Menikah Karena Wasiat

Menikah Karena Wasiat
Bab 69


__ADS_3

Pagi pun telah tiba,seperti biasa pagi ini seperti pagi kemarin suasana apartemen Sam sangat rame dengan suara anak kecil.


Sam pun sedikit terganggu dengan suara tersebut,dan itu memaksa Sam untuk segera bangun dari tidurnya.


"Ya ampun....padahal ini baru satu anak tapi brisiknya minta ampun." gumam Sam sembari mengacak-ngacak rambutnya.


Sam pun berjalan keluar kamarnya, menuju suara yang membuatnya terbangun dari tidurnya.


"Pagi semua." ucap Sam menyapa orang yang ada disana.


"Pagi juga ayah." jawab Luna yang sedang sarapan dengan di suapi Arini.


"Pagi Sam." ucap Arini tanpa melihat ke arah Sam,meskipun Arini sedang marah pada suaminya tapi dia tidak mau memperlihatkan bahwa mereka sedang marahan karena disana ada orang lain yaitu bi Wati yang akan mengasuh Luna.


"Anak ayah kok gak ajak-ajak sih sarapannya."ucap Sam duduk di sebelah Luna.


"Abisnya ayah lama sih bangunnya,perut Luna sudah lapar."jawab gadis kecil tersebut.


"Hehehe...maaf ya!! Yaudah kamu lanjutin ya makannya,harus banyak biar sehat." ujar Sam mengacak-ngacak rambut Sam.


"Pagi Den." ucap bi Wati yang baru muncul dari arah dapur.


"Pagi,eh ada bi Wati."ucap Sam,karena sebelumnya bi Wati adalah art di rumahnya jadi Sam sudah tau.


"Hehehe iya den,saya di suruh ibu buat jagain non Luna disini."jelas bi Wati


"Oh....yasudah aku permisi ke kamar dulu ya!! Semoga bibi bisa betah disini." ucap Sam dan di angguki oleh bi Wati.


Sam pun pergi ke kamarnya,meninggalkan orang-orang yang ada disini.


"Bi tolong suapi Luna dulu ya,saya mau nyiapin baju buat Sam." ucap Arini dan di angguki oleh bi Wati.


"Sayang...makannya di suapi bi Wati dulu ya,ingat harus habis!!" ucap Arini kepada Luna dan di balas anggukan kepala oleh gadis tersebut.


Arini pun meninggalkan Bi Wati dan Luna di meja makan.


Dia menuju kamarnya untuk menyiapkan keperluan kerja suaminya dan membereskan kamarnya.


"Kamu tidak kuliah hari ini.??"tanya Sam yang baru saja keluar dari kamar mandi sedangkan Arini sedang membereskan tempat tidur mereka.


"Kuliah,tapi aku berangkat agak siang." jawab Arini,namun lagi-lagi dia tidak menatap suaminya.


"Oh.. yaudah nanti mang Dadang yang antar jemput kamu lagi."ujar Sam


"Hmmm." hanya kata itu yang keluar dari mulut Arini.

__ADS_1


Merasa sudah habis kesabaran Sam karena di cuekan oleh Arini,Sam pun menarik Arini dengan keras untuk membalikan tubuhnya.


"Kamu masih marah padaku hah.???" bentak Sam


Arini pun menatap wajah Sam dengan mata yang berkaca-kaca yang mana sebentar lagi cairan bening akan keluar dari pelupuk matanya.


"Bisakah kamu tidak membentakku,bahkan kamu menarikku dengan kasar." ucap Arini dengan suara tercekat di tenggorokan.


Sakit,hanya itu yang Arini rasakan.Suaminya sudah berani membentaknya.


"Habisnya kamu diemin aku terus,aku kesal aku tidak suka jika kamu kayak gitu." jawab Sam masih sedikit ada nada emosi dari suaranya.


"Kamu selalu saja begitu Sam,kamu yang salah tapi kamu juga yang marah-marah padaku." ucap Arini langsung meninggalkan Sam yang mematung.


"Aaaaakhhh.... sial kenapa tadi aku membentaknya." grutu Sam mengusap wajahnya dengan kasar.


