Menikah Karena Wasiat

Menikah Karena Wasiat
Bab 61


__ADS_3

"Jadi siapa anak ini Bu??" tanya Sam sambil menatap anak tersebut yang sedang memakan roti dengan lahap.


"Dia adalah anak yatim piatu,orang tuanya baru saja meninggal 1 minggu yang lalu karena kebakaran." jelas si pemilik warung


"Lalu sekarang dengan siapa dia tinggal.?"tanya Sam,entahlah hatinya sangat ingin tau sekali anak gadis tersebut.


"Dengan paman dan bibi nya,tapi yaitu mereka tidak terlalu peduli kepada Luna.Kasihan sekali nasib anak ini." ujar si pemilik warung sambil mengusap air matanya yang tiba-tiba keluar.


"Kasian sekali." gumam Sam memandang anak tersebut.


"Dulu dia itu anak nya periang sekali,tapi sejak kedua orang tuanya meninggal ya gini,dia jadi pendiam." terang si ibu pemilik warung.


"Kasian sekali masih kecil sudah harus merasakan kejamnya dunia." ucapnya lagi.


"Mmmpp...kalau boleh tau dimana rumah paman dan bibi nya bu??" tanya Sam


"Di ujung jalan sana Mas." jelas si ibu tersebut sembari menunjukan arah jalannya.


Sam pun menganggukan kepalanya tanda mengerti.


"Apakah enak.?" tanya Sam sambil mengelus kepala anak gadis tersebut.


Luna pun menganggukan kepalanya.


"Terima Kasih." ucapnya terdengar nada tulus dan senang dari suaranya.


"Sama-sama!! jika Luna ingin makan sesuatu yang lain lagi,tinggal ambil aja ya.Nanti om yang bayar." jelas Sam dan di angguki oleh Luna.


Kini waktu sudah menunjukan pukul 14:00 penelitian pun telah selesai,Arini dan Diana pun menemui Sam yang sebelumnya sudah Arini kirimi pesan untuk menanyakan keberadaanya.


"Dimana suami loe??" tanya Diana


"Katanya di warung kopi tak jauh dari tempat parkir." ucap Arini sembari matanya mencari keberadaan Sam.


Tak butuh waktu lama akhirnya Arini pun bisa melihat keberadaan suaminya,namun dari jauh dia melihat sesuatu yang aneh suaminya sedang tertawa lepas dengan seorang anak kecil.


"Ikut aku." ucap Arini menarik tangan Diana dengan tiba-tiba.


"Weey...gw bukan sapi kenapa loe tiba-tiba narik gw sih Rin." grutu Diana saat Arini sudah melepaskan tangannya dan tak mempedulikan ocehan darinya.


"Saam." panggil Arini dan pandangannya tertuju kepada gadis kecil yang ada di pangkuan Sam.


"Eh..dear,sudah selesai penelitiannya.??" tanya Sam menoleh ke belakang melihat istrinya.

__ADS_1


Arini pun menganggukan kepalanya,belum sempat Arini menanyakan anak kecil tersebut Sam sudah membuka suara.


"Kenalin ini Luna,dia anak di desa ini." ucap Sam


"Nah Luna kenalin ini tante Arini,istri om." ucap Sam lagi sambil membantu Luna mengulurkan tangannya kepada Arini.


"Luna tante." ucapnya pelan dan hanya di balas senyuman oleh Arini.


"Nanti aku jelasin." ucap Sam paham akan kebingungan istrinya.


Begitu pun dengan Diana dia juga merasa bingung melihat Sam memangku anak kecil dan terlihat sangat akrab.


"Yaudah kalian duduk dulu,pesen makanan atau minuman.Kalian pasti lapar kan."ucap Sam dan Arini pun menuruti perintah suaminya,karena kebetulan perutnya belum dia isi.


"Mau pesan apa Di.??" tanya Arini


"Ada nya apa.??" Diana balik bertanya.


"Gak tau,adanya apa sih Sam.?? Tanya Arini kepada Suaminya.


" Adanya paling ,mie kuah,mie koreng,sama jus." jelas Sam


"Yaudah jus aja deh." ucap Diana.


"Samain aja Sam,jus Jeruk 2." ucap Arini,lalu Sam pun memanggil si ibu pemilik warung.


"Jadi siapa anak ini Sam.??" tanya Arini


"Dia Luna anak di desa ini,orang tua nya sudah meninggal 1 minggu yang lalu akibat kebakaran.Dan sekarang dia tinggal bersama paman dan bibi nya,tapi mereka tidak terlalu peduli sama Luna." jelas Sam menghentikan sejenak ucapannya." Dan aku tadi melihatnya sedang duduk disana sendirian,yaudah aku samperin aja lalu aku ajak kesini." lanjutnya lagi Arini dan Diana pun mengangguk-nganggukan kepalanya tanda bahwa mereka mengerti.


