Menikah Karena Wasiat

Menikah Karena Wasiat
Bab 87


__ADS_3

Saat ini Sam juga Rian sedang menyelesaikan pekerjaannya.Sore nanti mereka akan kembali lagi ke kota B.


"Semuanya sudah selesai kan.???" tanya Sam kepada Rian.


"Sudah Bos,semuanya aman dan beres." jawab Rian


"Bagus!!" jawab Sam manggut-manggut.


"Mmmmpp...Rian." ucapan Sam terjeda sebentar.


"Mmm...apakah kamu punya nomor nona Selvi??" lanjutnya lagi


"Ah tidak bos." jawab Sam." Tapi aku memiliki nomor nona Amira,apakah bos membutuhkannya.???" tanya Rian.


"Ah baiklah aku minta nomornya." ucap Sam hendak memberikan ponselnya kepada Rian,agar sekertarisnya memasukan nomor Amira di ponselnya.


"Ah lebih baik pake ponsel kamu saja,tidak perlu memasukan nomornya di ponselku."ucap Sam kembali sembari memasukan ponselnya ke saku celana.


"Huh...baiklah pesan apa yang harus saya kirim kepada nona Amira.?" tanya Rian membuang napasnya pelan.


"Kau bilang saja saya ingin bertemu dengan nona Selvi." ujar Sam dan Rian pun menganggukan kepalanya dan langsung mengetik pesan kepada Amira.


"Sudah bos." ucap Rian dan tak lama ponselnya berbunyi menandakan ada balasan dari Amira.


"Kata nona Amira dimana tempatnya.???" ucap Rian memberitahu balasan pesan Amira.


"Caffe bawah saja,jam 15:00." ucap Sam dan di angguki oleh Rian.


"Yasudah kamu boleh pergi,saya ingin istirahat sebentar." ucap Sam nadanya terdengar sedikit mengusir Rian dari kamarnya.


"Tidak sopan sekali." grutu Rian pelan dan hanya terdengar oleh telinganya sendiri.Rian pun keluar dari kamar Sam dengan wajah kesalnya.


Jam menunjukan pukul 11:30 Sam membaringkan tubuhnya di atas ranjang,rasanya dia sudah tidak sabar ingin segera bertemu dengan istri juga anaknya.Sam pun merogoh ponselnya lalu dia menghidupkan layar ponsel yang terdapat walpaper foto mereka bertiga,Sam terus memandang keluarga kecilnya bibirnya tersenyum bahagia melihat pemandangan di walpaper hp nya.


"Aku merindukan kalian." gumam Sam lalu mencium layar ponselnya dan mendekapnya di dada.Pelan mata Sam terpejam hingga akhirnya dia pun tertidur.


________________


"Mir,,,menurutmu ada apa ya pria datar itu ingin ketemu saya.???" tanya Selvi kepada Amira


"Maksud ibu,Tuan Sam." ujar Amira


"Hmmm...iyalah,emang siapa lagi." ketus Selvi


"Mmmm...mungkin Tuan Sam ingin mengungkapkan cinta sama ibu." ucap Amira asal


"Ck....salah gw ngajak ngomong ni orang." gumam Selvi pelan


"Hah,apa bu.???" tanya Amira yang samar-samar mendengar grutuan Bos nya.


"Bukan apa-apa,sudahlah aku mau istirahat dulu nanti bangunkan aku jam 14:00." titah Selvi sembari meninggalkan Amira.

__ADS_1


"Bu bos aneh!" gumam Amira sembari memandang punggung Selvi semakin jauh.


_______________


☀️Kediaman Arini☀️


"Mah...jika kita mimpi buruk apakah itu sebuah pertanda.??" tanya Arini,saat ini dirinya sedang duduk santai di halaman belakang berasama sang mamah dan juga menemani Luna yang sedang bermain.


"Maksudmu.??" tanya sang mamah seolah-olah ingin meminta penjelasan.


"Ya misalkan Arini mimpi buruk tentang Sam,apakah itu sebuah pertanda bahwa suatu saat mimpi itu akan terjadi atau memberitahukan bahwa itu sedang terjadi.?" tanya Arini


"Sayaaang.....mimpi itu hanya bunga tidur,kalau pun sebuah mimpi merupakan pertanda atau bakal terjadi di masa depan ya mungkin itu sebuah kebetulan.Tapi saran mamah kamu jangan terlalu memikirkan sebuah mimpi anggap aja itu hanya bunga tidur."jelas sang mamah mengelus kepala Arini


"Hmmm....." Arini menganggukan kepalanya.


"Memangnya kamu bermimpi tentang apa.???" tanya sang mamah lagi.


