
Tak terasa waktu sudah menunjukan pukul 18:15,Sam bangun dari tidurnya buru-buru dia pun melaksanakan kewajibannya sebagai umat muslim.
10 menit kemudian dia pun telah selesai melakukan shalat magrib,dia teringat bahwa dia belum memberi kabar kepada sang istri.Segera dia pun mengambil ponsel yang sedang di cas dari tadi.
"Tut...tut...tut....." Panggilan sudah tersambung namun tak kunjung di angkat oleh pemiliknya di sana.Sam mencoba mengulangi lagi untuk menghubungi istrinya namun masih saja tidak di angkat.
"Apa dia marah ya.??" gumam Sam masih mencoba menghubungi Arini.Hingga panggilan yang ke 4 kalinya akhirnya di angkat oleh Arini.
"Hallo.." jawab Arini sedikit ketus di sebrang sana.
"Hallo sayang,kenapa baru di angkat.???"tanya Sam
"Tadi lagi shalat." jawab Arini
"Ooh...maaf ya tadi aku ketiduran pas sampai,ini juga baru bangun." ujar Sam berharap istrinya tidak marah.
"Iya".jawab Arini singkat.
"Gak marah kok jawab nya gitu,jutek udah gitu singkat lagi." ucap Sam
"Abisnya aku sebel sama kamu,kamu janji mau kasih kabar sama aku kalau udah sampai.Tapi nyatanya kamu gak ngabarin aku udah gitu nomor kamu gak aktif lagi." omel Arini panjang lebar.
"Maaf sayang,kan tadi udah di jelasin kalau aku ketiduran.Udah ya jangan marah-marah." ucap Sam dengan nada lembut.
"Hmmm." jawab Arini nadanya sudah mulai pelan tidak terdengar nada marah.
"Gitu dong,oiya...apakah mamah sudah datang.??" tanya Sam
"Sudah dari tadi." jawab Arini
"Aaah...syukur kalau gitu.Kalau gitu udah dulu ya aku mau mandi dulu.Kamu jangan lupa makan yang banyak biar dd bayi sama bundanya sehat." ucap Sam
"Iya ayah." jawab Arini menirukan suara anak kecil
"Kamu juga harus jaga diri disana,makan yang banyak istirahat yang cukup jangan gila kerja." Arini memberi peringatan kepada suaminya.
__ADS_1
"Siap bu Komandan,yaudah ya aku tutup dulu telponnya.Salam buat mamah dan Luna." ucap Sam,tak lama panggilan pun berakhir.Dengan segera Sam menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang cukup lengket dan bau.
25 menit kemudian akhirnya Sam sudah menyelesaikan ritual mandinya,dan ternyata dari tadi ada seseorang yang mengetuk pintu hotelnya.
Tok..tok...tok...
"Sebentar." teriak Sam yang saat itu sedang memakai baju.
Pintu pun di buka oleh Sam saat dia sudah selesai memakai kaos santainya.
"Maaf bos waktunya makan malam,mau makan disini atau di bawah.???" tanya Rian
"Antarkan saja ke kamar." titah Sam dan di angguki oleh Rian.Dengan segera Rian pun pergi meninggalkan Sam untuk membawa makanan.
Dirasa Rian sudah menghilang dari pandangannya Sam pun kembali menutup pintu.Lalu dia pun duduk di sofa dekat jendela,matanya menatap ke sembarang arah ,jalanan terlihat sangat macet sekali mungkin orang-orang baru pulang kerja.
"Hmmmm."Sam membuang napas pelan
"Aku sangat merindukan Arini dan Luna." gumamnya lagi,sungguh berat bagi Sam jika harus berjauhan dengan kedua ratu nya.
"Ini bos." ucap Rian membarikan makanan kepada bosnya.Rian sudah paham slera bosnya jadi dia tidak terlalu kesusahan memilih menu jika bos nya menyuruh untuk membelikan makanan.
"Terima kasih." ucap Sam menerima makanan yang di bawa oleh Rian.
"Apakah kamu sudah makan malam.?" tanya Sam segera di angguki oleh Rian.
"Kalau gitu temani saya makan disini." pinta Sam
"Baik pak." ucap Rian.
"Tidak usah terlalu formal,ini bukan jam kerja." ucap Sam,dia pun duduk di meja makan dan langsung melahap makanannya.
"Kau tau,aku sudah ingin pulang saat ini juga." ucap Sam seolah-olah dia sedang bercerita apa yang dia rasakan.
"Aku merindukan keluarga kecilku." lanjutnya lagi sembari terus memasukan makanan ke dalam mulutnya.
__ADS_1
"Aku yakin kelak jika kamu sudah berkeluarga pasti kamu akan merasakan apa yang aku rasakan." jelas Sam dan Rian hanya bisa menyimak setiap ucapan Sam yang keluar dari mulutnya.
Keadaan pun menjadi hening, Sam sibuk menyelesaikan makan malamnya dan Rian sibuk dengan pikirannya.
Benar juga apa kata bos nya,sudah saatnya dirinya untuk memiliki keluarga.Dirinya juga ingin seperti orang lain yang mana jika dia pulang bekerja ada istri yang sedang menyambutnya di depan pintu,dirinya juga ingin ketika makan ada teman di meja makan yang sama,dia juga menginginkan ketika dia bangun tidur ada sosok wanita yang selalu menjadi orang pertama yang dia lihat.Aaaah....memikirkan hal itu semua membuat hati Rian bahagia juga berbunga-bunga tanpa dia sadari bibirnya tersenyum lebar dan itu tak luput dari pandangan Sam.
"Kau gila ya.?" Sam mengagetkan lamunan Rian dengan cara memukul kepalanya pelan.
"Gegabah sekali ucapanmu." Rian mengelus-ngelus kepalanya.
"Lah terus kenapa senyum-senyum sendiri kalau bukan gila namanya." ucap Sam yang saat itu sudah selesai dengan ritual makan malamnya.
Sam pun mendudukan bokongnya di sebelah Rian,kedua pria itu sama-sama menatap jalanan yang masih rame dengan kendaraan tidak ada yang bersuara semuanya sibuk dengan pikirannya masing-masing.
"Kau kan sudah selesai makan,aku akan kembali ke kamar." ucap Rian memecah keheningan.
"Mau ngapain balik ke kamar.? mau bocan.?" ejek Sam
"Mau ngehalu." jawab Rian hendak bangkit dari duduknya.
"Temani aku disini saja,kita main game atau apa lah." usul Sam ,sejenak Rian berpikir hingga akhirnya dia pun mengiyakan permintaan Sam.
"Kita akan bermain apa.???" tanya Rian
"Ludo aja,kan di hp ada aplikasinya." usul Sam,kebetulan dulu dia sering bermain game ludo dengan teman-temannya saat SMA.
"Yaudah ayo,yang kalah apa hukumannya.?" tanya Rian.
"Kalau kamu menang aku akan membelikan apapun yang kamu mau." ucap Sam.
"Bener ya,deal.???" Rian mengulurkan tangannya sebagai tanda setuju.
"Deal." Sam menerima uluran tangan asistennya.
"Yaudah ayo mulai." titah Rian,dia begitu semangat untuk mengalahkan bosnya.Jika dia menang dia akan meminta banyak hal kepada bosnya termasuk cuti lama.
__ADS_1
"Hahahahahahah." batin Rian tertawa,dia sudah yakin bahwa dia akan menang.