
Hari ini saat Alisa lagi libur, lagi-lagi Faisal datang lagi.
Faisal memang lelaki bermuka dua, di depan keluarga Alisa ia tampil seperti lelaki yang baik dan lemah lembut, perhatiannya pada si kembar membuat hati orag tua Alisa terperdaya, terlebih ibu Alisa.
Ia membeli susu yang termahal untuk si kembar dan pakaian bermerek dan mengajaknya bermain , ia seolah-olah ingin menunjukkan kalau ia ayah yang baik untuk kedua anak kembar, bukan hanya itu, ia juga menjelaskan semua hal-hal yang baik untuk perkembangan mereka pada Desi, padahal Alisa juga bidan ia tahu apa yang terbaik untuk kedua anak kembarnya.
Bu Juminten, begitu terperdaya, ia sangat puas melihat semua yang di lakukan Faisal, ia tahu bagaimana cara mengambil hati wanita tentunya dengan perhiasan dan barang-barang mahal.
“Ini tas mahal Bu, harganya bisa beli satu sepeda motor,” ujarnya memamerkan hadiah pada ibu Alisa, karena Bu Jumintan wanita kampung dan tidak biasa mendengar tas seharga, motor, ia melotot takjub.
“Tas … opo toh seharga motor? Kok mahal tenan,” ujarnya memeriksa tas tangan berwarna hitam tersebut.
“Ini untuk ibu, kalau ibu memakainya aku yakin ibu-ibu teman pengajian ibu akan iri sama ibu” ujarnya lagi semakin membanggakan diri.
“Oh … Ini untuk Ibu?”
“Ya Bu”
“Wah, Nak Faisal sungguh anak yang baik, banyak rezekinya dan sukses pekerjaannya,” ucapnya mendoakan Faisal panjang lebar.
“Amin Bu,” ucapnya berpura-pura bersikap lembut.
‘Serigala berbulu domba, sampai kapan kamu akan bersembunyi di balik topeng kemunafikan itu?’ Alisa bertanya dalam hatinya
Kini ia tersenyum kecut, saat mendengar Faisal memamerkan semua prestasinya, dan membanggakan kalau keluarganya semua pejabat.
“Wah …. jadi ayah kamu seorang pejabat?” tanya Ibu Juminten, wajahnya sangat kagum.
“Ya, aku bisa meminta Risky untuk naik jabatan , karena iparku seorang yang sangat berpengaruh di kepolisian,” ujarnya dengan sesumbar. Mendengar hal itu seketika tangan Alisa berhenti melipat pakaian si kembar, benar kata Farel kalau ada orang yang penting yang mengendalikan kasus di kepolisian.
“Oh, benarkah, Risky bisa naik jabatan?” Tanya ibu Alisa dengan gaya kampungan.
“Ya, dia bisa dapat promosi Bu”
“Oh, baik,” ucap Bu Juminten dengan bersemangat, ia tidak tahu di balik kata-kata manis yang ditaburkan Faisal mengandung keinginan yang besar.
Alisa tidak ingin melihat dan mendengar rayuan maut Faisal, ia sangat kesal pada lelaki itu, sebaliknya ia kasihan pada suaminya yang mendekam di penjara, ia berdiri dan membereskan dapur, mencuci botol susu si kembar.
“Biar Desi saja Bu,” ucap Desi merasa tidak enak, ia lagi makan makanya botol susu si kembar tidak sempat di cuci.
“Sudah, kamu duduk saja, biarkan aku yang mengerjakannya, hanya ingin mencari alasan untuk keluar dari sana,” ujar Alisa mengarahkan pemandangannya ke arah ruang tamu.
“Oh, apa yang dia inginkan Bu, perasaan dia tia hari datang sekarang,” ujar Desi.
“Aku tidak tidak tahu, Des”
“Desi tidak suka jika dia datang ke rumah ini Bu, banyak bangat peraturannya soal si kembar”
“Sama Ibu juga tidak suka, mau gimana lagi, masa orang datang bertamu ke rumah kita kita usir,” ujar Alisa.
__ADS_1
“Ya, juga sih Bu, tapi apa tidak bisa dibilangin kalau dia tidak usah datang lagi Bu?”
“Tidak bisa, dia keras kepala”
Desi saja merasa risih, ketika dr. Faisal selalu datang menggangu ketenangan si kembar.Tetapi ibu Alisa, bisa terperdaya dengan kata -kata manis yang dilakukan dr Faisal
“Dia sangat baik sama anak-anak Yah, Ibu berharap dia bersikap baik selamanya sama anak-anak,” ujar ibu Alisa saat dr. Faisal pulang dari rumah mereka.