"Ah bukan apa-apa kok." jawab Arini sembari tersenyum mencoba menyembunyikan kegelisahnnya.


Mamah Arini tersenyum,dia tau anaknya sedang menyembunyikan sesuatu.Namun dia tidak ingin memaksa anaknya untuk cerita.


"Sayang,,mamah tau kamu sedang memikirkan sesuatu dan itu tentang Sam kan.? saran mamah kamu percayalah pada suamimu,mamah yakin Sam pria setia dan baik." mamah Arini mencoba memberikan nasihat kepada putrinya.


"Iya mah." jawab Arini kembali memakan jeruk yang di kupas oleh ibunya.


Tiba-tiba pembantu Arini datang menghampiri mereka.


"Siapa bi.???" tanya Arini


"Kurang tau non,dia hanya bilang teman kuliahnya non." ucap pembantunya


"Ooh suruh masuk aja bi."titah Arini dan di angguki oleh pembantunya dengan segera sang art pun pergi untuk menemui tamu majikannya kembali.


"Silahkan masuk mas,mari saya antarkan ke nona Arini." ucap art sambil mengantarkan ke tempat Arini.


"Hai Arini."ucap tamu tersebut.


Arini dan juga mamahnya pun menoleh saat mereka mendengar ada suara yang memanggilnya.


"Devan." ucap Arini


"Loh...sama siapa kamu kesini,Diana mana.???" tanya Arini sembari celingukan.


"Ah..aku sendiri kesini." ucap Devan sedikit malu karena dia pikir tidak ada mamah Arini.


"Ooh yasudah silahkan duduk." titah Arini


Devan pun duduk di kursi taman yang ada disini, dia menyalami tangan ibu Arini terlebih dahulu.


"Dia temen kuliahku mah,aku,Diana dan juga dia berteman baik." jelas Arini memberitahu mamahnya.

__ADS_1


"Ooh,yasudah kalian ngobrol aja dulu.Mamah pamit ke dapur sebentar ya." ucap mamah Arini meninggaklkan Devan dan juga anaknya.


"Jadi ada apa kamu kesini???"tanya Arini


"Memangnya aku tidak boleh berkunjung ke rumah sahabatku."ucap Devan


"Aku hanya ingin tau kabarmu,sejak kamu hamil kita tidak pernah ketemu paling ngobrol juga di hape." ucapnya lagi


"Oooh." Arini manggut-manggut.


"Bagaimana kabarmu.???" tanya Devan


"Seperti yang kamu lihat,aku baik-baik saja." ucap Arini


"Syukur kalau gitu,oiya suamimu mana.???" tanya Devan kembali karena biasanya Arini selalu bilang jika siang hari suaminya akan pulang ke rumah untuk makan siang bersama.


"Dia sedang pergi ke luar kota,mungkin sore ini dia akan kembali." jelas Arini


"Oooh....!!! sepertinya suamimu pekerja keras ya." ucap Devan


"Hahaha tentu saja,cowok itu harus pekerja keras termasuk kamu juga Dev." ucap Arini tertawa pelan


"Yayayayaya aku akan jadi pria pekerja keras untuk istri dan anakku kelak." ucap Devan


"Memangnya bakalan ada yang mau jadi istrimu?" ejek Arini


"Aiiish...kau kurang ajar sekali sebagai teman." Devan memukul lengan Arini pelan sedangkan Arini hanya terkekeh.


"Bundaaaa." Luna tiba-tiba datang


"Ya sayang.??" tanya Arini


"Luna haus." ucapnya,Arini pun menghapus keringat yang ada di kening anaknya dan memberikan air minum.


"Hai om." Sapa Luna saat matanya melihat ada teman sang bunda.


"Hai juga putri cantik,bagaimana kabarmu.??" tanya Devan mencubit pipi Luna dengan gemas.


Bukannya menjawab Luna malah cemberut karena ada orang lain yang mencubit pipinya.


"Loh...kok putri cantik malah cemberut tidak menjawab pertanyaan om." ujar Devan,namun Luna masih saja enggan merespon ucapan Devan.


"Luna main lagi ya sama kelinci." ucap Arini,Luna pun pergi bermain kembali.


"Anakmu aneh!!" ucap Devan memandang punggung Luna yang terus berjalan


"Bukan aneh,dia paling tidak suka jika ada orang lain yang mencubit pipinya selain ayahnya." jelas Arini


"Kenapa ???"tanya Devan


"Entahlah,mungkin Luna pikir tanganmu rabies haha." ejek Arini kembali.

__ADS_1


"Sialan lo Rin." ucap Devan namun dia terus memandang wajah Arini yang sedang tertawa.Entahlah hanya Devan yang tau akan arti tatapannya.


__ADS_2