
Kini Sam dan Gery pun sudah pulang dari club,namun saat di perjalanan seseorang mencoba memberhentikan mobilnya dengan cara melambaikan tangan.
Eh siapa tuh." tunjuk Gary saat melihat seseorang yang tak jelas jenisnya karena tersorot lampu mobil.
Lalu Sam pun memberhentikan mobilnya.Dan seseorang mengetuk kaca mobil Sam dari luar.
Toktoktok,,,,
Sam,,jangan di buka gw yakin itu perampok." ucap Gary memojokkan tubuhnya.
Apaan sih lu kayak cewek banget." ketus Sam,lalu dia pun menurunkan kaca mobilnya dan tampaklah seorang wanita yang tak asing di matanya.
Sam." ucap Diana saat tau siapa yang ada di dalam mobil.
Diana."ucap Sam kaget dan pria yang di sebelahnya pun seketika langsung menampakan dirinya di balik tubuh Sam.
Didi."ucap Gary kaget karena pacarnya ada di pinggir jalan tengah malam.
Gege." ucap Diana tak kalah terkejut.
Kalian habis dari mana.?tanya Diana penasaran.
Euummmh ,,,kita dari pesta pertunangan teman." ucap Gary sedikit gugup
Ooh." ucap Diana.
Kamu lagi apa disini.?tanya Gary saat dia sudah turun dari mobil dan menghampiri kekasihnya.
Ban mobilku bocor ,aku baru pulang dari bioskop sama Arini." jelas Diana.Mendengar nama tunangannya Sam pun buru-buru keluar dari mobil.
Dimana dia sekarang.?tanya Sam tak sabar.
Di mobil lagi tidur,mungkin dia kelelahan karena tadi kami sempat jalan-jalan sebentar di mall." ucap Diana dan Sam pun buru-buru menghampiri mobil Diana yang terparkir di pinggir jalan.
Di bukanya pintu mobil tersebut,nampak seorang wanita sedang tertidiur pulas seolah-olah dia sedang tidur di atas ranjang yang empuk.
Ampun nih anak gak pernah liat tempat kalau tidur." gumam Sam menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
Nyenyak banget bu." bisik Sam tepat di telinga Arini seketika Arini pun membuka kedua matanya dan saat matanya melihat ke arah Sam dia pun kaget dan mengira Sam adalah orang jahat.
Aaaaaakhhhh ,,,,siapa kau.? berani sekali kau menyentuhku dasar cabul aku akan mematahkan tulangmu." teriak Arini sambil memukul kepala Sam dengan tas nya.
Aww...dear ini aku Sam." teriak Sam sembari tangannya mencoba melindungi pukulan dari Arini.
Sam." gumam Arini kaget.Lalu di lihatnya sengan seksama wajah pria tersebut karena minimnya cahaya jadi Arini tidak bisa melihat dengan jelas jika sepintas.
Ah iya ini Sam tunanganku,tapi bagaimana bisa kamu ada di kamarku.?tanya Arini yang sedikit masih linglung dan dia belum menyadari bahwa dia berada di dalam mobil bukan kamar.
Kamar,kamar ,ini mobil non." ucap Sam mengacak-ngacak rambut Arini.Lalu dia pun melihat sekelilingnya dan benar saja dia berada di dalam mobil.Lalu dia pun teringat bahwa tadi dia habis nonton bareng Diana tapi dia merasa heran dimana Diana kenapa yang ada malah Sam ,pikir Arini.
Perasaan tadi aku berangkat sama Diana,dimana dia.?tanya Arini bingung sambil matanya mencari keberadaan temannya.
Diana ada di belakang lagi ngobrol sama Gary." jawab Sam sembari matanya menunjuk ke suatu arah dan Arini pun mengikuti arah mata Sam.
Ah,syukurlah aku pikir Diana meninggalkan ku di pinggir jalan." Arini mengelus dadanya merasa lega.
Kenapa kamu tidak bilang padaku jika kamu pergi ke luar.?tanya Sam
Kau lihat saja ponselmu berulang kali aku mencoba menghubungimu tapi tidak kau jawab." ketus Arini kesal saat mengingat dirinya mencoba menghubungi Sam tapi tidak di angkat oleh tunangannya.