"Terus apa yang akan kamu lakukan sama anak ini??" tanya Arini lagi.


"Apakah aku boleh ngomong sesuatu kepadamu.?"Sam balik bertanya dan di angguki oleh Arini,sedangkan Diana hanya mendengarkan pembicaraan sepasang suami istri tersebut sambil sesekali mengajak Luna bicara.


"Apakah kamu tidak keberatan jika kita mengadopsinya sebagai anak kita." ucap Sam hati-hati.


"Deg..." tiba-tiba jantung Arini tersentug.


"Apakah suaminya sangat menginginkan sekali anak sehingga dia dengan cepat memutuskan mengadopsi anak kecil yang baru dia temui beberapa jam yang lalu." pikir Arini


"Jika kamu tidak setuju juga tidak apa-apa,aku hanya kasian melihatnya tidak memiliki orang tua terlebih lagi paman dan bibi nya memperlakukan dia dengan tidak baik." ucap Sam saat melihat istrinya tak bergeming.


Sejenak Arini mencoba berpikir dan mencerna ucapan suaminya,pandangannya beralih ke arah Luna ada rasa kaisan saat melihat anak itu.Tapi dia juga bingung apakah dia bisa jadi seorang ibu.

__ADS_1


Arini pun menoleh ke arah Diana seolah-olah meminta solusi mencari jawaban atas apa yang di ucapkan suaminya.Namun Diana hanya mengangkat bahunya seolah-olah dia berkata"Aku juga bingung."


Dengan seribu keyakinan,akhirnya Arini pun sudah menemukan jawabannya.Perlahan-lahan dia menarik napasnya dalam-dalam lalu membuangnya secara pelan.


"Saam." ucapnya lembut,Sam pun memandang wajah sang istri.


"Aku setuju dengan ide mu." ucapnya lagi dan itu membuat Sam tersenyum bahagia.Sam pun langsung menarik tubuh Arini ke dalam pelukannya.


"Benarkah.??? makasih sayang." ucapnya sambil mencium kening Arini dan Arini pun hanya tersenyum dia bahagia saat melihat suaminya merasa bahagia.


"Luna....apakah Luna mau tinggal dengam om Sam dan tante Arini.??" tanya Sam kepada Luna.


"Maksud om Luna tinggal di rumahnya om dan tante.? tanya Luna sambil mengerjapkan matanya.


"Iya,kita tinggal bersama!! Luna mau.??? tanya Sam dengan wajah bahagia nya.Entahlah Sam merasa dia sangat menyayangi anak tersebut.


Sejenak Luna pun terdiam dan berpikir hingga akhirnya dia pun menganggukan kepalanya.


Sam pun tersenyum senang begitu pun dengan Arini dia juga bahagia.Setidaknya dia tidak akan kesepian lagi jika suaminya sibuk bekerja.


Lalu si pemilik warung pun datang mengantarkan jus yang di pesan oleh Sam.


"Mas Sam ini jus nya." ucap ibu tersebut.


"Oh makasih bu.!! oiya kenalin bu ini istri saya namanya Arini dan ini temannya namanya Diana." ucap Sam


"Panggil saja saya bu Aminah."ucap ibu pemilik warung yang memiliki nama Aminah.


"Walaaah istri mas Sam cantik sekali,pantas saja ngebet banget buat nikah muda.Takut istrinya di ambil pria lain ya." goda ibu Aminah.


"Hahaha ibu bisa aja." ucap Sam sedikit malu.


"Oya Bu,apakah ibu bisa anterin saya ke rumah pamannya Luna.?" tanya Sam


"Memangnya buat apa.??" tanya bu Aminah bingung.


"Saya dan istri saya sepakat mau adopsi Luna sebagai anak kita." jelas Sam


"Ya ampun mas Sam serius.?" tanya bu aminha tak percaya dan Sam pun menganggukan kepalanya.


"Iya Bu,kami sepakat akan merawat Luna." timpal Arini.


"Alhamdulillah ibu senang mendengarnya.Setidaknya masa depan anak ini jauh lebih baik jika di tangan kalian." ucap Bu Aminah

__ADS_1


"Yasudah nanti ibu antar ke rumah pamannya Luna." ucapnya lagi dan di angguki oleh Sam dan juga Arini.


"Semoga dengan adanya Luna, kehidupan rumah tangga kami semakin bahagia Ya Allah."batin Arini penuh harap.


__ADS_2