
Di bukanya kertas tersebut oleh Arini lalu perlahan-lahan ia baca isi surat tersebut...
Hai,,cucuku kamu pasti sudah besar saat membaca surat ini,Nenek sangat menyayangimu.🤗
Nak ,sebelumnya nenek minta maaf kepadamu.
Nak, dulu nenek mempunyai teman sebelumnya nenek sudah berjanji dengannya jika kita mempunyai sepasang cucu akan kita jodohkan untuk mempererat tali persaudaraan kita.
Cucuku, harapan nenek cuman satu nenek berharap kamu bisa mengabulkan permintaan nenek ini.!!!
Tunggulah, mereka akan datang melamarmu suatu saat nanti.Sekali lagi nenek sayang kepadamu nak jagalah mamahmu.
Mah ini.??? tanya Arini yang seketika pikirannya jadi bleng setelah membaca surat tersebut.
Iya nak sebelum nenekmu meninggal dia sempat menulis surat itu untukmu ketika sudah besar nanti." ucap sang mamah mengusap lembut pipi anaknya.
Tapi mah Arini masih sekolah,trs Arini juga tidak ingin menikah muda." ucap Arini
Sayang, kamu tidak akan menikah saat ini tapi nenekmu berpesan bila nanti saat nya kamu menikah maka kamu harus menikah dengan cucu dari temannya nenek." ucap sang mamah
Tapi mah Arini tidak mau di jodohkan." tolak Arini
Sayang,ini amanat." ucap sang mamah yang tak tega melihat anaknya.Seketika Arini pun hanya bisa diam saja saat mendengar ucapan sang mamah.
Yaudah mas kami pamit pulang ya." ucap mmh arini kepada sang paman.
Loh tidak menginap toh.? tanya sang paman
Tidak mas, besok Arini harus sekolah gak enak kan baru masuk sekolah udah gak masuk." terang mamah arini lalu mereka pun bangkit dari duduknya dan keluar dari rumah sang paman.
Arini, kamu jangan merasa tertekan dengan wasiat nenek, pikirkan lah secara baik-baik." ucap sang paman mengelus kepala Arini.
__ADS_1
Ya paman."ucap Arini mencium tangan pamannya.Lalu mereka pun masuk ke dalam mobil.
Assalamu'alaikum." ucap mamah Arini melajukan mobilnya dan di balas lambayan tangan oleh sang paman.
•••
*Rumah Samuel*
Sayang." ucap mamah samuel kepada suaminya yang sedang membaca koran.
Hmmm." gumam suaminya
Apa ini saatnya untuk memberitahukan tentang wasiat mamah kepada Sam..?? ucap sang mamah lalu suaminya pun tiba2 melipat koran tersebut dan menyimpannya di atas meja.
Mungkin." ucap suaminya dengan mimik muka yang serius.
Lebih cepat lebih baik kan, tidak baik amanah di tunda-tunda." ucapnya lagi.
Hai,mah,pah." sapa Samuel.
Hai Sam." jawab sang mamah.
Sam sini duduk nak." titah papahnya menepuk-nepuk kursi yang kosong di sebelahnya.
Ada apa pah.? tanya Samuel heran sembari mendudukan bokongnya.
Ada yang mau mamah dan papah bicarakan kepadamu." ucapnya.
Apa.? tanya samuel penasaran.
Mah ,ambilah." titah papah samuel kepada istrinya lalu ia pun pergi menuju kamarnya tak lama kemudian dia pun kembali dengan membawa secarik kertas.
__ADS_1
Ini nak." ucap sang mamah memberikan sebuah kertas.
Apa ini mah.? tanya samuel penasaran.
Bacalah." titahnya
Lalu samuel membuka kertas tersebut dan membacanya ( kurang lebih isinya sama kek isi surat Arini ya geng)😁.
Maksudnya nenek ingin menikahkan ku dengan cucu temannya.? tanya nya setelah membaca isi surat tersebut.Dan di angguki oleh kedua orang tuanya.
Tapi Sam masih kecil mah, Sam juga masih sekolah kalau Sam menikah saat ini mau di kasih makan apa istri sam.?" ucap Samuel mencoba menolak permintaan neneknya.
Kamu tidak perlu menikah saat ini Sam, kalian bisa bertunangan terlebih dahulu." ucap sang mamah lembut.
Tapi mah sam tidak mengenal wanita tersebut." ucap Samuel.
Secepatnya kita akan menemui keluarganya." ucap papanya .
Tapi pah." ucap Samuel yang terpotong oleh ucapan papahnya.
Sam,ini wasiat ,ini amanah harus di kabulkan." ucap papahnya finish dan samuel pun hanya bisa pasrah mendengar ucapan papahnya.
Lalu samuel pun pergi menuju kamarnya meninggalkan mamah dan papahnya dari sana.
Sam ke kamar dulu." ucapnya berdiri dari duduk.
Sam." panggil sang mamah namun tidak di hiraukan oleh Samuel.
Sudah mah biarkan dia tenang dulu." ucap papa Samuel kepada istrinya.
Tapi pah apa kita tidak keterlaluan, apa kita tidak menekannya." ucap sang mamah khawatir.
__ADS_1
Sam udah gede mah, pasti dia juga akan berpikir secara dewasa." ucap papah samuel.