
Esok harinya Sam di temani kuasa hukumnya pergi ke desa X untuk menjemput Luna juga mengurus segala surat-surat yang di butuhkan.
"Hati-hati di jalan." ucap Arini saat mengantar Sam sampai parkiran apartemennya.
"Iya Dear." jawab Sam mencium kening Arini sebelum masuk ke dalam mobil.
Perlahan mobil pun melaju meninggalkan area parkiran apartemen.
Tiba-tiba ponsel Sam berdering saat di perjalanan.Dilihatnya layar ponsel tersebut dan disana tertera nama "Papsky" alias papanya menelpon Sam.
"Hallo pah." ucap Sam saat menjawab panggilannya.
""Kamu dimana.? kata Rian kamu tidak masuk kantor hari ini.?"tanya papah Sam
"Iya pah hari ini Sam tidak bisa masuk kantor lagi." ucapnya
"Kenapa.??" tanya papahnya
"Ada urusan pah." jelas Sam
"Urusan apa ??" tanya sang ayah penasaran
"Nanti Sam bakalan kasih tau papah,sekarang Sam tutup dulu ya telponnya."ucap Sam menutup panggilan sepihak
Sedangkan di sebrang sana sang ayah sedang merutuki kelakuan putranya.
"Ini anak gak ada sopan-sopannya sama orang yang sudah menghasilkannya."gumamnya sambil menatap layar ponsel.
"Papah kenapa.??"tiba-tiba mamah Sam mengagetkannya.
"Ya ampun mah papah kaget." ucapnya sambil mengelus-ngelus dada.
"Hehe maaf pah,abisnya papah bicara sendiri.Mamah kan takut papah stres efek diam di rumah terus sejak pensiun dari kantor." ucap sang istri tertawa pelan.
"Ini loh mah si Sam." ucapnya terpotong dengan ucapan sang istri.
"Sam.?? ada apa dengan Sam.??" tanya sang istri cemas.
"Mamah tenang Sam gak kenapa-napa kok.Cuman hari ini dia tidak masuk kantor lagi,dan tadi papah telpon anak itu eh dia malah bilang sedang ada urusan.Giliran papah tanya urusan apa malah di matiin." jelasnya
"Ooh...mungkin Sam ada urusan dengan kuliahnya." pikir mamah Sam dan di angguki oleh sang suami.
_____________
Kini Sam dan kuasa hukum nya sudah sampai di desa X.
"Assalamu'alaikum Bu." sapa Sam kepada Bu Aminah yang sudah menunggu Sam di depan warung nya.
__ADS_1
"Waalaikumsalam nak Sam,ayo mari masuk dulu.!!" titah Bu Aminah dan Sam pun masuk ke dalam bersama kuasa hukumnya.
"Silahkan duduk!!"titah Bu Aminah
"Makasih Bu." ucap Sam mendaratkan bokongnya di kursi kayu
"Dimana Luna Bu.???" tanya Sam sembari matanya celingukan mencari keberadaan calon anaknya.
"Oh dia masih tidur." terang Bu Aminah,bu Aminah ini adalah seorang janda memiliki anak 1 dan ikut dengan suaminya merantau ke kota.Jadi Bu Aminah tinggal sendirian di rumah sekaligus warungnya.
"Ooh." Sam hanya beroh ria saja menanggapi ucapan Bu Aminah.
"Yasudah ibu buatkan minum dulu ya,sekaligus bangunin Luna dulu." ucapnya pamit meninggalkan Sam dan kuasa hukum nya.
15 menit kemudian Bu Aminah kembali dengan membawa minum dan juga cemilan,tak lupa ada Luna yang berjalan di belakangnya.
"Luna." ucap Sam saat melihat anak kecil itu.
"Om Saam." teriak Luna langsung lari menghambur ke pelukan Sam.
"Luna seneng bisa ketemu lagi dengan om Sam,Luna sangat rindu om Sam juga tante Arini." jelas Luna duduk di pangkuan Sam.
"Dari semalam Luna terus nanyain nak Sam." timpal Bu Aminah setelah menghidangkan jamuannya.
"Nah sekarang om Sam sudah ada disini juga Luna bakalan terus deket om Sam dan tante Arini nantinya."ucapnya mencium pipi Luna.
"Kami permisi dulu Bu." ucap Sam dan di angguki oleh Bu Aminah.
Sam sampai di rumah Bu Marni.
