
Pagi telah tiba dan sinar matahari sedikit menembus melalui celah-celah kamar yang mana disana masih ada sepasang pengantin baru yang masih tertidur pulas.Tidak ada kata kegiatan panas yang terjadi di antara mereka tadi malam layaknya pengantin baru kebanyakan mereka hanya menghabiskan waktu dengan saling berbicara satu sama lain hingga akhirnya mata mereka terpejam terbang ke alam mimpi.
Eeuuuh.." Arini menggeliatkan tubuhnya namun sangat sulit sekali,dia merasa tubuhnya di tahan oleh lengan seseorang.
"Kenapa tubuhku sulit di gerakan ."batinnya dengan mata terpejam saat kesadarannya belum terkumpul.
"Apa jangan-jangan aku sudah mati."batinya lagi dan perlahan-lahan dia pun mencoba untuk membuka matanya.
Perlahan-lahan ia buka matanya dan terlihatlah sosok pria tampan di hadapannya sedang tertidur pulas sambil memeluknya,hampir saja dia berteriak dia lupa bahwa kemarin dia sudah resmi menjadi istri Sam.
Tampan."batinnya terus memandang wajah Sam yang sedang tidur,wajahnya terlihat seperti anak kecil lucu dan menggemaskan.
Huuuh.." Arini mencoba menggoda Sam dengan cara meniup wajahnya sedangkan Sam hanya menggerakan wajahnya sesaat dan tertidur lagi.
Lagi-lagi Arini meniup wajah Sam,dan itu membuat Sam mengerjapkan matanya.
Aku masih ngantuk dear." gumam Sam semakin erat memeluk tubuh Arini.
Bangun ini udah pagi." ucap Arini karena saat itu waktu sudah menunjukan pukul 07:00.
10 menit lagi,aku masih ngantuk semalam aku susah tidur." gumam Sam sambil matanya terpejam dan Arini hanya bisa membuang napas pelan.
Oke hanya 10 menit gak lebih."ucap Arini namun dia terus mengganggu Sam ,sesekali dia mencium kening Sam dan itu membuat Sam membuka matanya.
Kau sedang menggodaku." ucap sam dengan suara seraknya.
Tidak." bantah Arini
Memangnya aku tidak boleh mencium suami sendiri."ucapnya lagi.
Tentu saja aku sangat senang jika setiap pagi kamu memberikan ciuman kepadaku,tapi bukan ciuman di kening tapi disini." ucap Sam menunjuk bibirnya.
"Cup" dia pun mencium bibir Arini sekilas.
"Nah seperti itu." ucapnya lagi
Yayayaya terserah kamu,awas aku mau ke kamar mandi dulu."ucap Arini menggeserkan tangan dan kaki Sam yang ada di atas tubuhnya.
Biar aku gendong." Sam buru-buru bangun dan hendak turun dari ranjang.
__ADS_1
Tidak perlu,aku masih sanggup berjalan." Ucap Arini langsung lari ke arah kamar mandi.
Ck,dasar wanita aneh,suami mau bersikap romantis malah di tolak." cibir Sam saat melihat Arini menutup pintu kamar mandi sedikit keras.
20 menit kemudian Arini pun keluar dari kamar mandi dan disana tidak ada Sam,entah pergi kemana pria itu saat ini.
Kemana dia."gumam Arini sambil matanya celingak-celinguk mencari sang suami tak berselang lama pintu pun terbuka menandakan ada seseorang yang masuk lalu Arini membalikan badannya melihat siapa yang datang.
Dari mana.? tanya Arini saat tau siapa yang datang.
Oh...dari bawah,ada urusan sedikit." ucap Sam,dan Arini hanya menganggukan kepalanya tanda mengerti.
Greeep...." Sam memeluk tubuh Arini dari belakang saat dia sedang mengeringkan rambutnya.
Aku ingin memakanmu." bisik Sam tepat di telinga Arini .
Apakah harus sekarang.? tanya Arini mengelus pipi suaminya.
Emang boleh kalau sekarang ? tanya Sam membalikan tubuh Arini untuk menghadapnya.
