Menikah Dengan Abang Ipar

Menikah Dengan Abang Ipar
Merindukanmu


__ADS_3

Farel  saat itu memang berada di Batam, Pak Seno dan Brata meminta ia datang untuk urusan pekerjaan  yang akan mereka kerjakan bersama,  karena Farel  juga ikut terlibat dalam menangani kasus yang pernah di pegang Pak Brata, sebelum ia di mutasi ke daerah.


Tadinya kedua orang itu  meminta akan bertemu Farel kembali di Singapura, tetapi,  bapak dua anak itu  tidak enak  hati karena Pak Brata mantan atasannya yang selalu datang  menjenguk, jadi Farel mengusulkan untuk bertemu di Batam, biar sama-sama enak, karena seperti kita ketahui Batam ke Singapura sudah sangat dekat, tinggal menyebrang dengan kapal saja sudah sampai.


Mereka setuju, baru juga Farel tiba di hotel tersebut  dan akan makan siang di resto hotel, tetapi siapa  yang menduga, kalau Alisa juga ada di hotel tersebut , hotel yang sama  dengan  dengan Brata, karena  Alisa juga   ada seminar di sana.


Untung Brata mengenal Alisa, jadi ia buru-buru menelepon Farel, meminta Farel menghindar, saat itu Alisa masih mencari di halaman hotel sementara Farel bersembunyi di dalam mobil.


“Apa dia sempat melihat wajahku Pak?” Tanya Farel, ia masih menunduk di dalam mobil.


“Ya, aku kira dia melihatmu Pak Farel, makanya dia sampai mengikuti mu keluar, kita akan pergi dari sini kita cari hotel lain saja.”


“Aku pikir setelah aku berakting   tadi, Alisa tidak akan mengenalku, sepertinya dia sangat penasaran,” ujar Farel.


“Sudah, pakai lagi topeng itu agar tidak ada yang mengenalmu, aku khawatir ada orang lain nanti yang melihatmu,” ujar Seno.


“Ya, kita pergi dari sini,  Bu Alisa juga sudah mengenalku, kalau dia melihatku pasti curiga,” ujar Brata.


Farel memakai topeng karet yang di berikan Seno dan meninggalkan hotel, sementara Alisa duduk sendiri di taman hotel.


Rekannya  datang mendekat, wanita itu tahu,  tentang  masalah  Alisa.


“Sa, aku tahu apa yang kamu pikirkan, tidak mudah memang melepaskan orang yang kita cintai pergi untuk selamanya, apalagi  dia pergi disaat kita lagi sayang- sayangnya,” ujar Rini.


“Aku tahu Rin, hanya terkadang, aku merasa tidak percaya, kalau Farel sudah tiada, semua seperti mimpi bagiku.”


“Gak percaya bagaimana …. kan, kamu sudah melihat makamnya dan dr. Brayen juga sudah bilang kalau dia ikut dalam pemakaman itu, lalu, apa sebabnya kamu tidak percaya Alisa, ayolah, ikhlaskan Pak Farel biar dia tenang di alamnya,” ujar Rini, mengusap pundak Alisa.


“Ya, aku tahu, tetapi,  entah kenapa hatiku berkata kalau  Farel ada di tempat lain.”


“Istighfar Alisa, pikirkan perasaan suamimu, di sudah sangat sabar loh menunggu kamu, tidak baik  memikirkan lelaki lain di saat kita punya suami, itu sama saja kita selingkuh secara tidak sengaja, dosa  jatuhnya.”


“Aku tidak tahu Mba, terkadang aku merasa bersalah dan tidak pantas untuknya, aku juga bingung dengan diriku.”

__ADS_1


“Jangan menyia-nyiakan orang yang mencintaimu Alisa, orang yang kamu cintai  belum tentu ada  disaat kamu butuhkan, tetapi orang yang mencintaimu pasti ada saat kamu butuhkan, jadi, lebih baik  kamu bersama orang yang mencintaimu dari pada orang kamu cinta,” ujar Rini.


Tapi apapun yang dikatakan Rini, otak Alisa seolah-olah tidak mampu mencerna, ia hanya diam, tidak menanggapi apa yang dikatakan Rini.


“Aku tahu kamu bingung … ayo kita sholat, biar hati kamu tenang,” ujar wanita itu melirik jam di pergelangan tangannya.


