
Jam sudah menunjukan pukul 00:30 dan tiba-tiba Arini terbangun karena merasakan lapar.
"Saaaam." Arini mencoba membangunkan sam,
"Emmmmh." Sam hanya menggeliat saja
"Bangun,aku lapaar." rengek Arini dengan nada manja.
"Tahan aja dulu ya,aku sangat ngantuk sekali."ucap Sam dengan mata terpejam.
"Hiks....hiks..."Arini mulai menangis mendengar ucapan suaminya,Sam yang samar-samar mendengar rengekan istrinya akhirnya dia pun membuka mata dan bangun dari tidurnya.
"Pengen makan apa.???" tanya Sam dengan nada lembut sembari tangannya menghapus air mata Arini di pipi nya.
"Bakso sama jus jeruk." jawab Arini dengan mata berbinar
Sedikit kaget dengan ucapan istrinya,dengan gemas Sam pun mengelus pipi Arini."Jam segini tukang bakso sudah tutup sayang,yang lain aja yaa." pinta Sam dengan nada selembut mungkin.
"Tapi aku inginnya itu Sam bukan yang lain."Arini menundukan kepalanya dan matanya mulai berkaca-kaca lagi.
Tak tega melihat istrinya Sam pun terpaksa mengikuti keinginan istrinya,walau dia tidak yakin akan ada tukang bakso di jam segini.
"Yaudah kamu tunggu disini ya,aku akan cari dulu baksonya." Sam mencium kening Arini dan hendak turun dari kasur,namun tangan Arini mecekalnya.
"Ikuuuut." Rengeknya dengan menunjukan puppy eyes nya.
"Hmmm...baiklah tapi pake jaket ya."titah Sam,dia terpaksa mengiyakan karena jika Sam melarangnya pasti sang istri akan mengeluarkan jurus air mata mengalir lagi dan Sam tidak bisa melihat hal itu.
Buru-buru Arini pun berjalan ke ruang ganti untuk mengambil jaketnya sekalian mengambil jaket untuk Sam.
"Ini....!! kau juga harus memakai jaket." Arini membantu memakaikan jaket di tubuh Sam,dan Sam pun tersenyum dengan perlakuan istrinya.
"Makasih sayang." Ucap Sam merangkul pinggang Arini,mereka pun keluar dari apartemennya menuju parkiran.Meskipun Sam memiliki supir tapi ketika malam supir tersebut tidak tidur di apartemennya,jadi terpaksa Sam yang menyetir sendiri malam ini.
"Siap.???" tanya Sam saat melihat istrinya selesai memakai sabuk pengaman.
"Gooooo." teriak Arini dan Sam pun mulai melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.
Pelan mobil Sam menyusuri jalan raya yang cukup sepi,matanya melihat ke kanan dan kiri berharap ada tukang bakso yang masih mangkal.
"Kenapa susah sekali cari tukang bakso yaa ." Ucap Arini dengan nada sedih,dia sudah tidak sabar dan perutnya sangat lapar ingin segera melahat bakso yang dari tadi dia bayangkan.
"Sabar yaaa." Sam mengelus kepala Arini
Dengan penuh kesabaran Sam terus mencari tukang bakso,dia tidak ingin melihat istrinya sedih dia akan berusaha mengabulkan segala keinginan istrinya.
Jam sudah menunjukan pukul 02:00 hampir 1 jam lebih Sam dan Arini mencari tukang bakso namun nihil mereka tidak menemukan tukang bakso yang masih buka atau pun mangkal.
"Saaam....aku ingin bakso." rengek Arini matanya sudah berkaca-kaca.
"Iya sabar dulu ya,kita cari lagi." ucap Sam menenangkan istrinya.
Tak lama kemudian Sam pun melihat sosok penjual yang sedang mendorong gerobak,dan Sam yakin itu adalah penjual bakso.Dengan cepat Sam pun menancap gas mendekati penjual tersebut.
"Sam ada apa.???" tanya Arini kaget karena suaminya membawa mobil cukup cepat.
"Itu ada tukang bakso." tunjuk Sam ke depan mata Arini pun mengikuti arah tangan Sam.
"Waaah iya Sam,ayo buruan susul tukang bakso nya." titah Arini antusias dan Sam pun mengangguk.
"Maaaang."teriak Sam setelah mobilnya sejajar dengan si penjual bakso.
Sam pun memberhentikan mobilnya dan segera turun.
__ADS_1
"Ada apa ya mas.???"tanya si penjual tersebut
"Baksonya masih ada.???" tanya Sam
"Ada,tapi ini bukan bakso mas." ujar si penjual tersebut
"Lalu apa.???" tanya Sam
"Cuanki." jawab si penjual cuanki
"Hah cuanki.???makanan apaan itu mang??" tanya Sam yang tidak tau apa itu cuanki.
"Ya semacam bakso,cuman ini ada tahu sama kerupuk bawangnya." jelas si mang cuanki.
"Tapi ada baksonya kan.???"tanya Sam
"Ada." jawab kang cuanki
"Yaudah tunggu dulu ya." titah Sam,dengan cepat dia pun menghampiri Arini yang berada di dalam mobil.
"Mana baksonya ???" tanya Arini saat melihat kedatangan suaminya.
"Itu bukan bakso yank." jelas Sam
"Lalu.???"tanya Arini
"Cuanki,tapi ada baksonya juga kok." ucap Sam
Arini berpikir sejenak," Mmmmpp...yaudah gapapa." ucapnya,dan Sam pun segera memesan cuanki tersebut.
Setelah menunggu 5 menit akhirnya cuanki pun datang.
