Menikah Karena Wasiat

Menikah Karena Wasiat
Bab 91


__ADS_3

"Assalamu'alaikum." ucap papa Sam yang baru saja memasuki rumah anaknya.


"Papa." ucap istrinya ,bangun dari duduknya dan menghampiri sang suami.


"Wah rame nih." ucapnya saat melihat suasana meja makan.


"Iya pah,ayo kita makan bareng." ajak sang istri dan di angguki olehnya.


"Sam,kapan tiba disini.??" tanya sang ayah saat mendudukan bokongnya.


"Sekitar 1 jam yang lalu pah." jawab Sam sibuk menyuapi Luna dan Arini.


Papa Sam pun mengangguk "Bagaimana pekerjaanmu disana,apakah semuanya berjalan dengan baik.?" tanya sang ayah lagi.


"Alhamdulillah semuanya sudah beres pah." jawab Sam


"Syukur kalau begitu,oiya kamu sudah tau kan mamah dan papa akan pergi ke Luar Negri.???" tanyanya


"Sudah pah,makannya Sam pulang cepat soalnya mamah kemarin telpon pengen ketemu anaknya yang ganteng dulu sebelum berangkat." ucap Sam tetawa pelan


"Ck...ganteng? gantengan juga ayahnya." celetuk sang mamah.


"Ooh istriku kau memang benar,terima kasih atas pujianmu." ucap ayah Sam seraya memeluk tubuh istrinya sedangkan orang yang ada disana hanya tersenyum melihat keromantisan orang tua tersebut.


"Wah ternyata ada Rega,gimana kabarnya.???"tanya papa Sam saat matanya melihat Rega.


"Baik om!! kebetulan tadi ketemu Sam di jalan jadi sekalian ikut ke sini hehe." jawab Rega


"Yayaya...om yakin kalian jarang ketemu kan.Bagaimana kuliahmu.??"tanyanya lagi


"Insya Allah sebentar lagi selesai om." jawab Rega dan ayah Sam pun hanya mengangguk-nganggukan kepalanya.


Seketika ruangan pun menjadi hening,hanya terdengar dentingan piring dan sendok.Tanpa semua orang tau ternyata Rega dari tadi curi-curi pandang kepada Arini,karena kebetulan dia duduk tepat di depan Arini.


"Dia selalu cantik." batin Rega tanpa dia sadari Sam memperhatikannya dan tiba-tiba mata mereka bertemu "Deg".Keduanya menatap dengan pandangan yang susah di artikan.


"Sayang,apakah kamu mau nambah lagi.??" tanya Sam saat memutuskan pandangannya dari Rega.


"Tidak Sam aku sudah kenyang." tolak Arini sembari mengelus perutnya yang membuncit.

__ADS_1


"Luna mau lagi.?" tanya Sam dan di angguki oleh gadis itu.


"Biar aku yang suapi kamu Sam,dari tadi kamu belum memasukan makanan." ucap Arini mengambil sendok


"Unccch kalian sangat romantis sekali." puji mamah Sam


"Seperti kita kan mah." celetuk sang suami dan hanya di balas tatapan judes oleh istrinya.


"Tuh ian makannya kamu cepetan nikah,supaya kalau makan ada yang nyuapin." ucap papa Sam.


"Mana ada wanita yang mau sama dia pah." timpal Sam mengejek asistennya.


"Pria tua dan dingin kayak gitu mah gak laku,kunti saja gak bakalan suka sama dia." ejek Sam kembali


"Saaam." Arini melotot seolah-olah matanya bilang "jangan begitu". Sam pun hanya tertawa pelan menanggapi tatapan mata istrinya.


"Jadi kapan kamu mau kenalin cewek kepada saya Ian.??" tanya ayah Sam


"Secepatnya om." jawab Rian asal


"Hahaha paling ngenalin cewek jadi-jadian." ejek Sam tertawa puas


"Enak saja,aku pria normal bos." ucap Rian tak terima di ejek terus oleh bosnya.


