Menikah Karena Wasiat

Menikah Karena Wasiat
Bab 84


__ADS_3

Sudah hampir 1 jam Rian menunggu Selvi dan Amira belanja,namun mereka tak kunjung kembali.Dan lebih parahnya sang Bos sudah bangun dari setengah jam yang lalu.


"Kau bilang mereka sebentar,ini sudah hampir berapa jam mereka belum datang hah.???" Sam sudah sangat marah menunggu kedua wanita tersebut.


"Maaf Bos,mungkin sebentar lagi."jawab Rian tertunduk takut.


"Dari tadi kau jawab seperti itu,lagian kenapa kamu menuruti permintaan mereka.???Yang gaji kamu itu aku atau mereka.???" Sentak Sam,dia benar-benar sudah habis kesabaran.


"Sudahlah,lebih baik kita tinggalkan saja mereka." tungkas Sam


"Tapi bos..." Rian bingung


"Kau mau menuruti perintahku atau mereka.??" tanya Sam dengan terpaksa Rian pun menganggukan kepalanya.


Mobil pun melaju meninggalkan area parkiran mall,ah bukan lebih tepatnya meninggalkan kedua wanita yang berada di dalam yang masih sibuk palah-pilih berbagai jenis barang.


"Sekali lagi kau berbuat seperti itu,kau akan ku pecat." ancam Sam


"Tidak akan lagi bos." jawab Rian sedikit takut.


_______________


"Bu...apakah kita masih lama.????" tanya Amira


"Sebentar lagi Mir." jawab Selvi yang masih memilih-milih baju.


"Tapi ini udah hampir 1 jam lebih ,bagaimana kalau Tuan Rian meninggalkan kita.?"ucap Selvi


"Tidak akan,tenang aja.Lagian si macan nya juga sedang tidur pulas." ujar Selvi acuh


"Ya bisa ajakan bu Tuan Sam sudah bangun." ujar Amira.


"Udah deh Mir,percaya pada atasanmu ini.Lagian kalau pun di tinggalkan kita bisa naik taxi." ucap Selvi,sebenarnya Selvi sengaja belanja sangat lama dia berencana akan ngerjain Sam karena dia yakin Sam pasti sudah bangun sebelum dia kembali dan Selvi yakin pria itu akan marah-marah.


"Hihihi...." Selvi tertawa pelan memikirkannya.


"Ibu kenapa.???" tanya Amira saat melihat bos nya tertawa sendiri.


"Gapapa." jawab Selvi acuh dan mengembalikan expresi muka datarnya.


____________


Mobil pun telah sampai di hotel,disana sudah ada ayah Selvi yang sedang menunggu kedatangan mereka.

__ADS_1


"Hai Tuan Sam." sapa Tuan Dinarta dan Sam membalas dengan senyuman.


"Dimana putriku dan sekertarisnya ?" tanya Tuan Dinarta sembari celingukan mencari keberadaan putrinya.


"Oh...putri anda tadi minta kami turunkan di mall,soalnya mereka ingin belanja kebutuhan." jelas Sam terlihat sopan


"Ooh." Tuan Dinarta hanya beroh ria saja.


"Kalau gitu saya permisi ke kamar dulu Tuan Dinarta." ucap Sam


"Ah iya silahkan Tuan Sam,selamat beristirahat." ucapnya,Sam pun berjalan meninggalkan Tuan Dinarta di ikuti oleh Rian dari belakang.


"Kau pesankan makan siang untukku." ucap Sam saat mereka telah sampai di depan pintu kamarnya masing-masing.


"Tapi Bos,bukan kah di luar jam kerja saya free.Sesuai kesepakatan kemarin." Rian mencoba mengingatkan kesepakatan yang sudah di buat kemarin.


"Ck.....menyebalkan." ketus Sam langsung masuk dan membanting pintu.


"Hihihi...kali-kali bos aku ngerasain tanpa di suruh-suruh." gumam Rian ,dia pun masuk ke dalam kamarnya.


"Huh....aku sangat merindukan istri dan anakku." gumam Sam saat membaringkan tubuhnya di sofa.


"Lebih baik aku shalat dulu,baru deh nanti telpon Arini." Sam bangkin dan segera masuk kamar mandi untuk mengambil air wudhu.


"Hallo sayang." Ucap Sam saat panggilan sudah tersambung.


