Menikah Karena Wasiat

Menikah Karena Wasiat
Bab 64


__ADS_3

Kini Sam dan Luna pun sudah sampai di apartemen.


"Assalamu'alaikum." ucap Sam saat dia membuka pintu apartemennya.


"Wa'alaikumsalam." jawab Arini berteriak dari arah dapur,karena kebetulan dia sedang memasak.


"Kami pulang." teriak Sam membawa Luna duduk di pangkuannya.


Lalu Arini pun bergegas menghampiri mereka dengan sedikit berlari kecil.


"Lunaa." teriak Arini merentangkan tangannya


"Tanteee." Luna tak kalah berteriak,buru-buru gadis kecil itu pun turun dari pangkuan Sam dan berlari ke arah Luna.


"Hai sayang apa kabar.??" tanya Arini mencium pipi Luna.


"Baik tante." jawab Luna tersenyum.


"Aku tidak di sambut oleh ciuman nih." ucap Sam seolah-olah dirinya sedang cemburu.


"Ck manja sekali kau ini." cebik Arini.


"Sayang kamu pasti lapar kan.?? ayo kita makan.!!" ajak Arini kepada Luna


"Aku gak di ajak.??" rengek Sam


"Gak di ajak juga kam bakalan ngikutin kami."ucap Arini meninggalkan Sam yang masih rebahan di sofa.


"Ya ampun kalian memang jahat." grutu Sam bangkit dari sofa.


Saat ini mereka bertiga sudah berada di meja makan.


"Nah sayang kamu mau makan apa.??"tanya Arini kepada Luna


"Sama ini dan ini aja tan." ucap Luna menunjuk sup bakso dan ayam goreng.


"Ini,di makan sampai habis ya." ucap Arini menyimpan nasi di depan Luna sambil mengelus kepalanya.


"Sam..kamu mau apa lauknya.??" tanya Arini


"Samain aja kayak Luna." jawab Sam tersenyum dan di angguki oleh Arini.


"Ini." ucap Arini memberikan piring yang sudah penuh dengan makanan.


"Makasih sayang!!" ucap Sam dan di balas senyuman oleh Arini.


Suasana di meja makan pun terlihat tenang,tidak ada yang bersuara hanya terdengar suara dentingan sendok dan garpu.


"Sayang apakah kamu mau nambah lagi.??" tanya Arini saat melihat makanan Luna akan habis.


"Tidak tante." jawab Luna gemas

__ADS_1


"Sayang...mulai sekarang panggil tante dengan sebutan Bunda dan panggil om Sam dengan sebutan Ayah." lembut Arini mengelus kepala Luna.


"Ayah,Bunda." ucap Luna pelan dan di angguki oleh Arini sedangkan Sam hanya tersenyum melihat interaksi kedua wanita tersebut.


"Luna tidak usah takut kami akan menyayangi Luna seperti anak sendiri." timpal Sam


"Makasih ayah bunda." ucap Luna di balas senyuman oleh Sam dan juga Arini.


____________


Kini waktu sudah menunjukan pukul 9 malam,Sam dan Arini sudah siap-siap untuk tidur.Sedangkan Luna dia tidur di kamar yang sudah Arini sediakan.


"Kamu senang Luna disini.??"tanya Sam saat ini mereka berdua sedang berbaring di ranjang sambil memeluk satu sama lain.


"Sangat!! meskipun Luna bukan anak kandungku tapi aku begitu menyayanginya.Maksih sam!!"ucap Arini mengeratkan pelukannya.


"Sama-sama sayang.Tapi sepertinya kita harus memakai jasa pengasuh." Ujar Sam


"Huum,,aku pikir juga begitu.Harus ada yang jagain dia selama kita pergi." ucap Arini


"Yaudah nanti kita minta mamah cariin pengasuh yang baik,sekalian kita kasih tau mereka soal ini." ucap Sam,Arini pun mengangguk.


"Yasudah sekarang kita tidur." ajak Sam


_____________


Pagi telah tiba,saat ini jam menunjukan pukul 05:35.Arini bangun lebih dulu karena dia selalu menyiapkan sarapan untuk Sam juga keperluannya untuk bekerja.


Luna menggeliatkan tubuhnya,saat merasakan ada sentuhan di pipinya.


"Bunda." ucapnya dengan suara serak.


