
Setelah selesai persidangan, Dimas dan Bona membawa Alisa keluar dari gedung itu dengan diam-diam, dalam mobil, Dimas marah padanya.
“Sa, kamu ingin cari mati, kenapa kamu datang ke persidangan? aku sudah memintamu untuk tetap di rumah, bawa anak-anak lagi, semua ini tidak semudah yang kamu lihat Alisa … kamu membuat suamimu tidak berdaya tadi,” ujar Dimas.
“Apa dia tidak akan bisa bebas?”
“Kami sedang berusaha Bu, bersabarlah,” ujar Bona, lelaki Batak berwajah tegas itu yang jadi pengacara untuk Farel.
“Bang … apa menurutmu mereka aman untuk tetap tinggal di rumah itu?”
Dimas menatap sang pengacara, melihat tatapan kemarahan Faisal tadi, mereka yakin kalau lelaki jahat itu akan mencari Alisa.
“Untuk sementara bagaimana kalau Alisa tinggal di rumah saya, maksudku di rumah keluargaku,” ujar Bona.
“Ke-kenapa kami harus ke sana Pak Bona, kami punya rumah”
“Sa, Farel meminta kami, untuk menjual semua properti yang menyangkut namanya dan istrinya, dia tidak mau Faisal menyangkut-pautkan dengan almarhum kakakmu”
“Sebenarnya kesalahan Farel apa … kenapa sampai semua orang mengincarnya?”
“Kesalahan Pak Farel tidak ada, justru yang mengincarnya tersebut yang melakukanya kesalahan”
Farel tidak pernah menduga kasus kejahatan yang di bongkar di jajarannya menyeret begitu banyak nama dan beberapa pejabat penting, menyebabkan keluarganya dalam masalah.
Karena masalah yang sangat menegngakan tersebut pengacara Farel membawa Alisa dan si kembar ke rumah keluarganya di daerah Puncak Bogor.
*
Apa yang dilakukan Dimas. Terdengar juga oleh kedua orang tuanya, Dimas di telepon dan dipaksa untuk ulang ke rumah.
“Kamu pulang Bunda, menunggu di rumah,” ujar ibu Dimas.
‘Aku tahu, mereka sudah tahu semuanya’ Dimas membatin, setelah mengantar Alisa ke rumah Bona di Bogor , Dimas pulang ke rumah orang tuanya
Tiba di rumah keluarganya, Dimas akan disidang, seperti biasa, adik perempuannya yang bernama Farida yang mulai.
“Uda, bagaimana sih, pulang dari Jerman pulangnya ke rumah dulu bertemu orang tua, malah bertemu Alisa”
“Kamu salah Dek, uda tidak menemuinya hanya kebetulan saja di rumah Pak Brata”
“Ha. Itu dia yang ingin bunda tanyakan sama kamu. Bagaimana dengan Dila?”
“Bun, aku dan abang Dila sudah berteman baik, tidak ada niat untuk melamar adiknya”
__ADS_1
“Tapi dia suka sama kamu Da …,” ujar Farida adik Dimas.
Pak Anto ayah Dimas mantan pensiunan tentara, ia tipe lelaki yang tidak banyak bicara, saat istri dan anak perempuannya mencerca anak sulungnya dengan berbagai pertanyaan. Pak Anto hanya jadi pendengar.
“Ayah, katakan sesuatu sama anakmu,” pinta sang istri padanya.
“Dia baru juga masuk, masih lelah sudah langsung di cerca dengan ratusan pertanyaan, ya, suruh makan dulu, mandi dulu, biar segar gitu loh … dan otaknya juga segar”
Ibu dan anak perempuannya memasang wajah sinis menatap Dimas yang berdiri dan masuk ke kamarnya.
Keluarga Dimas tidak ingin anaknya dekat dengan Alisa lagi. Ibu Dimas sudah terlanjur sakit hati pada Alisa dan keluarganya, karena Alisa meninggalkan Dimas di sehari sebelum lamaran.
“Ayah harusnya kasih tahu Dimas agar jangan menemui Alisa lagi,” ujar Bu Yani istrinya.