"Toktok....Assalamu'alaikum." teriak Sam tak berapa lama pintu pun terbuka menampilkan seorang pria yang umurnya sekitar 50 tahunan.Bisa Sam pastikan itu adalah suami Bu Marni.
"Kau Sam kan..??" tanya pria tersebut tak menjawab salam Sam.
"Iya pak." jawab Sam sopan.
"Masuk." titahnya dengan nada datar
Sam pun masuk ke dalam rumah Bu Marni.
"Siapa mas.??" tanya Bu Marni yang baru keluar dari kamarnya.
"Oh kamu,saya pikir kamu hanya becanda kemarin." ucap Bu Marni.
"Langsung saja Bu,ini uang yang ibu pinta dan ini surat-surat yang harus ibu tanda tangani." ucap Sam sembari menyodorkan koper kecil dan juga surat-surat kepada Bu Marni.
"Silahkan di baca dulu,jika ada hal yang kalian tidak mengerti silahkan tanyakan kepada saya." ucap Sam lalu Bu Marni menerima koper kecil dengan girang dan langsung membukanya dengan mata berbinar.
__ADS_1
Begitu pun dengan suaminya tak kalah girang saat melihat setumpuk uang kertas berwarna merah ada di depan matanya.
"Tidak perlu membacanya,kami sudah setuju." ucaP Bu Marni langsung menandatangani surat-surat tersebut.
"Oke jadi semuanya sudah selesai,pihak bu Marni tidak boleh mengganggu Luna yang mana sekarang sudah sah menjadi anak Pak Sam secara hukum." ucap Kuasa hukum Sam.
"Bu Marni sudah paham kan,kalau begitu saya permisi dulu." ucap Sam dan hanya di angguki oleh Bu Marni karena dia dan suaminya sedang terpesona dengan uang gepokan.
"Miris sekali." ucap kuasa hukum Sam saat mereka sudah keluar dari rumah Bu Marni.
"Begitulah lah pak jika orang yang di butakan dengan duniawi." jawab Sam tersenyum kecut.
Mereka pun kembali ke warung Bu Aminah.
"Sudah nak Sam.??" tanya Bu Aminah dengan raut wajah cemas.Disana juga ada Luna.
"Sudah Bu,Alhamdulillah semuanya lancar kok." jawab Sam tersenyum begitupun dengan Bu Aminah dia sangat lega sekali.
"Nah sekarang Luna ikut sama Om Sam ya."ucap Sam memangku tubuh gadis kecil tersebut.
"Yeeeeee....apakah aku akan tinggal dengan om.??" tanya Luna
"Tentu sayang,dan mulai sekarang kamu panggil om dengan sebutan ayah dan panggil tante Arini dengan sebutan Bunda." jelas Sam
"Ayah,Bunda.??" ulang Luna sedikit mengerutkan keningnya karena tak paham.
"Iya,mulai sekarang Luna sudah menjadi anak Om Sam dan tante Arini.Jadi Luna sekarang punya orang tua lagi." ucap Sam mencoba menjelaskan.
"Jadi sekarang Luna punya keluarga lagi.??" ucap gadis kecil itu dengan wajah bahagia juga sorot mata yang berbinar.
"Iya sayang!! Luna mau kan jadi anak om.??" tanya Sam dan di angguki oleh Luna dengan senang.
"Ibu sangat senang sekali akhirnya Luna memiliki keluarga lagi.Nak Sam ibu minta sayangi Luna layaknya anak sendiri." ucap Bu Aminah sedikit memberikan nasihat.
"Tentu ibu,ibu tidak usah khawatir saya dan istri saya akan menyayangi Luna layaknya anak sendiri." jawab Sam tersenyum.
"Ibu percaya kepada nak Sam." ujar Bu Aminah.
"Kalau begitu kami pamit dulu ya Bu." ucap Sam
"Makasih sudah jagain Luna." ucapnya lagi lalu menyalami tangan Bu Aminah.
"Sama-sama nak,semoga kebahagiaan selalu ada untuk keluarga nak Sam." ucap Bu Aminah memberikan do'a kepada Sam.
"Amiiin,kalau begitu kami permisi ya Bu!! Assalamu'alaikum." ucap Sam meninggalkan rumah Bu Aminah.
"Dadah ibu" teriak Luna melambaikan tangannya saat dia sudah masuk ke dalam mobil,Bu Aminah pun membalas lambaian tangan Luna dengan haru.Ya walau pun Luna bukan siapa-siapanya tapi Bu Aminah begitu menyayangi anak itu.
__ADS_1