
Mendengar Farel menceraikan Alisa Faisal tertawa dengan bahagia. Ia berpikir kalau Farel takut dengan ancaman yang ia berikan, karena sebelumnya ia sudah mengancam akan menyakiti Dinar kakak Farel yang saat itu ada di penjara karena kekerasan pada anak dibawah umur.
Bukan hanya itu dr. Faisal juga mengancam akan menyuntik mati ibunya di panti jompo kalau ia tidak mau menceraikan Alisa, karena ancaman itulah Farel nekat menceraikan Alisa.
“Coba dari kemarin kamu melakukan itu, kamu tidak akan menderita seperti ini,” ucapnya menyandarkan kepala di kursi ruang kerjanya.
Tidak lama kemudian ponsel miliknya berdering, ia mendapat kabar kalau Alisa menikah dengan Dimas, mantan kekasihnya, matanya menatap tajam, seketika rasa senang yang ia rasakan barusa buyar dan hilang terbawa angin.
“Apa ini? Siapa lelaki keparat ini?”
“Dia mantan kekasih wanita itu dan seorang tentara, sekarang dokter pikirkan kembali … apa tetap melanjutkan atau berhenti di sini?”
“AAA! Bajingan!” Faisal mengamuk seperti orang gila setelah tahu kalau Farel menceraikan istrinya, lalu menikahkannya dengan orang lain.
“Jika kamu akan meneruskan rencana kamu … maaf saya tidak bisa, karena ini sudah melenceng dari rencana awal, kami semua hanya ingin Farel. Tidak ingin melibatkan orang lain, apa lagi dia seorang tentara,” ujar seseorang diujung telepon.
“Alisa milikku hanya milikku, anak-anak itu milikku … aku yang mati- matian yang merawatnya, Farel hanya ayah biologis yang tidak berguna,” tanpa sadar bibirnya mengucapkan semua kebenarannya sampai-sampai polisi yang selama ini jadi kaki tangannya ikut terdiam, mengetahui fakta kalau Farellah sebenarnya ayah kandung kedua anak kembar yang ingin direbut dr. Faisal.
“Maaf saya tidak bisa membantu lagi pak Dokter”
“Aku akan melakukannya sendiri, aku tidak butuh bantuanmu,” teriak Faisal marah.
Di sisi lain
Farel dan Dimas bertemu kembali setelah pernikahan.
“Apa kamu yakin akan melakukannya?” Tanya Dimas sangat khawatir.
“Hanya ini caraku, untuk membalas perbuatan mereka semua. Apa kamu sudah melakukan apa yang aku minta?”
“Ya,” jawab Dimas dengan wajah yang sangat khawatir.
“Jangan khawatir, aku tidak akan melibatkan mu, tolong jaga Alisa dan anak-anakku”
“Tapi tidak harus mengorbankan nyawa Pak Farel,” ujar Dimas.
__ADS_1
“Sebenarnya, sejak aku masuk ke dalam penjara ini, aku sudah merasa sudah mati, jadi, agar kematianku tidak sia-sia, tolong bantu aku.” Farel menatap Dimas dengan penuh harap.
Dimas hanya diam mendengar permintaan Farel, lelaki tampan itu terlihat sangat putus asa dengan kasus yang ia hadapi, tidak ada satupun yang bisa menolong dirinya, maka itu ia meminta Dimas membantu.
“Aku berharap kamu baik-baik saja, negara ini membutuhkan orang jujur sepertimu”
“Sayangnya, penghuni negeri menolak kejujuran,” ujar Farel.
“Baiklah, kalau kamu ingin seperti itu.” Dimas memberikan pistol yang di minta Farel, entah bagaimana cara Dimas dan Reimon melewati pemeriksaan dan membawa benda berbahaya itu pada Farel.
“Jangan takut, Reimon membantu, dia sudah mengamankan cctv”
Seperti dugaannya Farel, ia sudah menduga kalau Faisal datang lagi untuk menemuinya, tepat setelah Dimas keluar Faisal masuk untuk berkunjung menemui Farel.
“Apa kamu ingin bertanya tentang …?”
“Benar …,” potong Faisal.
“Jadi, kamu ingin bertanya tentang Alisa?”
Farel tertawa miring melihat wajah kesal dari Faisal, kalau biasanya ia yang selalu dipancing marah, kali ini … ia yang akan memancing kemarahan dokter tersebut.
“Aku tidak memancingmu marah, hanya aku sadar kalau aku tidak bisa memberikan kebahagian pada Alisa, baik kebahagian materi ataupun kebahagian diatas ranjang”
“Aku bisa membahagiakannya”
Farel tertawa, menatap sang dokter dengan tatapan dingin.
