu banyan tentang aku,” ujar Alisa menatap tajam.
Farel melepaskan topeng karet di wajahnya, mata Alisa melotot kaget.
“M-mas Fa-Farel …!?”
“Ya ini aku Sa.”
“Ini mimpi,” ujar Alisa menyentuh wajah farel lalu ia pingsan.
“Alisa …” Farel mencoba membangunkan Alisa sebelum yang lain pulang.
Wanita cantik itu duduk kembali menatap wajah Farel dengan mata melotot.
“Jangan pingsan lagi. Kita harus bicara.”
Farel akhinya menceritakan semuanya pada Alisa, Alisa memeluk leher Farel dengan erat ia menciumi pipi sang suami berkali-kali.
“Mas aku mencintaimu … Aku sangat mencintaimu,” ujar Alisa ia tiba-tiba berubah jadi akresif mencium dan memeluk Farel.
“Sa … tidak ada yang boleh tahu kalau aku hidup,” ujar Farel.
“Baiklah Mas, lalu yang dikubur itu siapa?”
“Itu orang lain.”
“Lalu apa Dimas juga tau?”
“Ya, dia juga beberapa kali membawa anak-anak bertemu denganku,” ujar Farel.
Melihat Farel di depan mata Alisa bagai bermimpi di siang bolong , ia sampai dua kali pingsan saat melihat Farel ada bersama mareka,
“Kenapa kalian berdua membohongiku?”
__ADS_1
“Itu semua demi keselamatan kita dan anak-anak. Aku merasa bersalah pada Dimas karena memintanya menikahimu, karena hal itu dia jadi terluka,” ujar Farel.
“Mas aku belum percaya. Apa ini benaran kamu?”
“Ini benaran Aku Alisa.” Farel mendaratkan bibirnya lagi di bibir Alisa dan kini Alisa tidak lagi diam seperti tadi mengetahui kalau Diego adalah Farel maka ia bersemangat. Lidah keduanya saling membelit dan saling menerima.
“Bagaimana kamu sudah percaya?” tanya Farel mengusap bibir Alisa yang belepotan listip.
“Ya, aku sudah percaya,” ujar Alisa mencium pipi Farel untuk ke sekian kalinya.
“Karena itu jangan sedih lagi dan bersikaplah biasa saja di depan semua orang agar penyamaranku berhasil. Aku ingin membuat Faisal dan keluarganya tidak berkutik, aku akan membalas mereka semua,” ujar Farel.
“Baiklah sayangku , sekarang aku mengerti kenapa kamu begitu perduli sama ayah, ibu dan sikembar. Ternyata kamu menantu mereka, pantas saja Aminah begitu nyaman saat bersamamu ternyata kamu ayah mereka,” ujar Alisa ia kembali menangis karena bahagia.
“Jadi kamu kembali menikah dengan mantan suamimu,” ujar Farel.
“Aku sangat bahagia Mas” ujar Alisa.
Farel kembali memakai topeng karet tersebut, tetapi ada yang berbeda dengan Alisa, ia terus saja mengikuti Farel kemanapun dia melangkah dan menatap pria itu penuh cinta, seolah-olah ia belum percaya kalau lelaki yang bersamanya saat itu abang ipar yang ia nikahi beberapa tahun lalu.
“Mas aku mencintaimu,” bisik Alisa saat Farel ke dapur. Farel hanya begong melihat Alisa yang tba-tiba berubah seperti orang lain.
“Apa kamu baik-baik saja, berhenti mengikutiku,” bisik Farel.
“Tidak mau, aku tidak ingin kamu menghilang lagim,” jawab Alisa tersenyum manis.
*
Setelah Alisa tahu kalau Farel masih hidup, ia begitu bahagia tidak ada lagi kesedihan di wajahnya.
“Aku berjanji akan jadi istri yang baik,” bisik Alisa saat mereka berdua ingin tidur.
“Baiklah ,” sahut Farel ia berbaring di samping Alisadengan wajah bermandikan keringat.
“Kamu tidak akan meninggalkanku lag kan?” Ia berbaring dengan tubuh menghadap sang suami.
“Tidak lagi istriku, mari kita tidur aku lelah,” bisik Farel.
“Ah … baru beberapa ronde saja sudah lelah,” ucap Alisa bercanda.
“Maklum baru pertama coba, setelah beberapa tahun ngangur. Makanya saat naik tadi aku begitu bersemangat,” ujar Farel.
Farel sudah sembuh setelah melakukan pengobatan, ia sudah bisa melakukan aktivitas ranjang dengan baik. Ia sangat terkejut setelah mengetahui kalau Alisa belum pernah melakukan hubungan suami istri dengan Dimas.
**
Setelah puang ke kampung Alisa akhirnya menceritakan semuanya pada kedua orang tuanya dan Adiknya, sama seperti Alisa. Ayah dan Ibu Alisa juga terkejut, setelah itu mereka sangat bahagia ternyata ayah kedua kambar itu masih hidup. Kepercayaan diri Alisa kembali hidup setelah ia tahu kalau lelaki yang menikah dengannya adalah orang yang ia cintai.
Indentitas Farel hanya diketahu keluarga Alisa, ia menyembunyikan wujud aslinya pada semua orang. Setelah semua keluarga tahu Farel hidup, Farel juga lebih semangat dan punya kekuatan yakni dukungan dari istri tercinta. Ia akhirnya membalas perbuatan Faisal dan keluarganya. Faisal akhinya dapat hukuman dua puluh tahun penjara dan ayahnya serta abang Faisal penjara seumur hidup karena terbukti jadi pengedar narkoba. Farel akhirnya bisa melepaskan Dinar, setelah Alisa mencabut tuntutannya. Kakak perempuannya Farel yang masuk penjara karena dulu melakukan kekerasan pada si kembar.
*
Beberapa bulan kemudian Dimas akhirnya menerima takdir, melihat Alisa bahagia menikah kembali dengan Farel, ia juga ikut senang ia akhirnya menikah dengan Dila wanita pilihan sang Bunda.
Farel dan Alisa akhirnya mendapatkan kebahagian, setelah beberapa bulan menikah dengan Farel Alisa akhirnya hamil dan si kembar punya adik baru lagi.
__ADS_1
Tamat.