
"Apakah kamu sudah memberitahu mamah.??" tanya Sam saat ini mereka sedang dalam perjalanan menuju rumah orang tua Sam.
"Sudah,katanya dia akan segera datang." jawab Arini
"Mudah-mudahan semuanya bisa nerima Luna ya Sam." ucap Arini sambil mengelus kepala Luna yang duduk di pangkuannya.
"Akupun berharap begitu." ujar Sam.
"Kamu tenang saja,aku yakin semuanya bakalan terima Luna." ucapnya lagi sembari tangannya mengelus lengan Arini.
Sebetulnya Sam juga tidak yakin apakah keluarganya akan menerima Luna atau tidak.Apalagi mamahnya dia begitu menginginkan cucu kandung dari Sam dan Arini.
Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 40 menit,akhirnya mereka sampai di kediaman rumah Sam.Buru-buru mang Dadang pun turun dan membukakan pintu mobil untuk majikannya.
"Ini rumah siapa Bun.?"tanya Luna menatap sekeliling.
"Ini rumah nenek dan kakek sayang." jelas Arini
"Wah bagus sekali bun." ucap Luna girang
"Yasudah ayo kita masuk,pasti semua orang sudah menunggu kita." ajak Sam,karena sebelumnya dia meminta semua orang untuk berkumpul karena ada hal yang ingin Sam sampaikan dan itu membuat semua orang penasaran.
"Assalamu'alaikum." ucap Sam dan Arini saat mereka masuk ke dalam rumah.
"Wa'alaikumsalam." jawab semua orang yang ada di ruang tamu.Seketika pandangan semua orang tertuju kepada mereka,ah bukan lebih tepatnya kepada sosok gadis kecil yang sedang bersembunyi di balik tubuh Arini.
Arini dan Sam berjalan menghampiri semua orang,begitu pun dengan Luna di mengikuti kedua orang tua nya karena Arini menggenggam tangannya.
"Sam ada apa.?tumben kalian suruh kami untuk berkumpul pagi-pagi."tanya sang mamah
Sam dan Arini duduk di sofa,begitupun dengan Luna yang duduk di pangkuan Arini.Gadis kecil itu tak bersuara hanya diam dan sesekali memandang orang yang ada di sekitarnya.
"Siapa gadis kecil ini Sam.??"kini giliran ayah Sam yang bertanya.
"Sebelumnya Sam minta maaf karena udah nyuruh kalian untuk kumpul disini sepagi ini.Jadi gini mah pah semuanya Sam mau ngasih tau." ucap Sam menjeda ucapannya. "Ini adalah Luna gadis kecil dari desa X dia anak yatim piatu maka dari itu Arini dan Sam sepakat mengadopsinya 2 hari yang lalu." jelas Sam melanjutkan ucapannya.
"APA...??? adopsi.??"ucap semua orang yang ada disana yaitu mamah Sam,ayahnya dan mamahnya Arini.
"Bagaimana bisa kalian mengambil keputusan seperti ini tanpa bicara dulu kepada kami.??" tanya mamah Sam
"Maafkan kami mah,saat itu waktunya sangat mepet sekali untuk menceritakan lebih dulu kepada kalian."jawab Sam
Semua orang diam,melayang dengan pikirannya masing-masing.
__ADS_1
"Sam harap kalian bisa terima Luna seperti cucu sendiri." ucap Sam lagi.
"Sebetulnya kita tidak keberatan Sam kamu adopsi anak,tapi setidaknya kalian harus kasih tau dulu kami sebelum mengambil keputusan." ujar ayah Sam.
"Maafkan kami pah."ucap Sam
"Mah...Arini juga berharap mamah bisa terima Luna seperti cucu kandung sendiri ya." ujar Arini kepada ibunya.
"Kamu tenang saja sayang,mamah pasti akan menyayangi Luna seperti cucu kandung sendiri." jawab mamah Arini sembari mengelus kepala Luna.
"Bagaimana dengan mamah.? apakah mamah mau terima Luna.?"tanya Sam kepada ibunya.
"Sejak kapan mamah jadi orang jahat Sam,tentu mamah akan terima Luna dengan senang hati." jawab sang mamah tersenyum.
"Alhamdulillah." ucap Sam penuh syukur
"Ayo sayang salim dulu sama nenek dan kakek.!!"titah Sam kepada Luna,gadis kecil itu memandang Arini seolah-olah dia bertanya" apakah tidak apa-apa."
