Menikah Dengan Abang Ipar

Menikah Dengan Abang Ipar
Dijauhkan Dari Suami


__ADS_3

Alisa dan ketiga  anak-anaknya  tinggal di apartemen Farel, itu semua demi keselamatan keluarganya,  Farel juga meminta dua anak buahnya untuk mengawasi mereka,  satu malam saat mereka semua sedang tidur Alisa tidak bisa memejamkan mata, ia  beberapa kali menelepon ke rumah sakit bertanya tentang suaminya.


“Yah, bagaimana keadaan Mas Dimas?”


“Dia belum sadar, kamu fokus sama anak-anak saja, kalau dia sudah sadar nanti Ayah Kabarin,” tutur ayah mertua Alisa.


Dengan berat hati Alisa  setuju, “baik Yah,” jawabnya dengan suara lemah, karena mata tidak  bisa terpejam ia keluar dan duduk di balkon apartemen.


Ternyata Farel merasakan hal yang sama, saat  kedua anak kembar itu sedang tidur di tempat tidurnya, Farel  duduk diam menatap mereka.


“Apa kamu bisa melihat mereka, Ratna? Akmal sangat mirip denganku saat masih kecil … Mina anak yang sangat cantik, ia mirip dengan Alisa, mereka berdua semakin hari semakin mirip,” ujar Farel ia bicara sendiri , mengajak almarhum istrinya bicara.


“Aku merindukanmu, maaf atas apa yang sudah aku lakukan di masa lalu ,” ujar Farel.


Ia keluar dari kamar dan berjalan ke arah balkon, ternyata ada Alisa yang sudah duduk terlebih dulu di sofa di balkon.


“Apa bapak  tidak bias tidur karena mereka berdua? Memang mereka berdua memang  gak bisa diam kalau lagi tidur,” pungkas Alisa.


“Tidak, bukan  karena mereka,  tapi karena saya banyak pekerjaan, salah satunya kerjaan tentang suamimu”


“Terimakasih Pak,   sudah tolong suami saya”


“Dia juga sudah banyak menolong, jadi giliran sayang yang balas”


‘Menolongku menikahimu Sa, Dimas  juga menolongku menjaga anak-anakku’ Farel membatin.


Melihat Alisa tidak nyaman mengobrol dengannya,  karena   Alisa berpikir ia wanita yang bersuami tidak baik Mengobral dengan lelaki lain, Farel  pamit masuk ke kamarnya kembali.


Saat pagi Farel bangun kesiangan, ternyata di meja makan sudah tersaji  serapan masakan Alisa.


“Selamat Pagi Pak Diego, mau serapan Pak, biar aku ambil piring,”ucap Desi menggoyang-goyangkan tubuhnya kanan kiri, ia bak  pohon yang tertiup angin.


‘Sebenarnya sudah  rindu makan masakan Alisa, tapi tidak enak hati'


“Saya tidak biasa makan  berat  saat pagi, hanya makan roti bakar  dan jus untuk serapan pagi.


“Wah … bapak sangat menjaga  pola makan agar tubuhnya , tetap bagus ya”


Alisa hanya diam,  pikirannya hanya pada suaminya, kini ia semakin bingung karena nomor, ibu mertuanya tidak dapat di hubungi, ia bolak  balik menekan nomor ayah  dan ibu mertuanya tetapi nomor itu tidak bisa di hubungi.


Di rumah sakit

__ADS_1


Sebuah pesan  ancaman di krim ke bunda Dimas yang isinya mengancam akan menghabisi Dimas kalau  ia tidak menjauhi Alisa.


“Jadi ini semua karena Alisa,  mereka hanya menginginkan Alisa lalu kenapa mencelakai anakku”


Bunda Dimas menangis, ia menyalahkan Alisa atas apa yang dia alami Alisa.


“Jangan biarkan wanita itu datang, jangan biarkan Alisa datang menemui Dimas penjahat itu akan melukai anakku”


“Bun … tenanglah, ini semua bukan keinginan Alisa”


“Pokoknya kita akan menjauhkan Alisa dari Dimas”


Apa yang di alami keluarga Dimas di rumah sakit, sampai juga ke telinga Farel,  anak buahnya yang menjaga kamar Dimas meneleponnya pagi itu.


“Apa kamu yakin?”


“Ya Pak,  ancaman itu  di kirim melalui tulisan”


“Bagaimana mungkin  kalian bisa kecolongan?”


