
“Uang sudah menggelapkan matamu, kamu akan mendapatkan hukuman berat atas apa yang kamu lakukan padaku.
Aku percaya dan yakin dibalik teror yang kami terima selama ini, itu pasti kelakuanmu, karena hanya kamu yang tahu semua tentang keluarga ini.
Pak! periksa anak-anak lelakinya itu, aku yakin lelaki dan suaminya pasti menyembunyikan barang setan di kamar yang mereka tempati. Karena suaminya dan anak-anak mereka semua pemakai, periksa saja rumah saya,”ujar Ibu Farel.
“Mbak, kok kamu tega bangat, mbak sudah janji tidak akan-”
“Pak, aku ingin menuntut wanita ini dengan kasus penipuan, percobaan … Dia ingin mencelakai ku dan menantuku.
Aku ingin satu keluarga ini dihukum berat,” ujar ibu Farel dengan nada marah.
Empat orang tambahan polisi datang membantu mereka memeriksa kamar yang ditempati anak lelaki mereka.
Benar saja, binatang berbulu itu mengendus di kolong tempat tidur, temuan besar akhirnya di dapatkan semua barang itu siap edar.
Wajah lelaki itu terlihat sangat dendam menatap Bu Sima dengan tatapan tajam, bagaimana tidak, barang yang ia pikirkan sebentar lagi akan menjadi uang lenyap begitu saja.
“Anak-anakmu akan membusuk di penjara!” sang adik meneriaki dengan kata-kata kasar.
“Putriku hanya 5 tahun dan itu karena ulahmu yang selama ini menghasut anak-anakku. Sekarang aku ingat, orang yang mengirim foto-foto itu adalah kamu.
Ternyata kamu dari dulu sudah mengincar keluargaku, tega kamu iya ..."
“Iya kamu dan anak-anakmu itu bodoh, mudah diperdayakan”
“Pengedar barang terlarang sebanyak itu, putramu akan di hukum mati, pikirkan itu baik-baik.”
Mendengar itu wanita bertubuh gemuk itu berontak, ia ingin menyerang mertua Alisa, polisi menahannya dan mengikat tangannya ke belakang.
Uang bisa menggelapkan mata seseorang begitu juga dengan tante Farel Atmaja, ia ingin senang melihat keluarga sang kakak masuk ke penjara dan berencana melenyapkan kakak perempuannya demi harta.
Selama ini adik mertua yang mengadu domba keluarganya, dan wanita itu yang selalu memulai rumor tentang perselingkuhan Ratna dan Faisal.
__ADS_1
Tujuannya simpel, agar mereka, bercerai . Lalu berencana dijodohkan putrinya dengan Farel.
Hati manusia memang sangat rakus, bahkan rela melakukan tindakan yang hina demi harta yang lebih miris lagi hal itu dilakukan pada saudara kandungnya.
‘Apa hati manusia sudah sebusuk itu, ia bahkan rela menghancurkan rumah tangga orang lain demi uang’ Alisa membatin.
“Aku akan membalas Mbak …! lihat saja nanti.”
“Aku yang pantas mengatakan itu, kita lihat saja nanti jika Farel mendengar semua ini.
Kita lihat apa yang dilakukan padamu saat tahu kalaulah yang menghancurkan rumah tangganya. Sekarang aku baru ingat semuanya.”
“Iya aku yang melakukannya, aku sudah bekerja padamu puluhan tahun dan anakku Citra yang mengurus tokomu selama ini, tetapi kamu malah menjadikan wanita kampung itu jadi menantu.
Padahal kamu tahu Citra begitu mencintai Farel, tetapi apa …! kamu memcampakannya.”
“Kamu gila! Citra dan Farel sepupu, bagaimana aku menjadikan dia menantu.”
“Apa masalahnya? Itu tidak masalah yang penting mereka bukan saudara satu ibu, banyak yang menjadikan sepupu jadi istri.”
“Aku mencintainya Mas farel-”
“Diam mulutmu, kamu sudah tahu Farel tidak pernah menyukaimu, tetapi kamu masih mengharapkan dia, bahkan kamu bekerja dengan ibu merusak rumah tangga mereka dengan gosip yang kamu tebarkan, mungkin kalau kamu tidak membuat gosip murahan itu, mungkin menantuku masih hidup.”
