Menikah Karena Wasiat

Menikah Karena Wasiat
Bab 89


__ADS_3

"Tuan Sam." teriak seorang pria saat Sam hendak masuk ke mobilnya.


Sam menoleh" Ya Tua Dinarta.?" tanya Sam


"Anda sudah mau pulang.???" tanya Tuan Dinarta ramah


"Ya Tuan,saya sudah merindukan istri dan anakku." jelas Sam sopan.


"Wah...aku baru tahu anda sudah memiliki seorang anak." ucap Tuan Dinarta dan hanya di balas senyuman oleh Sam.


"Kalau begitu saya permisi." ujar Sam berjalan masuk ke mobilnya.


"Oh ya silahkan,hati-hati di jalan Tuan Sam." teriak Tuan Dinarta,tuan Dinarta pun terus memandangi mobil Sam yang perlahan-lahan melaju keluar dari hotel.


"Sial." gumamnya saat mobil Sam sudah tak terlihat dari pandangannya.


"Ian...." panggil Sam kepada asistennya.


"Ya Bos." jawab Rian yang duduk di depan


"Apakah kamu sudah menemukan dalang dari kejadian itu.?" tanya Sam,paham dengan maksud perkataan Bosnya Rian pun menganggukan kepalanya.


"Siapa.???" tanya Sam saat melihat anggukan kepala asistennya.


"Anda bisa tau saat mendengarkan ini Bos." Rian memberikan sebuah video,yang mana di video tersebut terlihat dua orang pria sedang berbicara.


"Kau harus berhasil melakukan ini,aku tidak ingin ada kegagalan. Sam harus membayar semuanya" ucap pria yang yang saat itu hanya terlihat punggung nya saja.


"Siapa orang ini,?aku tidak mengenalinya." ujar Sam memicingkan matanya


"Anda akan tau secepatnya,bersabarlah dulu Bos.Saya masih ingin memastikannya." ucap Rian


"Apa kau kenal siapa orang ini.?"tanya Sam dan di balas anggukan oleh Rian.


"Beritahu aku siapa dia!!" ucap Sam


"Anda tidak akan percaya jika aku mengatakannya Bos." ucap Rian

__ADS_1


"Katakan saja siapa orangnya." titah Sam dan Rian pun mengatakan satu nama yang mana membuat telinga Sam tak mau mendengarkannya atau lebih tepatnya mempercayai apa yang di katakan oleh asistennya.


"Bagaimana bisa kau bilang seperti itu.??" Tanya Sam tak percaya.


"Karena anak buah kita melihatnya ada di sekitar hotel yang kita tempati." ucap Rian


"Maksudmu kau menempatkan beberapa anak buah di hotel itu ???"tanya Sam memastikan


"Ya,saya takut hal yang tak di inginkan terjadi kepadamu Bos.Karena aku yakin akan banyak orang jahat di sekitar kita." ucap Rian


Sam hanya bisa terdiam mendengar penuturan asistennya, sungguh dirinya tak mau percaya akan apa yang di katakan oleh Rian.Sungguh dia tidak menyangka orang yang paling dia sayang sejahat itu terhadap dirinya.


"Apa salah ku." kata itulah yang saat ini ada di benak Sam


____________


"Apakah Sam sudah sampai bandara.???" tanya Arini kepada mertuanya,saat ini mereka sedang menunggu kepulangan Sam.


"Belum nak, Sam belum memberi mama kabar.Mungkin sebentar lagi dia sampai." ujar sang mertua


"Mengapa dia lama sekali,atau mungkin......." pikiran Arini melayang jauh kemana-mana,namun segera dia tepis semua pikiran itu.


"Sudaaah,kamu istirahat saja.Nanti kalau Sam sudah datang mama kasih tau." lembut mamah Sam tersenyum manis.


"Iya mah." jawab Arini lesu,dengan patuh dia pun berjalan gontai ke kamarnya.


"Nenek." teriak Luna menghampiri mama Sam.


"Cucu nenek sudah wangi nih." ujar mama Sam memeluk tubuh mungil Luna.


"Nenek,,,ayah kapan pulang.???" tanya gadis kecil itu dengan gemas.


"Insya Allah sebentar lagi ayah sampai rumah." ucap sang nenek.


"Yeeaaaaah." teriak Luna penuh kegirangan.


"Kalau gitu sekarang mari kita bermain di taman." ajak sang nenek dan di angguki oleh Luna.

__ADS_1


_____________


"Apakah masih lama mang.???" tanya Sam kepada supirnya saat ini Sam dan Rian sudah tiba di kotanya.


"Kurang tau Tuan,saya masih mengeceknya." jawab mang Dadang yang sibuk mengotak-ngatik mesin mobil.Ya saat Sam tengah pulang menuju rumahnya tiba-tiba saja mobilnya mati.


"Kau carikan taxsi atau grab atau apalah,saya sudah ingin cepat sampai rumah." titah Sam kepada Rian,dengan patuh Rian pun mulai memencet ponselnya memesan grab.


Namun tiba-tiba sebuah mobil datang menghampirinya,Sam mengernyit heran siapa gerangan pemilik mobil tersebut.


"Saaaam." teriak seorang pria saat jendela mobilnya terbuka.


"Deg."


Ada rasa tak percaya,"benarkah dia orang yang berniat menjebakku." batin Sam


"Lihatlah,dari luar dia nampak baik sekali." batinnya lagi


"Saam,,,mobilmu kenapa.???" orang tersebut keluar dari mobil dan menepuk bahu Sam.


"Ah...mobilku mogok." ujar Sam menetralkan pikirannya.


"Ooh,memangnya kamu mau kemana.???" tanya Rega,ya orang yang di maksud Rian adalah Rega.


"Aku mau pulang." jawab Sam,ada rasa kegugupan dalam dirinya saat berbicara dengan temannya yang ternyata menusuknya dari belakang,tapi karena apa? sungguh Sam sangat bingung sekali mengapa temannya setega itu padanya.


"Ooh,kau baru pulang dari kota X.?"tanya Rega dan di angguki oleh Sam.


"Kalau gitu ayo biar aku antar." tawar Rega.


"Ah tidak usah,aku takut merepotkanmu." tolak Sam


"Kau ini seperti sama siapa saja,udah ayoo.Gw kangen banget sama lo." ucap Rega memeluk pundak Sam seraya mengajaknya masuk ke mobil.


"Tapi aku harus mengantarkan Rian dulu." ucap Sam


"Ooh yasudah kita antarkan dulu asisten kakumu itu,Let's go Rian." ucap Rega yang saat itu sudah duduk di kursi kemudi.Sejenak Rian memandang ke arah Sam seolah-olah dia meminta izin dan Sam pun menganggukan kepalanya.

__ADS_1


"Mang....biarkan saja,nanti ada orang dari bengkel membawa mobil itu.Mang Dadang pulang aja ini ongkosnya." teriak Sam,mang Dadang pun menghampiri Sam dan menerima selembar uang 100 ribu dari Sam.


"Makasih Tuan." ucap mang Dadang,dan hanya di balas senyuman oleh Sam.Mobil pun perlahan-lahan melaju meninggalkan tempat tersebut.


__ADS_2