Maafkan aku hp ku aku silent." ucap Sam memohon sembari mangantupkan kedua tangannya.
Ya,lain kali jangan kayak gitu." ketus Arini dan di angguki oleh Sam.
"Tapi tunggu deh ,kok kamu bisa ada disini.? apakah kamu baru pulang nonkrong.?tanya Arini penasaran
Aah haha iya,aku baru pulang dari nongkrong." ucap Sam gugup
Beneran.?tanya Arini penuh selidik.
Iya dear." jawab Sam tersenyum dan Arini pun seketika percaya akan ucapan Sam
Huh,untung saja dia tidak curiga."batin Sam membuang napasnya pelan.
Lalu Diana dan Gary pun menghampiri mereka.
__ADS_1
Loe udah bangun Rin.?tanya Diana dan hanya di balas anggukan oleh Arini.
Tapi kenapa kita bisa ada disini.?dan bagaimana bisa kamu bertemu dengan kedua pria ini.?tanya Arini sambil menunjuk ke arah Sam dan Gary.
Tadi ban mobil gw bocor, kebetulan mobil Sam lewat yaudah gw coba berhentiin aja untuk minta bantuan,eh pas gw liat siapa yang ada di dalamnya ternyata Sam." jelas Diana.
Loe tau gk Rin mereka beruda habis darimana." ucap Diana sinis memandang Gary.
Dari nongkrong sama temannya." jawab Arini polos.
Loe salah Rin,mereka habis dari club bilangnya sih ada undangan pesta dari temannya." ucap Diana seketika Arini pun menatap tajam ke arah Sam.
Saaam." panggil Arini dengan nada menakutkan dan diiringi dengan plototan matanya yang seakan-akan bola matanya bisa keluar.
Hehe dear maafkan aku." ucap Sam menunjukan wajah watadosnya.
****** gw.!!Alamat ketahuan ini mah" batin Sam yang sudah bisa di pastikan kucing betinanya akan mengamuk.
Kenapa kamu tidak jujur hah." teriak Ariini menjewer telinga Sam.
Ah,,,ampun sayang.Aku takut kamu tidak memberi izin." ucap Sam meringisi menahan sakit
Kaauuu." ucap Arini geram
Apa yang kamu lakukan di club,apakah kamu bersenang-senang dengan wanita lain disana,apakah kau merayu banyak wanita disana sehingga kamu tidak mau memberitahuku karena takut aku akan melarangmu.? Borong Arini dengan banyaknya pertanyaan tanpa jeda.
Ooh ,,,sekarang aku tau alasannya mengapa kamu mensilent kan ponselmu,kau takut aku mengganggu waktumu dengan wanita disana kan.? ayo ngakuu." teriak Arini masih dengan posisi menjewer telinga Sam.
Aw..sayang sakit.Tolong lepaskan tanganmu ini,kau akan membuat telingaku putus." ucap Sam penuh dengan permohonan.
Biarin saja putus,aku akan menggantinya dengan telinga kelinci." ucap Arini dengan nada kesalnya.
Maafkan aku,aku tidak akan mengulanginya lagi.Bahkan aku tidak kegenitan dengan wanita disana kau bisa tanya langsung sama Gary,aku kesana hanya menghargai undangan dari teman lamaku."jelas Sam namun Arini tetap saja tidak percaya mana ada pria yang tidak akan tergoda dengan wanita yang ada di club secara mereka berpakaian seksi juga mempunyai body bak gitar spanyol.
Sudah sudah,lanjutkan pertempuran kalian di mobil .Ini sudah malam kita harus segera pulang." ucap Diana yang sama kesalnya kepada Gary karena dia juga tidak memberitahunya.
Lalu mereka pun masuk ke dalam mobil dengan posisi Gary yang menyetir,dan Sam duduk di belakang bersama Arini.
__ADS_1
Tidak ada yang membuka suara selama di perjalanan semunya diam menahan kekesalannya masing-masing.