
"Aaaah lelahnya." ucap Arini saat ini mereka sudah pulang ke apartemennya.
"Aku tidurkan Luna dulu di kamar."ucap Sam yang saat itu sedang menggendong Luna.
"Hmmm." Arini hanya membalas dengan gumaman saja.
"Hoaaam." Arini merasa matanya sangat berat dia pun tertidur di sofa ruang tamu.
Beberapa menit kemudian Sam pun kembali hendak menghampiri Arini,namun dia tidak menemukan istrinya.
"Sayaaang." teriak Sam sedikit pelan,matanya melihat ke setiap arah.
Merasa tidak menemukan istrinya di ruang tamu akhirnya Sam pun pergi ke kamarnya,karena dia pikir Arini sudah duluan ke kamar.
"Sayang." ucap sam sembari membuka pintu kamarnya,namun dia tidak menemukan keberadaan istrinya.
"Kemana dia,apa dia di kamar mandi ya?"pikir Sam,lalu dia pun mendekati kamar mandi dan mencoba memanggil Arini.
Namun lagi-lagi tak ada jawaban,Sam pun penasaran dan membuka kamar mandi tersebut dan benar saja istrinya tidak ada di sana.
"Kemana dia.??" Sam mulai panik ,karena istrinya tidak ada di rumah lebih tepatnya tidak menemukan istrinya.
Sam pun keluar dari kamarnya,berjalan ke arah ruang tamu lagi berharap istrinya ada disana.
"Sayang....sayang..." teriak Sam ,sekarang suaranya lumayan keras.
"Brak...brak..." tiba-tiba terdengar pukulan sedikit keras dari dekat meja.
Sam pun mencoba mendekati meja,betapa kagetnya saat dia tau siapa yang membuat suara tersebut.
"Sayaaang..kenapa kamu tidur disini.??" tanya Sam segera mengangkat tubuh istrinya.
"Aku ngantuk sekali Sam,perutku sangat kenyang sekali." gumam Arini dengan mata masih terpejam
"Tapi kenapa juga kamu harus tidur di bawah meja,aku nyariin kamu kemana-mana." ucapnya lagi
"Tadi aku tidur di sofa,tapi sangat tidak nyaman sekali." ucapnya lagi dengan nada tidak jelas.
"Yaudah ayo tidur di kamar." ucap Sam membopong tubuh istrinya.
Sam tidak habis pikir dengan tingkah istrinya,bisa-bisanya dia tidur di bawah meja.Memang benar sih mungkin itu efek perut kenyang orang segala macam makanan masuk ke dalam perut istrinya.
Sam pun membaringkan tubuh istrinya di kasur,namun saat dia hendak ke kamar mandi tiba-tiba Arini memegang tangannya.
"Saam..." ucap Arini masih dengan mata terpejam.
__ADS_1
"Apa.??"tanya sam lembut.
"Tolong bersihkan mukaku,pake kapas sama milk cleanser." titah Arini
"APA.???tidak bisakah kamu bangun sebentar.?aku tidak tau apa itu milk clen clen apa lah."ujar Sam
"Ayolah Sam,aku sedang malas bangun mataku berat sekali." ucap Arini
Sam hanya bisa membuang napasnya kasar,malam ini istrinya benar-benar menguji kesabarannya.
Dengan terpaksa Sam pun menuruti perintah istrinya,dicarinya kapas juga milk cleanser yang di sebutkan oleh istrinya.
Setelah menemukan apa yang dia cari ,Sam pun segera mendekati istrinya yang sedang tertidur pulas ,dia pun mencoba membaca petunjuk yang terdapat di skincare tersebut.
Setelah paham dengan petunjuk tersebut,Sam pun memulai membersihkan wajah istrinya.Dengan telaten dia pun membersihkan wajah istrinya hingga sisa-sisa make up di wajah Arini hilang.
"Huuuhh....untung aku mencintaimu,jadi tidak masalah jika kamu menyuruhku seperti ini."ucap Sam setelah selesai membersihkan wajah istrinya,di tatapnya wajah Arini lalu Sam pun mencium kening Arini lama.
"Aku bahagia bisa memilikimu." gumam Sam,dia pun beranjak dari tempat tidur dan berjalan ke kamar mandi.
