Menikah Karena Wasiat

Menikah Karena Wasiat
Bab 71


__ADS_3

Kini Sam,Arini dan juga Luna sedang berada di dalam mobil.Sebelumnya tadi Sam sudah di beritahu oleh Rian dimana tempat pasar malem tersebut.


Kali ini Sam sengaja tidak memakai supir,dia sendiri yang menyetir mobil agar terasa nuansa kekeluargaannya.


"Ayah kita mau kemana sih????" tanya Luna yang duduk di pangkuan Arini


"Nanti juga kamu bakalan tau sayang." jawab Sam tersenyum sekilas ke arahnya.


"Huh...dari tadi main rahasiaan mulu." grutu Luna dengan cemberut.


"Ayahmu memang gitu nak,mungkin masih banyak juga rahasia yang tidak dia sampaikan kepada kita." ujar Arini


"Diiih fitnah mulu,kapan aku maen rahasia-rahasiaan sama kamu sayang???" Bela Sam


"Buktinya sekarang."ucap Arini ketus


"Kan biar supret yank." jawab Sam


" Surprise." ucap Arini mengulang kata-kata suaminya.


"Nah iya itu." ucap Sam,lalu setelah itu tidak ada lagi percakapan,suasana pun hening hingga tak butuh waktu lama akhirnya mereka pun sampai di tempat tujuan.


"Tara kita sudah sampai." ucap Sam saat dia memberhentikan mobilnya.


"Dimana ini ayah.??"tanya Luna celingukan kesana kemari melihat sekitar.


"Pasar malam.??"gumam Arini,namun masih terdengar oleh Sam.


"Yup...kita akan bermain dan jalan-jalan malam disini." ucap Sam


"Kalian suka.??" tanya Sam menatap kedua wanita tersebut dan di angguki oleh mereka berdua.


"Ayo kita turun!"ajak Sam


"Sini nak biar kamu ayah yang gendong.Ayo...naik ke punggung ayah!!" titah Sam kepada Luna saat mereka sudah keluar dari mobil.


Dengan semangat Luna pun berlari ke arah Sam yang sudah berjongkok,buru-buru dia pun mengalungkan tangannya di leher Sam.


"Pegangan yang kuat." titah Sam ,dia pun berdiri saat Luna sudah ada di atas punggungnya dan Arini hanya bisa tersenyum melihat kejadian itu.Dia sangat bahagia walau pun hanya pergi ke tempat sederhana namun baginya itu sudah lebih dari cukup dan bisa membuat dia dan anaknya bahagia.


"Ayo bunda kita masuk." teriak Luna dengan gemas,gadis kecil itu terlihat sangat senang sekali.


"Ayah,,,aku ingin naik itu." tunjuk Luna ke tempat bermain kuda-kudaan.


"Dengan senang hati tuan putri,saya akan mengantarkan anda kesana." ucap Sam dengan nada bak pengawal.


Arini hanya bisa tersenyum dan mengikuti mereka dari belakang,sungguh dia sangat bersyukur dengan adanya Luna di kehidupan mereka.


"Bunda ayo ikut."pinta Luna


"Tidak sayang,kau dengan ayahmu saja naik ya." jawab Arini

__ADS_1


"Yaaah...bunda gak seruu." ujar Luna dengan wajah cemberut.


"Sudahlah nak,, bundamu akan muntah jika naik permainan ini,dia wanita lemah." ejek Sam


Merasa tidak terima dengan ejekan suaminya Arini pun akhirnya ikut naik wahana tersebut.


"Enak saja bilang aku wanita lemah,belikan tiket untukku!!" ketus Arini bertolak pinggang


"Yeeeeeeee....akhirnya bunda ikut." teriak Luna sedang sambil bertos ria tangannya dengan Sam.


Sam pun membeli tiket untuk Arini,mereka segera naik wahana komedi putar atau kuda-kudaan hehe.


Terlihat sekali dari raut wajah mereka sangat bahagia,Luna yang tertawa terus begitupun dengan Arini dia terlihat bahagia dengan senyumannya.Dan itu tidak luput dari pandangan Sam,merasa momen langka akhirnya Sam pun mengeluarkan ponselnya dan memotret wajah kedua wanita yang mereka cintai.


20 menit kemudian akhirnya mereka pun selesai menaiki wahana 1 dan tak sampai disitu hampir semua wahana mereka tumpangi(pastinya yang aman dan bisa di tumpangi oleh Luna).


"Aaah...bunda sudah pusing,bunda udah gak kuat." ucap Arini yang baru saja selesai menaiki kincir angin.


"Tuhkan nak,bundamu emang lemah." bisik Sam kepada anaknya dan masih terdengar oleh Arini,namun Arini tak peduli dengan ucapan suaminya.


"Sam aku lapar kita beli sosis bakar dulu." ujar Arini menunjuk sosis bakar.


"Aku mau bundaa." teriak Luna


"Yaudah kita serbuuuuu."teriak Arini berlari kecil sambil menggandeng tangan Luna.


