Menikah Karena Wasiat

Menikah Karena Wasiat
Bab 57


__ADS_3

Malam pun telah tiba,saat ini Arini dan Sam tengah bersiap-siap.Sam akan mengajak Arini diner romantis jadi dia menyuruh istrinya untuk berdandan secantik mungkin.


"Apakah ini sudah cukup.?"tanya Arini bangun dari duduknya dan memutarkan tubuhnya di depan Sam seolah-olah meminta penilaian kepada suaminya.


"Sangat." ucap Sam mengacungkan jempolnya.


"Yaudah ayo kita turun." ajak Sam merangkul pinggang Arini.


"Kita mau kemana sih.?" tanya Arini saat mereka sudah keluar dari kamar.


"Udah kamu diam aja,nanti juga kamu bakalan tau kok." jawab Sam menarik Arini masuk ke dalam lift.


"Ting." lift pun terbuka,buru-buru mereka masuk.Tak butuh waktu lama lift pun kembali terbuka lalu mereka keluar.


"Tunggu dulu." ucaP Sam menahan langkah Arini.


"Ada apa.?"tanya Arini mengerutkan keningnya.


"Matamu harus di tutup dulu pake ini." ucap Sam sembari mengeluarkan sapu tangan dari saku celananya.


"Loh kalau mataku di tutup bagaimana aku berjalan.?"tanya Arini menahan tangan Sam yang akan menutup matanya.


"Aku akan jadi matamu." jawabnya dengan lembut dan mulai memasangkan penutup di mata Arini.


Kini mata Arini pun telah tertutup Sam membantu Arini berjalan,dengan hati-hati Sam memegang tangan istrinya menuntunya pelan-pelan.


"Apakah sudah sampai.?" tanya Arini tak sabar ingin segera membuka penutup matanya.


"Sebentar lagi." jawab Sam.Deru ombak sangat terdengar dengan jelas,semilir angin membuat rambut panjang Arini tertiup indah sehingga wajahnya sedikit tertutupi oleh beberapa anak rambut.


"Awas hati-hati."ucap Sam karena saat itu mereka menaiki perahu,perahu yang cukup besar dan bagus.


"Ini dimana sih.? udah bisa di buka belum.?"tanya Arini kembali tak sabar.


"Sabar dear,sebentar lagi kita sampai." ucap Sam terus menuntun Arini dan mendudukannya.Perlahan-lahan Sam pun membuka penutup matanya.


"Bukalah matamu."titah Sam ,dengan pelan Arini pun mencoba membuka matanya secara perlahan dan matanya terbelalak saat melihat pemandangan indah di depannya begitu banyak lampion yang bertebangan di atas.Tak hanya itu perahu sederhana yang di hias dengan sangat cantik,Sam sengaja tidak memakai kapal pesiar karena itu sudah sangat pasaran dia ingin sesuatu yang unik.

__ADS_1


"Kamu suka.?" tanya Sam memeluk Arini dari belakang,karena kebetulan mereka duduk berdampingan.


Arini pun menganggukan kepalanya." Aku suka sekali Sam,ini sangat indah." Arini menatap takjud di sekitarnya dia.


"Kapan kamu nyiapin semua ini.?" tanya Arini menghapus air matanya karena terlalu terharu dengan kejutan dari suaminya.


"Tentu saja aku meminta bantuan mang Yono,aku sengaja tidak memakai kapal pesiar karna itu trik pasaran." ucap Sam mengedipkan matanya.


"Aku bahkan lebih suka ini." jawab Arini memegang tangan suaminya.


"Aku masih punya kejutan untukmu ."ucap Sam


"Apa itu.?" tanya Arini memicingkan matanya.


"Tutup dulu matamu." titah Sam dan Arini pun menuruti perintah suaminya.


Sam pun merogoh kantong celananya,dan mulai mengeluarkan kalung berlian dengan liontin bermata mutiara biru di depan wajah Arini.


"Buka." titah Sam ,pelan Arini membuka matanya dan dia pun terkejut tak percaya saat melihat kalung cantik ada di depan matanya.


"Ini.?" tanya Arini ,hanya kata itu yang keluar dari mulutnya seolah-olah meminta penjelasan kepada suaminya.


"Sini aku akan memakaikannya." ucapnya lagi,Arini pun menyingkirkan rambutnya membiarkan suaminya memakaikan kalung di lehernya.


"Sangat cantik." ucap Sam saat melihat istrinya memakai kalung tersebut.


"Makasih Sam." ucap Arini memeluk tubuh suaminya.