_________________
Pagi pun telah tiba,namun Arini tak kunjung bangun dia sangat malas sekali untuk meninggalkan kasur empuknya.
"Aku masih ngantuk Sam." jawab Arini sembari menutup seluruh tubuhnya dengan selimut.
"Tapi ini udah pagi,memangnya kamu tidak ada kuliah hari ini.???"tanya Sam
"Hari ini aku males kuliah Sam." jawabnya lagi
Sam hanya bisa menggelengkan kepalanya,lagi-lagi dia di buat heran dengan tingkah istrinya.
"Yaudah aku pergi ke kantor dulu ya." ucap Sam mengelus rambut Arini.
"Hmm."ucap Arini sembari mengeluarkan tangannya untuk menyalami tangan Sam.
"Hati-hati,jangan centil sama cewek." Arini memberikan peringatan.
"Iyaaa." jawab Sam hendak keluar dari kamarnya.
"Sayang.." ucap Sam saat melihat putrinya datang
"Ayah mau kerja.???" tanya Luna memeluk leher Sam.
"Iya sayang,kamu disini sama bbi ya.Bunda juga gak akan kuliah." jelas Sam
__ADS_1
"Tapi Luna jangan gangguin bunda sekarang ya,soalnya bunda sedang tidur." sambung Sam dan di angguki oleh Luna.
"Yaudah ayah pergi dulu ya,Luna baik-baik di rumah sama bibi ya." ucap Sam mencium pipi Luna begitupun Luna mencium tangan Sam.
"Bi saya pergi dulu,tolong jaga Luna ya." titah Sam kepada bi Wati.
"Iya den."jawab Bi Wati.
Sam pun pergi dari apartemennya,sedangkan Luna kembali bermain dengan bi Wati karena Arini masih tidur.
Saat ini jam sudah menunjukan pukul 09:00 namun Arini tak kunjung bangun,dia benar-benar dalam mode mager.Tiba-tiba ponselnya berbunyi menandakan ada panggilan masuk ke hp nya.
"Tring..tring...( anggap aja itu suara nada deringnya ya)😁.
"Hallo." dengan malas dan nada khas bangun tidur Arini menjawab panggilan telponnya.
"Loe masih tidur Rin.???"teriak Diana si penelepon.
"Gw ngantuk berat,ada apa.?" jawab Arini masih dengan mata terpejam.
"Loe gak kuliah hari ini ???"tanya diana
"Gw libur dulu ya." jawab Arini langsung menutup panggilannya secara sepihak.
Sedangkan di sebrang sana Diana hanya bisa menggerutu karena ulah temannya.
"Kenapa ??"tanya Devan ,karena kebetulan saat Diana menelpon Arini ada Devan di sebelahnya.
"Arini gak masuk hari ini."jawab Diana acuh
"Kenapa.??apa dia sakit.??"tanya Devan penasaran.
"Ngapain sih loe sebegitu perhatiannya sama Arini,?inget Arini itu istri orang!!" ucap Diana memperingati
"Gw kan cuman nanya,lagian kita kan teman jadi wajar dong kalau gw khawatir." ucap Devan
"Iya Arini doang yang loe khawatirin,giliran gw aja bodoamat loe mah."jawab Diana meninggalkan Devan ,sedangkan Devan tidak mendengarkan ucapan Diana dia terus memikirkan Arini karena tidak biasanya Arini tidak masuk kuliah kecuali jika ada urusan itupun Arini selalu ngasih tau kepadanya.
"Kenapa ya dia."gumam Devan,tangannya merogoh ponselnya dari saku celana dan terlihat mengetik sesuatu.
"Rin...loe kenapa.???loe baik-baik aja kan.??"seperti itulah pesan yang di kirim oleh Devan.Namun sudah hampir 20 menit tidak mendapatkan balasan dari Arini.
"Apa aku ke apartemennya aja ya.??"ucap Devan,namun dia takut suaminya akan salah paham.
"Ah nanti aja ajak si nenek lampir(Diana).ucapnya lagi,dia pun segera menyusul Diana yang sudah lebih dulu masuk kelasnya.
__ADS_1