
Orang jahat akan mendapat balasan dari kejahatannya cepat atau lambat, karena setiap perbuatan manusia baik, maupun jahat akan di catat malaikat.
Itulah yang selalu diyakini Alisa.
Hal itu terbukti, akhirnya Dinar orang yang jahat itu di tangkap polisi saat pulang ke indonesia, setelah dua polisi menjebaknya menyuruhnya pulang pura-pura mengaku Farel.
Setelah pemeriksaan yang panjang dan penuh drama, akhirnya wanita yang memiliki tempramental buruk itu, di jebloskan ke penjara, Farel tidak bisa menolongnya, karena Alisa sebelumnya sudah memberikan rekaman di mana wanita jahat itu menyakiti si kembar.
Totalnya ada enam rekaman yang semuanya berisi teriakan, membanting barang-barang di kamar si kembar, memaki-maki dengan kata-kata kasar, hingga puncaknya melempar baby Akmal ke lantai.
Farel kaget, ternyata Alisa memasang cctv di rumahnya secara diam-diam.
Ia juga tidak tahu kalau istrinya akan membantu polisi untuk memenjarakan sang kakak. Tetapi Farel melongo saat melihat Dinar melakukan hal yang kejam pada anaknya selama ini.
Ibu Farel sangat terpukul saat melihat rekaman di mana dirinya dan putrinya menyakiti cucunya sendiri. Wanita tua itu sangat menyesal atas kelakuan mereka di masa lalu. Tetapi tidak ada artinya menyesal, nasi sudah menjadi bubur.
Satu hal yang pasti, alam menghukum keluarga Farel, Dinar juga akhirnya menerima hukumannya tanpa banding.
Ia juga begitu terpukul saat tahu kalau si kembar anak kandung Farel dan tuduhan yang ia lontarkan pada Ratna selam ini fitnah.
Dinar lebih merasa bersalah lagi, ketika rekaman cctv itu di putar di pengadilan, sebagi bukti kuat dalam persidangan, tetapi bukan vonisnya yang membuatnya sangat menyesal. Tetapi yang membuat wanita itu merasa sangat terpuruk saat Farel melihat, bagaimana selama ini, ia bersikap buruk pada Alisa dan si kembar.
“Aku akan kehilangan anak-anakku dan istriku karena rekaman itu,” ujar Farel pada ibunya dan Dinar.
“Maaf,” ujar ibu Farel yang ter-isak-isak sangat menyesal.
“Aku juga meminta maaf, aku tidak tahu, Farel, aku ingin bertemu Alisa dan mereka berdua, aku ingin meminta maaf,” ujar Dinar menangis.
“Tidak usah, saat kamu di penjara, aku juga akan masuk penjara, karena aku juga melakukan tindakan kriminal. Jadi saat ini, lebih baik aku diam dan mungkin lebih baik a mati,” ujar Farel putus asa.
__ADS_1
Mendengar kata-kata putus asa yang keluar dari mulut Farel, ibu Farel menyalahkan dirinya.
Sidang kedua, Desi datang sebagai saksi, bukan hanya Desi yang berani datang, bahkan Siti mantan asisten rumah tangga Farel berani datang, kini orang-orang yang dulu ia gaji dan beri pekerjaan. Namun, kali ini mereka datang bukan untuk menolong, tetapi untuk menjebloskan mantan majikan ke penjara.
Farel dan sang ibu terus saja melihat ke arah pengunjung sidang, berharap Alisa dan anak kembar datang, ia ingin melihat Alisa walau hanya sebentar, tetapi sejak Alisa memberitahukan kalau si kembar putranya, ia tidak pernah melihat mereka.
Baik kali ini, Alisa memilih tidak menghadiri , ia meminta Desi yang menghadiri sebagai saksi.
Farel hanya duduk menunduk, ia bahkan tidak berani melihat kearah orang-orang yang hadir di ruang sidang, tertangkapnya sang kakak seolah-olah mematahkan kedua kaki Farel, ia malu merasa tidak berdaya lagi apalagi dia sendiri yang meminta sang kakak untuk melarikan diri.
