Menikah Karena Wasiat

Menikah Karena Wasiat
Bab 76


__ADS_3

"Hati-hati sayang." Ujar Sam seraya membantu Arini masuk ke dalam mobil,begitupun dengan Luna dia duduk di sebelah Arini di belakang.


Sam pun sudah duduk di kursi kemudi,perlahan-lahan mobil pun melaju keluar dari area Rumah Sakit.


"Apakah kamu ingin sesuatu.???" tanya Sam kepada Arini tanpa menoleh ke arahnya.


"Tidak,aku hanya ingin tidur saja denganmu." ucap Arini manja.


"Dengan senang hati Nyonya." Sam tersenyum senang mendengar keinginan istrinya.


"Bundaaaa." Luna membuka suara


"Ya sayang.?"jawab Arini menatap wajah gadis kecil itu.


"Apakah nanti bunda akan tetap menyayangi Luna.??" tanya Luna sendu


"Loh kenapa kamu bicara seperti itu nak.? tentu saja bunda dan ayah akan tetap menyayangimu." Arini memeluk Luna


"Kamu adalah putri pertama kami."sambungnya lagi


"Luna sayang bunda dan ayah." ucap gadis kecil itu sembari tangannya memeluk leher Arini dengan erat.


"Bunda juga sayaaaaaaaaaang banget sama Luna."ucap Arini sedangkan Sam hanya tersenyum melihat tingkah kedua wanita tersebut.


Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 30 menitan akhirnya mereka pun sampai di apartemen.


Dengan telaten Sam membantu Arini berjalan menuju apartemennya,karena kebetulan Arini tidak mau di bawa dengan kursi roda.


"Akhirnya sampai juga."ucap Sam saat mereka sudah sampai di depan apartemennya


Sam pun mulai memencet sandi apartemennya dan taraaaaaaa,ternyata di apartemennya sudah ada keluarga Sam termasuk mamah Arini.


"Kejutaaaaaaan."teriak semua orang sembari meniup terompet


"Selamat ya sayang." mamah Arini langsung memeluk putrinya.


"Makasih mah,tapi kata Sam mamah sedang di luar kota." ujar Arini kebingungan


"Mamah bohong,mamah ingin memberi kejutan kepada putri mamah dan juga calon cucu mamah." mamah Arini mengelus perut rata anaknya dengan sumringah.


"Selamat ya sayang,kamu harus makan yang banyak dan juga yang bergizi." Kini giliran mamah Sam yang memberikan ucapan selamat.


"Iya mah,makasih atas perhatiannya." jawab Arini penuh haru


"Selamat ya sayang,semoga kalian berdua sehat sampai lahiran nanti." papah Sam juga tak mau ketinggalan untuk memberikan selamat kepada menantunya.


"Luna sini sayang!!" panggil mamah Arini,gadis itu dari tadi hanya diam saja entah apa yang dia pikirkan.


Luna pun menghampiri sang nenek dengan lembut mamah Arini pun mengangkat tubuh Luna dan mendudukan di pangkuannya.

__ADS_1


"Luna senang akan memiliki adek.???"tanya mamah Arini dan gadis kecil itu pun mengangguk bahagia.


"Luna harus sayang sama adek ya jika nanti adeknya sudah lahir." ucap mamah Arini lagi


"iya nenek." jawab Luna lucu


"Anak pintar,oiya...nenek punya hadiah buat Luna." mamah Arini menunjukan boneka barbie edisi terbaru dan itu membuat Luna senang.


"Makasih nenek." ucap Luna memeluk bonek barbie.


"Sama-sama sayang." jawab mamah Arini mencium pipi Luna gemas.


Dan yang lain pun hanya bisa tersenyum melihat semua itu,semua orang sangat menyayangi Luna termasuk orang tua Sam mereka selalu memperlakukan Luna sebagai cucu nya sendiri.


"Yaudah Luna bobo dulu yuk,ini sudah malam." titah Sam,kebetulan jam sudah menunjukan pukul 20:00.


"Iya ayah,semuanya Luna mau bobo dulu ya."ucapnya langsung berlari kepada Bi Wati.


"Anak itu lucu sekali,mamah sangat bersyukur Sam bertemu dengan anak itu."ujar mamah Sam memandang punggung Luna yang semakin menjauh.


"Iya,,,kasian sekali nasibnya." ucap mamah Arini.


"Sudah,,,sudah,,kenapa kalian jadi sedih gini,kita tuh harusnya bahagia karena bakalan memiliki dua cucu." papah Sam mencairkan suasana.


"Yaudah kalau gitu Sam mau ajak Arini buat istirahat dulu,kata dokter dia gak boleh kecapean." Sam menuntun Arini menuju kamarnya.


