Menikah Karena Wasiat

Menikah Karena Wasiat
Bab 56


__ADS_3

Kini Arini dan Sam pun sudah duduk di kursi yang ada di warung tukang surabi tersebut,kebetulan saat itu keadaannya sudah tidak terlalu ramai seperti sebelumnya.


"Neng dan mas nya dari kota ya." ucap si penjual surabi yang bernama Ma Encoh.


"Iya bu." jawab Arini lembut sambil tersenyum


"Pantes aja mukanya pada kinclong-kinclong.Panggil saja saya Ma Encoh." jelasnya sambil membalikan surabinya.


"Baru ya main ke Pangandaran.?"tanya Ma Encoh kembali.


Kali ini giliran mang Yono yang menjawabnya." Pengantin baru ma,lagi bulan madu." jelas mang Yono.


"Euleeeeuh ternyata pengantin baru ini teh,lagi mesra-mesranya atuh ya." goda ma Encoh sedangkan Arini dan Sam hanya tersenyum menanggapi celotehan si penjual surabi.


"Nah ini sudah jadi,sok atuh di cobain." ucap Ma Encoh menyodorkan surabi kepada Sam dan Arini.


"Makasih ma." ucap Arini tersenyum dan di angguki oleh ma Encoh.


"Nah kalau disini makannya sama ini mas." ucap mang Yono menunjuk gorengan yang ada di piring.


"Sama ini.? tunjuk Sam mengulang ucapan mang Yono.


"Iya sok cobain aja,di jamin enak." ucap mang Yono yang sudah memasukan surabi dan gorengan ke dalam mulutnya.


Begitu pun dengan Sam dan Arini mereka pun mulai memasukan surabi dan gorengan ke mulutnya sesuai rekomendasian mang Yono.


"Gimana.?" tanya mang Yono seteleh melihat tamunya mulai mengunyah makanan nya.


"Enak." ucap Sam antusias,lalu dia pun dengan lahap memakan surabi dan gorengan tersebut.


"Habis ini kita mau kemana mang.?" tanya Arini sembari mengunyah makanannya.


"Grand canyon." jawab mang Yono


"Tempat apa itu mang.?"tanya Arini penasaran.


"Ooh...itu semacam bangawan dan kita akan berkeliling memakai perahu .Nanti kita bisa melihat keindahan alam disana,di tambah airnya juga jernih apalagi kalau musim kemarau seperti ini ,terus ada Goa kita akan melewatinya." jelas mang Yono dan Arini pun menganggukan kepalanya tanda mengerti.

__ADS_1


Setelah selesai mengisi perutnya Sam dan Arini pun melanjutkan kembali perjalanannya yaitu menuju Grand Canyon.


Sekitar 40 menit akhirnya mereka pun sampai di tempat tujuan,mang Yono pun turun dari mobil dan membuka kan pintu mobil untuk kedua tamunya.


Lalu mereka pun masuk ke dalam,dan terlihat mang Yono sedang membeli karcis untuk masuk dan naik perahu.


"Ayo." ajak mang Yono setelah membeli 3 karcis.Arini dan Sam pun mengikuti mang Yono dari belakang.


"Disini selalu rame ya mang.?" tanya sam karena memang saat itu suasananya begitu banyak pengunjung.


"Yaa kadang-kadang mas,tapi kalau hari-hari besar pasti rame lebih rame dari ini." ujar mang Yono dan Sam hanya mengangguk-nganggukan kepalanya.


Mereka pun kini naik perahu,perahu yang terbuat dari kayu namun ukurannya lumayan besar bisa menampung 8 orang.


"Waah ini benar-benar indah." ucap Arini saat melihat sekeliling bangawan.


"Saaam lihat itu temanmu." teriak Arini menepuk pundak suaminya.


"Siapa.?" tanya Sam tak mengerti.


"Itu" tunjuk Arini kepada sekumpulan monyet yang sedang bergelantungan di atas pohon.


"Kau menyamakanku dengan seekor monyet hmm."ucap Sam dengan nada di buat segarang mungkin,dia pura-pura marah kepada Arini.


"Hehehe...aku kan hanya becanda sayang." ucap Arini sembari mencium pipi suaminya berharap suaminya tidak marah,sedangkan Mang Yono dan orang yang menjalankan perahu hanya bisa tersenyum melihat pemandangan yang ada di depan mereka.


