Menikah Dengan Abang Ipar

Menikah Dengan Abang Ipar
Aku Tunggu Jandamu


__ADS_3

Farel merasakan dingin nya jeruji penjara, walau ia tidak dimasukkan ke sel yang dihuni para penjahat, ia mendapat kamar sendiri.


Tetapi, hal itu tetap saja memuatnya terpuruk, ia memikirkan tentang ibu yang berbaring di rumah sakit, dan sang kakak yang sama-sama masuk penjara dengannya.


Hari itu, saat mentari pagi datang menyapa membawa sinar nya yang terik menunaikan tugasnya untuk menyinari dunia.


Semua tahanan menyambut dan menikmati sang mentari pagi menyodorkan punggung untuk berjemur dan menikmati udara pagi yang cerah.


Tetapi tidak untuk Farel pagi itu, ia memilih duduk diam dalam kamar tahanan, tenggelam dalam pikiran yang beragam.


Ia sempat berpikir akan mengakhiri hidup, karena terlalu banyak tekanan hidup yang ia terima, salah satu ejekan dan sindiran dari rekan kerja yang menyebutnya keluarga kriminal.


Lelaki bertubuh tegap itu seakan kehilangan pegangan hidup, masalah yang sekaligus menimpanya seakan-akan tidak mampu membuatnya berdiri di kaki sendiri.


“Keluarga kriminal,” ucapan rekannya dan senyuman merendahkan dari pembenci nya, membuat enggan untuk menampakkan diri. Ia termenung menunggu satu keajaiban kecil yang menyapa hidup yang terpuruk.


*


Disisi lain, tepatnya di kediaman Alisa, keluarga itu kedatangan tamu. Tetapi entah kenapa Alisa tidak merasa senang.


Faisal bersama orang tuanya datang bertamu ke rumah. Entah apa yang dipikirkan lelaki berwajah tampan itu hingga berani datang bersama keluarganya, status Alisa masih istri Farel, tetapi lelaki itu sudah datang bertamu kerumahnya dengan alasan.


Ingin melihat si kembar, anak dari sahabatnya Ratna.


Orang tua Alisa menerima kelurga Faisal dengan tulus, tidak memikirkan hal yang lain, mereka berpikir kalau Faisal sahabat dari Ratna, kedua orang tua Alisa tidak tahu di balik kedatangan mereka ke rumah, ada maksud lain.


‘Astagfirullah aku masih istri Farel, tetapi kenapa lelaki ini sudah datang?’ Ia membatin, hanya Alisa yang mengetahui apa tujuan Faisal mendatangi rumah mereka.


Ia memang terlihat sangat baik di luarnya dan banyak orang dibuat tertipu dengan wajahnya yang tampan.


Tetapi sayang, di balik wajah tampan itu, ia memiliki sikap yang sangat egois.


“Boleh kita bicara sebentar?” tanya Faisal menatap Alisa setelah ia selesai mengobrol dengan orang tua Alisa.


“Anak-anak nanti menangis, Dok,” ujar Alisa membuat alasan. Tetapi ibunya mengangguk memberi izin.


‘Iya ampun! apa yang dipikirkan ibu? aku ini masih istri Farel, bicara berdua dengan lelaki yang bukan istrinya, hal itu salah, apa ibu lupa hal itu?’ Alisa membatin menarik napas pendek dari mulutnya.

__ADS_1


“Hanya sebentar tidak lama, pinjam Lisa bentar iya, Bu,” ujarnya dengan berani Ibu dan ayah hanya mengangguk kecil memberi izin.


“Ada apa Dok?” tanya Alisa setelah tiba di taman depan rumah.


“Kamu marah aku datang ke rumahmu? Wajahmu kayaknya tidak senang saya datang ke rumahmu, padahal aku hanya ingin melihat si kembar dan ingin mengatakan padamu kalau aku memasukkan suami mu ke penjara.


Sebaiknya kamu cepat menyelesaikan urusan dengan lelaki tempramental itu,” ujar Faisal menjelaskan dengan panjang lebar seperti jalan tol.


Tetapi Alisa hanya mengangguk sekedarnya. Faisal menjelaskan dengan panjang, mengapa Farel sampai memukulnya dengan kursi membuatnya sampai membuatnya pingsan.


Ia tidak tahu, kalau Alisa sudah mendengar dan melihat apa yang dilakukan Faisal, membuat Farel mengamuk dan sampai memukul dirinya, tetapi pada keluarga Alisa Faisal bicara berbeda, tidak sesuai dengan yang terjadi, ia menjelek-jelekkan Farel di hadapan keluarga Alisa,


seolah-olah ia adalah korban yang paling kasihan.


