Menikah Karena Wasiat

Menikah Karena Wasiat
Bab 85


__ADS_3

Suara dentuman musik terdengar keras di setiap telinga manusia ,begitupun debur ombak yang seperti irama,udara dingin menusuk kulit siapapun yang ada disana. Saat ini Sam sedang menghadiri acara ulang tahun Tuan Dinarta,dia begitu tidak berselera berada di acara seperti ini apalagi ini ulang tahun yang notaben nya pria tua pasti acaranya membosankan,pikir Sam.


"Huh...membosankan sekali." gumam Sam matanya tak sengaja melihat sosok asisten kurang ajarnya yang sedang tertawa ria dengan seorang wanita.


"Ck...berbahagilah untuk saat ini kucrut." gumamnya lagi sambil terus menatap Rian


"Hallo Tuan Sam!! terima kasih anda sudah berkenan datang ke acara saya." sapa Tuan Dinarta yang datang tiba-tiba menghampirinya.


" Sama-sama Tuan Dinarta,oh iya selamat ulang tahun semoga anda panjang umur sehat selalu dan maafkan saya yang tidak membawa hadiah untuk anda,karena sebelumnya saya tidak tau bahwa hari ini anda berulang tahun." ucap Sam panjang lebar


"Hahahaha....tidak apa-apa Tuan Sam,anda sudah berkenan hadir saja itu sudah lebih dari cukup." ucap Tuan Dinarta,mereka pun sedikit berbincang-bincang hingga akhirnya Tuan Dinarta pun pergi untuk menyapa tamu-tamu lainnya.


Kini Sam duduk sendiri di kursi tamu,sejujurnya dia ingin segera kembali ke kamarnya bahkan suasan kamar lebih indah dibandingkan suasana ulang tahun si pak Tua itu.


"Bos." Rian menepuk pundak Sam


Sam menoleh,dan menepis tangan Rian dari pundaknya."Masih kau anggap juga saya bos mu." cebik Sam


"Hehehe...ayolah bos,bukankah kita sudah sepakat." Rian duduk di sebelah Sam.


"Yayayaya...aku akan membiarkan mu bersenang-senang saat ini,tapi tidak untuk nanti saat kembali ka kota.Aku akan membunuhmu dengan segudang pekerjaan."Ancam Sam sembari matanya menatap tajam Rian.


"Wah....jangan gitu dong bos." ucap Rian


"Kan kit......" Belum juga Rian menyelesaikan ucapannya tiba-tiba ponsel Sam berdering dan segera Sam pun bangkit dari duduknya dan pergi menjauh untuk mengangkat telpon.


"Hallo." ucap Sam saat panggilannya sudah tersambung.


"Bro lo dimana.??" tanya Rega di sebrang sana


"Gw di kota X." jawab Sam


"Lagi ngapain.? cari bini baru ya?" goda Rega


"Sialan lo kalau ngomong,ada perlu apa lo telpon gw.???" tanya Sam


"Enggak, gw cuman mau ajak lo nongkrong.Sudah lama kita gak nongkrong sejak lo wisuda lo sibuk sekali."Ujar Rega


"Lo kangen sama gw.???" tanya Sam

__ADS_1


"Ck najis gw kangen sama lo,mending gw kangen sama si Diana." ucap Rega.


"Lo mau nikung temen lo." ucap Sam


"Sudahlah lupakan saja,gw cuma becanda.Lo kapan pulang.???" tanya rega


"Paling besok sore." ucap Sam


"Yaudah kalau lo udah balik,sempetin lah kita kumpul lagi kayak dulu." ujar Rega.


"Yayaya,yaudah gw tutup telponnya." ucap Sam langsung memutuskan panggilannya.Sam pun memasukan ponselnya kembali ke saku celana.Baru saja dia hendak membalikan badannya tiba-tiba seseorang membekap mulutnya dan Sam mencoba berontak namun sia-sia karena tak lama kemudian Sam tak sadarkan diri. Yap seseorang membius Sam.


"Bawa dia ke kamar." titah seseorang


Sam pun di papah oleh 2 orang laki-laki menuju kamar hotel.


"Baringkan dia disana." titah orang tadi dan kedua orang yang membawa Sam pun menuruti perintahnya.


"Sekarang kalian keluar." titah orang tadi.


"Heuh." orang tersebut tersenyum licik saat melihat Sam sudah tertidur pulas,lalu dia pun pergi dari kamar tersebut.


______________


"Entahlah,saat ini aku free.Aku bukan lagi asistennya." jawab Rian dengan mulut penuh makanan.


"Kenapa bisa begitu.?"tanya Amira


"Dia kalah bermain game." jelas Rian.


"Oooh." jawab Amira,lalu mereka pun kembali pokus menikmati setiap makanan.Rian benar-benar menggunakan waktu bebasnya dengan baik dia bahkan tidak peduli dengan keberadaan Bos nya.


