
*6 Bulan Kemudian*
Hari berganti hari,minggu berganti minggu,bulan berganti bulan tak terasa kini usia pernikahan Arini dan Sam pun sudah berjalan sekitar 6 bulan.Dan disini lah awal mula masalah rumah tangga mereka.
Saat ini Arini sudah masuk kuliah,namun dia kuliah di tempat yang berbeda dengan Sam.Dan sampai sekarang mereka belum percaya oleh Tuhan untuk di berikan amanat.
Bahkan saat ini Sam sudah mengambil alih memimpin di perusahaan ayahnya.Dan akibatnya mereka berdua jarang berkomunikasi karena kesibukannya masing-masing,Sam sibuk dengan pekerjaannya juga kuliah nya begitupun dengan Arini dia sibuk dengan kuliahnya.
Malam harinya tepat pukul 22:00 Sam baru pulang dari kantor karena kebetulan akhir-akhir ini pekerjaannya sangat banyak dan harus segera di selesaikan.
Seperti biasa keadaan apartemennya sudah gelap,menandakan penghuninya sudah tertidur.Sejujurnya Sam sangat berharap sekali saat dia pulang kerja Arini menyambutnya.Tapi dia juga tau bahwa istrinya juga pasti lelah dengan kuliahnya.
Sam membuang napas pelan,lalu dia membuka pintu kamarnya dengan pelan.Benar saja istrinya sudah tertidur pulas,perlahan-lahan Sam pun mendekati istrinya lalu dia berjongkok di depan wajah istrinya tangannya mengelus lembut pipi Arini.
"Maaf,karena kesibukan ku kita jarang menghabiskan waktu berdua." ucap Sam pelan dan mencium kening istrinya.
Dia sangat ingat sekali saat istrinya merengek ingin jalan-jalan bersama,namun Sam menolaknya karena saat itu Sam ada urusan di kantornya.Sungguh Sam merasa tidak enak hati jika mengingat kejadian itu.
* Flashback*
Seminggu yang lalu Arini mengajak Sam untuk pergi jalan-jalan lebih tepatnya dia ingin berlibur dengan suaminya.Karena sejak suaminya memimpin perusahaan ayahnya waktunya sangat terbatas untuk mereka bisa selalu berduaan.
"Saaam....ayolah besok kan hari Sabtu,mari kita liburan." Ajak Arini merengek
"Lagian tidak baik juga jika kamu terus bekerja,otakmu butuh istirahatnya." ucapnya lagi sambil bergelanyut manja di pangkuan Sam yang sedang sibuk mengerjakan tugas kuliah nya.
"Tidak bisa dear,besok aku aca metting dengan klien." tolak Sam namun masih dengan nada lembutnya.
__ADS_1
"Kau selalu saja sibuk bekerja sekarang.Bukan kah kau janji akan selalu membahagiakanku." cebik Arini bangun dari pangkuan Sam dan pergi meninggalkan suaminya.
Sam hanya bisa membuang napas pelan saat melihat istrinya marah.Sungguh Sam seperti ini itu hanya untuk membahagiakan istrinya.Pikir Sam dengan bisa memenuhi kebutuhan Arini secara materi itulah hal yang bisa membuatnya bahagia.Namun semua itu salah materi tanpa adanya perhatian dan kasih sayang itu bagaikan sayur tanpa garam alias hambar.😁😁
*Flashback end*
Sam pun bangkit dan perlahan berjalan ke kamar mandi.Sebetulnya saat itu Arini belum tidur,dia hanya sedang marah saja karena suaminya begitu sibuk sekarang.Bahkan dia jarang memberi kabar kepada Arini kalau ternyata dia lembur atau tidak bisa pulang terlalu cepat.
"Kau berubah Sam." batin Arini tak terasa air matanya mengalir.
Sebetulnya Sam sangat mencintai Arini,hingga dia kerja mati-matian agar bisa membahagiakan istrinya juga memenuhi semua kebutuhan Arini.Tapi beda dengan pikiran Arini ,baginya perhatian juga hidup sederhana sudah lebih dari cukup untuk kehidupan rumah tangganya.
"Ceklek..." pintu kamar mandi pun terbuka.Sam baru saja selesai dengan ritual mandinya.Buru-buru Arini pun menghapus air matanya dan pura-pura tidur lagi.