“Jangan mau membohongi dirimu sendiri pak Dokter, bukankah … kamu juga impoten?”
Wajah Faisal langsung memerah saat Farel tahu rahasianya, padahal selama ini, ia sudah menyembunyikan kebenaran itu rapat-rapat.
‘Bagaimana kamu mengetahui semua ini, padahal aku sudah menghapus semua data tentang kesehatanku’ Faisal membatin.
“Bagaiman mungkin kamu selama ini, menuduh Ratna selingkuh dengan kamu, padahal burungmu sendiri tidak bisa bangun, lalu bagaimana dengan Alisa, jika kamu ingin mengambilnya dariku, bagaiman kamu melakukan hubungan suami istri? Pakai jari- jari?” tanya Farel dengan tatapan sinis.
__ADS_1
“Kurang ajar kamu!” Faisal marah.
“Apa aku, salah?”
“Itu bukan urusanmu!”
“Akan jadi urusanku, kamu merusak milikku hanya karena burungmu sudah rusak, lalu, kenapa kamu masih menginginkan wanita disampingmu, jika aku, jadi kamu … aku tidak akan menikah”
“Bajingan kamu, apa bedanya aku sama kamu!”
“Tenang Juniorku masih bisa diperbaiki, hanya beberapa jaringan yang lepas, setelah diperbaiki nanti, aku akan meniduri banyak wanita … termasuk adik perempuanmu”
“Bajingan kamu.” Faisal marah saat Farel menyebutkan akan meniduri adik perempuannya.
Ia memukul wajah Farel dengan satu pukulan.
“Aku juga akan meniduri ibu yang sudah tua itu, menggilirnya sampai pagi.” Faisal sangat marah, ia memukuli Farel tepat di wajah, Farel tertawa sinis membuat Faisal semakin marah dan memukuli Farel, ia masuk ke rencana Farel.
Setelah puas menghajar wajah Farel ia berdiri.
“Aku juga akan menembak ibumu dan adik perempuanmu dengan pistol ini,” ujar Farel memegang pistol di tangannya.
Faisal panik ia merebut pistol tersebut dan menembak Farel sebanyak dua kali, mendengar suara tembakan Reimon dan petugas yang lain bergegas ke ruangan Farel, lelaki tampan itu sudah terkapar bersimbah darah, tanpa pikir panjang Reimon langsung memborgol Faisal.
‘Terimakasih sudah melepaskan ku dari penderitaan ini’ ujar Farel menutup mata.
“Dia tidak bisa diselamatkan,” ujar seorang polisi setelah memeriksa Farel
Faisal semakin panik saat tahu kalau Farel meninggal, ia menembak di bagian dada dan perut, Farel di bawa perintah seorang polisi dibawa ke rumah sakit Bhayangkari di sana Farel dinyatakan sudah tidak bisa ditolong.
Reimon mengambil rekaman itu dari ruangan Farel menyerahkannya ke Dimas, sekarang ia melakukan tugasnya, maka, kepolisian kembali di gemparkan dengan kasus pembunuhan anggotanya, terlebih pistol yang digunakan menembak Farel, pistol sala satu petinggi polisi yang dicuri Reimon.
Kasus penembakan Farel akhirnya menjadi berita besar, di mana sebelumnya Farel menyebutkan keterlibatan seorang pejabat polisi dalam satu kejahatan besar, dan Farel ingin mengungkapkannya, malah ia yang dijadikan tersangka, atasannya Farel terlibat dalam kasus kejahatan itu, tetapi polisi berpangkat bintang dua tersebut mematahkan tuduhan Farel dan menyebut Farel seorang anggota polisi yang bermasalah.
Tetapi kali ini, ia akan terseret karena pistol yang menembak Farel kali ini, milik polisi tersebut, maka tuduhan itu terbukti dan Reimon menyebarkan rekaman percakapan keduanya dalam ruangan, di mana atasannya tersebut pernah mengatakan kalau ia tidak bisa menyeretnya, karena ia banyak koneksi di mana-mana.
__ADS_1
Akhirnya kali ini, segala bukti sudah ada, setelah Faisal terpojok dan ditakut-takuti dengan hantu Ratna, akhirnya ia mengakui semuanya keterlibatan atasan Farel dan keterlibatan banyak pihak, bahkan menyeret nama pejabat. Keadilan akhirnya berpihak pada Farel dan kebenaran terungkap.
Bersambung …