
Kini mereka pun telah keluar dari area Alun-alun tersebut.
Supir mu dimna Di.? tanya Arini
Gak tau ,bentar ya aku telpon dulu." ucap diana merogoh ponselnya dari dalam tas.
Mang dimana.? tanya Diana pada supirnya lewat sambungan telpon.
Di parkiran yang tadi non." jawab mang ujang
Oh aku kesana." ucap Diana mengakhiri panggilannya.
Ayo.!! ajak Diana menarik tangan Arini.
Kemana.? tanya Arini.
Ke parkiran, mang ujang sudah nunggu disana." ucap Diana lalu mereka pun menuju parkiran,hanya butuh waktu 10 menit dari area alun-alun menuju parkiran.Lalu mereka pun masuk ke dalam mobil.
Mang anterin temen aku dulu ya ke tempat yang tadi." titah Diana pada supirnya.
Siap non." ucap mang ujang perlahan-lahan mobil pun melaju meninggalkan area alun-alun.
Setelah menempuh perjalanan sekitar 40 menit akhirnya mobil pun sampai di rumah Arini.
Makasih ya Di udah nganterin." ucap arini turun dari mobil.
Sama-sama,yaudah gw balik dulu ya.Sampai ketemu di hari senin." ucap Diana
Ya hati-hati." jawab Arini lalu mobil pun melaju meninggalkan pekarangan rumah Arini,dan arini pun masuk ke dalam rumahnya setelah memastikan mobil diana sudah tidak terlihat lagi.
Assalamu'alaikum mah." ucap Arini menekan bel nya.
Wa'alaikumsalam, eh sudah pulang yah." ucap sang mamah saat membukakan pintu.
Hmm." gumam Arini merebahkan tubuh nya di sofa tamu.
Gimana rame tidak.? tanya mamah penasaran.
Awalnya rame, tapi berubah jadi menjengkelkan." ucap Arini mengingat kejadian saat beradu mulut dengan samuel.
Menjengkelkan bagaimna maksud mu.? tanya sang mamah heran.
Ya gitu, tadi aku ketemu kaka kelas aku mereka sangat menyebalkan." jelas Arini.
Mereka.?? tanya mamahnya.
Iya mereka pokoknya, kalau pun arini sebutin satu-satu mamah gak bakalan kenal, udah ah Arini mau ke atas dulu." pamit Arini bangun dari sofa menuju kamarnya.
Sedangkan sang mamah hanya bisa geleng-geleng kepala melihatnya.
••••
*Keesokan harinya*
__ADS_1
Hari ini adalah hari minggu hari libur sekolah.😁
Sayang bangun." ucap mamahnya sembari membuka pintu kamarnya.
Arin,bangun udah siang kamu ini anak gadis kok malas." ucap sang mamah kembali menggoyangkan tubuh Arini.
Apa sih mah, ini kan hari minggu Arini juga kan gak akan kemana-mana." ucapnya dengan mata terpejam.
Siapa bilang kita tidak akan kemana-mana, hari ini kita pergi ke makam ayah dan nenek." ucap mamahnya.
Pokoknya kalau dalam waktu 5 menit kamu belum bangun juga mamah potong uang jajan kamu." ancamnya .
Buru-buru Arini pun membuka matanya dan bangun saat mendengar ancaman sang mamah.
iya,iya Arini udah bangun nih awas kalau mamah potong uang jajan Arini." ucap Arini sewot.
Kalau di ancam masalah uang selalu aja cekatan." ucap sang mamah sembari mengacak-ngacak rambut anaknya.
Sudah cepetan sana mandi, mamah tunggu di bawah kita sarapan bareng." ucap sang mamah dan berjalan keluar dari kamar Arini.
Iya mah ." ucap Arini bangkit dari ranjangnya menuju kamar mandi.
Setelah 30 menit melakukan ritual mandinya kini Arini pun sudah selesai memakai baju rumahannya dan turun ke bawah menuju meja makan.
Ayo buruan sarapan keburu siang nanti kita berangkatnya." ucap sang mamah saat melihat anaknya turun.
Emang kita mau kemana mah.? tanya Arini memasukan makanan ke mulutnya.
