
Pagi pun telah tiba,sinar matahari sudah menyinari bumi,suara burung berkicauan,lalu lintas jalan sedikit padat dengan aktivitas orang-orang.
"Pagi Bos,bagaimana tidurmu.???" tanya Rian menyapa bos nya yang baru bangun.
Sam memegang kepalanya karena terasa pusing.
"Kenapa aku bisa tidur di kamarmu.???" tanya Sam heran,dia mengingat kejadian semalam yang dia ingat dia sedang berada di pesta ulang tahun Tuan Dinarta lalu tiba-tiba ada orang yang membekapnya.
"Bos...bos..." Rian mencoba meyadarkan sang bos dari lamunannya.
"Hah..Ada apa.???" Sam sadar dari lamunanya
"Bos kenapa melamun saja.?" tanya Rian
"Aku merasa sedikit heran, seingatku kemarin malam ada yang membekap mulutku dan setelahnya aku lupa semuanya." jelas Sam seraya masih memegang kepala.
"Bos benar,semalam memang ada orang yang berniat jahat terhadap anda." ujar Rian
"Maksudmu.?"tanya Sam heran
"Jadi gini bos." Rian mulai menceritakan kejadian semalam yang menimpa Bos nya.
*Flashback*
Saat itu Rian dan Amira sibuk mencoba semua hidangan yang ada di pesta itu,mulut mereka asik mengunyah berbagai jenis makanan.
"Kau coba yang ini pak,aku yakin kau akan menyukainya." ujar Amira memberikan sepotong kue kepada Rian.
Rian pun menerima kue dari Amira dan memasukan ke dalam mulutnya.
"Kau benar ini enak sekali,aku menginginkannya lagi." ujar Rian hendak berjalan mengambil kue yang di beri Amira,namun langkahnya terhenti saat ada seseorang yang memanggil namanya.
"Asisten Riaaan." Teriak Selvi dari jarak sedikit jauh.
Amira dan Rian pun menoleh saat mendengar teriakan seseorang.
"Nona Selvi."
"Bu Bos." ujar kedua orang tersebut,dengan setengah berlari Selvi pun segera mendekati kedua orang tersebut.
"Ada apa nona Selvi,mengapa anda seperti di kejar hantu." ucap Rian heran.
"Asisten Rian,dimana bos mu.???" tanya Selvi dengan mimik wajah panik.
"Maksud anda Bos Sam.???" tanya Rian
"Iyalah siapa lagi memangnya bos mu." ucap Selvi kesal.
"Bos tadi sedang menjawab telpon,memangnya kenapa.???" tanya Rian penasaran.
"Ini gawat ,ini bahaya asisten Rian." ucap Selvi dengan nada panik.
"Maksud nona apa.???" tanya Rian tak mengerti.
"Tadi saat aku akan pergi ke toilet aku mendengar ada dua orang sedang berbicara,mereka merencanakan sesuatu yang buruk untuk bos mu." jelas Selvi
__ADS_1
"Maksud anda.?" Pikiran Rian masih loading,dia belum paham apa yang di bicarakan oleh Selvi.
"Aku mendengar seseorang akan menjebak Tuan Sam dan memberikan obat perangsang kepadanya." ucap Selvi,seketika Rian dan Amira pun terkejut mendengarnya.
"Anda tidak salah dengar kan nona.???" tanya Rian jadi ikutan panik
"Aku serius asisten Rian,buat apa aku berbohong dalam hal ini." ucap Selvi mencoba meyakinkan Rian.
"Ini bahaya,ini gawat kalau sampe terjadi.Aku tidak bisa membayangkan jika Bos di beri obat perangsang pasti dia akan...." ucapan Rian terhenti,seketika ketiga orang tersebut saling pandang dan membayangkan sesuatu.
Cukup lama mereka diam membayangkan apa yang ada di pikirannya,hingga suara Selvi membuyarkan kedua orang tersebut.