“Pak, kami yakin …  mereka berkerja sama dengan salah seorang dokter atau perawat yang bertugas, karena kami berjaga di depan pintu sepanjang malam”


“Cari tahu tentang  perawat yang bertugas,  malam itu”


“Bagaimana?”


“Kami sudah memeriksa cctv tidak ada yang seperti yang di sebutkan, wanita itu, Pak”


“Kalau begitu tangkap wanita itu, dia yang jadi dalangnya”


Saat ingin di tangkap,  suster itu sudah menghilang dan beberapa menit kemudian Dimas tiba-tiba kejang, ternyata  sesuatu telah di suntikkan ke dalam infus Dimas. Kehebohan telah terjadi di ruangan Dimas.


Anak buahnya  melapor lagi pada Farel.


“Bagaimana kalian bisa kecolongan lagi, seperti itu bodoh!” Farel  marah-marah.


“Maaf Pak, saya pikir dia perawat yang ingin mengontrol karena orang tua pasian juga  berjaga di sana”


“Awasi dengan baik jangan sampai salah lagi,  saya akan datang ke sana”


Farel berbalik badan setelah mematikan ponsel , ternyata Alisa mendengar semuanya.

__ADS_1


“Jadi  benar, semua karena  aku?”


“Bu, begini, tolong tenang, kami sedang berusaha”


“Tenang  bagaimana? Suamiku hampir kehilangan nyawa di rumah sakit di bawah pengawasan anak buah bapak,” ujar Alisa.


“Kami sedang berusaha Bu, tolong mengerti”


“Bagaimana aku bisa mengerti, kalau sekarang ibu mertuaku tidak memperbolehkan ku menjenguk suamiku”


Alisa  merasa sangat frustasi, di satu sisi ibu mertuanya tidak memperbolehkan, di sisi lain Farel sangat tegas padanya, ia menyita ponsel Alisa dan mengunci mereka dalam kamar, saat ia minta menjenguk Dimas.


“Aku hanya ingin tau  bagaimana kabarnya”


“Dengar , aku akan mengabari Ibu nanti tetaplah di sini”


Apa yang ditakutkan Alisa benar, kalau  ibu mertuanya  tidak  memperbolehkan dirinya menjenguk Dimas, jangankan menjenguk  menanyakan kabar juga tidak di jawab.


Padahal Farel sudah menyakinkan  orang tua Dimas, kalau itu bukan  tentang cinta segitiga seperti yang di curigai keluarga Dimas. Ia menjelaskan kalau para penjahat itu ingin menghancurkan keluarga Dimas. Tetapi apapun penjelasan Farel mereka tidak mau mendengar.


Setelah beberapa hari, Dimas di pindahkan keluarga ke rumah sakit, tanpa mengabari  Alisa baik polisi.


“Siapapun yang melakukan ini, aku pasti akan menangkap mereka,” desis Farel kesal saat Farel dipindahkan.


“Maaf Pak, kami mendengar kabar kalau Pak Dimas  dibawa ke rumah sakit Polri, karena adik Pak Dimas perawat di sana”


“Saat kami datang mereka bahkan melarang polisi untuk berjaga”


“Harusnya mereka senang ada polisi yang berjaga, tapi, walau mereka tidak ingin di jaga sama kita, tetap awasi”


“Baik Pak,” jawab anak buah  Farel.


Masalahnya semakin melebar, karena kasus Dimas menyeret nama Farel, beredar kabar kalau orang yang mencelakai Dimas orang suruhan keluarga Farel. Penyebabnya sakit hati, karena Alisa menikah dengan Dimas sebelum Farel menikah, itulah kabar yang beredar.


“Siapa yang menulis berita sampah ini, dia menikah dengan Dimas aku yang memintanya, dasar bodoh,” gumam Farel, ia sangat marah melihat berita yang beredar.


Ia kasihan sama Alisa dengan berita-berita yang beredar tersebut , ia yakin mental Alisa akan drop membaca berita yang menyudutkan itu,  sekeras-kerasnya batu bila  terkena tetesan hujan terus menerus, batu itu akan menipis, begitu juga Alisa, sekuat-kuatnya Alisa, bila diterpa banyak masalah yang datang silih berganti ia juga akan lemah.


Farel berharap Dimas bangun dari koma agar ia bisa menjelaskan pada orang tuanya kalau Alisa tidak salah.


Bersambung

__ADS_1


BANTU LIKE DAN VOTE YA KAKAK TERIMAKASIH


__ADS_2