Paham akan tatapan anaknya Arini pun menganggukan kepalanya dan tersenyum.Luna pun turun dari pangkuan Arini dan perlahan berjalan ke arah orang tua Sam,dia mencium tangan kedua orang tersebut lalu menghampiri mamah Arini dan melakukan hal yang sama mencium tangannya.
"Anak pintar." ucap mamah Arini mencium pipi gembul Luna.
"Luna tidak usah takut kepada kami,kami akan menyayangi Luna. "ujar mamah Sam
"Oh yaudah nanti biar Bi Wati mamah suruh buat ikut kamu.Dia orang nya baik kok." ujar sang mamah.
"Makasih mah,tapi maaf sekali bolehkah Sam menitipkan Luna hari ini.??"tanya Sam
"Soalnya Sam harus ke kantor,Arini juga ada jadwal kuliah." ucapnya lagi
"Tentu,kamu tidak usah khawatir.Mamah senang disini ada anak kecil jadi rumah tidak akan terlalu sepi." jawab mamah Sam
"Kalau gitu kami pamit dulu."ujar Sam
"Sayang kamu disini dulu ya sama nenek,nanti bunda jemput selesai kuliah." jelas Arini dan di angguki oleh Luna
"Semuanya kami pergi dulu,tolong jaga Luna ya." ucap Sam keluar rumah di ikuti dari belakang oleh Arini.
"Sini nak!!" ucap mamah Arini kepada Luna,gadis kecil itupun mendekat ragu.
"Jangan takut,nenek gak bakalan makan kamu kok."ucapnya sambil mencium pipi Luna dengan gemas.
____________
__ADS_1
*Kampus Arini*
"Nanti pulangnya aku jemput." ujar Sam saat mobilnya sudah sampai di depan kampus sang istri.
"Awas saja kalau bohong,kau sering ingkar janji." timpal Arini
"Ayolah sayang ,aku bukannya ingkar janji tap...".Belum juga Sam menyelesaikan ucapannya Arini sudah keluar dari mobil.
"Cepatlah pergi,tidak usah banyak bicara.Buktikan saja.!!" ucap Arini sembari menutup pintu mobil.
"Ck...dasar istri durhaka."cebik Sam menatap istrinya berjalan masuk ke dalam kampusnya.
"Jalan mang!!" Titah Sam kepada mang Dadang dan di angguki oleh mang Dadang.
"Ariniii." teriak seseorang dari arah belakang,Arini pun membalikan badannya.
"Hei.." ucapnya lagi
"Kamu kemana saja.? akhir-akhir ini aku jarang melihatmu." ucap seorang pria yang bernama Devan.Dia adalah pria cukup populer di kampusnya karena memiliki wajah yang tampan juga kaya raya.Dia juga satu jurusan dengan Arini dan mereka berteman cukup akrab begitupun dengan Diana.
"Oh beberapa hari ini aku sedikit ada urusan Van." jelas Arini
"Oh,,aku pikir kamu pindah kampus." ucap Devan
"Hahaha....mana ada." ujar Arini terkekeh.
Tiba-tiba Diana datang menghampiri mereka.
"Weeey." Diana mengejutkan kedua orang tersebut.
"Astaga Di,loe seneng banget bikin gw jantungan." ujar Arini mengelus-ngelus dadanya.
"Hehe sorry.Abisnya gw kangen sama loe Rin." ucap Diana memeluk Arini dengan manja.
"Ck,,,penyakit lebay nya kumat." ejek Devan
"Bilang aja loe sirik karena gak bisa peluk Arini kayak gw." balas Diana tak kalah mengejek.
"hahaha kata siapa.? gw bisa kok meluk Arini,nih ya." Ujar Devan akan menirukan gaya Diana memeluk Arini dengan manja.
"Loe peluk gw,gw iket tubuh loe di tiang bendera.Biar sekalian tubuh loe berkibar di atas." Ucap Arini sembari matanya melotot.
"Yayayayaya,,,galak amat loe jadi cewek." ketus Devan dan hanya di tanggapi tawa kecil oleh Arini dan Diana.
__ADS_1
"Rasain loe!!.Ayo Rin." ajak Diana menyeret tangan Arini untuk masuk ruangan.