Menikah Dengan Abang Ipar

Menikah Dengan Abang Ipar
Sebuah Janji Untuk Sikembar


__ADS_3

Farel tahu dokter Faisal akan melaporkan masalah kecelakaan itu ke pihak ke kepolisian, karena ia dan sang dokter sudah berselisih dari sejak istrinya masih hidup, dan puncak perselisihan itu saat Dr. Faisal menjadi dokter pribadinya saat ia kecelakaan.


Tetapi Farel marah besar karena ternyata Faisal mantan kekasih sang istri sejak dari kuliah.


Farel menuduh istrinya selingkuh dengan Faisal, di dukung dengan bukti yang ia lihat, karena beberapa kali ia mengikuti istrinya. Ia melihat Ratna bertemu dengan Dr. Faisal, bertemu diam-diam.


Sejak saat itulah Farel meyakini istrinya memiliki hubungan terlarang dengan dr Faisal, Farel juga memecat Faisal jadi dokter pribadinya.


Setelah berhasil meminta Dinar kabur ke luar negeri, ia mengurus semuanya untuk pelarian sang kakak, ia tahu apa yang ia lakukan satu kesalahan, karena ia seorang polisi, Farel tahu jika menyembunyikan pelaku kejahatan maka yang menyembunyikannya juga bisa jadi ikut jadi pelaku kejahatan.


Farel melakukan semua itu demi keluarganya, ia tahu polisi akan menyelidiki keluarganya masalah yang kecil saja sudah bi buat besar, apalagi masalah besar yang sudah di sebabkan sang kakak, bisa jadi karier dan rumah tangga akan di obrak-abrik rekan polisi yang tidak menyukai nya.


Membawa sang kakak ke ke bandara dan membeli tiket dan meminta Dinar tinggal di sana.


“Kapan aku pulang?” tanya Dinar masih menunjukkan sikap tidak perduli.


Farel menghela napas menanggapi sikap buruk sang kakak, dari dulu sikap wanita itu memang sudah buruk, karena selalu di manja kedua orang tuanya . Tetapi ia tidak pernah menyangka kalau kakak tega membanting seorang bayi yang baru berusia empat bulan.


“Mbak, tunggu aku yang mengabari, tunggu saja sampai aku menelepon.”


“Terus bagaimana kalau kamu tidak menghubungi-ku?”


“Itu artinya Mbak harus tinggal di sana selamanya dan aku tidak bisa menyelamatkanmu.”


“Gila kamu, aku tidak mungkin tinggal di sana selamanya, bagaimana dengan Tokoku?”


“Ada ibu dan anak buahmu yang akan mengurusnya, jangan pikirkan tentang uang dulu, tetapi pikirkan tentang keselamatanmu,"ujar Farel.


“Baiklah, kabarin aku iya.” Dinar menurunkan sedikit ke egois nya.

__ADS_1


Karena ia melihat sikap Farel yang mulai acuh padanya, ia takut sang adik tidak membantunya malah membiarkannya di negeri orang.


“Baiklah,” jawab Farel, wajahnya terlihat lelah.


Setelah ia memastikan sang kakak terbang meninggalkan bandara, barulah Farel menuju mobilnya dan akan langsung menuju rumah sakit.


Pukul 06: 00WIB


Lelaki berbadan tinggi tegap itu menuju kamar di mana Baby malang itu dirawat, para dokter berusaha membangun dari koma tetapi tidak berhasil , di usianya yang masih hitungan bulan, tidak banyak yang bisa di lakukan dokter. Mereka tidak berani memasang alat medis yang b mereka anggap terlalu berisiko untuk tubuh mungil Akmal.


“Pak!” Desi hanya bisa menangis sesenggukan saat Farel menghampirinya.


“Tidak apa-apa, duduklah,” ucap Farel, ia menatap si cantik Aminah di gendongan Siti, baby perempuan cantik bermata bulat itu tidak mau tidur ia sangat rewel. Mungkin karena kembaran nya sedang berjuang hidup.


Ini pertama kalinya ia melihat bayi cantik itu secara dekat sejak kelahirannya ke dunia ini.


Dulu saat kelahiran mereka berdua, Farel tidak menjenguk, bahkan saat dibawa ke rumah pun Farel tidak pernah menggendong, jangankan menggendong, melihat mereka dengan jarak dekat pun tidak pernah, setiap kali suster membawa mereka berjemur di luar dan saat Itu ada Farel lelaki itu akan menghindar, ia tidak menyukai kedua baby kembar itu . Ia berpikir ia kehilangan istrinya karena melahirkan mereka yang tidak ada hubungannya dengannya, Farel tidak menggendong dan tidak pernah memperhatikan kedua anak kembar, karen ia membenci kelahiran mereka berdua. Farel menganggap kedua anak kebar itu lambang perselingkuhan istrinya dengan sang dokter.


