Menikah Karena Wasiat

Menikah Karena Wasiat
Bab 66


__ADS_3

"Gw pulang duluan ya." ujar Arini kepada kedua temannya,karena saat itu waktu sudah menunjukan pukul 14:00.


"Hati-hati Rin." ucap Diana


"Haaah....coba Arini masih single." gumam Devan pelan namun masih terdengar oleh Diana.


"Apa loe bilang.???" ucap Diana melotot ke arah Devan.


"Bukan apa-apa." jawab Devan meninggalkan Diana yang masih menatap tajam ke arah Devan.


"Dasar mak lampir,udah kayak pawang saja tuh orang."grutu Devan berjalan menuju mobilnya.


"Mana sih.?? lama banget." gumam Arini melihat jam tangannya.Saat ini dia sedang menunggu Sam,dia berjanji akan menjemput Arini.


"Tidtid...." suara klakson mobil tiba-tiba mengagetkan lamunan Arini.


"Riiin." teriak seseorang,ya itu adalah Devan.


"Kok belum pulang.??" tanya Devan sedikit berteriak dari dalam mobil setelah dia menurunkan kaca mobilnya.


"Suamiku masih di jalan." jawab Arini


"Yaudah pulang bareng aku aja!!" Ajak Devan keluar dari dalam mobil dan menghampiri Arini.


"Lagian arah kita kan sama." ujarnya lagi.


"Ah tidak usah Van,mungkin sebentar lagi suamiku datang." tolak Arini


"Yakin.??" tanya Devan


Arini menganggukan kepalanya.


"Yaudah aku temenin ya,sampai suamimu datang." ucap Devan langsung duduk di sebelah Arini.


"Padahal tidak perlu nemenin juga Van,kamu kalau mau pulang ya pulang aja." ucap Arini


"Udah gapapa,santai aja." jawab Devan tersenyum.


"Diana sudah pulang.??" tanya Arini.


"Mungkin." jawab Devan acuh.


"Kok mungkin,emang tadi gak bareng ke parkirannya.??"tanya Arini


"Aku tinggal,lagian dia udah gede juga Rin.Udah ah... lagian dia juga pasti sudah sampai rumah nya."jawab Devan


Arini hanya bisa membuang napasnya pelan,Devan dan Diana seperti kucing dan tikus jarang akur selalu saja berantem.Entahlah Arini juga bingung mengapa mereka seperti itu.


Sudah hampir 1 jam Arini dan Devan menunggu Sam,namun yang di tunggu tak kunjung datang.


"Rin kayaknya suami loe gak bakalan jemput loe deh."ucap Devan


"Biar gw telpon dulu." ucap Arini merogoh ponselnya dari tas.

__ADS_1


Benar saja panggilannya tidak di angkat oleh Sam.


"Gimana???" tanya Devan saat melihat Arini memasukan kembali ponselnya ke dalam tas.


"Tidak di angkat." jawab Arini


"Yasudah pulang bareng aku aja,kamu kirim pesan saja sama suamimu." titah Devan dan Arini pun menurut,dia pikir Sam sedang ada metting jadi tidak akan menjemputnya.


"Udah???" tanya Devan setelah melihat Arini selesai mengetik.


"Huum." Arini menganggukan kepalanya.


"Ayo." ajak Devan,lalu mereka berjalan menuju mobil.


"Apakah suamimu pria super sibuk Rin.??" tanya Devan saat di perjalanan.


"Huum,,,kadang sibuk kadang enggak." jawab Arini


"Tapi kan gak harus sesibuk itu juga kan." ucap Devan lagi namun Arini tak membalas ucapan temannya itu.Dia tidak terlalu suka dengan orang yang suka mencampuri urusan orang lain.


"Sorry kalau gw lancang,gw cuman kas...." belum selesai Devan menyelesaikan ucapannya Arini sudah lebih dulu memotong ucapannya.


"Turunkan aku disini." ucap Arini ketus,dia sudah sangat marah terhadap temannya.


"Sorry Rin gw gak ada maksud ikut campur urusan rumah tangga loe,gw cuman..." lagi-lagi ucapannya terputus oleh Arini.


"Turinin gw sekarang atau gw lompat dari sini." ucap Arini penuh ancaman.


"Singkirkan tanganmu." titah Arini langsung keluar dari mobil saat berhenti.


"Rin,,,,Ariniiii."teriak Devan dari dalam namun Arini tak menggubris panggilan dari Devan.


"Rin...tunggu!! Loe mau kemana.? disini susah cari kendaraan.Gw bener-bener minta maaf Rin."teriak Devan sembari mengejar Arini yang sudah jauh.


