
Jam sudah menunjukan pukul 12:00 dan Arini belum juga bangun dari tidurnya,entahlah matanya terasa begitu berat untuk dia buka begitupun tubuhnya sangat sulit untuk dia gerakan walau hanya bangun dari tempat tidur.
"Bundaaa." tiba-tiba Luna datang mengganggu tidur indahnya.
"Ya sayang,ada apa hmm.???"jawab Arini dengan mata merem.
"Bangun!!! dari tadi bunda tidur terus,Luna ingin main sama bunda." rengek Luna sembari menarik tangan Arini.
"Oke tunggu,beri bunda waktu 5 menit lagi ya."pinta Arini dan di angguki oleh Luna
Dengan sabar Luna menunggu Arini yang meminta waktu 5 menit kepadanya.
Dirasa sudah menunggu lama,Luna pun kembali merengek meminta Arini bangun.Dengan terpaksa Arini pun menuruti permintaan putrinya.
"Yaudah iya,nih bunda sudah bangun." ucap Arini mengubah posisi tubuhnya menjadi duduk.
"Tunggu sebentar ya bunda mau mandi dulu." ucap Arini kepada Luna.Segera Arini pun turun dari ranjangnya berjalan dengan malas ke kamar mandi.
Sudah 30 menit Luna menunngu sang bunda untuk keluar dari kamar mandi,namun yang di tunggu belum juga keluar lalu Luna pun mencoba menggedor pintu kamar mandi berharap bundanya segera keluar.
"Bundaaaaa.."teriak Luna sambil menggedor kamar mandi,
"Bundaaa...kenapa mandinya lama sekali.??"Luna kembali menggedor pintu kamar mandi,namun tak ada jawaban dari dalam sana.
"Bibi....bibi..."Luna memanggil pengasuhnya
"Kenapa non?"tanya bi Wati saat menghampiri majikan kecilnya.
"Bunda dari tadi di kamar mandi terus belum keluar-keluar.Luna sudah coba panggil bunda tapi bunda tidak menjawab."jelas Luna dengan mata sudah berkaca-kaca karena takut Arini kenapa-napa.
"Ya ampun." Bi Wati terkejut juga sedikit panik
"Nyah...nyaaah..."Bi Wati mencoba memanggil Arini namun lagi-lagi tak mendapat jawaban dari dalam.
"Aduh..ini gimana.??"Bi Wati bingung harus berbuat apa,lalu dia pun segera menghubungi Sam.
"Non tunggu disini dulu ya,bibi mau telpon ayah dulu." ucap bi Wati dan di angguki oleh Luna yang sudah menangis.
"Bundaaaaaaa." teriak Luna sembari segukan
Kini bi Wati pun sedang mencoba menghubungi Sam namun panggilannya tidak di angkat,hingga panggilan yang ke tiga akhirnya Sam pun menjawab panggilan dari pengasuhnya.
"Hallo bi ada apa.???"tanya Sam
__ADS_1
"Anu den,itu mmmppp nyonya dari tadi belum keluar kamar mandi.Katanya tadi mau mandi tapi sampe saat ini belum keluar juga,bibi coba panggil-panggil tidak ada jawaban." jelas bi Wati.
"Ya udah bibi tenang dulu,saya segera pulang." jawab Sam langsung menutup panggilannya.
"Non tenang dulu ya,ayah akan segera pulang." ucap bi Wati mencoba menenangkan majikan kecilnya yang sedang menangis.
"Luna takut bibi,Luna takut bunda ninggalin Luna." ucap gadis mungil itu
"Tenang ,bunda pasti baik-baik saja." bi Wati terus mencoba menenangkan Luna.
Tiba-tiba bel apartemennya pun berbunyi,bi Wati segera berlari untuk membuka pintu.
"Siang bi." ucap Diana saat pintu sudah terbuka.
"Siang,,,eh neng Diana." ucap Bi Wati
"Arini nya ada bi.??"tanya Diana
"Anu....itu neng mmmppp nyonya dari tadi di kamar mandi terus,sudah bibi coba penggil-panggil tapi tidak ada jawaban.Bibi cemas sekali." ujar bi Wati
Tanpa di duga seseorang langsung masuk menerobos tanpa di persilahkan oleh bi Wati.
