Menikah Dengan Abang Ipar

Menikah Dengan Abang Ipar
Bantuan Dari Mantan Kekasih


__ADS_3

 Brata mantan atasan Farel, pensiunan polisi itu, sepertinya mencari ketenangan di masa tuanya, ia sengaja tinggal di Bogor di tempat yang jauh dari keramaian, dan untuk akses masuk ke rumahnya tidak ada angkot, karena itulah Alisa kesusahan saat pulang dari sana.


Walau ada rasa lelah di wajahnya, tetapi ia sedikit merasa laga, karena lelaki paruh baya itu setuju akan  membantu Farel, seperti yang diminta Alisa. Mereka berencana mengungkap ke media semua tentang penyiksaan yang di alami Farel, Alisa masih berjuang untuk suaminya sebelum kasusnya akan di limpahkan ke tahap selanjutnya,  jika kasus farel sudah ke tahap persidangan. Alisa khawatir Farel akan dipecat dari kepolisian secara tidak hormat.


‘Aku akan berjuang untuk Mas, bertahanlah’ ucap Alisa dalam hati.


Sebenarnya saat pulang dari rumah mantan atasan suaminya , ia sudah sempat khawatir, ia takut kerena hari sudah mulai sore,ternyata Dimas tidak membiarkan Alisa sendirian, walau ia menolak,  demi kebaikan Alisa Dimas harus memaksanya untuk  masuk ke dalam mobil.


Kini dalam mobil Alisa tampak sangat canggung pada lelaki yang hampir jadi imannya, lelaki yang menjalin hubungan dengannya dengan waktu yang lama, Dimas lelaki yang malang ia hanya menjaga jodoh orang lain selama lima tahun.


Tidak mudah untuk mereka berdua menjalani  semua itu, tetapi takdir memaksa keduanya untuk menerimanya, Alisa selalu berharap lelaki yang berprofesi sebagai tentara itu mendapat pengganti dirinya, wanita yang baik, karena ia tahu Dimas lelaki yang baik,  juga berasal dari keluarga baik-baik juga.


Mereka masih diam, hanya suara mesin mobil yang menderu halus.


“Terimakasih Mas,” ucap Alisa memulai obrolan.


“Sama-sama Sa, apa boleh aku tahu tujuanmu bertemu Pak Brata?”


“Itu tentang  Farel,” ujar Alisa dengan suara pelan, Dimas melirik wajah wanita cantik di sampingnya, Alisa  terlihat sangat sedih saat menyebut nama suaminya.


“Apa Farel, masih di penjara?”


“Ya,” jawab Alisa  matanya menatap  kearah jalanan.


‘Apa itu cinta apa hanya rasa kasihan, Sa?’ tanya Dimas dalam hati.


“Ada yang bisa aku bantu, Sa?”


Alisa menarik napas, tadinya ia tidak enak untuk memberitahukan semuanya pada Dimas, tetapi,  ia berpikir ia tidak punya orang lain yang ia bisa menolongnya, bahkan adiknya sendiri sangat membenci Farel. Padahal Riski juga seorang polisi, tetapi karena sifat buruk Farel dan keluarganya selama ini pada si kembar, Risky sangat membenci abang iparnya tersebut,  ia selalu tidak senang sama mbaknya kalau Alisa menjenguk Farel di penjara.


“Ada seseorang yang sengaja menjebaknya di penjara, karena Farel memiliki bukti korupsi para rekannya”


“Maksudnya … ada kasus selain pemukulan?”


“Ya, pemukulan itu hanya sebagian kecil dari masalah yang menimpanya”


“Apa bukti itu yang kamu berikan ke Pak Brata?”


“Ya, aku tidak punya siapa- siapa yang aku minta tolong”

__ADS_1


“Apa ada orang lain yang mengetahuinya?” tanya Dimas menatap Alisa dengan tatapan serius. Ia tahu nyawa wanita itu dalam polisi apa lagi jika berurusan keterlibatan seorang pejabat polisi.


“Ada,  namanya Reimon, dia penjaga lapas yang menyelamatkan Farel”


“Sa, kenapa kamu mau terlibat, nyawa kamu dalam bahaya”


“Aku tidak ingin, Farel mati di siksa di penjara Mas, kemarin aku melihat rekaman penyiksaan itu, dia tidak punya siapa-siapa, dia hanya punya aku yang bisa menolong”


“Tapi tidak seharusnya, Farel meminta kamu, melakukan itu”


“Lalu dia meminta bantuan siapa lagi?”


“Baiklah, biarkan aku membantu  Farel Sa”


“Tapi … apa nanti kata bunda kamu, beliau sudah meminta kamu, agar jangan membantu,” ujar Alisa  dengan suara pelan.


“Lalu … apa aku harus diam saja saat kamu dalam bahaya?”


