
"Dear...."panggil Sam saat kegiatan panasnya telah selesai.
"Hmmm." Arini hanya membalas gumaman saja,karena dia sangat lelah akibat ulah suaminya.
"Apakah kamu bahagi menikah denganku.?" tanya Sam sembari tangannya bermain di punggung Arini,mengelus-ngelus kulitnya yang lembut.
"Tentu saja,mengapa kamu bicara seperti itu.?"Arini membalikan tubuhnya menghadap Sam
"Aku hanya bertanya saja,aku senang jika kamu bahagia menikah denganku." Sam tersenyum dan mencium kening Arini.
"Aku lapar."rengek Arini
"Hah.!! bukankah tadi kamu sudah memakan tubuhku dengan rakus.Lihat saja leher dan dadaku penuh kecupan berwarna merah karena ulah bibirmu." Tunjuk Sam ke arah dada dan lehernya yang memang terdapat banyak tanda merah karena ulah istrinya.
"Aku tidak menyangka ternyata kamu nakal juga." Ucap Sam menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Enak saja,aku nakal tuh gara-gara terkontaminasi dari kamu." Arini tak terima atas tuduhan suaminya.
"Cepat pesankan aku makanan."Titah Arini sedikit berteriak buru-buru Sam pun menelpon pelayan hotel untuk mengantarkan makanan ke kamarnya.
"Tunggu ya." ucap Sam mengacak-ngacak rambut Arini dan bangkit dari kasur menuju kamar mandi.
Sekitar 30 menitan Sam pun keluar dari kamar mandi dan bertepatan dengan itu kamarnya pun di ketuk seseorang.Buru-buru dia pun membuka pintu kamarnya dan ternyata pelayan hotel yang mengantarkan makanan.
"Permisi." ucap pelayan hotel dengan ramah dan Sam pun menyuruhnya masuk lalu menata makanan di atas meja.
"Selamat menikmati." ucap pelayan tersebut setelah selesai menata makananya.
"Terima kasih." ucap Sam dan di angguki oleh pelayan tersebut lalu dia pun keluar dari kamar Sam.
"Dear..." Sam membangunkan Arini yang sedang tertidur karena kelamaan menunggu makanan datang.
"Hei bangun,makan dulu yuk.!!" ajak Sam sambil menggoyangkan bahunya dan itu membuat Arini terganggu dari tidurnya.Perlahan-lahan Arini pun membuka matanya.
"Sudah datang makanannya.?" tanya Arini dengan suara serak khas bangun tidur,lalu Sam pun menganggukan kepalanya.
"Yaudah kamu cuci muka dulu gih." titah Sam membantu Arini bangun dari tidurnya dan Arini pun menuruti perintah sang suami.
5 menit kemudian Arini keluar dari kamar mandi,mereka pun mulai menikmati makanananya.Saat itu waktu sudah menunjukan pukul 17:00.
_______________
__ADS_1
"Hmmm....aku ngerasa bete sekali di rumah,mana Arini sudah menikah pasti dia sedang bulan madu sekarang." gumam Diana yang saat itu merasa jenuh.
Tiba-tiba ponselnya pun berbunyi menandakan ada panggilan masuk di ponselnya dan ternyata itu adalah panggilan dari sang pacar.
"Hallo." jawab Diana saat panggilannya di angkat.
"Hallo,lagi dimana.?" tanya sang pacar di sebrang sana.
"Di rumah,aku ngerasa bete sekali berada di rumah sendirian." ucap Diana dengan nada sedikit manja.
"Memangnya mamah dan papa mu kemana.?" tanya Gary
"Lagi ada urusan ke luar kota,bisakah kamu datang ke rumahku.Temani aku." rengek Diana penuh permohonan.
"Yaudah nanti malam aku kesana ya." jawab Gary lalu sambungan pun berakhir.
"Aku harus siap-siap,sebentar lagi Gary akan kesini." gumam Diana penuh kegirangan,dia pun berlari ke arah kamar mandi.
Sekitar 20 menit akhirnya Diana pun keluar dari kamar mandinya,lalu dia pun mulai memilih-milih baju yang akan ia kenakan.Setelah menemukan baju yang cocok lalu dia pun memakainya dan mulai merias sedikit wajahnya.
Tepat pukul 19:00 bel rumahnya pun berbunyi,buru-buru Diana pun turun ke bawah membuka pintu rumahnya.
"Baik neng." jawab pembantu tersebut.
"Hai." ucap Diana saat pintunya sudah terbuka dan menampilkan sosok pria gagah di depannya sedang tersenyum.
