Menikah Karena Wasiat

Menikah Karena Wasiat
Bab 58


__ADS_3

Pagi pun telah tiba,saat ini Arini dan Sam sedang mengemas barang-barangnya.Rencananya mereka akan kembali ke kotanya pagi ini karena Sam baru saja mendapat telpon dari kaka nya bahwa mamah nya masuk Rumah Sakit.


"Sudah semua ??? tidak ada yang tertinggal kan?? Tanya Sam memastikan dan di angguki oleh Arini.


Toktok.." pintu kamar mereka di ketuk seseorang.Lalu Sam pun membukakan pintu kamar hotelnya.


"Eh mang Yono." ucapnya saat tau siapa yang mengetuk pintu.


"Jadinya mau pagi ini mas kembali ke kota.??"tanya mang Yono.


"Iya mang,soalnya mamah saya masuk Rumah Sakit." jelas Sam


"Ooh...yasudah kalau gitu saya tunggu di bawah." ucap mang Yono meninggalkan Sam dan di angguki olehnya.


"Siapa??"tanya Arini karena saat itu dia tidak sempat melihat siapa yang datang karena harus ke kamar mandi.


"Mang Yono!!.Apakah sudah siap.?"tanya Sam sembari matanya mengamati koper dan sekitarnya takut ada yang tertinggal.


"Sudah,ayo kita turun." ajak Arini


"Padahal aku masih betah disini." gumamnya saat mereka keluar dari kamar.


"Kapan-kapan kita kesini lagi,mungkin bukan berdua lagi tapi bertiga." ucap Sam merangkul Arini dan tangan satunya menyeret koper,sedangkan Arini hanya tersenyum manis menanggapi ucapan suaminya.


"Sudah siap mas.?" tanya mang Yono saat melihat kedatangn Sam dan Arini.Sam pun menganggukan kepalanya.


"Yaudah sini kopernya,biar saya simpan di bagasi." pinta mang Yono mengambil alih koper yang di pegang Sam.


Setelah memasukan koper ke dalam bagasi mang Yono pun membukakan pintu mobil untuk kedua tamunya.Buru-buru dia pun mengitari mobil dan masuk duduk di kursi kemudi.


Perlahan-lahan mobil pun meninggalkan are hotel membelah jalanan yang tidak terlalu macet.


"Kapan-kapan main kesini lagi ya mas Sam dan mbak Arininya.Kalau bisa nanti mah bertiga sama dd bayi hehe." ucap mang Yono saat mereka di perjalanan.


"Amiiin mang,do'ain aja ya." ucap Sam tersenyum.Sungguh dia menginginkan Tuhan segera mengirimnya malaikat kecil di kehidupan rumah tangganya.Meskipun usianya masih terbilang muda tapi Sam sudah sangat siap jika di berikan amanah saat ini.


35 menit kemudian akhirnya mereka sampai di Bandara.Buru-buru mang Yono pun keluar dari mobil untuk membukakan pintu.


"Makasih mang,kalau begitu kami pamit dulu makasih untuk semuanya." ucap Sam mengulurkan tangannya.

__ADS_1


"Sama-sama mas." jawab Mang Yono menerima uluran tangan Sam.Lalu Sam dan Arini pun masuk ke Bandara.


____________________


Pukul 12:00 Sam baru saja tiba di Bandara kota X,disana sudah ada mang Dadang yang sedang menunggunya.


"Apa kabar den,non???"tanya mang Dadang saat melihat kedua majikannya,sembari mengambil alih koper yang di bawa oleh Sam.


"Alhamdulillah baik mang." jawab Arini lemah lembut.Lalu mereka pun berjalan menuju mobil yang sudah terparkir tak jauh dari sana.


"Silahkan." ucap mang Dadang saat membuka pintu mobil,Sam dan Arini pun masuk.


Mang Dadang pun mulai menyalakan mesin mobilnya setelah dia duduk di kursi kemudi.Perlahan-lahan mobil mulai melaju membelah jalanan yang cukup macet.


"Bagaimana keadaan mamah mang.?" tanya Sam saat mereka di perjalanan.


"Alhamdulillah katanya kemarin Nyonya udah siuman." jawab mang Dadang,terdengar helaan napas lega dari Sam.


Ya kemarin mamah nya Sam pingsan,kata dokter karena efek kelelahan dan darah tingginya naik.Maka dari itu Sam dan Arini memutuskan untuk segera pulang karena khawatir saat mendapat kabar dari kaka nya.


