
Benar saja dugaan Sam dia akan sampai rumahnya larut malam sekali,belum lagi tadi harus mengantarkan Selvi yang rumahnya berbeda arah.
Jam sudah menunjukan pukul 22:00,Sam baru saja tiba di apartemennya.Keadaan apartemennya gelap menandakan si penghuni sudah tidur.
Sam melangkah ke arah kamarnya,pelan dia membukakan pintu kamarnya takut sang istri terbangun.Namun dugaannya salah,kamarnya kosong istrinya tidak ada di kamarnya.
Sam pun berpikir bahwa istrinya tidur di kamar anaknya.Dia pun pergi menuju kamar Luna dan benar saja istrinya sedang tidur sembari memeluk sang anak.
Sam hanya bisa tersenyum menyaksikan pemandangan tersebut,lalu dia pun menutup kembali pintu kamar Luna dengan pelan.
___________
20 menit kemudian Sam kembali ke kamar Luna,dia baru saja selesai mandi.
"Maafkan aku." gumam Sam pelan mengelus kepala Arini.
Merasa ada gerakan di atas kepalanya Arini pun membuka matanya,samar-samar dia melihat sang suami sedang memandangnya.
"Saaam." panggil Arini pelan.
"Ssstttt....nanti Luna bangun!!" ucap Sam
"Ayo kita ke kamar!!" ajak Sam membantu Arini untuk bangun.
"Kapan kamu pulang.???"bisik Arini pelan.
"Tadi jam 22:00,maaf ya aku tidak jadi jemput kamu."ucap Sam penuh permohonan.
Namun Arini tidak menjawab ucapan dari suaminya,dia berjalan keluar dari kamar Luna begitupun dengan Sam dia mengikuti Arini dari belakang.
"Sayang maafkan aku." ujar Sam memegang tangan Arini.
"Kamu selalu saja begitu Sam,jika kamu sibuk atau tidak bisa tepati janjimu setidaknya kasih tau aku." ucap Arini menatap wajah Sam.
"Maaf,tadi aku akan menelponmu tapi batrai ponselku habis.Lalu pas aku mau cas mettingnya udah mau di mulai." jelas Sam
"Percayalah aku tidak bohong dear." ucap Sam penuh permohonan.
Merasa malas jika harus beradu mulut dengan suaminya,Arini pun hanya bisa membuang napasnya pelan.
"Yasudah lupakan saja.Kamu sudah makan belum.???"tanya Arini dan mendapat gelengan kepala dari Sam.
"Biar aku hangatkan dulu makanannya." ucap Arini,lalu dia pun pergi meninggalkan Sam yang masih mematung di depan kamar Luna.
Itulah yang Sam suka dari Arini,istrinya itu selalu memaafkan setiap kesalahannya,istrinya selalu berusaha untuk mengerti kondisi suaminya walaupun Sam tau bahwa sebenarnya istrinya sering marah dan kecewa dengan ulahnya yang selalu ingkar janji.
__ADS_1
"Makanlah!!" titah Arini setelah selesai memanaskan makanannya.
"Temani."pinta Sam dan Arini pun menurutinya.
"Apakah kamu sudah makan.??"tanya Sam dan di balas anggukan kepala oleh Arini.
"Dengan siapa tadi kamu pulang.??" tanya Sam
"Teman."jawab Arini singkat.
"Siapa.?? Diana.??" tanya Sam
"Bukan,Devan." jawab Arini.
"Kenapa tidak dengan Diana.? kenapa harus dengan pria itu.??"tanya Sam terdengar nada tidak suka saat tau istrinya di antar pulang oleh pria lain.
"Sudahlah Sam,lagian Devan juga temanku.Kami tidak melakukan hal aneh juga, mengapa kamu harus mencurigai kami."ujar Arini sedikit kesal karena suaminya berpikiran buruk terhadapnya,padahal karena ulahnya sendiri mengapa Arini bisa di antar oleh teman pria nya.
"Bukan begitu dear,ak...." belum sempat Sam menyelesaikan perkataannya,Arini sudah bangkit dari duduknya dan pergi meminggalkan Sam.
"Aku mau tidur,cepat habiskan makanmu." ucap Arini tanpa melihat wajah Sam.
"Kok jadi dia yang marah sih,? harusnya kan aku karena dia pulang dengan pria lain." gumam Sam pelan saat melihat istrinya sudah pergi.
Buru-buru Sam pun menyelesaikan makannya.Sebenarnya Sam bukan berpikiran jelek terhadap istrinya dia hanya cemburu saja jika ada pria lain yang mengantrakn dia pulang atau pun apa itu.Dia tidak suka jika ada pria yang mendekati istrinya walaupun mereka hanya berteman.