___________________


"Euuuh....panas sekali." gumam seorang pria,dia membuka bajunya dengan mata terpejam bahkan suhu dinginnya ac pun tak terasa baginya.


Setelah membuka kemeja dan membuang ke sembarang arah dia pun kembali membaringkan tubuhnya.Kepalanya terasa sedikit pusing namun tubuhnya terasa panas dan terasa aneh.


Tiba-tiba saja tangannya memegang sesuatu yang dia yakini adalah tubuh manusia,pria itu pun mencoba membuka matanya samar-samar dia melihat sosok wanita tidur di sebelahnya.

__ADS_1


"Arini." gumamnya pelan,ya pria itu adalah Sam.Lalu dia pun mendekati wanita yang Sam pikir adalah istrinya.


"Sayang aku sangat merindukanmu." Dengan mata sayu Sam mencium pipi wanita tersebut.Pelan tapi pasti Sam terus menciumi wajah wanita tersebut hingga akhirnya dia mencium bibir si wanita tersebut.


"Aku menginginkanmu sayang." gumam Sam dengan suara seraknya.Ya saat Sam di bius ternyata terdapat obat perangsang di kain tersebut sehingga Sam tak bisa menahan hawa nafsunya.


"Sayang." ucap Sam serak,dia terus mencium wanita yang Sam pikir adalah istrinya.Sam terus menggerayami tubuh wanita tersebut,bibirnya turun ke leher memberikan tanda merah disana.Tak tinggal diam tangannya pun meraba paha wanita itu dan naik ke perut hingga akhirnya tangannya berhenti di gunung kembar wanita tersebut.


"Aaah..." satu lenguhan lolos keluar dari mulut wanita tersebut saat merasakan remasan tangan Sam.


"Keluarkanlah sayang,aku merindukan suara medumu." ucap Sam tepat di telinga wanita tersebut.


Sam pun kembali mencium bibir wanita itu,dan sadar tak sadar wanita itu pun membalas ciuman Sam.Karena dia pun sama terkena obat bius juga obat perangsang.


Ciuman pun kian memanas,kedua insan tersebut sudah tidak bisa menahan gairahnya lagi.Sam langsung merobek baju wanita tersebut dengan tidak sabaran.


"Aku sudah tidak tahan lagi." gumamnya langsung ******* kedua gunung kembar wanita itu.


"Aaah..." sekali lagi desahan keluar dari wanita tersebut.


Kecupan pun turun ke bawah, dari gunung kembar,ke perut,paha hingga yang terakhir di area sensitive wanita itu.Tak henti-hentinya desahan keluar dari wanita itu sehingga membuat api gairah Sam semakin menjadi.


"Aaah." Wanita itu tidak tahan saat Sam terus menjilati area sensitive nya.


"Keluarkan saja sayang." ucap Sam ,kebetulan saat itu keadaan kamar gelap hanya ada sedikit cahaya sehingga membuat Sam semakin tak jelas dengan penglihatannya.


"A..kh...u......sudaaaaaah tid....aak tahan lagiiih." ucap wanita itu,sungguh baru kali ini wanita itu merasakan rasa yang berbeda "Nikmat" itulah satu kata yang ada dalam pikirannya.Tangannya semakin menekan kepala Sam untuk lebih dalam masuk mengakses area sensitive nya.


Hingga akhirnya satu kali pelepasan berhasil dia rasakan." Aaaaaaah."Sam tersenyum senang saat melihat wanita yang dia pikir istrinya mendapatnya yang dia inginkan.


"Aku sudah tidak tahan Dear "ucap Sam langsung membuka lebar kaki wanita itu.Gairahnya sudah di ubun-ubun karena efek obat perangsang,entah berapa banyak obat tersebut di tuangkan di kain itu.


"Ah..sakit." ucap wanita tersebut saat Sam mencoba memasukan penisnya.


"Mengapa sulit sekali,seperti perawan saja." batin Sam,namun dia mengabaikan semua itu Sam pikir mungkin ini efek dia sudah lama tidak menjenguk terowongan milik istrinya jadi kembali rapat.


"Tenang Dear,aku akan lebih hati-hati." Sam mencoba mencium wanita itu lagi untuk menghilangkan rasa sakitnya.Dengan sekali hentakan akhirnya Sam bisa memasukan seluruh miliknya di terowongan wanita tersebut.


Setelah dirasa semuanya masuk,pelan tapi pasti Sam pun menggoyangkan pinggulnya dengan ritme teratur namun makin lama ritmenya pun semakin cepat,suara desahan dari kedua orang tersebut saling bersautan.

__ADS_1


"Dear mengapa ini sangat nikmat sekali." ucap Sam di sela-sela aksinya,dia terus menggoyangkan pinggulnya hingga akhirnya kedua manusia itu mencapai puncaknya.


"Aku mencintaimu." Sam mencium kening wanita itu dan langsung tertidur di samping wanita tersebut yang juga merasa kelelahan.


__ADS_2