
Benar saja hari ini Sam pulang cepat tidak seperti biasanya,selesai metting dia langsung pulang ke apartemennya.
"Assalamu'alaikum."ucap Sam yang baru saja membuka pintu apartemennya.Saat itu waktu menunjukan pukul 16:00.
"Ayaaaaaaaah." teriak Luna berlari ke arah Sam.
"Wa'alaikumsalam,nak Sam tumben udah pulang jam segini.???" tanya bi Wati.
"Hehehe iya bi,kebetulan hari ini kerjaan gak terlalu banyak." ujar Sam dan bi Wati hanya manggut-manggut kepalanya.
"Luna sudah mandi.???" tanya Sam kepada putrinya yang berada di pangkuannya.
"Sudah dong ayah." jawab Luna
"Tapi kenapa ayah tidak pulang bareng bunda.??"tanya gadis kecil itu lagi.
"Karena bunda masih kuliah sayang,mungkin sebentar lagi juga pulang." ucap Sam mengacak-ngacak rambut putrinya.
"Yasudah ayah ke kamar dulu ya,mau mandi!! ucap Sam menurunkan Luna dari pangkuannya.
"Iya ayah." jawab Luna dengan gemas.
"Bi titip Luna dulu ya!!" ucap Sam dan di angguki oleh bi Wati,Sam pun segera pergi ke kamarnya untuk membersihkan tubuhnya yang terasa lengket.
Sungguh hari ini begitu melelahkan bagi Sam,belum lagi masalah metting tadi siang.Sam sangat kesal sekali saat tau siapa client nya itu.
*Flashback on*
"Mengapa mereka lama sekali.???" tanya Sam kepada sekertarisnya,saat ini mereka sedang berada di restoran hampir 1 jam lebih mereka menunggu kedatangan client.
"Saya juga tidak tau pak,sebentar saya akan menghubunginya." ucap Rian,baru saja dia merogoh ponselnya tiba-tiba datang 2 wanita menghampiri mereka berdua.Dan kebetulan saat itu Sam duduk membelakangi mereka.
"Maaf membuat kalian menunggu,tadi sedikit ada insiden." ucap salah satu wanita tersebut.
Sedangkan Sam sudah sangat malas menanggapinya,dia sudah kesal karena harus menunggu hingga sekian jam.
"Oh iya tidak apa-apa,apakah kita bisa mulai mettingnya.??" tanya Rian
"Oh tentu!" ucap wanita tersebut hendak duduk dan Sam masih dengan membelakanginya.
"Ah iya perkenalkan nama saya Selvi Dinarta dan ini sekertaris saya namanya Amira." ujar Selvi.
"Ah iya saya tau,ini bos say..." belum juga Rian menyelesaikan ucapannya Sam lebih dulu memotongnya.
Sam membalikan tubuhnya dan melihat kedua wanita tersebut,pandangan Sam dan Selvi bertemu.
"Apakah client kita dia.??"tanya Sam kepada Rian.
"Iya pak,dia adalah putri pak Dinarta." jawab Rian.
__ADS_1
"Ck.....waktu saja tidak dia hargai apalagi kerjasama ini,bisa-bisa tidak berjalan lancar." cebik Sam seraya mengejek Selvi.
"Apa maksud anda bilang begitu huh.??"tanya Selvi sedikit berteriak karena tidak terima dengan ucapan Sam.
"Saya bicara fakta.Anda membuat client anda menunggu hampir 1 jam lebih,apakah itu pantas.???"tanya Sam sedikit menyudutkan Selvi.
"Maaf tuan Samuel bukankah tadi saya sudah meminta maaf dan menjelaskan,bahwa saya sedikit ada kendala tadi." ucap Selvi membuat pembelaan.
"Apakah anda tidak mendengar itu,oooh...saya lupa anda kan pria arogan yang tidak mau mendengarkan penjelasan orang lain." ejek Selvi.
"Mmmmp....maaf apakah kita bisa di mulai mettingnya.??" Rian mencoba menengahi pertengkaran antara bosnya juga client nya.
"Kau urus saja dia,saya sangat malas sekali berurusan dengannya." ucap Sam hendak pergi meninggalkan orang-orang yang ada disana.
"Bapak mau kemana.??" tanya Rian mencegah langkah kaki Sam.
