Menikah Karena Wasiat

Menikah Karena Wasiat
Bab 83


__ADS_3

"Giliranmu." titah Sam kepada Rian,saat ini pertarungan semakin panas karena detik-detik penentuan pemenang.


"Oh siyaaaap." jawab Rian mulai mengocok dadunya dan menjalankan patungnya.


"Lihatlah patungku tinggal 3 lagi bos,punya mu masih ada 4 hahaha." ejek Rian dengan nada remeh.


"Jangan senang dulu,patungmu saja masih jauh perjalanannya." timpal Sam,kini giliran dia yang mengocok dadunya.


"Tapi aku sih sudah yakin,akulah pemenangnya." ucap Rian dengan penuh keyakinan.


Permainan pun berlanjut dengan sengit, mereka terlihat pokus hingga lupa waktu.Hingga pada akhirnya Rian lah pemenangnya.


"Yeaaaah MENAAAAANG."Rian kegirangan


"Cih....baru menang sekali saja sudah senang."cibir Sam


"Aku bahkan puluhan kali menang saat masih SMA tidak sombong." ucapnya lagi


"Iri??? bilang bos!!" ejek Rian


"Sesuai kesepakatan ya,yang menang bisa minta apa aja dan harus ngabulin semua permintaannya." ujar Rian mengingatkan perjanjian tadi sebelum bertanding.


"Yayayaya...cepat katakan apa keinginanmu.!!" ujar Sam sedikit kesal


"Mmmmppp....bentar mikir dulu." ucap Rian sembari otaknya memikirkan apa yang akan dia pinta pada bosnya.


"Lamaaa." cebik Sam


"Ahaaaa....aku sudah memikirkan keinginanku bos." ucap Rian dengan wajah senang.


"Yaudah cepat katakan."titah Sam tak sabar


"Aku ingin selama aku disini bos tidak menggangguku.Cukup pekerjaan saja selebihnya bos tidak bisa menyuruhku atau apalah intinya biarkan aku bersantai ria." ucap Rian panjang lebar


"Maksud kamu,selama tidak dalam pekerjaan kamu bukan asisten ku.???" tanya Sam memastikan keinginan asistennya.


"Ya seperti itu,jadi uruslah diri sendiri bos selama disini.Bye." Rian melambaikan tangannya kepada Sam sembari keluar dari kamar Sam.


"Yaudah aku mau tidur dulu,selamat malam bos.Semoga harimu besok menyenangkan."Rian menutup pintu kamar bosnya


"Aaah senangnya,akhirnya besok gw bisa santai.Bisa di pake nyari calon bini hihi." gumam Rian saat keluar dari kamar bosnya.

__ADS_1


Sedangkan di dalam sana sang bos sedang mengutuk tingkah asistennya,bisa-bisanya dia bersikap seperti itu padanya.


"Sialan,mengapa juga gw mesti bilang kayak gitu tadi." grutu Sam langsung menjatuhkan tubuhnya di kasur.


________________


Pagi pun telah tiba,Sam dan Rian juga Selvi berserta asistennya sedang berada di restoran yang ada di hotel tersebut.Mereka sedang sarapan bersama sekaligus membicarakan perihal pekerjaanya.


"Oke...disini semuanya sudah paham kan.???" tanya Sam dan di angguki oleh semuanya.


"Saya harap kerjasama kita berjalan lancar nona Selvi." ucap Sam dengan nada santai namun terdengar dingin.


"Harapan yang sama Tuan Sam." balas Selvi


Setelah selesai sarapan semua orang pun pergi ke lapangan untuk melihat proyek yang sedang di bangun.


"Selamat datang Tuan Sam." Sapa seorang pria yang bernama Judan,salah satu manager proyek tersebut.


"Apa kabar tuan Sam.???" tanya Judan mengulurkan tangannya.


"Alhamdulillah baik."balas Sam menerima uluran tangan Judan.


"Ah iya kenalkan ini nona Selvi salah satu investor proyek ini." ucap Sam memperkenalkan


"Selvi." jawab Selvi menerima uluran tangan Judan.


"Senang bisa bertemu investor secantik anda nona." ucap Judan dengan nada menggoda namun Selvi mengacuhkannya dan hanya di balas sedikit senyuman.