"Maklum pengantin baru,lagi mesra-mesranya."ucap mang Yono pelan kepada supir perahu.


"Waah...ini benar-benar indah,lihat Sam air nya sangat jernih bahkan kita bisa melihat ikannya secara langsung." Lagi-lagi Arini masih mengagumi ke indahan Grand Canyon tersebut.


"Nah sebentar lagi kita akan melewati Goa,kata orang disini kalau kita kesini bersama pasangan terus lewat goa itu katanya bakalan langgeng hubungannya." jelas mang Yono.


"Emang iya mang.? tanya Sam tak percaya.


"Haha...itu cuman kata orang disini mas,gak perlu percaya juga." ucap mang Yono terkekeh saat melihat wajah Sam yang sepertinya kurang setuju dengan ucapan mang Yono.


Lalu perahu pun mulai memasuki Goa,tidak ada apa-apa di dalam sana hanya ada kegelapan namun ketika perahu tersebut keluar dari Goa mata mereka di suguhi dengan pemandangan yang sangat indah yaitu air terjun dengan air yang begitu jernih.

__ADS_1


"Waw ." Arini terpana melihat air terjun tersebut.


"Apakah kita bisa kesana.?"tanya Arini menoleh ke arah mang Yono.


"Tidak bisa mbak,kita hanya bisa melihatnya dari sini." jelas mang Yono,pemandangan yang begitu indah disana terdapat air terjun juga pepohonan yang sangat asri dan berwana hijau.Itu benar-benar indah siapa pun yang melihatnya akan terpesona saat melihat pemandangan tersebut.


________________


Tak terasa sore pun telah tiba,sang matahari sebentar lagi akan terbenam.Kini Arini dan Sam menuju pulang ke hotelnya setelah sebelumnya mereka mengisi perutnya dengan aneka makanan sefood.


"Aku sangat senang sekali berada disini." ucap Arini antusias sembari matanya melihat pemandangan sepanjang jalan.


"Kapan-kapan kita kesini lagi." jawab Sam karena kebetulan mereka hanya memiliki waktu selama 3 hari dan ini adalah hari kedua nya maka besok adalah hari terakhir mereka bulan madu.


"Janji ya,aku ingin kamu sering mengajakku berlibur." ucap Arini dan di angguki oleh Sam.


Mobil pun telah sampai di hotel tempat Sam dan Arini menginap.


"Makasih ya mang udah ajakin kita keliling kota ini." ucap Arini saat mereka turun dari mobil.


"Sama-sama mbak,saya senang karena kalian suka dengan kota kecil kami." ucap mang Yono tersenyum.


"Kalau begitu saya permisi mau pulang,sampai bertemu besok di hari terakhir."ucap mang Yono masuk ke dalam mobilnya dan mulai melaju meninggalkan Arini dan Sam.


Merasa mobil guide nya sudah tak terlihat lagi Arini dan Sam pun masuk ke dalam,hari ini mereka cukup lelah karena terus di ajak keliling oleh guidenya dari mulai Grand Canyon,Mangrove,Pantai Batukaras,dan masih banyak lainnya tempat yang mereka kunjungi.Sam dan Arini benar-benar menikmati liburannya apalagi tidak ada gangguan sama sekali karena mereka sepakat untuk menonaktifkan ponselnya masing-masing.


"Aaaah lelahnya....tapi seru." gumam Arini membaringkan tubuhnya di sofa.


"Udah sore,mandi yuk." ajak Sam duduk di sebelah Arini.


"Gak mau." tolak Arini


"Loh kenapa.?" tanya Sam memicingkan matanya.


"Aku tau pasti nanti kamu akan mengexsekusiku kan.?" Arini sudah tau apa yang akan di lakukan oleh suaminya jika mandi bersama.


"Maybe." ucap Sam tertawa kecil ,buru-buru dia pun menggendong tubuh istrinya dan membawanya ke kamar mandi.

__ADS_1


"Kaaan...dasar maniak."teriak Arini dari dalam kamar mandi, tak lama kemudian hanya ada suara desahan merdu yang terdengar dari sana.😁


__ADS_2