"Sepertinya kamu sudah menunggu kedatanganku.?" goda Gary mengangkat kedua alisnya.
Hahaha,kau pede sekali.Yaudah masuk yuk." ajak Diana memberikan jalan kepada Gary.
"Loh memang iya kan,kamu sudah tidak sabar ingin bertemu denganku bahkan kau pun belum menyelesaikan riasanmu,lihat lah bibirmu cuman bagian bawah saja yang berwarna pink."jelas Gary,buru-buru Diana pun berlari menuju kaca yang ada di ruang tamu dan benar saja bibirnya belum semua dia olesi lipstik, karena saking senangnya dia pun lupa bahwa bibir atasnya belum dia olesi.
"Ah ya ampun." gumam Diana terkejut,buru-buru dia pun membalikan badannya hendak berlari ke kamar namun di cekal oleh Gary.
"Tidak perlu di olesi lagi,kamu pake lipstik kayak gitu juga tetep cantik kok."puji Gary menuntun Diana untuk duduk di sampingnya.
"Gombal." ucap Diana sedikit mencubit lengan pacarnya.
"Aku serius Didi."ucap Gary dan mata mereka pun saling bertemu.Perlahan-lahan Gary mendekatkan wajahnya kepada Diana,seakan-akan terhipnotis oleh sang pacar Diana merasa tubuhnya tidak bisa ia gerakan dia mematung.
"Cup." satu kecupan mendarat di bibirnya,merasa tidak ada penolakan Gary pun kembali mencium bibir Diana sedikit **********.
__ADS_1
"Apakah kamu tidak pernah berciuman.?" tanya Gary karena pacarnya tidak membalas ciumannya.
"Kata siapa,aku bahkan ahlinya dalam berciuman." sanggah Diana,sejujurnya itu adalah ciuman pertamanya wajar saja jika dirinya bergitu kaku.
"Benarkah,lalu mengapa kamu hanya diam saja.?" tanya Gary memicingkan matanya.
"Haha,,aku hanya ingin melihat seberapa hebatnya kamu dalam berciuman,tapi ternyata ciumanmu sangat jelek."Ejek Diana sambil terkekeh namun pandangannya tidak menatap Gary.
"Benarkah.? apakah kamu ingin mengulanginya lagi.?aku akan memberikan ciuman terbaik untukmu." ucap Gary sedikit menggoda.
"Tidak,tidak,,," tolak Diana sembari tangannya menahan dada Gary karena pria itu semakin mendekatinya lagi.
"Hahaha...kenapa.? bilang saja kau tidak bisa ciuman,bahkan ini ciuman pertamamu kan.? tanya Gary sedikit menggoda.
"Menyebalkan."Grutu Diana
"Kau tidak percaya aku sudah ahli dalam hal itu,cih...bahkan aku yakin jika kamu tau aku sangat ahli dalam berciuman kau akan terus memohon kepadaku untuk memintanya lagi dan lagi." ketus Diana sembari matanya melotot ke arah Gary.
Sedangkan Gary hanya tertawa renyah melihat tingkah pacarnya,dia tau bahwa pacarnya sedang berbohong.
"Yayaya...kau memang ahlinya.Kau kan fuckgirl." ucap Gary tertawa.
"Aaaah dasar pacar sialan." teriak Diana lalu dia pun memukul-mukul tubuh Gary dengan bantal sopa.
"Hahahaha...ampun Di.Tapi memang iya kan." ejek Gary masih tertawa lepas.
Tiba-tiba pembantu Diana pun menghampiri mereka,mengantarkan minuman juga cemilan.
"Ekheeem." Pembantunya bingung harus berbuat apa saat melihat majikannya sedang becanda dengan sang kekasih.
Merasa ada orang lain yang datang seketika Diana pun menghentikan aksinya."Eh bibi,taro aja disitu bi." titah Diana dan di angguki oleh si bibi.
"Di minum den." ucap si bibi dan di angguki oleh Gary.
"Tuh minum,kamu pasti hauskan.? tanya Diana sambil menyodorkan gelas yang berisikan jus jeruk kepada Gary.
"Ini minuman di campur obat perangsang tidak.?kayak di film-film." bisi Gary terkekeh.
"Waaah pacar kurang ajar." ucap Diana memukul pelan pundak Sam.
"Loh iya dong,aku harus waspada karena kamu kan badgirl."goda Gary tertawa senang sedangkan Diana sudah merah padam menahan kekesalannya.
__ADS_1