"Sayaaaang."panggil Sam naik ke atas ranjang mendekati Arini.
"Gosok gigi dulu."titah Arini yang membelakangi Sam.
Dengan cemberut Sam pun menuruti perintah istrinya.
Setelah 10 menit berada di kamar mandi akhirnya Sam pun keluar.
"Aku sudah gosok gigi sayang." ucapnya mendekati Arini,tangannya mencoba meraba pinggang Arini namun dengan cepat Arini tepis tangan nakal suaminya itu.
"Aku ngantuk,lebih baik kamu juga segera tidur."Titah Arini menutup seluruh tubuhnya dengan selimut.
Sam hanya bisa membuang napas kasar saat melihat tingkah istrinya,Sam tau Arini sedang kesal terhadapnya.
Sam pun membaringkan tubuhnya,menatap punggung Arini.Ingin rasanya dia memeluk tubuh Arini dengan erat,namun dia takut mendapat amukan dari sang macan betina.
Akhirnya Sam pun terlelap setelah kenyang berdialog dengan dirinya sendiri.
Namun tidak dengan Arini, ternyata dia belum tidur,dia hanya pura-pura tertidur.Lalu dia pun membalikan tubuhnya menghadap Sam yang sudah berkelana ke alam mimpi.
__ADS_1
Dengan pelan tangan Arini mengelus lembut pipi Sam,matanya memandang lekat wajah tampan suaminya.Entahlah tatapan Arini sangat sulit di artikan namun dari pancaran matanya ada cinta begitu besar untuk sang suami.
"Maafkan aku,jika aku sering marah-marah kepadamu."gumamnya pelan sembari tangannya terus mengelus pipi Sam.
"Aku harap sesibuk apapun kamu,jangan sampai kamu khianati cinta kita." ucapnya lagi dengan pelan.
Perlahan-lahan Arini pun ikut memejamkan matanya,tanpa dia sadari tangannya sudah memeluk tubuh Sam bahkan kepalanya dia simpan di dada bidang sang suami.
Nyaman,ya itu yang Arini rasakan jika tidur dalam dekapan suaminya.
_______________
Sedangkan di tempat lain ada seorang wanita yang sedang uring-uringan.Dia sulit memejamkan matanya karena pikirannya sedang di rasuki atau di penuhi sosok pria yang begitu dia benci.
"Aaakhhh...sial kenapa gw inget pria sombong itu." ucap Selvi terus membolak-balikan tubuhnya.
Dia ingat kejadian tadi saat Sam mengantarkannya pulang.
"Maaf Tuan,kita antarkan neng ini dulu atau antarkan tuan ke apartemen dulu.???"tanya mang Dadang kepada Sam
"Antarkan dulu wanita ini mang." jawab Sam dingin.
"Maaf neng,alamat rumahnya dimana ya.??"tanya mang Dadang dan Selvi pun memberitahu alamat rumahnya.
Mang Dadang pun sedikit menambah kecepatan laju mobilnya,agar segera sampai di rumah Selvi.
Tak lama kemudian mobil pun sampai di alamat rumah Selvi.Mang Dadang pun menghentikan mobilnya,namun cukup lama dia menunggu orang yang duduk di belakang untuk turun tapi tak kunjung ada pergerakan.
"Neng sudah sampai."ucap mang Dadang tanpa menoleh ke arah Selvi.
Merasa heran dengan wanita yang duduk di kursi belakang,akhirnya Sam pun membalikan badannya melihat ke arah Selvi.
"Ck,,,pantas saja dia tidur." cebik Sam,lalu dia pun keluar dari mobil.
"Tuan mau ngapain.??" tanya mang Dadang,pikir mang Dadang majikannya itu akan mengangkat tubuh wanita tersebut.
Tapi semua itu salah,Sam dengan kasar berteriak tepat di dekat telinga Selvi.
"HEEEEEEEEY."Teriak Sam dan itu sukses membuat Selvi terbangun bahkan dia sangat kaget saat mendengar teriak Sam.
"Sialan!!! Loe mau bikin kuping gw tuli ya.?" ucap Selvi kesal.
"Siapa suruh tidur di mobil orang,udah tau numpang pake tidur segala."ketus Sam.
"Dasar pria gila." ujar Selvi keluar dari mobil sembari tubuhnya menabrak lengan Sam dengan kasar.Tanpa mengucapkan kata terima kasih Selvi terus berjalan tanpa peduli bahwa Sam masih ada disana dan melihat tingkahnya.
__ADS_1
"Aaaaakhhh.....gw benci pria gila itu." teriak Selvi pelan sembari mengacak-ngacak rambutnya.