"Ini mas." ucap Kang cuanki memberikan kantong keresek
"8 rbu aja mas." jawab si mang cuanki
"Oh ini." Sam memberikan uang pecahan 50 ribu
"Ambil aja kembaliannya mang." titah Sam
"Tapi ini kebanyakn mas." ujar mang cuanki
"Udah gapapa "jawab Sam
"Kalau gitu makasih ya mas." ucap si tukang cuanki.
"Sama-sama,yaudah saya permisi dulu ya." ujar Sam meninggalkan si tukang cuanki.
"Akhirnya aku mendapatkanmu juga bakso ." Sam senang karena bisa mengabulkan keinginan istrinya.
"ini...." Sam memberikan kantong kresek hitam yang berisikan cuanki kepada Arini.
"Makasih sayang." ucap Arini
"Sama-sama,yaudah kita pulang ya."ucap Sam
"Tunggu." Arini menahan tangan Sam yang siap menyalakan mesin mobilnya.
"jus jeruknya gimana.??" tanya Arini
"ya ampun kenapa dia masih ingat sih." batin Sam dia sengaja tidak membahas jus jeruk berharap istrinya akan lupa.
"Seingatku ada deh di rumah,kita buat sendiri aja ya." ucap Sam berbohong.
__ADS_1
Baru saja dia mengikrarkan bahwa dia akan mengabulkan semua keinginan istrinya,tapi nyatanya semua itu bohong Sam kelakaban jika harus menuruti keinginan aneh istrinya saat ini.
"Apakah ini yang di namakan ngidam." batin Sam,sebelumnya sang mamah sudah memberitahu Sam bahwa suatu saat Arini akan meminta hal aneh-aneh.
"Benarkah.?? baiklah ayo kita pulang aku juga sudah tidak sabar ingin segera memakan bakso ini." ucap Arini sembari hidungnya terus mencium aroma cuanki tersebut.
Sam hanya bisa tersenyum melihat tingkah istrinya,sungguh lucu sekali.
Dengan segera Sam pun menyalan mesin mobilnya dan kembali ke apartemennya.
Setelah 40 menit perjalanan akhirnya mereka pun sampai di apartemen,Arini segera keluar dari mobil tanpa menunggu Sam.
"Sayang tungguuuu." teriak Sam,segera dia pun menyusul istrinya.
"Jangan lari,ingat pesan dokter." ucap Sam menahan tangan Arini.
"Hehe maaf." Arini hanya tertawa kecil ketika di marahi oleh suaminya.
"Sudah biar aku gendong saja." Tanpa menunggu persetujuan istrinyabSam segera mengangkat tubuh Arini.
"Suamiku memang yang terbaik." Arini mencium pipi Sam sebagai tanda terima kasih.
Akhirnya mereka pun telah sampai di apartemennya,Sam mendudukan Arini di meja makan.
"Biar aku ambilkan mangkuk dulu." ucap Sam dia pun segera mengambil mangkuk dan sendok.
"Makasih tayang." ucap Arini dengan nada lebay.
Dengan sabar Sam pun membuka bungkusan cuanki dan menuangkannya di mangkuk.
"Nah,,makanlah."titah Sam menyodorkan mangkuk yang berisikan cuanki.
"Makasih Sam,tapi aku ingin jus jeruknya juga.Tadi kamu bilang jeruknya ada di rumah." ucap Arini
"Baiklah tunggu disini,aku akan mencarinya di kulkas." Sam berjalan menuju lemari es berharap jeruk yang dia ucapkan tadi ada.Sebenarnya Sam berbohong soal jeruk yang ada di rumahnya.
"Semoga ada." gumam Sam hendak membuka kulkasnya
Matanya mencari sesuatu yang istrinya ingin,dan ternyata kebaikan sedang berpihak kepadanya sang jeruk pun masih ada dan itu membuat Sam kegirangan.
"Taraaa,sebentar ya aku akan membuatnya." ujar Sam,dia mulai mengambil peralatan yang di butuhkan.
5 menit kemudian jus jeruk pun telah jadi.
"Ini tuan putri."ucap Sam menyimpan jus jeruk di depan istrinya.
"Makasih suamiku." ucap Arini mencium bibir Sam sekilas dan Sam tersenyum senang.
"Makanlah." titah Sam dan Arini pun menganggukan kepalanya,namun dia tidak memakan bakso tersebut melainkan hanya kuahnya saja yang dia makan begitu pun dengan jus jeruknya dia hanya meminum sedikit saja.
"Sudah Sam,aku ngantuk." ucap Arini mendorong mangkuk yang berisikan cuanki
Dengan polosnya Arini bangkit dari duduknya dan meninggalkan Sam yang masih bengong melihat ulah istrinya.
"Akhirnya aku akan tidur nyenyak." gumam Arini saat berjalan ke kamarnya.
"Apa-apaan ini,dia hanya mencicipi semua makanan ini." grutu Sam kesal
"Aku tidak percaya dia setega itu menyiksaku,apakah dia tidak melihat jam aku mencari makanan ini hampir 2 jam dan sekarang dia pergi begitu saja,sungguh keterlaluan." gumam Sam menatap pintu kamarnya dari bawah.
Dengan kesal Sam pun menyusul istrinya ke kamar,dia juga merasakan hal yang sama yaitu ngantuk beraaat karena jam sudah menunjukal pukul 03:00.
"Lihat saja dengan entengnya dia bisa tidur nyenyak tanpa ada rasa bersalah." ucap Sam pelan sambil memandang istrinya yang sudah terbungkus selimut.
__ADS_1
Sam pun segera menjatuhkan tubuhnya di kasur matanya dengan segera terpejam dan pergi ke alam mimpi.