Beberapa rekannya sesama polisi yang ikut dalam ruang sidang menatapnya dengan tatapan puas, mereka seolah-olah menunggu hari kejatuhan untuk dirinya.
“Aku yakin dia akan gila sebentar lagi,” bisik rekan kerja yang membenci dirinya.
“Hari untuk dia sudah berakhir, dia akan susah tidur selamanya.” timpal rekanya yang duduk di sampingnya.
Desi menjabarkan semua kelakuan buruk Dinar pada si kembar, tetapi ia tidak mau menyingung yang lain, termasuk ibu Farel dan Farel.
“Hanya bersangkutan yang mulia”
“Lulu bagaimana dengan hubungan antara suami dan istri?”
“Baik, Yang mulia”
Hakim melihat berkas data yang dipegang, catatan dalam berkas hubungan suami istri tidak harmonis. Tetapi Desi tidak ingin menyudutkan Farel dan ibunya.
Tujuan dia hanya Dinar, wanita jahat yang selalu menghinanya dengan kata-kata kasar. Kedua saksi yang di hadirkan di persidangan Dinar tidak ada yang menyudutkan Farel, tujuannya hanya Dinar.
Itu juga yang di katakan Alisa.
__ADS_1
“Tujuan kita hanya ingin memenjarakan Dinar, kalau hakim bertanya tentang Farel, katakan hal yang baik saja, kalau berat untuk menjawab, katakan saja tidak tahu, karena Farel jarang di rumah”
“Baik Bu, lalu bagaimana dengan ibunya Farel? bukankah dia banyak melakukanya?” tanya Desi memikirkan orang tua yang kelakuan mirip lampir itu membuat wanita geram.
“Kita tidak perlu melibatkannya juga, mereka akan mendapat hukuman masing-masing tetapi bukan dari kita,” ujar Alisa, sebelum Desi berangkat ke persidangan.
Demi si kembar, ia memberanikan diri, ia bersaksi untuk membuat Dinar menjadi tahanan.
*
Setelah menjalani persidangan selama tiga kali, akhirnya wanita yang bernama Dinar wulandari dinyatakan bersalah, Hakim memvonisnya menjalani hukuman selama lima tahun penjara, hukuman lima tahun sudah di potong setengah dari tuntutan jaksa penuntut yang meminta Dinar di hukum selama sepuluh tahun, dengan tuduhan ‘Melakukan kekerasan pada anak di bawa umur’ harusnya dia di tuntut lima belas tahun penjara’ Dalam kasus kekerasan anak’.
Farel dan pengacara hanya bisa berjuang sampai di situ, tidak melakukan banding, karena sebagai polisi yang bertugas menegakkan hukum.
Ia tahu persis apa yang di lakukan sang kakak hal yang salah dan hal yang tidak bisa dimaafkan. Namun Farel kali ini bagai makan buah simalakama,
Disisi lain yang jadi korban anaknya sendiri dan pelakunya adalah kakaknya sendri.
Setelah semua berkas perkara sudah selesai, dan semua saksi sudah dihadirkan, kecuali saksi Alisa, ia enggan datang dan tidak mau bertemu dengan keluarga Farel.
Akhirnya Dinar dijebloskan ke penjara, melihat putri kesayangannya masuk penjara dengan waktu yang lama. Ibu farel pingsan dan harus di larikan ke rumah sakit.
Wanita harusnya ikut ke dalam penjara, karena dalam rekaman cctv ia juga beberapa kali meneriaki baby kembar dan beberapa kali terlihat membawa gunting untuk memotong rambut Baby kembar.
Namun, Alisa memilih menghapus video keterlibatan ibu Farel, Alisa ingin Dinar saja yang mendapat hukuman.
Dinar mendapat hukuman dari sikap arogannya dan sikap sombong nya selama ini, untuk lima tahun ke depan ia akan hidup di dalam hotel prodeo, hidup dalam penyesalan.
Bersambung ….
__ADS_1
Bantu like dan komen di setiap bab nya ya kakak,biar semakin semangat nulis nya.
Terima kasih telah membaca karya saya