Tetapi walau ia tidak suka dengan kedua anak itu. Namun, tidak pernah ada dalam pikirannya untuk menyakiti dan menyingkirkan mereka berdua, seperti yang di lakukan sang kakak.


Dinar tega menyakiti Akmal, hanya karena ia berpikir ia dan anak itu tidak ada hubungan keluarga.


Tetapi melihat baby cantik itu saat itu , tiba-tiba Farel merasakan guncangan hebat di dada. Mata Farel menatap sangat dalam pada baby Amina, ia terus saja mengucek-ucek mata, ia ingin tidur tetapi tidak bisa, Aminah menyadarkan kepalanya di pundak Siti bibir mungil nya mengenyut empeng di mulutnya.


Farel seolah-olah berat untuk bernafas saat melihat wajah cantik Aminah, Farel masih merasakan jantungnya berdetak tak normal.


‘Ada apa denganku , kenapa jantung berdetak hebat saat berada di dekatnya, dia, kan, bukan anakku?’ ujar Farel, ia menolak keinginan hatinya, ia berdiri ingin meninggalkan ruang tunggu.


“Tunggu,” suara dokter perempuan menghentikan langkah Farel saat ia ingin keluar.

__ADS_1


“Iya Dokter.”


Padahal Fare ingin kabur tadinya, “Ada apa Dok?” tanya Farel dengan wajah panik, ia berpikir kalau dokter perempuan itu akan bertanya tentang penyebab Akmal masuk rumah sakit.


“Apa bapak ayah dari pasien?"


“Iya dok,' jawab Farel dengan suara berat.


“Ikut dengan saya Pak, akan saya tunjukkan pada Bapak tentang kondisi anak Bapak, saya dengar istri bapak juga sedang dirawat di sini,” ucap dokter.


Farel berjalan dengan berat hati menuju kamar di mana bayi berusia empat bulan itu dirawat. Farel sebenarnya hanya ingin melihat dari jauh, tetapi saat dokter meminta untuk masuk, ia tidak bisa menolak, karena dalam catatan akta kelahiran keduanya adalah anak Farel.


Ia masuk berjalan dengan ragu-ragu,


“Pak, saya berharap dengan sentuhan orang tuanya anak ini bisa bangun, kita hanya mengharapkan keajaiban, karena kami sudah melakukan semampu kami untuk menolongnya tetapi belum berhasil. Bapak kemari lah dan duduk di sini, katakan apapun, saya yakin ikatan batin antara ayah dan anak sangat kuat,” ujar dokter berkulit putih itu dan meminta Farel untuk menyentuh tubuh Akmal.


Farel hanya berdiri mematung di samping baby Akmal’ Dia tidak akan bangun Dok, karena aku bukan ayah biologis mereka, Ratna aku yakin kamu selalu ada untuk mereka.


Tolong bangunkan dia untuk kebaikan semuanya, aku tidak akan bisa memaafkan diri ini, jika sampai ia tidak bangun lagi,"ucap Farel dalam hati.


Matanya menatap Baby Akmal, melihat selang oksigen yang menempel di hidungnya dan beberapa alat menempel di tubuhnya, hanya melihat itu Farel merasa hatinya sakit, ia merasa kasihan dan merasa bersalah pada keduanya, karena selama ini tidak pernah mempedulikan kehadiran mereka.


Air mata Farel menetes tanpa ia sadari, ia mengarahkan tangannya menyentuh tangan mungil , mengelus nya dengan lembut lalu ia berbisik;


“Maafkan aku Nak, aku janji, jika kamu bangun akan merawat kalian berdua,” ucap Farel dengan tulus. Farel menangis menyesal, menangis karena sangat merindukan almarhum istrinya, ia meletakkan kepalanya di sisi ranjang Baby Akmal.


Satu keajaiban atau memang bocah mungil itu mendengar ucapan tulus dari Farel, computer bergerak menunjukkan ada titik kehidupan dari baby Akmal.


Saat dokter bergegas memeriksa Akmal. Farel kaget, ia tidak tahu kalau ucapannya dari bibirnya bisa membangunkan Baby tampan itu dari tidur panjang.

__ADS_1


‘Terimakasih Ratna, aku yakin kamu yang membangun dia’ ucap Farel dengan tulus.


Bersambung ....


__ADS_2