“Katanya, datang ke sini mau jenguk si kembar,kan? lalu kenapa malah bahas tentang Farel? “Alisa akhirnya membuka mulut, ia protes.


“Menjenguk anak-anak sebenarnya hanya alasan Alisa, orang tuaku ingin melihat kamu.”


“Untuk apa?”


“Karena aku suka dengan kamu, aku ingin menjadikanmu sebagai istriku.”


“Aku tahu Alisa, aku akan menunggu sampai kamu bercerai, aku menunggu jandamu.”


“Apaaa … ?”


“Dok, jangan seperti ini, aku yang mendengarnya merasa merinding.”


“Memang kenapa, kalian berdua memang harus bercerai, kan?”


“Aku belum memutuskan itu Dok, aku saat ini hanya ingin fokus sama anak -anak tidak ingin memikirkan hal yang lain.”


“Aku janji , aku akan jadi ayah yang baik nanti untuk si kembar, karena itu aku berikan ini untuk kamu.”


Faisal mengeluarkan kotak kecil yang diberi hiasan pita di atasnya, hanya melihatnya sekilas, Alisa sudah tahu isinya.


Ia mengeluarkan sebuah cincin berwarna putih dan mengarahkannya untuk jari Alisa. Wanita cantik pemilik mata bulat besar itu, sangat kaget dengan kelakuan Dr. Faisal.

__ADS_1


“Dok maaf, aku tidak bisa menerimanya, aku masih seseorang istri, menerima cincin dari pria lain sama saja itu selingkuh, cincin dilambangkan sebagai pengikat.


Lihat bahkan cincin pernikahan kami masih melekat di jari manis ku,” ujar Alisa menunjukkan jari manisnya pada Faisal.


“Iya, ini hanya kamu simpan saja, kalau kamu bercerai nanti baru kamu pakai,” ujar Faisal tanpa merasa bersalah, lebih tepatnya, lelaki itu tidak tahu malu, ia selalu berpikir apa yang ia inginkan ia dapatkan dengan mudah.


“Maaf Dok, saya tidak bisa memakainya, silahkan simpan kembali.”


‘Wanita ini tidak bisa lepas dariku, ia akan menjadi milikku dengan cara apapun, aku akan melakukannya, aku sudah kehilangan sosok kakaknya, aku tidak bisa kehilangan-nya, aki harus bisa mendapatkan dia' Faisal membatin.


“Kamu akan bercerai dengan Farel, apa salahnya aku boking kamu duluan sebelum diambil orang lain?”


“Astagfirullah, aku ini bukan barang atau tempat yang bisa bapak booking, seperti itu, aku kata-kata yanga sangat merendahkan menurutku.”


“Iya, kamu jangan menganggap negatif juga donk, kalau kamu berpikir seperti itu, apapun yang aku katakan akan selalu salah di mata kamu.


Ambil sisi positifnya saja, pikirkan saja kalau aku datang melamar terlalu cepat.”


‘Iya Allah, ini orang apa alien sih, ini bukan melamar tetapi mengajak berbuat zinah.


Masa status masih istri orang, sudah di lamar’ ucap Alisa dalam hati.


“Gak bisa begitu juga Dok, lihat saya masih memakai cincin pernikahan ku, itu artinya aku masih terikat pernikahan dengan Mas Farel.”


“Tetapi kamu bakalan bercerai, kan?”


“Aku tidak tahu Mas, aku masih akan memikirkannya.”


“Iya kamu tidak bisa gitu donk, kamu harusnya mengambil kesempatan saat aku melamar mu jadi istriku, harusnya kamu senang ada lelaki perjaka, seorang dokter yang mau sama janda.”


Alisa langsung mencoret nama pria itu dari nama pria baik idaman nya.


Ternyata tidak semua yang terlihat mulus dan indah di luar indah juga di dalamnya, ternyata di dalamnya busuk.


Sama halnya dengan Dr. Faisal, Alisa sempat mengagumi pria tampan itu, karena berpikir ia baik, dulu ia sempat mempertanyakan sang kakak ’Kenapa memilih Farel dari pada Dr. Faisal yang tampan dan baik?’


Tetapi pertanyaan itu akhirnya terjawab juga saat ini, ia pria egois yang hanya memikirkan diri sendiri tidak perduli dengan orang lain.

__ADS_1


Bersambung ....


__ADS_2