"Sama-sama dear,aku ingin selalu membuatmu bahagia.Aku janji akan bekerja keras agar aku bisa jadi suami yang baik dan bertanggung jawab untukmu dan juga anak-anak kita kelak."Sam membalas pelukan istrinya dengan erat.Sungguh Sam sangat mencintai Arini,dia sangat berterima kasih kepada keluarganya yang sudah menjodohkan dia dengan Arini.Walau di awal dia sempat menolak untuk di jodohkan dengan Arini.


"Terima kasih.!! Aku janji akan selalu menemanimu di kala suka maupun duka." ucap Arini di dalam pelukan Sam.


"Aku mencintaimu." ucap sam mencium kepala Arini.Tiba-tiba terdengar suara kembang api di atas.


"Apakah ini bagian dari kejutan juga.?" tanya Arini saat melihat kembang api yang berbentuk hati.


"Huum." Sam menganggukan kepalanya.

__ADS_1


"Aaaah...kenapa kamu sangat romantis sekali.? bagaimana bisa aku tidak jatuh cinta padamu suamiku." ucap Arini dengan nada menggoda.


"Apa yang harus aku lakukan untuk membalas keromantisanmu malam ini.?"tanya Arini menyandarkan kepalanya di dada Sam.


"Buat aku menggila oleh mu malam ini."bisik Sam di telinga Arini,dan Arini pun paham maksud dari ucapan suaminya.


"Dasar piktor." Arini mencubit dada Sam dengan pelan.


"Hahaha....aku piktor hanya denganmu saja." Sam terkekeh saat melihat istrinya cemberut.


"Saam." panggil Arini ,saat ini mereka masih berada di atas perahu sambil memandangi lampion-lampion yang mulai terbang jauh.


"Hmm." Sam hanya menjawab dengan gumaman saja.


"Aku harap kamu selalu bersikap seperti ini kepadaku, dan aku harap kamu selalu menyayangiku dan mencintaiku dengan tulus."Pinta Arini memandang wajah Sam yang masih menatap lampion-lampion yang ada di atas.


Sam pun menoleh menatap wajah istrinya,dengan lembut dia pun mengelus pipi Arini dan " Cup." sekilas Sam memberikan ciuman di bibir Arini.


"Dengarkan aku,kamu adalah cinta pertama dan terakhirku.Tidak akan ada yang bisa gantiin kamu disini." Sam mengarahkan tangan Arini tepat di dadanya.


"Aku bahkan sangat menyesal karena dulu sempat menolak untuk di jodohkan denganmu." Ucapnya lagi sambil menatap wajah Arini.


"Tapi percayalah dear,saat ini hanya kamu satu-satunya wanita yang aku cintai.Bahkan untuk selamanya hingga maut memisahkan kita.Aku akan berusaha untuk selalu membuatmu bahagia,tidak membuatmu kekurangan apapun." Sam menggenggam tangan Arini seolah-olah sedang mengikrarkan janji.


"Makasih Sam,di cintaimu saja itu sudah lebih dari cukup bagiku." jawab Arini mencium tangan Sam.


"Aku mencintaimu." ucap Arini masih dengan posisi mencium tangan Sam,air matanya meleleh dia begitu bahagia bisa dicintai oleh pria seperti suaminya itu.Dia tidak menyangka hubungannya dengan Sam akan seromantis ini.Arini sangat berharap semoga rumah tangganya langgeng dan tidak ada hal yang bisa memisahkan mereka selain maut.


"Aku lebih mencintaimu dear." Sam mengangkat wajah Arini dan langsung mencium bibir sang istri dengan lembut,begitu pun dengan Arini dia membalas ciuman suaminya dengan lembut, hembusan angin menyentuh kulit mereka sehingga membuat mereka semakin mengeratkan ciuamannya seolah-olah menunjukan rasa cinta mereka masing-masing.


Sedangkan dari jauh terlihat ada 2 pria yang dari tadi sedang menonton drama romantis ala Korea versi Indonesia siapa lagi kalau bukan mang Yono dan temannya yang telah membantu Sam untuk memberikan kejutan kepada istrinya.


"Ya ampun mang jiwa jombloku meronta-ronta melihat mereka." ucap teman mang Yono yang hanya bisa menggigit jarinya.


"Aku pun begitu,bukan hanya meronta saja jiwaku tapi berontak ingin punya pacar." jawabnya yang hanya bisa menjadi tim halu saat melihat kemesraan yang ada di depannya.


"Oplas dulu mang baru nanti ada yang naksir." ejek temannya langsung lari.

__ADS_1


"Sialan." umpat mang Yono mengejar temannya.


__ADS_2