______________


Malam pun telah tiba ,saat ini Sam dan Arini sedang berbaring di kamarnya sembari bincang-bincang.


"Jadi bagaimana pekerjaanmu disana.???" tanya Arini sembari tidur di lengan Sam.


"Lancar!!"jawab Sam mengelus-ngelus rambut Arini


"Syukurlah,entah kenapa selama kamu disana aku selalu khawatir padamu." ucap Arini memandang wajah suaminya.


"Apa yang kamu takutkan.???" tanya Sam membalas pandangan Arini.


"Entahlah,mungkin aku takut ada yang jahat terhadapmu.Aku begitu mencintaimu Sam." ucap Arini memeluk Sam dengan erat.


"Aku juga sayang,aku lebih mencintaimu." balas Sam mencium puncak kepala Arini.

__ADS_1


Sam sengaja tidak menceritakan kejadian saat di kota X kepada Arini, karena dia tau pasti istrinya bakalan khawatir dan memikirkannya.


"Oiya Sam mana oleh-oleh pesananku.?" tanya Arini mendudukan tubuhnya.


"Ck...kau ini,kalau urusan oleh-oleh gak pernah lupa.Tapi kalau urusan ngelonin suami suka lupa."grutu Sam bangun dari kasur dan berjalan ke arah laci.


"Kau bicara apa barusan?"tanya Arini yang samar-samar mendengar celotehan suaminya.


"Bukan apa-apa." jawab Sam berjalan ke arah Arini dan membawa paperbag di tangannya.


"Apa itu.???" tanya Arini sumringah,dia sudah sangat bahagia saat melihat paperbag tersebut pikirannya sudah melayang jauh akan isi paperbag itu.


Tak sabar Arini pun langsung mengambil paperbag dari tangan Sam.Namun matanya seketika melotot saat melihat isi paperbag tersebut.


"Apa ini.???" tanya Arini mengangkat baju yang seperti jaring.


"Itu oleh-oleh spesial untukmu sayang." ucaP Sam duduk di sebelah Arini.


"Saaaam ini bukan oleh-oleh,ini jaring laba-laba."ucap Arini saat melihat lingerie yang berwarna merah cerah itu.


"Kenapa kau membelikan aku ini,aku tidak mau ini." tolak Arini melempar lingerie itu ke arah Sam.


"Kan kamu sendiri yang minta oleh-oleh,terserah aku dong mau aku belikan apapun." ucap Sam


"Tapi gak harus jaring laba-laba juga Sam, makanan kek,atau pernak pernik,atau apa kek asal jangan yang begituan.Itu mah di lemari juga banyak." ucap Arini dengan cemberut.


"Maka dari itu aku ingin kamu memakainya malam ini." bisik Sam tepat di telinga Arini.


"Aku merindukanmu." ucapnya lagi sambil menciumi tengkung leher Arini.


"Saaaaamh." lenguh Arini tak kuat menahan rasa nikmat dari kecupan suaminya.


Sejujurnya Arini pun menginginkan hal yang sama tapi dia malu jika harus mengakuinya.Dengan pura-pura marah Arini pun turun dari kasur hendak ke ruang ganti.


"Dasar suami tidak sayang istri,masa minta oleh-oleh di belikan beginian. " grutunya sambil berjalan ke arah ruang ganti namun berbeda dengan reaksi saat di ruang ganti bibirnya tersenyum senang karena dia pun merindukan "celupan" suaminya hehehe.


Segera Arini pun mengganti baju tidurnya dengan lingerie warna merah itu,buru-buru dia pun keluar dengan wajah pura-pura cemberut.


"Waaaah seksinya" gumam Sam kagum saat melihat istrinya memakai lingerie yang dia belikan.Dengan segera dia pun menarik Arini dan merebahkan tubuhnya, dan terjadilah celup celupan hehe.....

__ADS_1


__ADS_2