"Saaam,kapan pulang.? aku sudah rindu sekali." rengek Arini di sebrang sana


"Sabar ya,2 hari lagi aku akan segera pulang." jelasnya


"Baiklah,tapi bawakan aku oleh-oleh ya." ucap Arini


"Tentu,kamu ingin oleh-oleh apa.??"tanya Sam


"Apa saja." jawab Arini


"Baiklah nanti aku akan membelikan oleh-oleh yang istimewa untukmu dan juga Luna.Oh iya dimana putriku.???" tanya Sam


"Dia sedang tidur,dari tadi dia ingin menelponmu tapi aku tidak mengizinkannya karena takut mengganggumu." jelas Arini


"Oh...yasudah salam cium dariku untuknya.Kamu baik-baik disana jaga baby kita." ucap Sam


"Tentu,kamu juga jaga diri disana.Makan yang banyak istirahat yang cukup."ujar Arini.

__ADS_1


"Siyaap komandan,yaudah kalau gitu aku mau makan siang dulu ya.Nanti aku telpon lagi bye sayang muaaach." Sam bersikap sedikit genit.


"Bye." balas Arini,lalu panggilan pun berakhir.


Segera Sam pun memesan makanan.Dia pun berjalan mendekati jendela setelah selesai memesan makan siang dan matanya tak sengaja melihat kedua wanita yang membuatnya jengkel siapa lagi kalau bukan Selvi dan sekertarisnya.


"Dasar wanita sialan." cibir Sam,matanya terus menatap Selvi penuh kebencian.


20 menit kemudian makan siang pun datang segera Sam pun melahap makanannya,karena perutnya sudah berdemo ria.Selesai makan siang Sam pun kembali melakukan video call dengan Arini dan juga Luna hingga akhirnya dia pun tertidur.


__________


Jam sudah menunjukan pukul 17:00 Sam bangun dari tidurnya,panggilannya sudah berakhir.Mungkin sang istri yang menutup telponnya.


Segera Sam pun bangkin dari kasur menuju kamar mandi.Namun baru saja dia akan masuk ke dalam kamar mandi tiba-tiba pintu kamarnya ada yang mengetuk.


"Toktoktok...." Sam terpaksa membatalkan langkahnya untuk masuk ke kamar mandi.


"Sebentar." teriak Sam ,lalu dia pun membuka pintu dan melihat siapa yang datang.


"Tuan Dinarta.?" Sam heran mengapa orang ini datang ke kamarnya.


"Maaf Tuan Sam jika saya mengganggu waktu anda,saya cuman ingin mengundang anda nanti malam di acara ulang tahun saya.Tadi saya menyuruh putri saya untuk kesini memberitahu anda tapi dia menolak jadinya saya yang datang langsung." ucap Tuan Dinarta.


"Oh iya Tuan Dinarta,terima kasih atas undangannya.Saya usahakan nanti malam akan datang." jawab Sam


"Baiklah akan saya tunggu kedatangan Tuan Sam,kalau gitu saya permisi dulu." ucap Tuan Dinarta hendak membalikan tubuhnya. "ah iya tempatnya di dekat pantai sebelah sana." tunjuk Tuan Dinarta ke arah barat.


"Baik Tuan Dinarta." jawab Sam ,lalu Tuan Dinarta pun pergi.Segera Sam pun menutup pintunya dan masuk ke kamar mandi.


_______


Jam sudah menunjukan pukul 18:15 Sam baru saja selesai shalat magrib,rasanya dia malas sekali jika harus menghadiri acara ulang tahun Tuan Dinarta.Namun dia juga sudah berjanji akan datang.


"Huh....datang lalu pulang lagi aja kali ya,yang penting sudah datang." gumam Sam sembari melipat sarung dan sajadah.


Segera Sam pun bersiap-siap,sesuai kesepakatan saat di luar jam kerja Sam tak lagi di dampingi oleh Rian.


"Apakah pria itu sudah berangkat,aku yakin dia juga pasti di undang." Sam sudah rapi dan siap pergi.Dia pun keluar dari kamar berencana mengajak Rian untuk berangkat bersama namun Sam tidak tau bahwa Rian sudah berangkah 15 menit yang lalu bersama Amira.


"Ian....ian....toktoktok...." Sam berusaha memanggil asistennya ,namun tak kunjung ada jawaban.


"Huh...mungkin dia sudah berangkat.Awas saja!!!" grutu Sam segera pergi dari sana untuk menuju acara ulang tahun Tuan Dinarta.

__ADS_1


__ADS_2