"Tidaaaaak,aku tidak sanggup membayangkan Bos mu bercinta dengan wanita lain.Bagaimana nasib istri dan anaknya nanti."Ucap Selvi
"Ya anda benar Bu bos,aku pun sama tidak sanggup membayangkan Tuan Sam menggoyangkan pinggulnya untuk wanita lain.Itu terlalu menyeramkan." ucap amira asal
"Kau ini kalau bicara selalu ngasal." Selvi sedikit memukul kepala sekertarisnya,sekertarisnya itu rada oon dalam hal asmara tapi pintar dalam pekerjaan.
"Kalian benar,kita harius segera menolong Bos Sam.Aku pun tidak sanggup jika harus membayangkan Bos Sam menumpahkan cairan santannya di rahim wanita lain,kasian nona Arini." ujar Rian,segera ketiga orang tersebut pun pergi mencari keberadaan Sam.
"Kira-kira Tuan Sam di bawa kemana ya nona.?" tanya Rian sembari terus mencari Bos nya.
"Tentu saja di bawa ke kamar,orang di kasih perangsang pasti ujungnya buat gituan kan." ucap Selvi.
"Kau benar nona,kau memang wanita cerdas." puji Rian segera dia pun berlari menuju hotel tempat mereka menginap.Rian berpikir pasti bos nya akan di bawa kesana.
Ketiga orang tersebut berpencar mencari keberadaan Sam,mereka mencoba mengetuk setiap kamar yang ada di hotel itu.Cukup melelahkan memang harus mengetuk kamar satu persatu tapi ini demi menyelamatkan Sam dari jebakan orang jahat.
"Bos kau dimana." gumam Rian panik sambil terus mencoba mengetuk setiap kamar.
"Toktoktok...." Rian mengetuk salah satu kamar yang ada di hotel itu.
"Cari siapa ya.???" tanya Wanita tersebut namun Rian tak menggubris pertanyaan wanita tersebut dia langsung menerobos masuk ke dalam untuk mencari keberadaan Bos nya.
"Hey....anda tidak sopan sekali,masuk ke kamar orang tanpa permisi." maki orang itu namun Rian tak peduli yang terpenting sekarang dia harus segera menemukan Bos nya.
"Maaf." Ucap Rian sembari pergi setelah dirasa Bos nya tidak ada di kamar tersebut.
"Bos kamu dimana." Rian semakin panik saat dirinya tak menemukan Sam.
Dia pun kembali mencoba mengetuk pintu kamar hotel,namun kali ini pintu itu tak kunjung di buka Rian sedikit penasaran apakah di dalam sana tidak ada orang.
Namun saat Rian akan mencoba membuka pintu tersebut,tiba-tiba ada dua orang yang melewatinya dan mereka berbicara sesuatu.
"Kita tinggal mendatangkan ****** untuk kamar 307 ,setelah itu tugas kita selesai." ucap salah satu pria tersebut.
"Dan kita akan kaya raya hahahaha." timpal pria satunya sambil tertawa senang,dan semua itu tidak luput dari pendengaran Rian.
"Aku curiga,apa jangan-jangan Bos Sam ada disana." pikir Rian,segera dia pun menuju kamar yang di sebutkan oleh pria itu.
"Ini dia." ucap Rian ,saat dia akan mencoba membuka pintu tersebut.Tiba-tiba seseorang membukanya lebih dulu dari dalam dan segera Rian pun bersembunyi di tiang yang tak jauh dari kamar tersebut.
"Siapa dia." gumam rian saat melihat sosok pria memakai topeng keluar dari kamar tersebut.Dirasa sudah tak terlihat lagi Rian pun segera masuk ke kamar tersebut dan benar saja Bos nya ada disana berbaring di atas ranjang.
"Ya ampun,BOOOS." teriak Rian mencoba membangunkan Sam,namun Sam tak kunjung membuka matanya.