“Ibu jangan menekannya seperti itu, nanti dia juga akan menceritakannya pada kita”
Setelah makan malam , Dimas kembali diajak bicara.
“Bunda tidak suka kamu menemui wanita itu lagi, kamu sadar donk Dimas, dia sudah jadi istri orang lain, apa lagi yang kamu harapkan dari istri lelaki lain”
“Aku hanya membantunya Bun, dia dalam kesulitan”
“Uda … adaa suaminya yang akan menolongnya, kenapa harus kamu yang repot”
“Besok kita akan ke rumah Pak Brata, kamu harus menikah dengan Dila,” ujar Bu Yani dengan tegas.
“Bun, aku bukan anak kecil yang akan dijodoh-jodohkan, aku akan menikah nanti kalau sudah menemukan wanita yang tepat”
“Tepat seperti apa …? Seperti Alisa?”
“Bun, maaf untuk saat ini, aku tidak bisa menerima permintaan Bunda”
“Dimas! Berhentilah mempermalukan keluarga ini”
“Aku melakukan apa Bun, hingga keluarga ini merasa malu”
“Kamu menemui mantan kekasihmu … kamu menemui istri lelaki lain,” ujar Bu Yani dengan marah.
‘Bun … andai kalian tahu, nasip buruk yang dialami wanita malang itu, mungkin kalian tidak tega untuk mengatakan hal seperti itu ucap Dimas dalam hati.
Tubuhnya bersama orang tuanya tetapi pikirannya selalu pada si kembar dan, Alisa bolak -balik ia mengecek layar ponsel miliknya berharap Alisa mengabarinya tentang keadaan mereka.
Keluarga Dimas sudah beberapa kali mencari wanita untuk mengantikan posisi Alisa di hati Dimas, tetapi dari sekian wanita yang dijodohkan, tidak ada satupun yang ia terima, lelaki bertubuh tegap tinggi itu selalu menolak wanita pilihan sang Bunda, hal itulah membuat keluarga Dimas sangat geram.
__ADS_1
“Lalu kalau kamu tidak mau menikah dengan Dila, lalu kamu mau menikah dengan siapa?” Tanya Bu Yani.
“Bu … aku akan menemukan jodoh yang tepat untukku nanti, jadi berhentilah mencari wanita untukku”
“Dimas, Bunda sama Ayah sudah tua, kami ingin melihat kamu menikah dan memiliki anak”
“Ya … nanti ada saatnya Bun”
“Sampai kapan!?”
“Bun … sudahlah jangan marah-marah seperti itu, dia bukan anak kecil yang harus dipaksa-paksa”
“Ya, dengarkan kata ayah,” ujar Dimas berdiri dan meninggalkan keluarganya.
“Apa kamu menolak wanita pilihan ibu lagi?” tanya wanita itu berdiri.
“Ya Bu, maaf”
“Ibu tidak akan menerima wanita itu lagi di rumah ini, sampai kapanpun”
‘Ya, aku juga tidak ada niat membawanya ke rumah ini, aku hanya membantunya dalam masa sulit ini, ini caraku membantunya, mana mungkin aku menutup mata aat ia, dalam keadaan susah”
“Apa kamu dengar Dim, bunda tidak akan memaafkan wanita itu!” Teriak Bu Yani menatap putranya.
“Baiklah Bun, lakukan apapun yang kamu mau, asal jangan menjodohkan ku dengan Dila, dia sudah aku anggap seperti adik sendiri, abangnya teman baikku,” ujar Dimas.
Ia naik ke kamarnya dan keluar membawa tas ransel besar, tidak ingin mendapat tekanan terus menerus dari orang tuanya, karena ia menolak di jodohkan, ia keluar dari rumah.
Bersambung ….
Kakak Baik mohon bantunya ya, untuk like, vote dan komentar karya ini, kasih hadiah juga agar authornya tambah semangat untuk update tiap hari
Baca juga karyaku yang lain ya.
-Aresya(TERBARU)
-The Cured King(TERBARU)
-Cinta untuk Sang Pelakor (Tamat)
-Menikah dengan Brondong (Tamat)
-Menjadi tawanan bos Mafia (on going)
__ADS_1
Bintang kecil untuk Faila (tamat)