Tetapi entah kenapa sikap ayah Alisah begitu dingin pada lelaki yang berprofesi sebagai dokter tersebut, ia percaya pada putrinya Alisa.
‘Aku ebih percaya pada pilihan putriku’ ucapnya dalam hati.
“Ayah dengar tidak ibu bicara?”
“Dengar Bu, jangan menilai seseorang dengan cepat,” ucap suaminya punya firasat yang tidak baik tentang Faisal
“Yah, dia baik lihat saja , semua dibelikan untuk ana-anak”
“Bu, kalau seseorang ada kemauannya ia akan melakukan semuanya”
“ Dia lebih baik dari Farel, lelaki jahat yang menyia-nyiakan putriku dan cucuku,” ujar Bu Juminten.
“Bu, Alisa saat ini masih istri Farel, mereka belum resmi bercerai”
“Secara agama sudah Yah”
“Ibu hanya yang terbaik untuk keluarga kita, untuk anak-anak kita, kalau ada yang kaya dan baik untuk apa mempertahankan lelaki jahat seperti Farel dan ibunya”
“Bu, kamu dulu tidak matre, kenapa sekarang berubah?”
“Ibu hanya berpikir logis saja”
“Itu tidak berpikir logis, tapi terpengaruh oleh uang dan harta si Faisal”
“Ya itu benar, dia kaya dan baik”
“Kalau Ibu masih bersikap seperti ini lebih baik kita pulang ke kampung dan mejadi petani, itu lebih baik dari pada kamu terpengaruh kehidupan di kota Jakarta ini,” ujar suaminya.
Desi dan Alisa mendengar semuanya, mereka semakin khawatir kalau Faisal sudah membawa pengaruh yang buruk sama ibunya. Melihat kedua orang tuanya berdebat Alisa jadi sedih, ia keluar dari rumah dan duduk di luar.
“Mbak, seandainya kamu masih di sini, semuanya tidak seperti ini,” ujar Alisa pelan ia mengusap air matanya dengan pelan.
Saat ia duduk sendiri, adik Alisa baru pulang tugas.
“Apa yang mbak, lakukan di luar?”
“Ki, sudah lama ?”
“Tidak baru tiba.” Lelaki yang berprofesi sebagai polisi itu menatap Alisa.
__ADS_1
“Apa ada masalah lagi?”
“Ibu, dia memintaku untuk menerima pinangan Faisal”
“Apa mbak tidak suka, dari pada suami mbak yang jahat itu, dr. Faisal jauh lebih baik.” Riski ikut membela Faisal, mereka tidak tahu betapa liciknya lelaki tersebut, ia punya rencana yang gila untuk Alisa. Alisa tidak ingin berdebat dengan keluarganya karena tahu, mereka semu masih sangat membenci Farel.
“Aku tidak akan berpisah dengan mas Farel, Ki … dia suami mbak”
“Tapi mbak, suami mbak itu kejam dan jahat, begitu juga dengan kakaknya dan ibunya, aku berharap mereka berdua membusuk di penjara,” ujar adik Alisa, ada rasa sedih dan kasihan pada Farel, kerena semua orang membencinya tanpa tahu apa yang terjadi sebenarnya.
Di rumahnya.
Faisal, menelepon polisi yang ia bayar untuk mengawasi Farel, saat melihat rekaman Farel mengecup bibir Alisa, ia semakin marah.
“Kenapa ini bisa terjadi, kenap Alisa masih mau bersama suaminya yang tidak berguna itu,” ujar Faisal marah.
“Bu Alisa sendiri yang datang ke rungan Farel Dok,” ujar seorang polisi yang dibayar Faisal.
“Berikan pelajaran pada Farel, hingga dia menyesal telah di lahirkan ke dunia ini”
Apa yang akan Faisal lakukan pada farel di penjara ? ikuti terus ceritanya.
Bersambung ….
KAKAK JANGAN LUPA KASIH KOMENTAR DAN PENDAPAT KALIAN DI SETIAP BAB DAN JANGAN LUPA JUGA.
Bantu share ya Kakak.
Fb Pribadi: Betaria sona Nainggolan
FB Menulis; Nata
Ig. Sonat.ha
LIKE, VOTE DAN KASIH HADIAH
Baca juga karyaku yang lain
-Aresya(TERBARU)
-The Cured King(TERBARU)
-Cinta untuk Sang Pelakor (Tamat)
-Menikah dengan Brondong (Tamat)
-Menjadi tawanan bos Mafia (ongoing)
Bintang kecil untuk Faila (tamat)
__ADS_1