"Syukurlah." ucap Sam


"Kok bisa sih mang mamah sampai pingsan??" tanya Arini.


"Ooh...mungkin mamah lelah karena ngurusin pernikahan kita Sam." ucapnya sembari menatap wajah sang suami.


"Udah gapapa,lagian sekarang keadaan mamah juga sudah baik-baik saja kok." Sam mencoba menenangkan hati istrinya yang terlihat merasa bersalah,karena sudah merepotkan mertuanya.


"Harusnya kemarin kita gak usah repotin mamah,mungkin gak akan kayak gini kejadiannya." ucap Arini lagi


"Sssssttt....udah mamah gak kenapa-napa kok.Lagian kan mamah sangat antusias sekali ngurusin acara pernikahan kita.Kamu gak perlu punya perasaan tidak enak kayak gitu." ucap Sam mengelus-ngelus punggung Arini,agar istrinya tidak merasa bersalah terus


"Mang kita langsung ke Rumah Sakit aja." titah Sam


"Tapi tadi kata Tuan kalau Aden dan Non Arini sudah sampai langsung ke rumah aja katanya.Soalnya Nyonya juga udah bisa pulang hari ini." jelas mang Dadang dan di angguki oleh Sam.


40 menit kemudian mobil pun sudah sampai di kediaman orang tua Sam,disana sudah terlihat kaka Sam dan keponakannya sudah menyambut kedatangan mereka.


"Apa kabar sayang.?? bagaimana bulan madumu.?"tanya Dea langsung memeluk Arini.

__ADS_1


"Baik ka,menyenangkan ka." jawab Arini membalas pelukan kaka iparnya.


"Maaf ya kaka udah ganggu waktu bulan madu kalian." ucap ka Dea tak enak


"Tidak apa-apa ka,lagian kita juga rencananya mau pulang hari ini cuman jalan malem." jawab Sam mencium tangan kaka nya.


"Hai Ziza,,,apa kabar.???" tanya Arini memangku gadis kecil yang sangat lucu itu.


"Baik." jawabnya singkat dengan wajah di tekuk.


"Eh...kok wajahnya di tekuk gini sih ?gak suka ya ketemu sama aunty??" tanya Arini sambil mencium pipi chubbynya.


"Aku gak suka aunty." jawabnya dengan ketus.


"Loh kenapa ??? padahal aunty punya hadiah buat Ziza." jelas Arini lembut.


"Soalnya aunty gak ajak Ziza liburan,aunty dan om Sam jahat sama Ziza." ucap anak kecil tersebut dengan mata yang sudah berkaca-kaca.


"Unccch...maafin om ya." Ucap Sam mengambil alih Ziza dari pangkuan Sam.


"Om Sam jahat sama Ziza." ucapnya sambil merangkul leher Sam erat dan menyembunyikan wajahnya di leher Sam.


"Selama kalian pergi dia sangat cerewet nanyain kapan om Sam dan aunty Arini pulang." jelas ka Dea sambil menggelengkan kepalanya.


"Kasian sekali." ucap Arini mengelus-ngelus punggung Ziza.


"Yaudah masuk yuk,mamah mungkin agak sorean pulangnya.Kaka sengaja disini soalnya gak ada yang nyambut kedatangan kalian." ucap ka Dea melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumah di ikuti oleh Arini dan Sam yang menggendong Ziza.


"Padahal gak di sambut juga gapapa ka,kayak kita tamu aja." ucap Arini dan hanya di balas senyuman oleh ka Dea.


"Yaudah sekarang kalian istirahat aja,nanti kalau mamah udah datang kaka kasih tau." jelas ka Dea sembari mencoba mengambil Ziza dari Sam.


"Ziza gak mau sama bunda,Ziza mau nya sama om Sam." rengek Ziza semakin erat memeluk leher Sam.


"Sayang...om Sam nya mau istirahat dulu,sama bunda aja yuk." bujuk ka Dea.


"Udah gapapa ka biar Ziza sama kita aja."Ucap Arini ramah.


"Emangnya gapapa.?nanti dia gangguin istirahat kalian loh." ucap ka Dea.

__ADS_1


"Udah gapapa ka,yaudah kita ke kamar dulu ya." ucap Arini dengan terpaksa di angguki oleh ka Dea.


"Ziza gak boleh nakal ya." Ka Dea memperingati anaknya dan di balas anggukan oleh Ziza.


__ADS_2