Menikah Dengan Abang Ipar

Menikah Dengan Abang Ipar
Tidur Satu Ranjang


__ADS_3

Alisa menempati rumah baru dengan Dimas,  walau mereka mantan kekasih yang menjalin hubungan lumayan lama, tetapi hubungan mereka saat ini justru semakin canggung, entah kenapa hati Alisa masih sangat terluka atas kepergian Farel.


Alisa masih mempekerjakan dua suster untuk si kembar


Untuk pertama kalinya mereka berdua duduk makan satu meja setelah menikah, saat Alisa ingin melakukan perannya sebagai istri, menghidangkan makanan di atas meja untuk Dimas, tetapi Dimas melarang Alisa melakukan hal itu, ia tidak mau wanita cantik itu, merasa terbebani.


“Tidak usah Sa, biar aku saja,” ujar Dimas saat Alisa ingin menyendok nasi ke piring Dimas.


"Aku hanya ingin melakukan pekerjaanku sebagai istri dan ibu di rumah ini, Mas"


"Jangan buru - buru Sa, pelan-pelan saja, lakukan seperti itu jika kamu sudah siap melakukan peran mu sebagai istri," ujar Dimas.


“Baiklah.” Alisa menyodorkan piring dan membiarkan Dimas melakukanya sendiri, mereka berdua makan diam dalam meja  makan, hanya suara sendok yang terdengar saling bersahut-sahutan, tidak ada candaan ataupun obrolan hangat layaknya pasangan suami istri, tetapi Dimas terlihat tenang.


“Ini pasti berat untuk Bu Alisa,” ujar Nur dari kamar si kembar.


“Bukan hanya untuk Ibu, untuk Pak Dimas juga ini berat, keadaan lah yang memaksa keduanya seperti ini, "Balas Desi.


“Semoga Pak Farel tenang di alamnya , kasihan juga nasibnya, tadinya aku tidak suka sama beliau, tapi setelah tau kalau hidupnya selama ini, dipermainkan dokter gila  itu, aku jadi kasihan,” ujar Desi lagi.


Suster Desi mengetahui banyak hal tentang  rumah tangga Alisa dari awal mereka menikah, karena  Desi sudah hampir satu tahun jadi suster si kembar.


Dalam meja makan Alisa dan Dimas masih sibuk dengan pikiran masing-masing, ini sulit untuk mereka, karena di satu sisi, keluarga Dimas tidak akan mau menerima Alisa sebagai menantu di rumah mereka.


Tidak lama kemudian, mereka selesai makan, Alisa merapikan semuanya, Dimas juga melakukannya, ia mencuci piring bekas mereka berdua dan menyimpannya di piring bersih.


“Tidak usah Mas, biarkan saku sendiri yang mengerjakan, ini, pekerjaan wanita”


“Pekerjaan  wanita dan pekerjaan pria bisa dikerjakan sama-sama Sa,” balas Dimas, ia memakai kaos shirt memperlihatkan tubuhnya yang gagah, kaos yang ia pakai pemberian  Alisa, apa itu sengaja atau hanya kebetulan yang pasti Alisa tidak  berani menoleh ke arah Dimas, padahal dulu  saat mereka bersama Alisa masih mau sesekali bercanda padanya, tetapi kali ini semuanya tidak sama lagi.


“Mas, aku mandi duluan”


“Ya, silahkan Sa”


Alisa membawa semua pakaian gantinya ke kamar mandi, melihat sikap diam dan canggung Alisa , Dimas merasa bersalah karena membohongi wanita cantik itu.


Dalam rumah baru kali ini kamar hanya ada tiga, kamar untuk si kembar dan untuk suster mereka dan kamar untuk Alisa dan Dimas.


“Sa, mari kita bicara sebentar,” ujar Dimas, ia tidak tahan dengan sikap Alisa yang masih menjaga jarak dengannya, padahal mereka berdua pasangan yang sudah menikah.

__ADS_1


“Ya, ada apa Mas?”


“Begini Sa, aku minta maaf kalau  jadinya kita seperti ini, sungguh, tidak ada niatku  kalau kita akan menikah”


“Aku tahu Mas, maafkan aku kalau sikapku  canggung, tetapi ini berat bagiku, hatiku baru saja berpindah pada Farel, saat aku bisa  menerima semuanya, tiba-tiba dia menceraikan ku dan  menikahkan denganmu … lalu dia meninggal, ini seperti mimpi untukku, walau sudah satu bulan sejak kepergiannya, tapi aku masih merasa, kalau dia masih ada di dunia ini, maafkan aku kalau aku seperti itu,” ujar Alisa.