"Menghindari aura kejelekan,kau yang urus saja metting ini." ucap Sam langsung pergi,dia benar-benar muak dengan terhadap Selvi.
"Maafkan bos saya nona Selvi."ucap Rian tak enak hati.
"Ooh...tidak apa-apa pak Rian,saya juga paham pasti dia kesal karena harus menunggu lama." ucap Selvi tersenyum ramah.
"Ah makasih nona atas pengertiannya,mari kita mulai mettingnya!!" ucap Rian mempersilahkan Selvi dan sekertarisnya duduk.
*Flasback off*
"Sial kenapa juga harus wanita itu." grutu Sam yang sedang berendam di bathup.
"Ya ampun aku kira siapa." ucap Sam kaget saat melihat istrinya duduk di sofa sembari menatapnya dengan tajam.
"Kenapa kamu liatain aku kayak gitu.???"tanya Sam mengerutkan keningnya.
"Aneh aja." ucap Arini dengan nada acuhnya.
"Aneh kenapa.??"tanya Sam hendak ke ruang ganti
"Aneh karena kamu pulang cepat." ucap Arini dengan nada sedikit berteriak.
"Pulang cepet di omongin pulang larut malam apalagi." ucap Sam keluar dari ruang ganti.
"Aku kan hanya bertanya." ucap Arini sedikit cemberut.
"Sudah sana mandi dulu." titah Sam
"Emang kita mau kemana sih.???" tanya Arini penasaran
"Udah sana mandi!!"titah Sam menarik tangan Arini
Akhirnya Arini pun menuruti perintah suaminya dengan muka di tekuk.
__ADS_1
"Ayaaah."teriak Luna dari luar kamarnya
"Ya sayang??" ucap Sam membuka pintu kamarnya.Dan langsung memangku Luna
"Bunda mana.???"tanya Luna
"Sedang mandi." jawab Sam
"Anak ayah udah mandi belum.??"tanya Sam sembari hidungnya mencium-cium tubuh Luna.
"Udahlah sama bibi." jawab gadis kecil itu
"Pantas saja anak ayah wangi sekali." ucap Sam mendengus-dengus hidungnya di tubuh Luna.
"Hahaha....ayah geli." ucap Luna tertawa,tiba-tiba pintu kamar mandi pun terbuka dan Arini baru saja selesai dengan mandinya.
"Bundaaa." teriak Luna
"Sayang...." ucap Arini tersenyum
"Sebentar ya bunda pakai baju dulu "ucapnya lagi
Beberapa menit kemudian Arini pun keluar dari kamar ganti,dan dia sudah mengenakan daster rumahannya.
"Jadi kita mau kemana.?" tanya Arini duduk di sebelah Sam.
"Udah nanti kamu juga bakalan tau." ucap Sam kekeh tidak ingin memberitahu Arini.
Malam pun telah tiba,saat ini jam sudah menunjukan pukul 20:00.Saat ini Arini tengah bersiap-siap.
Sebenarnya Arini masih sedikit kesal terhadap suaminya,tapi dia juga berpikir tidak ada gunanya jika harus marahan terlalu lama.
"Apakah bi Wati juga ikut.???"tanya Arini
"Tidak usah,kasian dia pasti lelah sudah jagain Luna seharian." jawab Sam.
"Bunda,ayah ayoo!!"rengek Luna yang sudah tidak sabar,karena ini pertama kalinya dia akan jalan-jalan di malam hari dengan orang tuanya.
"Tunggu dulu nak,bunda mu itu pasti lama jika sudah duduk di depan cermin." ucap Sam mengejek istrinya yang tak kunjung selesai merias wajah.
"Apaan sih kamu,orang aku cuman pake bedan sama lipstik doang." ujar Arini kesal.
"Cieee...gitu aja ngambek."goda Sam sembari mengedip-ngedipkan matanya dan itu tak luput dari pandangan Luna.
"Ayah matanya kenapa??? mata ayah sakit ya???"tanya Luna
"Mata ayahmu kemasukan debu vulkanik nak,makannya seperti itu."ketus Arini langsung memangku Luna untuk keluar dari kamarnya.
"What debu vulkanik?? ujar Sam
__ADS_1
"Nasib punya bini berbibir sadis." grutu Sam sembari menyusul istri dan anaknya yang sudah lebih dulu keluar dari kamar.