Sam dan Judan pun berbincang-bincang banyak sembari melihat-lihat proyeknya,begitu pun dengan Rian ,Selvi ,dan Amira mereka hanya menyimak saja sesekali Selvi ikut bicara.


"Baiklah Tuan Sam anda tidak usah khawatir,semuanya akan sesuai dengan keinginan anda.Dan saya yakin proyek ini akan segera selesai." ucap Judan setelah menjelaskan secara rinci tentang proyek yang dia pegang.


"Oke Judan saya percayakan semuanya kepadamu." Sam menepuk-nepuk bahu Judan.


"Terima kasih Tuan Sam." jawab Judan sopan


"Baiklah kalau begitu kami permisi dulu." ucap Sam dan di angguki oleh Judan. Mereka semua berjabat tangan dengan Judan lalu mereka pun pergi dari tempat tersebut.


"Kita sudah melihat proyeknya,dan sepertinya dalam sebulan proyek itu akan segera selesai." ucap Sam saat ini mereka sedang di dalam mobil.


"Saya harap seperti itu." timpal Selvi dengan nada dingin.

__ADS_1


"Rian,,siapkan semua laporan dan urus semua pembelian bahan-bahan yang masih kurang." ucap Sam


"Baik bos." jawab Rian.


Mobil pun melaju membelah jalanan menuju hotel,saat ini waktu menunjukan pukul 11:00.Tidak ada yang bersuara hanya terdengar suara mesin mobil.Rian yang pokus mengemudi,Sam yang sedang tertidur karena semalam dia susah tidur dan kedua wanita yang duduk di belakang mereka sibuk dengan ponselnya masing-masing.


"Mmmm....nona Amira." panggil Rian namun itu tidak mengganggu tidur sang bos.Sedangkan Selvi hanya menoleh sebentar ke arah Rian lalu dia pokus kembali dengan ponselnya.


"Ya pak Rian." jawab Amira mengangkat wajahnya melihat Rian dari spion depan.


"Mmmmppp...." ragu-ragu Rian ingin bicara sesuatu.


"Ada apa pak Rian.??" tanya Amira kembali


"Mmmmpp...tidak jadi."ucap Rian sedikit tertawa pelan.Sebenarnya dia ingin mengajak Amira makan malam berdua nanti,soalnya dia kan bakalan free selama disini namun dia tidak berani untuk mengatakannya.


"Ooh." Amira kembali pokus dengan ponselnya.


"Gajelas." gumam Selvi ,meskipun dia terlihat pokus dengan ponselnya tetapi telinganya menyimak.


"Bos bicara apa.???" tanya Amira yang samar-samar mendengar gerutuan atasannya.


"Bukan apa-apa." jawab Selvi ketus.


"Pak Rian bisakah anda mengantarkan kami ke mall,saya ingin membeli beberapa kebutuhan saya yang tidak sempat saya bawa dari rumah." ucap Selvi


"Mmmmp..." Rian sedikit berpikir sembari menoleh ke arah bosnya yang sedang tertidur.


"Dia sedang tidur,saya yakin dia tidak akan bangun." Ucap Selvi yang paham dengan maksud Rian.


"Baiklah nona." akhirnya Rian pun menuruti perintah Selvi.


Rian sedikit menambah kecepatan mobilnya untuk bisa sampai di Mall,hingga 30 menit kemudian akhirnya mobil pun sampai di parkiran Mall.


"Bisakah anda tunggu kami.???" tanya Selvi namun tak langsung di jawab oleh Rian.


"Hanya sebentar." ucap Selvi kembali.


"Baiklah nona,saya harap sebelum Bos saya bangun anda sudah kembali." jawab Rian dan di angguki oleh Selvi.


Selvi dan Amira pun turun dari mobil,sedangkan Rian menunggu di mobil karena sang Bos masih tertidur.

__ADS_1


"Tidur atau mati ini orang yaa.??" gumam Rian pelan menatap Sam yang sedang tertidur pulas.Suara brisik lalu lintas tak dapat membangunkan tidur nyenyaknya.Dan Rian berharap semoga Bos nya akan tertidur hinggal Selvi dan Amira kembali.


"Jangan bangun dulu ya bos,tunggu nona Selvi dan Amira kembali.Baru deh boleh bangun,eh...jangan nanti bangunnya kalau sudah sampai hotel saja ya." ucapnya pelan seolah-olah dia sedang berbicara dengan Sam.


__ADS_2