“Kamu pikir hanya kami yang tidak suka dengan putramu yang sombong itu, tanyakan pada rekan kerja Farel, beberapa orang yang peduli padanya,” ujar ibunya dengan wajah bengis.
Alisa hanya diam, ia membiarkan ibu mertua menuntaskan permasalahan keluarga mereka, ia hanya jadi pendengar sesekali ia memegang lehernya yang sakit terjerat tali yang dilakukan pemuda jahat itu padanya.
Alisa yakin kalau ada orang yang memperalat keluarga ini, menghasut mereka untuk menghancurkan rumah tangga Farel.
“Aku tidak tahu , biarkan pengadilan yang memutuskannya. Detik ini, aku tidak akan menganggap sebagai saudara lagi,” ujar Ibu mertua dengan tegas.
Ternyata karena kemarahannya pada adik perempuannya Alisa berpikir kalau penyakit ibu mertua akan semakin memburuk karena terkejut, tetapi yang terjadi malah kebalikannya, tiba-tiba suaranya bicara jelas saat marah dan memaki sangat jelas bahkan bibirnya juga sudah tidak miring lagi ke samping.
__ADS_1
*
Polisi mengangkut satu keluarga ke dalam mobil tahanan, depan rumah Farel menjadi sangat ramai kedatangan beberapa polisi ditambah teriakan Alisa mengundang perhatian semua orang. Para tetangga mulai berbisik-bisik seperti suara lebah.
Didalam rumah masih tinggal beberapa polisi menyelidiki dan menyusur sudut rumah, mencari lebih banyak bukti.
“Alisa, kamu tidak apa-apa?” tanya Ibu mertua, sikapnya sangat berbeda dari biasanya, kalau biasanya sikapnya seperti penyisir jahat, maka kali ini, Ibu mertua berubah seperti Ibu yang perhatian.
“Tidak apa-apa Bu, hanya luka memar dan leher sedikit”
“Apa ini tujuanmu membawa ku pulang? Kenapa kamu melakukan ini, bukan, kah kamu sangat membenci, ibu?”
“Ini bukan soal membenci Ibu, tetapi aku ingin membenarkan yang salah, Pak Bayu menemui kemarin dan menceritakan semuanya padaku, saya pikir aku akan meluruskan semuanya.
“Terimakasih ibu sangat menyesal untuk semua yang aku lakukan di masa lalu,” ujar ibu mertua.
Alisa membantu mengembalikan semuanya pada tempatnya, ia tahu ibu mertuanya orang yang banyak uang, jadi ia tidak perlu mengeluarkan tenaga.
Jadi Alisa hanya mempekerjakan asisten rumah tangga yang baru, untuk di rumah dan juga meminta ibu mertua untuk mempekerjakan seorang perawat untuk mengurusnya, selama pemulihan.
Alisa tahu apa yang apa yang yang dilakukan olehnya, pasti akan ditentang keluarganya, tetapi ia tidak sanggup diam diri saat ia lihat orang lain menderita.
Alisa yakin ada orang lain yang membantu mereka. Dugaan nya benar, ada orang mendukung mereka, makanya bertindak nekat, saat polisi pergi Alisa memeriksa laci yang ranjang yang lewatkan polisi, saat ia membuka laci ranjang, ia memeriksa ponsel, ada kontak polisi.
Saat membaca isi pesan, akhirnya ia mengerti, kalau ada seorang polisi yang membantu mereka.
Alisa menyimpan ponsel dalam tas, ia berpikir suatu saat pasti , berguna, tetapi saat ini ia hanya bisa membantu ibu mertua sampai di sini saja , ia melakukan itu tanpa sepengatahuan keluarganya, Alisa yakin jika ibu dan ayahnya ia membantu keluarga Farel maka mereka akan marah.
Lalu bagaimana dengan Farel yang masih di tahan , karena tuntutan Faisal karena penganiayaan yang ia lakukan, apakah Alisa akan menolong suaminya atau malah membantu Dr. Faisal?
Bersambung
Bantu like dan komen di setiap bab ya kak,biar semakin semangat menulisnya.
__ADS_1
Terima kasih sudah membaca karya saya semoga kakak kakak suka dan terhibur.