"Aaaaisss....selalu saja di tinggalkan." grutu Sam,namun baru saja dia akan melangkahkan kakinya menyusul anak dan istrinya,tiba-tiba datang 3 orang wanita mungkin mereka masih duduk di bangku SMA karena wajahnya terlihat seperti cabe-cabean alias abg alay.


Sam tidak menjawab ucapan wanita tersebut,dia mengabaikan wanita itu.Namun ketika dia akan berjalan tiba-tiba langkahnya di halangi oleh kedua wanita yang Sam pikir adalah prajurit si abg alay.


"Ya ampuuun kak,kenapa buru-buru banget sih??" tanya si ketua geng alay sembari tangannya hendak merangkul tangan Sam namun Sam berhasil menghindar.


"Kenalin aku sofia." ucap wanita itu mengulurkan tangannya namun Sam masih saja mengabaikannya.


"Maaf bisakah kalian minggir???"ucap Sam dengan nada dingin.


"Woww....suaranya cool sekali gengs".ucap sofia dan kedua temannya pun tertawa manja.


"Bisakah kita berkenalan dulu.??Aku ini wanita paling cantik dan populer di sekolahku."ujar Sofia


"Dan kaka adalah pria beruntung,karena aku dengan suka rela mengajak kaka kenalan denganku." Sofia melanjutkan ucapannya.


"Cih....aku tidak peduli,bahkan anda tidak sebanding dengan istri saya seujung kuku pun."jawab Sam dengan nada sedikit marah,dia harus mengontrol emosinya agar tidak marah-marah di depan umum.


"Wow...dia bilang sudah menikah gengs.Apakah kalian percaya.???"tanya Sofia kepada kedua temannya.


"Tentu saja tidaaak." jawab teman Sofia bersamaan sembari tertawa kecil.


Sedangkan dari jauh sana Arini sudah menatap tajam ke arah Sam,dia pikir suaminya meladeni abg-abg alay tersebut.


"Ck...dasar pria." ujarnya terus melihat ke arah Sam.

__ADS_1


"Nak....biasakah kamu susul ayahmu??" titah Arini kepada Luna sembari tangannya menunjuk ke arah Sam yang tak jauh dari mereka.


"Ya bunda." jawab Luna,gadis kecil itu pun segera berlari ke arah Sam.


"Ayaaaaaah." teriak Luna sehingga membuat Sam dan sofia the gengs menoleh melihat ke arah suara tersebut.


Sam bernapas lega akhirnya sang anak menjadi dewi penolong.


"Ayah lagi ngapain sih sama tante-tante ini.??Dari tadi aku sama bunda nungguin tau"ucap Luna dengan suara cemprengnya.


"What tante.??muka semuda ini di panggil tante.??"ucap sofia buru-buru dia pun mengambil kaca kecil dari tasnya dan melihat wajahnya apakah ada keriputan.


"Mending kita pergi dari sini saja sayang." ajak Sam saat teman-teman Sofia sudah tak mengkepungnya.


Buru-buru Sam pun menggendong Luna dan berlari ke arah Arini.


Hosh....hosh....."Sam mengatur napasnya saat dia dekat Arini.


"Serasa masih bujang ya ???" ucap Arini mendelik.


"Apasih yank.?"tanya Sam yang masih mengatur napasnya dan baru menurunkan Luna.


"Ck....pura-pura gak ngerti." ketus Arini kesal


Paham maksud istrinya,Sam pun memiliki niat untuk menggoda Arini.


"Cemburu ya ??? kamu tau gak yank,tadi gadis-gadis itu tukeran no hp loh sama aku."ucap Sam menahan tawa.


"Bomat." jawab Arini tak merilik suaminya,dia pokus melihat sosis yang sedang di bakar.


"Mas...mas.." ucap Arini kepada kang sosis karena kebetulan penjualnya pria dan masih muda.


"Ya mbak.??" jawab kang sosis.


"Mas nya sudah lama ya jualan sosis.??"tanya Arini


"Lumayan lama mbak." jawab kang sosis ramah.


"Oooh...kayaknya rame ya jualan disini.Mmmmpp...boleh gak mas kalau aku bantuin mas nya jualan sosis.???"tanya Arini,dia bermaksud membalas Sam


"Ah yang bener mbak.???"tanya kang sosis


"Bener mas!! yaudah kita tukeran no hp ya." ujar Arini segera merogoh ponselnya.


"Kamu apaan sih yank.???" Sam merebut ponsel Arini.


"Menurutmu.??? Awas saja kalau kau macem-macem dengan wanita lain,aku bakalan suruh papah sunat lagi asetmu." ancam Arini melototkan matanya.Lalu dia pun pergi dengan Luna meninggalkan Sam yang sedang ketakutan dengan ancama istrinya.


"Ini mas sosisnya." ucap kang sosis menyodorkan kresek hitam dan Sam pun menerimanya.


"Mas,,kalau asetnya di potong ganti aja pake ini." Kang sosis menunjuk sosis jualannya.

__ADS_1


"Dasar gila." cebik Sam meninggalkan kang sosis dan si penjual sosis pun hanya tertawa pelan melihat tingkah pembelinya.


__ADS_2