Tentu,tapi kita harus pergi ke Rumah Sakit dulu untuk memasang alat pengaman." jelas Arini melingkarkan tangannya di pinggang Sam.
"Takutnya jika harus ke Rumah Sakit dulu kelamaan." ucapnya lagi sedikit merengek.
Bagaimana ya.? ucap Arini sedikit berpikir mempertimbangkan saran dari suaminya.
Ayolah,aku sudah tidak sabar ingin melakukannya sekarang." Lagi-lagi Sam merengek bak anak kecil kepada Arini.
Ya ampun mengapa sekarang kamu begitu menyebalkan sekali Sam." grutu Arini sedikit jengkel melihat tingkah suaminya yang manja.
Aku udah nahan dari semalem sayang,tadinya aku pengen ngelakuinnya pas tadi malam tapi aku tidak tega liat kamu yang kelelahan."jelas Sam sesekali dia mencium leher Arini sehingga membuat tubuh Arini menggeliat.
Awww..." pekik Arini saat Sam memberikan tanda merah di lehernya.
"Sakit tau,kamu ini apa-apaan sih maen sedot aja leher orang." grutu Arini memukul lengan Sam pelan.
Hehe...aku gak tahan lihat leher kamu yang putih nan mulus ini." Sam hanya tertawa renyah saat istrinya cemberut.
Dasar vampir." ucap Arini lalu dia pun melepaskan pelukannya dan duduk di depan cermin untuk merias wajahnya agar sedikit terlihat fresh.
__ADS_1
Kamu sudah pesankan sarapan.? tanya Arini di sela-sela kegiatannya,sedangkan Sam duduk di kasur memandang istrinya dari pantulan cermin.
Udah,mungkin sebentar lagi." ucapnya dan benar saja tak berselang lama seseorang pun mengetuk pintu kamar mereka.
Biar aku aja." ucap Sam menahan istrinya saat hendak berdiri.Lalu Sam pun membuka pintu kamarnya dan benar saja itu adalah pegawai hotel yang mengantarkan sarapan.
Lalu pegawai tersebut masuk dan langsung menatap semua makanan di atas meja.
Oh iya mas,ini pesanannya yang tadi." ucap pegawai tersebut memberikan kantong kresek berwarna hitam kepada Sam
Makasih." ucap Sam menerima kantong kresek tersebut sambil memberikan uang 20 ribu sebagai tips.Lalu pegawai tersebut keluar dari kamar Sam setelah semua pekerjaannya selesai.
Apa itu.? tanya Arini menatap Sam yang membawa kantong kresek di tangannya.
Nih,buka aja sendiri." titah Sam memberikan kantong kresek tersebut kepada Arini lalu Arini pun menerima kantong kresek tersebut dan langsung membukanya,seketika keningnya pun mengerut saat melihat isi kantong kresek tersebut.
Apa ini.? tanya Arini mengambil barang tersebut.
Baca aja,katanya pintar tapi itu aja kok gak tau." jawab Sam berlalu meninggalkan Arini ke kamar mandi.
Pil kb." gumam Arini saat membaca tulisan tersebut.
" Bagaimana cara menggunakannya? gumamnya lagi sambil membolak-balikan pil tersebut.
" Ah...aku tanya mamah aja nanti." ucapnya lalu menyimpan pil tersebut di dalam tasnya.
Sekarang udah tau.? tanya Sam yang tiba-tiba keluar dari kamar mandi dan di angguki oleh Arini.
Udah di minum.? tanya Sam mendekati Arini yang duduk di sofa.
Belum." jawab Arini sedikit menggelengkan kepalanya.
Loh kenapa gak langsung di minum sayang,aku tuh sengaja beli itu khusus buat kamu agar kita bisa segera lakuin yang ena-ena." goda Sam sambil mengedipkan matanya berulang kali.
Dasar genit." cebik Arini mencubit perut Sam.
Awww....sakit sayang.Kenapa malah nyubit sih." ketus Sam mengusap-ngusap perutnya.
Hehe maaf !!! udah ah ayo kita makan aku udah laper." ajak Arini menyeret tangan Sam dan Sam pun menuruti keinginan istrinya.
__ADS_1