"Semuanya Arini ke kamar dulu ya." pamit Arini


Setelah mengantarkan Arini ke kamarnya Sam pun kembali menuju ruang tamu,untuk berkumpul dengan keluarganya.


"Apakah Arini sudah tidur.???"tanya mamah Sam saat melihat kedatangan putranya.


"Sudah mah."jawab Sam mendudukan bokongnya di sofa.


"Kamu harus jaga Arini,terus mood ibu hamil itu gampang berubah-ubah jadi kamu harus sabar ngadepinnya." mamah Sam memberikan wejangan kepada putranya.


"Iya mah,kalian semua tenang aja Sam akan menjaga Arini dengan baik." ucapnya


"Mamah percaya kepadamu nak." ucap mamag Arini Sam hanya membalas dengan senyuman.


"Sam apakah kamu tidak ingin pindah rumah.?maksud papa rumah yang lebih gede,apartemenmu kan segini kecil kasian Arini juga Luna." ujar ayah Sam


"Sam udah punya rencana akan pindah pah,tapi belum nemu rumah yang pas." jawab Sam


"Yaudah nanti papah bantu carikan rumah yang cocok untuk kalian." ucap papa Sam


"Makasih pa." ucap Sam seraya tersenyum.


"Jangan sungkan nak,kamu adalah putra kami." ayah Sam menepuk pundak putranya.

__ADS_1


"Oya...apakah kalian akan menginap disini.???"tanya Sam


"Tidak nak,besok mamah ada urusan di luar kota lagi." jawab mamah Arini


"Oh gitu ya,kalau mamah sama papah gimana.?"tanya Sam


"Kami juga tidak bisa Sam,mungkin lain waktu saja ya." ujar sang mamah


"Yaudah gapapa." jawab Sam


"Kalau gitu mamah pulang dulu ya." ucap mamah Arini.


"Biar Sam antar mah.!!" ucap Sam bangkit dari duduknya.


"Tidak usah,mamah di jemput kok sama supir kamu jagain Arini aja ya." ucap mamah Arini,lalu dia pun pergi meninggalkan apartemen Sam setelah cipika-cipiki dengan besannya(mamah Sam).


"Hati-hati mah." ucap Sam saat mengantarkan mertuanya ke bawah sampai sang mertua masuk mobil.


"Iya Sam." jawab mamah Arini saat dia sudah masuk ke dalam mobilnya.


Dirasa mobil sang mertua sudah cukup jauh,Sam pun kembali masuk menuju apartemennya.


"Kalau gitu kami juga pamit ya nak." ucap mamah Sam saat putranya sudah kembali.


"Lah kenapa buru-buru amat."ujar Sam


"Gapapa,mending kamu istirahat saja."titah sang mamah


"Salam buat Arini ya." ucap sang mamah,lalu mereka pun pergi dari apartemen Sam.


"Tidak perlu mengantarkan kami ke bawah."ucap sang ayah menahan Sam saat dia akan ikut keluar rumah.


"Yaudah kalau gitu,mamah dan papah hati-hati di jalan." ucap Sam dan di angguki oleh orang tuanya.


Sam pun menutup pintu apartemennya setelah orang tuanya masuk ke dalam lift,dia pun segera berjalan menuju kamarnya.


Tubuhnya sudah sangat lelah,namun hatinya sangat bahagia karena dia akan memiliki anak yang selama ini dia idam-idamkan.


Sam pun mengambil ponsel yang ada di atas meja kamarnya,degan cepat dia mengetik sesuatu seolah-olah dia sedang mengirim pesan kepada seseorang.


"Gengs......gw akan jadi ayaaaaaaah." seperti itulah pesan yang Sam tulis kepada teman-temannya di grup whatsap.


"Maksud loe Arini hamil.?" Rega orang pertama yang membalas pesan Sam


"Yoi om." jawab Sam


"Widiiih...selamat ya Sam."ucap Rega,tak berselang lama Nando juga Gary ikut membalas pesan Sam.


"Wah...selamat ya Sam,loe udah mau jadi ayah aja.Kayaknya gw harus segera melepas masa lajang gw." seperti itulah pesan dari Gary

__ADS_1


"Selamat ya bro,gw senang dengernya.Semoga Arini sama bayinya sehat sampe lahir." dan ini adalah pesan dari Nando.


"Thanks semuanya,kalau gitu gw mau tidur dulu mau melukin istri sama calon anak gw.Good night para jomblo😂😂." Sam membalas pesan ketiga temannya dengan emot mengejek.Dia pun menyimpan ponselnya kembali dan segera merebahkan tubuhnya di sebelah sang istri,tangannya dia lingkarkan di perut Arini dia elus perut Arini dengan pelan bibir nya tersenyum senang hingga matanya pun terpejam pergi ke alam mimpi.


__ADS_2