Perlahan-lahan Sam pun naik ke atas ranjang,di rebahkannya tubuhnya lalu dia pun melingkarkan tangannya di pinggang Arini dari belakang.Sam memeluk Arini dengan erat dari belakang,dia begitu merindukan istrinya yang sudah beberapa hari ini selalu mendiamkannya.
Sejujurnya Arini pun sangat merindukan suaminya.Tapi dia juga sangat kesal kepada suaminya yang tak memiliki waktu lagi dengannya lebih tepatnya jarang memiliki waktu bersama.
Sam terus mencium tengkuk Arini,karena sudah beberapa hari dia tidak menjamah tubuh istrinya.Jadi wajar saja jika Sam merasa menginginkannya malam ini.
Tiba-tiba isak tangis terdengar lirih,Sam pun menghentikan aktivitasnya.
"Sayang."ucapnya lembut dan membalikan tubuh Arini yang dari tadi terus membelakanginya.
"Loh kamu kenapa.? kenapa kamu menangis.? bukan kah tadi kamu sudah tidur.?"tanya Sam memborong semua pertanyaan.
"Maaf jika aku mengganggumu.Kalau gitu aku akan tidur di kamar tamu saja." ucap Sam yang berpikir bahwa istrinya menangis karena ulahnya yang terus menciuminya.
__ADS_1
"Jika kamu tidur di kamar tamu maka tidak usah lagi kita tidur bersama." Arini membuka suaranya.
"Loh kenapa ??? aku hanya takut mengganggu tidur mu lagi." ucap Sam sedikit meninggikan suarnya.
"Tidakakah kamu mengerti bahwa aku menangis itu karena merindukan kamu hah??" teriak Arini dengan terisak.
"Aku sangat merindukan kamu Sam,aku merindukan kamu yang dulu,aku tidak suka Sam yang sekarang." ucapnya lagi dengan derai air mata sedangkan Sam hanya mematung mendengarkan ucapan istrinya.
"Kau bahkan tidak memiliki waktu lagi denganku hanya untuk tertawa bersama,kau hanya sibuk kerja,kerja dan kerja." teriak Arini lagi tanpa berani menatap Sam.
Sam pun mendekati Arini lalu dia membawa tubuh Arini ke dalam pelukannya.
"Maafkan aku,maafkan aku." hanya kata itu yang bisa Sam keluarkan dari mulutnya.
"Kau berubah Sam !! apakah kamu sudah tidak mencintaiku lagi hah.? " tanYa Arini masih terisak di dalam dekapan suaminya.
"Jangan tanya hal itu dear,aku sungguh mencintaimu sampai kapanpun,percayalah.!!" ucap Sam terus mencium kepala Arini berharap tangisan istrinya bisa reda.
"Aku sibuk bekerja hanya untukmu,aku tidak ingin membuatmu hidup menderita, aku hanya ingin jadi suami yang bisa memenuhi segala kebutuhan istrinya.Aku tidak ingin membuatmu kekurangan apapun.Aku ingin selalu membahagiakanmu dear." jelas Sam memeluk tubuh Arini dengan erat.
"Aku tidak menginginkan harta yang berlimpah Sam,aku hanya ingin perhatianmu.Aku hanya ingin kamu yang dulu." ucap Arini.
"Maaf aku sungguh minta maaf,aku akan mencoba untuk berubah.Aku kan berusaha memberikanmu waktu yang banyak." ucap Sam dan itu sedikit membuat hati Arini tenang bahkan tangisnya pun kian mereda.
"Aku mencintaimu dear, sangat mencintaimu.Tolong jangan ragukan cintaku." ucap Sam mengangkat wajah Arini agar dia bisa melihatnya.
"Aku juga Sam aku sangat mencintaimu,aku tidak ingin kehilanganmu,aku ingin kita selalu bersama." ujar Arini memandang wajah suaminya.
__ADS_1
Tangan Sam pun menghapus sisa air mata Arini,dan perlahan-lahan dia pun memajukan wajahnya dan mencium bibir Arini dengan lembut.Bibir yang beberapa hari ini dia rindukan begitu pun dengan Arini dia juga sangat merindukan sentuhan suaminya dan terjadilah kegiatan panas.😁😁😁