"Mandi yuk,hari ini kita akan pergi ke rumah nenek dan kakek." ujar Arini


"Nenek.??" ucap Luna mengerjapkan matanya


"Iya sayang nenek juga kakek kamu." ucap Arini


"Apakah mereka baik bun.??" tanya Luna was-was


"Sangat,mereka sangat baik dan bunda yakin mereka akan menyukai putri bunda yang cantik ini." ucap Arini mencubit hidung Luna


"Benarkah.??" tanya Luna dengan nada senang.


"Tentu sayang,ayo kita mandi.Bunda akan mandiin kamu." ucap Arini


"Yeyeyeyeye,makasih bunda aku bahagia sekali." ucap Luna memeluk Arini erat.


Tanpa mereka sadari dari tadi Sam melihat interaksi keduanya.Dia sangat terharu melihat keakraban istrinya dengan anak angkatnya.


"Aku janji akan membahagiakan kalian."batin Sam tersenyum,lalu di pun pergi dari kamar Luna.

__ADS_1


Terdengar canda tawa dari kamar mandi dan ini kali pertamanya apartemen Sam ramai dengan suara di pagi hari.


"Hey kalian para wanita,mengapa senang sekali berlama-lama di kamar mandi hah.??"tanya Sam yang tiba-tiba masuk ke dalam kamar mandi.


"Saam,,,,,Ayaaah." teriak Arini dan Luna (Sedikit klarifikasi disini umur Luna 3 tahun bukan 4 tahun ya hehe kemarin salah nulis).


"Ya ampun kalian sangat kompak sekali membuat telingaku sakit." cebik Sam sambil memegang telinganya yang terasa sedikit sakit akibat teriakan kedua wanita tersebut.


"Hehehe...maafkan kami ayah." ucap Arini menirukan suara Luna.


"Cepatlah!! aku sudah menunggu kalian hampir setengah jam." ujar Sam meninggalkan kedua wanita tersebut.


"Hihihi...lihat nak ayahmu sangat kesal karena kita." ucap Arini tertawa pelan.


"Hahaha..iya bun.Kasian juga ya ayah." ujar Luna memandang punggung Sam yang sudah menghilang dari balik pintu.


"Hahaha...udah biarkan saja.Ayo sekarang selesaikan dulu mandimu." titah Arini buru-buru dia pun membersihkan tubuh Luna yang penuh dengan busa sabun.


Akhirnya setelah hampir 1 jam Sam menunggu,kedua wanita tersebut keluar dari kamarnya.


"Cacingku saja sudah berdemo dari tadi nunggu kalian."ketus Sam cemberut.


"Maafkan aku ayah membuatmu kelaparan." ujar Luna memeluk Sam


"Tak apa sayang,ayah hanya becanda." jawab Sam tersenyum


"Yaudah ayo kita sarapan." ajak Arini yang sedang menata piring di meja.


"Luna pengen di suapi sama Bunda." ucapnya dengan gemas.


"Tentu sayang,sini duduk sebelah bunda."titah Arini menepuk-nepuk kursi yang ada di sebelahnya.


Luna pun dengan cepat berlari ke arah Arini dan duduk di sebelahnya.


"Ayah juga mau di suapin sama bunda." manja Sam menggeser kursinya untuk lebih dekat dengan Arini.


"Ayah makan sendiri aja,gak usah manja." ucap Arini tak peduli dengan rengekan Sam.


"Ya ampun sayang kau kejam sekali kepada suami sendiri." Sindir Sam namun Arini tak mempedulikannya.


"Saam....kita akan ke rumah mamah dulu kan hari ini.??" tanya Arini di sela-sela sarapannya.


"Iya sekalian titip Luna dulu,kamu hari ini kuliah kan..??"tanya sam dan di angguki oleh Arini.


"Sayang nanti tinggal sama nenek dulu ya,gapapa kan.??"tanya Arini


Luna pun menatap Sam dan juga Arini seolah-olah tatapannya menunjukan keraguan untuk mengiyakan ucapan sang bunda.


"Tenang saja sayang nenek dan kakek baik kok." ujar Sam


"Mau ya.??" tanya Arini dan Luna pun menganggukan kepalanya sembari tersenyum.

__ADS_1


"Anak baik,ayo makan lagi." titah Arini menyuapi Luna.


__ADS_2