“Aku akan meminta orang lain, asal jangan kamu”


“Kalau kamu meminta  bantuan orang yang tidak kamu kenal, nyawa kamu dalam bahaya, bukan hanya kamu,  semua keluarga kamu dalam bahaya, termasuk karier Risky, Sa masalah yang kamu hadapi ini tidak semudah yang kamu bayangkan,”ucap Dimas, ia mengingatkan Alisa.


“Aku juga tidak mau kamu jadi ikut terseret dalam masalahku, Mas”


Alisa tidak bisa menolak lagi, ada banyak rasa yang berkecamuk dalam dadanya, kalau ia membiarkan mantan kekasihnya untuk membantunya, ia takut Farel mengetahuinya dan marah padanya, Alisa juga takut orang tua Dimas mengetahuinya dan salah paham lagi padanya.


‘Ya Allah apa yang aku lakukan’ ucap Alisa dalam dalam hati, ia membenarkan posisi duduk, karena kelelahan dari tadi pagi Alisa tertidur.


Dimas  belum menyadari wanita cantik itu tertidur di sampingnya.


“Sa, wanita yang tadi … itu” Ia menoleh ke sampingnya, ternyata Alisa sudah tertidur pulas.


‘Dia , pasti sangat lelah satu hari ini, kasihan Alisa, aku tidak  kenapa wanita sebaik dia mendapat cobaan hidup yang seberat  itu’ Dimas membatin,  ia menyetir pelan-pelan, agar Alisa tidak terbangun,  tiba di sebuah tempat  makan, ia tidak tega membangunkan Alisa saat menoleh jam di pergelangan tangannya, sudah hampir jam tujuh, ia  melihat di samping restoran Padang ada mesjid, menunggu Alisa  bangun Dimas  menunaikan sholat dhuha.


Setelah tertidur beberapa menit Alisa bangun, ia kaget saat melihat mobil berhenti


“Mana Dimas?” Tanya Alisa panik, ia terbangun karena mengalmi mimpi buruk.


Saat melihat lelaki bertubuh tinggi tegap itu keluar dari mesjid, bibirnya menyebut  memegang dada.

__ADS_1


“Sudah bangun Sa, kita makan dulu apa kamu sholat dulu?” tanya Dimas, kebiasannya tidak pernah berubah dari dulu, selalu mengingatkan Alisa sholat, saat mereka  masih punya hubungan dulu.


“Aku lagi halangan Mas,” ujar Alisa pelan.


“Oh, kalau begitu kita makan saja”


Alisa melihat kanan kiri, ia wanita yang selalu menjaga martabatnya sebagai seorang istri,  sebenarnya ia tidak mau  naik mobil dengan pria yang bukan suaminya, tetapi semua ini karena terpaksa.


“Mas Dimas saja, aku takut dilihat orang”


“Sa,  tidak apa-apa , tidak akan ada yang melihat kita di sini”


Alisa turun karena sebenarnya, ia juga sudah kelaparan, ia hanya makan sedikit nasi tadi pagi, saat pesanan datang tanpa sadar dimas menyisihkan duri-duri ikan bakar  milik Alisa, lalu ia meletakkannya di depannya, detik kemudian,  ia tersadar dan sama-sama diam. Karena saat mereka bersama Dimas selalu seperti itu sama Alisa menyisihkan duri-duri ikan saat pesan ikan.


“Maaf kalau kamu tidak mau bekas tanganku, punyaku belum disentuh,” ucap Dimas merasa tidak enak.


“Tidak apa-apa ini juga tidak apa-apa, Mas hanya lupa”


Dimas menghela napas panjang, inilah yang akan terjadi kalau mereka sering bertemu mulut bisa berbohong tetapi hati tidak.


‘Sebenarnya aku tidak ingin seperti ini, aku tidak ingin perasaan ini muncul lagi, tapi aku tidak tega membiarkan Alisa menghadapi  masalahnya sendirian’ Alisa membatin.


Saat dia tidak punya siapa-siapa untuk menolong, maukah Alisa menerima bantuan mantan kekasihnya?


Ikuti terus cerita’Menikah Dengan Abang Ipar’ cerita yang sangat bagus, menggambar kan wanita yang kuat dan soleha.


                          Bersambung.


Kakak Baik mohon bantunya ya, untuk like, vote dan komentar karya ini, kasih hadiah juga agar authornya tambah semangat untuk update tiap hari


Baca juga karyaku yang lain ya.


-Aresya(TERBARU)


-The Cured King(TERBARU)


-Cinta untuk Sang Pelakor (Tamat)


-Menikah dengan Brondong (Tamat)

__ADS_1


-Menjadi tawanan bos  Mafia (on going)


Bintang kecil untuk Faila (tamat)


__ADS_2