“Tidak apa-apa Sa, aku bisa mengerti, Sa begini … kalau kamu belum siap menerimaku sebagai suami tidak apa-apa, aku akan menunggu dengan sabar, semua butuh waktu”


“Baik Mas, terimakasih atas pengertiannya,” ucap Alisa.


“Aku akan tidur di sofa kalau kamu belum siap tidur satu ranjang denganku,” ujar Dimas lagi.


Alisa tidak tega kalau Dimas tidur di sofa.


“Tidak usah tidur di sofa Mas, kita bisa tidur di sini, hanya  berikan aku waktu …”


“Baiklah, aku akan memberikanmu waktu”


Saat malam tiba, Dimas menarik satu  bantal guling dan meletakkan di tegah, ia meminta Alisa untuk tidur


“Tidurlah di sini Sa”


Ia merebahkan tubuhnya dan memungungi Dimas.


‘Maaf Mas, kalau aku belum siap  jadi istrimu’ ucap Alisa dalam hati.


“Mas!” Panggil Alisa saat mereka tidur diatas ranjang tersebut.


“Kenapa Sa?”


“Apa kamu sudah  mau tidur”


“Kalau kamu mau mengatakan sesuatu katakan saja”


“Bagaimana kalau Bunda sampai tahu kalau kamu menikah denganku?”


“Jangan khawatir, aku akan ke rumah  Bunda nanti, tidurlah,” ujar Dimas, ia meraih remote pendingin ruangan dan menyalakannya, lalu ia tidur.


Sementara Alisa  masih terbangun matanya enggan diajak  tidur, kini ia beradaptasi lagi dengan ranjang baru dan suami barunya, Alisa belum juga belah duren dengan Farel, tetapi kali ini ia akan menerima fakta kalau ia punya  suami baru lagi.

__ADS_1


‘Mas … apa kalian sudah bertemu dengan Mak Ratna? Kalian berdamai ya, kan, sudah, ketahuan penyebab pertengkaran kalian’ ucap Alisa dalam hati,


Pikirannya  masih tertuju pada Farel, ternyata Farel telah membuatnya jatuh cinta, malam semakin larut suhu dalam ruangan kamar mulai terasa dingin.


Alisa membalikkan tubuhnya, ia melirik sisi ranjang hanya ada satu selimut di sana, itu artinya mereka berdua akan berbagi selimut.


Dengan gerakan hati-hati Alisa menarik selimut kearahnya dan menutupi tubuhnya, rupanya Dimas juga kedinginan ia membalikkan tubuhnya ke arah  Alisa, saat subuh Dimas bangun ingin  melaksanakan ibadahnya, saat buka mata ia tertegun beberapa saat karena di depan wajahnya ada Alisa yang terlelap, tubuhnya tidur miring menghadap Dimas.


Dimas menatap begitu dalam wajah Alisa yang tertidur lelap.


‘Aku ingin Alisaku yang dulu … Alisa yang menatapku dengan hangat’ ucap Dimas dala hati, melihat Alisa yang tidur dengan sangat nyenyak ia segan untuk membangunkannya, padahal dulu saat mereka pacaran dulu Dimas selalu mengingatkannya dan begitu juga sebaliknya.


Kini mereka berdua tidur di ranjang yang sama dan berbagi satu selimut, jarak wajah keduanya hanya satu jengkal, tetapi,  situasi yang mereka membuat seolah-olah ada dinding pembatas diantara mereka.


Bersambung ….


KAKAK  JANGAN LUPA KASIH KOMENTAR DAN PENDAPAT KALIAN DI SETIAP BAB DAN JANGAN LUPA JUGA.


Bantu share ya Kakak.


Fb Pribadi: Betaria sona Nainggolan


FB Menulis; Nata


Ig. Sonat.ha


LIKE,  VOTE DAN KASIH  HADIAH


Baca juga  karyaku yang lain


-Aresya(TERBARU)


-The Cured King(TERBARU)


-Cinta untuk Sang Pelakor (Tamat)


-Menikah dengan Brondong (Tamat)


-Menjadi tawanan bos  Mafia (ongoing)

__ADS_1


Bintang kecil untuk Faila (tamat)


__ADS_2