Alisa tidak membantah, ia menurut mereka berdua berjalan menuju Mesjid di samping hotel, setelah menyelesaikan ibadahnya,  rekan-rekan Alisa kembali ke kamar hotel, namun, Alisa minta izin sama teman-temannya  pergi beli obat ke apotek, tetapi sebenarnya  ia hanya ingin menikmati waktu sendirian, ia duduk di taman  di samping hotel,  karena hotel yang mereka tempati di pinggir pantai, jadi Alisa bisa menikmati angin dan pemandangan alam.


‘Aku tidak tau apa yang aku harus lakukan mbak, hatiku  seolah-olah mati rasa saat kepergian mas Farel, aku tidak tahu apa itu cinta atau hanya karena rasa kasihan.  Tetapi, aku merasa aku punya hutang maaf untuk Mas Farel, karena aku sudah berjanji saat itu akan membantu dia agar  bisa bebas dari penjara, berjanji  akan mencabut tuntutan ku sama kakaknya Dinar, tetapi sampai saat ini, aku belum melakukannya dan aku  berat melakukannya. Apa aku jahat mba Ratna?’ Alisa  bermonolog dalam hati.


Di sisi lain Farel, Pak Seno, Pak Brata masih terlibat pembahasan yang serius.


“Kamu harus melakukannya dengan cepat, jangan ragu lagi, ini bukan keinginan kamu … ini salah satu cara kamu, agar bisa melindungi anak-anak kamu,” ujar Pak Seno.


Kepala polisi tersebut meminta Farel segera melakukan operasi agar ia bisa kembali ke jakarta dan bisa bertugas lagi.


“Baik Pak akan saya pikirkan lagi, mohon maaf saya harus pergi, aku takut kapal menyebrang pulang sudah tidak ada jika sudah sore,” ujar Farel ia bergegas pulang.


                     *


Farel duduk di bangku depan Alisa, dan ia sibuk memainkan ponsel miliknya dan ia merekam Alisa yang duduk sendirian, lalu ia mengirim ke Dimas.


[Apa terjadi sesuatu ….? kenapa istrimu duduk melamun sendirian di Batam ini?]


[Batam … dia mau ngapain ke sana?] Dimas balik bertanya.


[Jadi benar, kalian ada masalah?]


[Aku memberinya waktu sendiri Pak Farel, untuk menjernihkan pikirannya, karena dia  mengotot  meminta berpisah karena, bunda] isi pesan Dimas.


[Tidak bisakah kamu mengatasinya Pak Dimas, aku memintamu menjaga Alisa tetapi dia menangis sendirian di Batam ini] balas Farel lagi, ia  sengaja mengirim  video Alisa saat ia mengusap ujung matanya


Farel  baik Dimas sama-sama menghela napas berat saat melihat Alisa menangis, dalam kesendiriannya.

__ADS_1


“Bertahanlah Sa, aku tahu kamu wanita yang kuat dan tangguh,” ujar Farel pelan.


“Apa yang harus aku lakukan Sa, apa yang aku harus lakukan agar  luka dama hatimu bisa pulih, aku ingin kamu kembali seperti Alisa yang aku  kenal dulu,” ujar Dimas juga, ia menatap layar ponsel miliknya.


Saat Farel duduk di depan Alisa, mereka berdua beberapa kali bertemu mata, namun, dengan topeng wajah yang di pakai Farel Alisa tidak mengenalnya, setelah beberapa lama duduk Alisa bangun dan meninggalkan Farel yang masih duduk, hatinya juga sangat sedih melihat Alisa, ia  menatap punggung Alisa yang semakin menjauh.


Bersambung ….


KAKAK  JANGAN LUPA KASIH KOMENTAR


Bantu share ya Kakak.


Fb Pribadi: Betaria sona Nainggolan


FB Menulis; Nata


Ig. Sonat.ha


LIKE,  VOTE DAN KASIH  HADIAH


Baca juga  karyaku yang lain


-Indentitas Tersembunyi Sang Menantu( BARU)


-Aresya


-Manusia Titisan Dewa


-Menikah Karena  Wasiat( Cat story)


-Pariban jadi Rokkap


-Cinta untuk Sang Pelakor (Tamat)

__ADS_1


-Menikah dengan Brondong (Tamat)


-Menjadi tawanan bos  Mafia (Tamat)


__ADS_2