Isssh anak ini, kan mamah tadi udah bilang mau ke makam ayah sama nenek." ucap sang mamah
Iya, bibi lagi sibuk soalnya." ucap sang mamah melanjutkan sarapannnya.
40 menit kemudian mereka pun telah siap untuk berangkat menuju kota B.
Mah apakah nanti disana kita akan menginap.? tanya Arini saat berada di dalam mobil.
Tidak sayang kan kamu besok sekolah, kita hanya sekedar mampir aja di rumah paman mu karena ada sesuatu yang mau di bicaran." ucap sang mamah lalu dia pun menyalakan mesin dan perlahan-lahan mobil pun keluar meninggalkan kediaman rumah Arini.
Kamu kalau ngantuk tidur aja." titah sang mamah.
Gak ah Arini mau nemenin mamah lagi nyetir." ucap arini.
Lalu suasana pun menjadi hening hanya terdengar deru mesin mobil.
Setelah menempuh perjalanan hampir 3 jam akhirnya mereka pun sampai di kota B.
Ayo turun." ucap sang mamah.
Loh, kenapa kita gak ke rumah paman dulu kenapa ke makan dulu.? tanya Arini saat turun dari mobil.
Gapapa ,biar bisa sedikit lama di rumah paman." ucap sang mamah melangkahkan kakinya mendekati makam alm suami dan ibu nya.
Assalamu'alaikum, mas,mah...kita datang ,maaf baru bisa menjenguk kalian." ucap sang mamah sambil berjongkok di hadapan makam alm suami dan ibu nya.
__ADS_1
Assalamu'alaikum Ayah, nek apa kabar.?? Arin kangen kalian." ucapnnya berkaca-kaca.Lalu mereka pun membaca doa bersama.
Udah ayo.!! ucap sang mamah setelah selesai mengirimkan doa kepada mereka.
Mas ,mah kita pamit pulang dulu ya, berbahagia lah kalian disana." ucapnya lagi sembari kedua matanya berkaca-kaca.
Ayo mah." ucap Arini memegang bahu sang mamah.
Lalu mereka pun meninggalkan area pemakaman dan menuju rumah pamannya.
••••
* Di kediaman paman Arini*
Assalamu'alaikum.!! ucap Arini dan mamh nya saat mereka sudah sampai di rumah sang paman.
Wa'alaikumsalam." ucap sang paman lalu Arini pun mencium tangan pamannya.
Din apa kabar? " ucap paman arini kepada mamahnya.
Sehat mas,mas dan keluarga bagaimana.? tanya mamah Arini
Alhamdulillah baik, ayo masuk." titah sang paman.
Lalu mereka pun masuk ke dalam dan duduk di ruang tamu.
Jadi kalian habis dari mana.? tanya sang paman.
Kita habis dari makam mamah dan Mas Rizal." ucap mamah arini.
Gimana Arini apakah kamu betah tinggal disna.? tanya sang paman.
Alhamdulillah paman Arini betah hehe." jawab Arini.
Oh iya Mas aku kesini sekaligus mau ngomongin tentang wasiat alm mamah sebelum meninggal dulu." ucap mamah Arini
Oh itu,kamu benar sudah waktunya Arini tau wasiat nenek nya." ucap sang paman
hah wasiat dari nenek, buat gw kah.? tapi masa iya.?" batin Arini bingung.
Mah wasiat apa sih.? tanya Arini kepada sang mamah.
Sudah nanti kamu juga akan tau." ucap sang mamah.
Yaudah saya ambilkan dulu yah wasiat nya." ucap sang paman.
Lalu sang paman pun pergi ke kamar nya, tak lama kemudian dia pun sudah kembali lagi ke ruang tamu sembari tangannya membawa secarik kertas yang di lipat.
Ini," ucap sang paman menyodorkan kertas tersebut kepada Arini.Seketika Arini pun mengernyit heran .
Bukalah, dan baca.! titah sang mamah.
Lalu Arini pun mengambil kertas tersebut dan membukanya secara perlahan.
__ADS_1
^
Bantu vote ,like dan follow akun author