"Hey Devan....loe mau ngapain??gak sopan banget masuk rumah orang." Maki Diana saat tau temannyalah yang menerobos masuk tanpa permisi.
Karena sebelumnya Devan merengek dan memohon kepada Diana untuk datang ke apartemen Arini.
Dia pun berlari ke lantai dua,dia melihat ada pintu kamar terbuka dan menampilkan seorang gadis kecil sedang menangis.
"Maaf mas anda siapa,dan mau apa.??"tanya bi Wati yang saat itu segera menyusul Devan ke atas di ikuti oleh Diana dari belakang.
"Saya temannya Arini,bibi tenang aja.Tolong gendong dulu anak ini saya akan dobrak pintu kamar mandinya." ucap Devan panik,bi wati pun membawa Luna ke dalam gendongannya.
"Braaaaak."dengan sekali hentakan pintu kamar mandi pun sudah terbuka dan betapa terkejutnya saat dia melihat Arini tergeletak di lantai tak sadarkan diri.
"Ya ampun ARINIIII."teriak Devan segera membopong tubuh Arini keluar dari kamar mandi.
"Ya ampun Rin,loe kenapa." ucap Diana sama paniknya saat melihat keadaan temannya.
"Bundaaaaaa." teriak Luna kencang
"Bunda baik-baik saja sayang." bi wati mencoba menenangkan Luna.
"Van kita bawa Arini ke Rumah Sakit aja." Ucap Diana,dengan segera Devan pun membawa tubuh Arini keluar dari apartemennya.
__ADS_1
"Bibi kasih tau Sam dulu ya,kita pergi ke Rumah Sakit Medika."ucap Diana segera pergi setelah bi wati menganggukan kepalanya.
Sedangkan Luna dia ikut dengan Diana menyusul Devan untuk membawa Arini ke Rumah Sakit.
20 menit kemudian Sam pun tiba di apartemennya,segera dia pun masuk dan hendak menuju kamarnya.
"Den....."teriak bi Wati
"Dimana Arini bi.??"tanya Sam panik
"Tadi nyonya pingsan dan di bawa ke Rumah Sakit oleh non Diana dan temannya."jelas bi Wati
"Rumah Sakit.?? Rumah sakit mana.?"tanya Sam tak sabaran.
"Medika Den." jawab Bi Wati
"Yaudah aku akan kesana,bibi disini aja dulu jagain Luna." Pikir Sam Luna ada di rumah
"Non Luna ikut ,di bawa sama non Diana."jelas Bi Wati.
"Yaudah gapapa bibi disini aja."titah Sam bi Wati pun mengangguk paham.
Segera Sam pun menuju Rumah Sakit Medika,dia sangat cemas saat mendengar istrinya pingsan.
Dengan kecepan kilat Sam membawa mobil melebihi orang kesurupan.
"Tid....tid...."Sam terus memencet klaksonnya saat ada kendaran yang menghalangi jalannya.
"Tid..tid...wey minggir." teriak Sam saat sebuah mobil menghalanginya.
"Sial."umpatnya saat dia terjebak kemacetan,sungguh Sam ingin memberantas semua kendaran yang menghalangi jalannya saat ini.
Hampir 25 menit Sam terjebak macet,akhirnya keadaan pun kembali normal.Segera Sam pun menancap gas mobilnya dengan ala kecepatan kilat yang pastinya mendapat makian dari setiap orang.
"Hey kalau nyetir hati-hati."
"Punya nyawa kali tuh orang."
"Dasar orang gila." Seperti itulah umpatan-umpatan yang terdengar oleh Sam namun dia tak mempedulikannya,saat ini yang ada di pikirannya hanya Arini saja.
Tak lama mobil pun sampai di Rumah Sakit tujuan,dengan asal Sam pun memarkirkan mobilnya.Lagi-lagi dia mendapat umpatan dari orang-orang karena mobilnya menghalangi mobil orang lain.
"Hey pak benarkan dulu mobil anda,mobil anda menghalangi mobil saya yang akan keluar."ucap seorang pria saat mengejar Sam.
__ADS_1
"Benarkan saja sendiri."jawab Sam ketus dengan segera dia pun berlari masuk ke dalam gedung Rumah Sakit tanpa pedulikan rutukan pria tersebut.
"Dia pikir gw suparman,bisa angkat mobil sendirian."grutu pria tersebut.