__ADS_1
"Aku harus segera membawanya keluar dari sini." ucap Rian,segera dia pun memapah tubuh Sam dengan susah payah keluar dari kamar tersebut.
"Flashback off"
"Jadi begitu bos ceritanya." ucap Rian setelah selesai menceritakan kejadian semalam.
"Sialan,siapa yang berani menjebak ku." umpat Sam mengepalkan tangannya.
"Ian,,,cari tau siapa orang yang mencoba bermain api denganku." ucap Sam dengan nada dingin.
"Siap bos." jawab Rian,tiba-tiba ponsel Sam berdering dan itu panggilan dari Arini.
"Hallo Saaam." ucap Arini sambil terisak setelah panggilannya tersambung.
"Sayang kau kenapa.???" tanya Sam panik karena istrinya menelpon dengan keadaan menangis.
"Sam kau kemana saja,semalam aku mencoba menghubungimu berulang kali tapi kamu tidak mengjawabnya." isak Arini.
"Maaf sayang semalam aku sedikit ada urusan,aku harus menyelesaikan pekerjaanku agar segera bisa pulang." Bohong Sam berharap istrinya percaya.
"Kau tidak bohong padaku kan,semalam aku sangat khawatir terhadapmu.Semalam aku mimpi buruk sangat buruk,bahkan mimpi itu sangat menakutkan bahkan terasa menyakitkan." jelas Arini masih terisak.
"Sayang...itu hanya mimpi." ucap Sam mencoba menenangkan istrinya.
"Apa kau tau aku bermimpi tentang apa." ucap Arini
"Aku bermimpi ada yang menjebakmu bahkan kau bercinta dengan wanita lain di depan mataku." ucap Arini masih menangis.
"Sayang sudah jangan pikirkan hal itu lagi,aku baik-baik saja disini.Kamu jangan menangis lagi,ingat itu hanya mimpi oke." ucap Sam terus mencoba menenangkan istrinya.
"Aku takut Sam,aku takut." ucap Arini terisak.
"Semuanya baik-baik saja sayang,sore ini aku akan segera pulang.Kamu tunggu aku ya." ucap Sam dengan nada selembut mungkin dan itu sedikit berhasil membuat isak tangis Arini mereda.
"Iya Sam,cepatlah pulang.Aku juga Luna sudah merindukanmu." jawab Arini.
"Aku juga,yaudah kalau gitu aku tutup telponnya dulu.Jangan pikirkan mimpi itu lagi oke." pinta Sam
"Iya Sam. " jawab Arini,lalu panggilan pun berakhir.
"Kenapa bos.???" tanya Rian saat merasa heran dengan mimik wajah bosnya yang sedikit aneh setelah bertelponan dengan istrinya.
"Semalam Arini memimpikan hal buruk tetangku." ucap Sam
"Dia bermimpi aku bercinta dengan wanita lain." lanjutnya lagi.
"Waw....batin nona Arini sangat kuat terhadap anda,bahkan mimpi nona Arini bisa saja terjadi jika saya datang terlambat menolongmu bos.Aku saja tak sanggup membayangkan Bos bercinta dengan wanita lain,sereeem." ujar Rian dan langsung mendapat tatapan tajam dari Sam.
"Dasar asisten kurang ajar,tapi aku berterima kasih kepadamu Ian,berkatmu aku jadi terbebas dari jebakan itu walau pu tubuhku harus di guyur air semalaman karena efek obat perangsang." ucap Sam
"Berterima kasihlah pada nona Selvi,karena jika dia tidak memberitahuku pasti beda lagi ceritanya." ucap Rian
"Ya nanti saya akan menemuinya,sebagai tanda terima kasihku." ucap Sam memandang ke sembarang arah.
^
__ADS_1
^
#Hehehe...tenang semuanya Sam gak gituan sama cewek lain kok,itu hanya cerita di mimpinya Arini dan juga imajinasi Rian ,Selvi dan Juga Amira jika Sam berhasil di jebak.#