"Rin,,,maafin gw!! ayo gw antar pulang plisss." Ucap Devan penuh pemohonan saat tangannya bisa mencekal langkah kaki Arini.


"Plisss maafin gw,biar gw antar pulang.Disini susah cari kendaran umum." ucapnya lagi,sejenak Arini berpikir dengan ucapan temannya memang benar jika dia mencari kendaran umum di sekitar daerah itu akan sulit.


Akhirnya Arini pun terpaksa ikut dengan Devan lagi.


____________


"Apakah metting nya tidak bisa di wakilkan.??" tanya Sam kepada Rian asistennya.


"Tidak bisa pak." ucap Rian.


Kebetulan hari ini Sam sangat sibuk apalagi dia tidak masuk kantor selama beberapa hari.


"Hmmm...baiklah." ucap Sam lalu dia pun merogoh ponselnya hendak menelpon Arini namun ponselnya mati karena batrainya habis.


"Sial habis lagi batrainya." grutu Sam sedikit melempar ponselnya.


"Pak metting akan segera di mulai." ucap Rian ,Sam pun buru-buru ke ruangan metting.

__ADS_1


"Tolong cas ponselku." titah Sam kepada Rian lalu dia pun keluar dari ruangannya.


_____________


Setelah hampir 25 menit di perjalanan akhirnya mobil Devan pun sampai di apartemennya.


"Rin sekali lagi maafin kelancangan gw." ucap Devan berusaha memperbaiki pertemanannya.


"Lain kali tidak usah ikut campur urusan orang lain." ucap Arini dengan nada dingin,lalu dia pun keluar dari mobil tanpa pedulikan temannya.


"Dasaaar bibir sialan,kenapa loe pake ngomong kayak gitu segala sih."grutu Devan sambil memukul bibir nya pelan.


Setelah Arini tak terlihat dari pandangannya lagi dia pun melajukan mobilnya.


"Hmmm...selalu saja ingkar janji." gumam Arini saat dia membuka pintu apartemennya.


Dia pun duduk di sofa matanya menatap langit-langit apartemennya.Suaminya begitu baik kepadanya,semua kebutuhan Arini selalu terpenuhi bahkan tercukupi.Namun Arini juga merasa suaminya itu begitu kurang perhatian terhadapnya,Arini berpikir suaminya begitu gila kerja.


"Dia bahkan tidak memberiku kabar." ucapnya sambil menatap layar ponselnya.Arini sangat berharap Sam memberi kabar bahwa dia tidak bisa menjemputnya.


"Sudahlah dia memang selalu lupa waktu jika menyangkut dengan pekerjaan."ucapnya dia pun bangun dari duduknya hendak ke kamar namun bel apartemennya tiba-tiba berbunyi.


"Tingtong......


"Siapa ya.??tidak mungkin Sam kan." Pikir Arini,dia pun berjalan untuk membuka pintu.


"Bundaaaa." teriak anak kecil saat pintu sudah terbuka.


"Luna,mamah." ucapnya saat tau siapa tamu yang datang.


"Maaf sayang mamah anterin Luna sekarang,soalnya dia nangis terus ingin ketemu sama kamu." jelas mamah Sam.


"Tidak apa-apa mah,Arini yang harusnya minta maaf karena udah repotin mamah untuk jagain Luna."jawab Arini.


"Gapapa sayang,mamah gak ngerasa di repotin kok."ucap mamah Sam tersenyum.


"Yaudah masuk yuk mah!!" ajak Arini


"Oiya sayang besok Bi wati mulai kerja disini."ujar mamah Sam


"Makasih ya mah." jawab Arini,mertuanya begitu baik sekali kepadanya.


"Luna sudah mandi.??maaf ya Bunda tidak langsung jemput kamu tadi soalnya Bunda mau masak lalu jemput kamu."ucapnya kepada Luna yang sudah duduk di pangkuannya.


"Luna udah mandi bun." jawab Luna


"Luna rindu bunda." ucapnya lagi memeluk leher Arini.


"Bunda juga,tadi Luna gak nakal kan di rumah nenek.?"tanya Arini dan Luna pun menggelengkan kepalanya.


"Bagus!!! anak pintar." ujar Arini mencium kening Luna.Dan interaksi itu tidak luput dari pandangan mertuanya,dia sungguh terharu melihat keakraban menantu dengan cucu angkatnya.Sungguh dia sangat bersyukur sekali karena putranya menikah dengan wanita sebaik Arini.


"Tuhan...selimutilah kehidupan anak-anakku dengan kebahagiaan." batin mamah Sam penuh haru.

__ADS_1


__ADS_2