Buru-buru dia pun memakai baju kerjanya yang sudah di siapkan Arini.Oh iya sekarang Sam jarang pergi ke kampus karena dia selalu kuliah online hehe.


15 menit kemudian Sam pun keluar sudah rapi dengan baju kerjanya.Dia berjalan menuju meja makan,disana sudah ada Arini yang sedang menyiapkan sarapannya.


Sam pun mendudukan bokongnya di kursi, dia pun mulai menyantap makanannya sedangkan Arini makan dengan terus menunduk seolah-olah tidak peduli dengan kehadiran Sam.


Merasa tidak suka dengan sikap istrinya,Sam pun mengakhiri sarapannya dengan cepat.


Arini hanya bisa memandang punggung suaminya yang semakin menjauh dan membuang napasnya pelan.


"Bunda dimana ayah.???" tanya Luna yang baru saja selesai mandi dan sudah cantik.


"Ayah sudah berangkat kerja nak,tadi dia buru-buru ada urusan." jelas Arini


"Ooh..." Luna hanya berohria saja.


"Anak bunda kok cantik sekali." ucap Arini mencium pipi Luna dengan gemas.


"Dengarkan bunda ya,nanti sama bi Wati dulu ya selama bunda kuliah.Ingat,,,jangan nakal!!" ucap Arini.


"Siap bunda." jawab Luna tersenyum,gadis kecil itu sungguh bahagia memiliki orang tua seperti Sam dan Arini.


"Yaudah bunda mau mandi dulu,Luna sama bibi dulu ya." ucap Arini


________________


*Kantor Sam*


"Ian.....apa agenda saya hari ini.???" tanya Sam kepada Rian sekertarisnya.

__ADS_1


"Jam 1 siang bapak ada metting di cafe Rosalinda dengan perusahaan Dinarta." ucap Rian.


"Hanya itu.???"tanya Sam dan di angguki oleh Rian.


"Yasudah kamu boleh pergi." ujar Sam


Rian pun membalikan badannya hendak keluar dari ruangan Sam,namun suara Sam menghentikan langkah kakinya.


"Ian..." panggil Sam


"Ya pak.?"tanya Rian membalikan badannya.


"Menurutmu hadiah apa yang cocok untuk wanita yang sedang marah.???"tanya Sam seolah-olah meminta saran kepada sekertarisnya.


"Maksud bapak semacam cara untuk meluluhkan hati.???"tanya Rian kepo


"Ya...semacam itu pokoknya." ujar Sam sedikit kesal karena sekertarisnya sedikit bawel.


"Mmmmmppp.....diner mungkin atau hadiah berlian,at....."Belum selesai Rian menyelesaikan ucapannya Sam sudah memotongnya.


"Istriku tidak suka hal seperti itu." ucap Sam melempar bolpoin kepada Rian namun tidak mengenainya.


"Apa ya.???" Rian sedikit berpikir


"Mmmmppp...bagaimana kalau jjm." usul Rian


"Jjm ??? apaan tuh??? "tanya Sam


"Jalan-jalan malam pak."jelas Rian


"Istri bapak kan tidak suka makan malam romantis,terus tidak suka berlian.Bagaimana kalau jalan-jalan malam saja mungkin pasar malam cocok untuk bapak,itung-itung ngasuh Luna." ucap Rian


Sam sedikit memikirkan ide sekertarisnya itu,dan menurutnya idenya cukup bagus.


"Akan saya coba,yasudah kamu boleh pergi.Makasih untuk ide nya."ucap Sam


"Sama-sama pak,kalau begitu saya permisi dulu." ujar Rian dan di angguki oleh Sam


"Mudah-mudahan cara ini ampuh meluluhkan hatinya." gumam Sam tersenyum penuh harap.


Dia tidak bisa jika harus berlama-lama tidak bicara dengan istrinya,baginya Arini adalah mood booster.Jadi jika mood boosternya jelek maka dia pun akan merasakan hal yang sama hahahaha.


Sam merogoh ponselnya,dia mencari nama seseorang yang tak lain adalah Arini.


"Nanti aku akan pulang cepat,jadi kamu juga sebisa mungkin sebelum magrib sudah pulang." seperti itulah pesan yang di kirimkan oleh Sam kepada Arini.

__ADS_1


__ADS_2