
Baik anak-anak sekarang kita mulai pelajarannya,keluarkan buku Sejarah kalian lalu buka halaman 29 Bab 4 nah disana kalian rangkum semua ke buku tulis kalian lalu kumpulkan.
Pak kenapa ngerangkum mulu sih." ucap Arini protes karena setiap pelajarannya selalu saja hanya merangkum.
Turuti saja perintah Gurumu." ucap pak Dadang yang kumisnya baplang.
Hah menyebalkan." grutu Arini namun masih terdengar oleh sahabatnya Diana.
Tumben non protes biasanya nurut aja." bisik Diana.
Abisnya kesel tuh Guru tiap ngajar pasti ngerangkum terus." ucap Arini sedikit sewot.
Hahaha sabar, awalnya gw juga kesel tapi nanti juga bakalan terbiasa.Sudah kita turuti saja perintahnya sebelum bibirnya komat kamit lagi geli aku liat kumisnya." ucap Diana panjang lebar.
Arini,Dianaa." teriak pak Dadang saat melihat kedua muridnya malah curcol.
Ah iya pak ada apa.? tanya Arini polos.
Kalian mau bapa suruh keluar.? ucap sang Guru mengancam.
Ngapain kami harus keluar pak.? tanya Diana tak kalah polos.
Biar ngegosipnya lebih leluasa." sindir paK Dadang dan seketika kedua muridnya pun paham maksud dari perkataan gurunya.
Hehe maafkan kami pak." ucap Arini cengengesan.
Sudah cepat kalian kerjakan perintah saya, sudah kelas 3 juga masih aja susah di atur." ucap pak Dadang
Rasain loe berdua." bisiK Susi dari belakang.
Dan hanya di balas dengan tatapan sinis oleh Diana.
Udah Di ayo kita kejakan perintahnya keburu ngomel lagi." bisik Arini menepuk pundak temannya.
Lalu mereka pun mulai pokus mengerjakan tugas dari pak Dadang.
1 jam kemudian pelajaran pak Dadang pun telah usai, kini giliran jam pelajaran kedua namun sang Guru tak datang-datang ke ruangan tersebut.
__ADS_1
Wah kemana nih pak Amir.? tanya salah satu murid cowok.
Mungkin dia gak bisa masuk." jawab murid lainnya.
Ah itu lebih baik jadi kita gak belajar." celetuk Angga.
Huh dasar pemalas." ejek Diana.
Biarin,kamu juga sama kan senang kalau gak belajar." jawab Angga ,tiba-tiba pintu kelas pun terbuka menampilkan sosok Kepala Sekolah dan di belakangnya ada sosok pria dia terlihat sangat tampan namun expresi mukanya datar.😅
Wah siapa dia."
Wah ganteng banget."
Yaampun kok bisa ada pangeran nyasar kesini sih." Kurang lebih seperti itulah bisikan bisikan dari murid perempuan yang ada di kelas tersebut.
Rin ,ganteng banget." ucap Diana dengan matanya pokus menatap sosok pria tersebut.
Inget Gege woy." bisik Arini membuyarkan keterpanaan Diana.
Lebay." ucap Arini.
Oke anak-anak ,perkenalkan ini adalah Pak Gika dia adalah pengganti pak Amir,jadi dia akan mengajar kalian pelajaran Ekonomi." ucap pak kepala sekolah.
Waaah ,kalau gini bisa-bisa aku semangat setiap hari berangkat sekolah." ucap Susi dan langsung saja dia mendapat sorakan dari semua murid.
Huuuuuuuuuh." teriak semua murid.
Diam.!!Pak Gika silahkan perkenalkan diri anda." titah pak kepsek kepada Guru barunya.
Terima kasih pak.!! Oke semuanya perkenalkan nama saya Anggika Imamade kalian bisa panggil saya Pak Gika,saya disini menggantikan Pak Amir karena beliau di pindah tugaskan ke kota B.Senang bertemu dengan kalian.
Pak boleh nanya gak.? ucap Diana.
Ya silahkan." jawab pak Gika.
Bapak kok bisa ganteng banget sih, pake skincare apa pak.? tanya Diana dan langsung seisi ruangan menyorakinya.
__ADS_1
"Gw kan hanya nanya emang salah gitu." gumam Diana kesal karena mendapatkan sorakan dari teman temanya.
Nanya sih nanya tapi gak gitu juga kali pertanyaannya." bisik Arini terkekeh.
Ah kau juga sama menyebalkan." ucap Diana pura pura marah.
Hahaha,saya tidak memakai skincare apa-apa." jawab pak Gika
Ada lagi yang mau bertanya.? tanya nya lagi.
Bapak punya pacarkah,atau tunangan,atau istri atau bapak duda.? Tanya Susi.
Ganjen." ucap Diana ketus
Biarin,suka suka gw." balas susi tak kalah ketus.
Saya singgle." jawab pak Gika.Dan seketika semua murid peremupan mengucapkan syukur saat mendengarnya hanya Arini yang cuek akan kedatangan guru barunya.
Sudah sudah, sesi pertanyaan di tutup." ucap pak kepsek.
Pak satu lagi dong." tanya teman Susi
Apa.? tanya pak kepsek.
Kalau murid barunya mana.? tanya temen susi yang bernama Nur.
Tidak ada murid baru yang ada Guru baru." ucap pak kepsek .Lalu dia pun pamit keluar dari kelas tersebut.
Sus info lu hoax." ucap Nur.
Ya kan gw juga tau dari orang." jawab Susi.
Dasar penyebar hoax." celetuk Diana.
Sialan lu." ucap Susi kesal.
Sudah sudah ,semuanya tenang mari kita mulai pelajarannya." ucap pak Gika dan seketika ruangan pun menjadi hening dan semua murid mulai pokus dengan pelajarannya.
__ADS_1